Update Terbaru: Sedang melakukan perbaikan kata dan perbaikan sedikit alur, mohon tunggu pemberitahuan lebih lanjut.
Bercerita tentang seorang pria yang kehilangan ingatannya, dan tersadar ada di tengah hutan.
saat dia masih setengah sadar, sebuah suara bergema dalam kepalanya, suara itu bilang kalau dia adalah sistem yang bisa memberikan dia kekuatan.
akankah pria itu bisa menjadi kuat dengan bantuan dari suara yang mengaku dirinya sistem?
atau dia akan berakhir di makan monster di hutan yang di penuhi monster berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NIZAR UYEH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
*Note: sekarang statusnya akan ada sedikit perubahan, ras, gelar dan skill akan menggunakan bahasa Inggris.
Keesokan harinya
"Tetaskan"
[Ding, berhasil menetaskan telur kelas epik]
[Ding, mendapatkan peliharaan kelas legenda]
"Tunggu dulu, peliharaan kelas legenda?"
[Selamat atas keberuntungan master, karena berhasil mendapatkan peliharaan kelas legenda]
[Mohon master memberikan nama kepada peliharaan]
"Mmm, bagaimana kalau Horus?"
[Ding, berhasil memberi nama peliharaan, Horus]
[Nama: Horus
Level: 0
Ras: Mystical Eagle
Umur: 0 hari
Gelar: Pets
Kondisi: Baik
Vitality: 20
Strength: 10
Intelligence: 10
Agility: 10
Luck: 10
Skill aktif: Wind blade, invisible, storm.
Skill pasif: Tranformation]
"Oh, padahal masih level 0 tapi statusnya cukup tinggi, apa karena dia peliharaan kelas legenda?" Bertanya pada diri sendiri.
"Elena, kemari sebentar"
"Baik, ada apa master memanggil?"
"Lihat ini, bukankah dia imut?" Kata Zero dengan menyodorkan Horus.
*Cukko*
"Waah, apa ini master, ini sangat imut, bolehkah aku pelihara?" Kata Elena dengan meraih Horus dan memeluknya.
"Namanya Horus, sekarang dia akan menjadi teman bermain mu saat aku tidak ada, jadi kau tidak akan kesepian" kata Zero dengan menepuk kepala Elena.
"Sekarang aku akan berburu binatang monster, kau bisa bermain dengan Horus sampai aku kembali, jangan lupa juga dengan latihannya"
"Baik"
"Kau di sini temani Elena mengerti?"
*Cukko*
"Aku pergi dulu"
"Master, hati-hati"
"Hati-hati yah, mungkin bukan aku yang harus kau khawatirkan"
5 km dari lokasi Elena.
*Roarrr*
"Bukankah dia terlihat sangat marah?"
[Itu reaksi yang sangat wajar jika master membantai semua teman sesama rasnya]
"Apa kau membenciku?" Tanya Zero kepada wyvern tersebut.
*Roarrrr*
"Ops, itu hampir saja"
[Nama: Tidak ada
Level: 100
Ras: Wyvern
Umur: 235 tahun
Gelar: Wyvern king
Kondisi: Baik (marah)
Vitality: 240
Strength: 180
Intelligence: 115
Agility: 180
Luck: 20
*Note: buat yang bertanya kenapa tidak ada namanya, karena memang dari awal tidak ada, wyvern adalah nama rasnya, sekarang sudah ada ras di statusnya jadi namanya tidak ada.
"Aku tidak suka membuang waktu, jadi kita akhiri dengan cepat"
Zero menyerang leher wyvern, tapi itu tidak bisa memotongnya, walaupun itu tidak memotongnya, tapi meninggalkan luka yang cukup dalam.
Wyvern semakin marah dan menyerang Zero, Zero terkena serangannya dan menghantam tanah.
*Boom*
"Hahaha, ini yang aku tunggu-tunggu, akhirnya ada lawan yang menarik"
Zero segera berdiri dan mengaktifkan skill rage, dia melompat dan ingin menebas kepala wyvern, tapi berhasil di tangkis oleh cakarnya.
Cakar wyvern tidak mampu menahan serangan Zero dan hancur, wyvern tersungkur ke tanah, ketika dia berniat bangun, Zero menusuk jantungnya, jantungnya membeku dan diapun mati.
[Ding, berhasil membunuh wyvern king level 100]
"Sepertinya aku harus mengganti senjata, jika aku menghadapi lawan yang lebih kuat, mungkin aku tidak akan bisa melukainya dengan senjata ini"
"Buka status"
[Nama: Zero
Level: 88 exp: 95%
Ras: Human
Umur: 16 hari/25 tahun
Gelar: Monster Hunter
Kondisi: Baik
Vitality: 200
Strength: 219
Intelligence: 148
Agility: 200
Luck: 40
SP: 0
GP: 5795
Skill aktif: Hellfire, Rage
Skill pasif: Double Experience, Experience Drain, Ultra Regeneration]
"Aku memiliki GP yang cukup, buka toko"
[Equipment
Potion
Skill
....]
[Klik]
[Equipment:
Senjata
Zirah
Aksesoris]
[Klik]
[Senjata:
Pedang
Kapak
Tombak
....]
[Klik]
[Pedang:
Biasa
Langka
Epik
Legenda]
[Klik]
[Epik:
Pedang Naga Puspa: 5000 GP
Pedang Exalibur: 5000 GP
Pedang Kusanagi: 5000 GP
Pedang Api: 5000 GP
....]
"Mmm, yang ini bagus juga warnanya, yang ini juga"
[Klik]
[Ding, berhasil membeli pedang Exalibur]
[Nama: Pedang Exalibur
Kelas: Epik
Serangan: +2000
Atribut: Suci]
"Kita coba, apa yang bisa di lakukan pedang ini"
Zero mengalirkan mana ke pedang tersebut, pedang itu memunculkan sinar yang memanjang sekitar 5 meter.
*Boom*
Zero menghantamkan pedang itu ke tanah, dan sebuah celah sepanjang 10 meter terbentuk di depannya.
"Jadi ini kekuatan senjata kelas epik?" Bertanya pada diri sendiri.
Setelah itu Zero dengan gila memburu binatang monster dengan pedang barