NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Luka

Pernikahan Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:329.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Hidup Luna hancur setelah di jebak dan di hamili oleh kekasihnya - Gandhi. Terlebih saat Mira, Ibu dari Gandhi menolak untuk bertanggung jawab atas kehamilan Luna. Suatu ketika Mira mengetahui Luna adalah anak tunggal dari Adiyatama Erlangga - Pemilik Perusahaan Erlangga Jaya. Ia menyesal telah menolak Luna dan berusaha mendekati Luna supaya Gandhi menjadi penerus Erlangga Jaya jika menikahi Luna.
Luna hancur saat ia diperalat sebagai boneka pemuas nafsu oleh Gandhi. Kemudian Luna mengetahui niat jahat Mira, ia segera melakukan sesuatu agar perusahaan Ayah tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Luna mengorbankan Aditya - Sahabat kecil Luna yang sejak dulu menyukainya. Luna melakukan hubungan intim dengan Aditya. Luna menikah dengan Aditya namun Gandhi mengakui bayi yang dikandung Luna adalah anaknya.

Siapakah ayah yang sebenarnya dari bayi yang dikandung Luna?
Apa rencana Gandhi dan Mira untuk mendapatkan Luna?
Bagaimana dengan pernikahan Luna dan Aditya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

“Kamu marah, Lun?” tanya Gandhi sambil mengejar Luna yang berjalan dengan cepat meninggalkannya.

“Aku minta maaf, kemarin aku khilaf.” Mohonnya kepada Luna. Luna mengabaikan Gandhi yang merengek meminta maaf.

“Aku janji, gak akan pernah mengulanginya lagi.” Ucapnya. Luna menghentikan langkah dan berbalik.

“Pegang janjimu baik-baik.” Kata Luna dengan sorot mata yang tajam. Gandhi mengangguk. Ia tersenyum lega melihat Luna memaafkannya. Luna mencatat kata janji yang di ucapkan Gandhi dalam ingatannya. Ia berharap Gandhi akan memegang ucapannya.

Tubuh Luna gemetar, kakinya tak bisa berhenti bergerak. Keringat dingin mengucur di wajahnya. Hari ini, ia memenuhi undangan Mama Gandhi untuk makan malam bersama sekaligus berkenalan. Berkali-kali ia berusaha melepaskan senyum namun rasanya sulit hingga senyuman tipis yang bisa Luna berikan untuk Mama Gandhi.

“Tante udah dengar cerita dari Gandhi, panggil saja Tante Mira, ya.” kata Tante Mira - Mama Gandhi.

“I-iya, Tante.” Luna terbata.

“Bagaimana makanannya, enak? Ini tante loh yang masak,” katanya dengan ramah.

“Wah, Tante hebat. Bisa masak sebanyak ini dan rasanya enak semua.” Puji Luna. Tante Mira tersanjung.

“Ah kamu! Terimakasih Luna.” tante Mira tersenyum senang. Luna melirik ke arah Gandhi yang hanya diam memperhatikan mereka. Gandhi tersenyum saat mereka saling tatap.

“Kalau kamu kurang boleh nambah, Lun.” Kata Tante Mira.

“Heheh, iya Tante.” Luna tersipu malu. Ia menjadi kikuk berhadapan dengan Tante Mira yang super ramah dan baik. Ia tidak terbiasa bertemu dengan orang asing sehingga ia begitu canggung ketika berhadapan dengan Tante Mira.

“Sering-sering main kerumah ya, Lun.” Pinta Tante Mira saat Luna hendak pulang. Luna tersenyum canggung.

“Insya allah, Tante.” Luna mencium tangan Tante Mira dan bergegas pulang dengan di antar oleh Gandhi.

“Gimana?” tanya Gandhi sambil menyetir mobil.

“Huuufft hampir jantungan!” ucap Luna sambil menghela nafas panjang. Gandhi tertawa, ia mengacak rambut Luna.

“Kamu harus lebih terbiasa sama Mama, biar gak jantungan.” Katanya. Luna mendengus. Ia masih belum bisa bernafas lega setelah berjam-jam menahan tekanan di rumah Gandhi. Mereka telah sampai di depan rumah Tante Silvi. Luna membuka pintu mobil namun Gandhi menariknya. Membuat Luna terjatuh ke arah Gandhi. Gandhi menekan kepala Luna di kursi mobil kemudian ia mencium bibir Luna. Luna mendorong tubuh Gandhi.

“Nanti ketahuan Tante!” ia memperingatkan. Gandhi sedikit kesal namun ia berusaha menerima. Luna keluar dari mobil dan melambaikan tangan kepada Gandhi. Mobil Gandhi berlalu dari hadapannya. Luna melangkah gontai memasuki rumah.

“Dari mana, Lun?” suara Om Farid mengagetkan Luna.

“Dari rumah temen, Om.”

“Besok jangan pulang terlalu malam,” ucap Om Farid. Luna melirik jam dinding yang terpasang di ruang tamu. Sudah pukul 10 malam.

“Iya, Om.” Luna bergegas masuk ke kamar. Ia takut Om Farid akan menceramahinya lebih panjang apalagi kalau sampai Tante Silvi ikut keluar. Luna duduk di tepi tempat tidur. Kembali terbayang dibenaknya kejadian yang baru saja terjadi di mobil. Gandhi sekarang menjadi lebih berani kepada Luna. Selalu meminta hal seperti itu berulang-ulang. Luna menjadi sedikit kurang nyaman. Gandhi terlalu agresif dan Luna bukan tipe wanita yang seperti itu. Mungkin jika sesekali Luna masih menerima. Luna menjadi kesal kepada Gandhi yang seenaknya memperlakukan dirinya seperti boneka.

“Selamat pagi, Lunaku sayang.” Sapa Gandhi kepada Luna yang sedang duduk menyendiri di kantin kampus sambil membaca novel. Luna tak menoleh. Ia sedang kesal kepada Gandhi.

“Kok diam?” Gandhi memegang tangan Luna namun ditepisnya. Gandhi terkejut.

“Kamu marah sama aku, Lun?”

“Pikir aja sendiri!” jawab Luna ketus.

“Kenapa sih tiba-tiba marah?” Gandhi tidak terima. Luna melirik ke arahnya dengan sorot mata tajam kemudian beranjak meninggalkan Gandhi. Gandhi kesal. Ia mengejar Luna dan menarik tangannya.

“Dasar aneh!” bentaknya kemudian meninggalkan Luna. Luna semakin kesal melihat perlakuan Gandhi yang balik marah kepadanya.

“Bukannya minta maaf malah ngatain aku aneh!” gerutunya kemudian ia bergegas menuju kelas dengan perasaan kesal.

Luna dan Gandhi tidak berbicara sama sekali bahkan saling bertemu pun tidak. Luna semakin kesal karena Gandhi tak mengejarnya. Sudah satu hari penuh Gandhi tidak menghubunginya. Keesokan harinya, Luna menemui Gandhi dengan perasaan kesal.

“Tega ya mengabaikan aku!” teriaknya kesal.

“Kamu juga mengabaikan aku.” Balas Gandhi tak mau kalah. Luna terdiam. Api dalam dadanya terasa membara. Terlihat dari raut wajahnya yang memerah.

“Ya sudah, aku minta maaf,”

“Aku janji tidak akan pernah mengulangi kesalahan itu lagi,” Luna menoleh ke arahnya. Sudah dua kali Gandhi melakukan kesalahan yang sama, meminta maaf dan juga mengatakan janji yang sama. Seolah-olah kata maaf dan janji hanya sebuah mainan belaka. Namun Luna mencintai Gandhi dengan tulus. Ia maafkan kesalahan Gandhi dan berusaha mempercayai perkataannya. Mereka pun kembali menjalin hubungan seperti biasa.

“Apa gak sebaiknya kita memberi batasan kepada Luna, Ma?” tanya Om Farid yang khawatir tentang Luna yang hampir setiap hari pergi bersama Gandhi.

“Mama percaya Luna, Pa. Luna gak sama dengan perempuan yang lain,” jawab Tante Silvi.

“Tapi Papa kurang percaya terhadap Gandhi. Dia laki-laki dewasa, Ma. Yang bisa kapanpun merusak Luna kita,”

“Sudahlah, Pa. Kita percaya aja sama Luna. Kasian kan kalo kita kekang dia di sini. Ayah dan Ibunya sudah sering kekang dia selama ini,” Tante Silvi berusaha meyakinkan Om Farid.

“Ya sudahlah, aku percaya sama Mama,” Om Farid pasrah. Dalam hatinya memiliki rasa khawatir yang begitu dalam terhadap Luna. Akhir-akhir ini Luna jarang di rumah. Semenjak Luna memiliki pacar. Om Farid dan Tante Silvi belum memiliki keturunan. Usia pernikahan mereka sudah mencapai 8 tahun, tapi tuhan belum memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memiliki anak. Luna sudah di anggap sebagai anak mereka. Itulah sebabnya Om Farid begitu mengkhawatirkan Luna begitupula dengan Tante Silvi.

“Luna, akhir-akhir ini kamu jarang di rumah. Kamu kemana?” tanya Om Farid saat mereka sedang sarapan bersama.

“Em, gak kemana-mana kok, Om. Cuma main, kuliah, ngerjakan tugas, ya gitu lah, Om.”

“Luna gak lupa kan tugas Luna ke Jakarta itu ngapain?”

“Ya gak lupa lah, Om. Luna serius kuliah kok. Kenapa sih, Om?” Luna penasaran kepada Om Farid yang mulai menanyakan kegiatannya.

“Om Cuma mau berpesan, jangan terlalu sering keluar bersama laki-laki, Luna itu perempuan, kalau laki-laki itu khilaf, Luna bisa apa? Luna kan sudah pernah mengalami kejadian gara-gara laki-laki, harusnya Luna belajar dari situ, bukan malah...,” belum selesai berbicara, Luna memotong.

“Pacaran sama Gandhi? Om, Gandhi gak sama kok dengan Arez,” Luna berdiri dari kursinya dan bergegas meninggalkan Om dan Tante di meja makan. Om Farid menghela nafas panjang. Tante Silvi menenangkan suaminya.

“Sudahlah, Pa. Kita percaya aja sama Luna.”

1
echa purin
👍🏻
Putri Anggel
di dalam cinta ad kesabaran dan dalam kesabaran ad cinta tapi ketika hati sudah di kecewa kn maka jangan pernah percaya lagi ap kata lelaki buaya
Indah Kustiyarini
pasti anaknya adit
emi arpina
maaf y thor tapi utk mentari stop dulu bacanya masi greget ada org lemah gini
Aryani Dinda
tiap percakapan dispasi dong Thor seperti paragraf baru. jd lebih enak bacanya
Aryani Dinda
di bikin jarak dong Thor tulisannya
Rose Smith
sudah berbohong
egois pula
baguslah adit gag ngemis²
langsung di ceraiin
Rose Smith
hamile cuma seminggu trus brojol ?
Rose Smith
pemeran utamanya malah antagonis ini mah
udah gag suci
gag tau malu pula
RN
l
8 like favorite😍 untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Mami Vanya Kaban
akhir yg bahagia...
Ida Blado
cihh tadinya aq mau baca, tpi setelah baca sinopsis bagian bawahnya,,, amit2 dah, di awal aq rada empat tpi ternyata dia bertingkah seperti pelacur. maaf ya aq komen jht,tp aq sbg perempuan sungguh ilfeel
Jeni Safitri
Itukan derita mu luna siapa suruh ngk jujur sama ortu bahkan sama adith bukankah adit sudah tau keadaanmu dan siapa gandhi. Seharusnya kamu jujur aja dan minta tolong sama dia dgn baik2 pasti dia akan bantu.
Jeni Safitri
Kenapa luna ngk junir aja ya
CallMeLyla
aku gereget mentari nya lemahh😂😂
vanillarose
Baca novel terbaru author bertema pelakor, judulnya Imperfect Marriage. Dijamin menguras emosi. Thanks :)
Ara
si luna hamil anaknya gandhi pasti, karena kan luna baru bbrp hari berhubungan sm adit
mega keyna
mkanya sy bilang perempuan ngk pnya harga diri,kd erosi aku baca kisahnya luna,ada perempuan yg kayak gni
mega keyna
aku perempuan tp ko ngrasa jd sakit hati sm luna,ngk punya harga diri,gampang banget mainin perasaan hati,ngapain msh mau brtu dgn gandi kan udh tau ada magsudnya,bodoh banget kan,,,
mega keyna
udh tau gandi jahat,luna jg bidoh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!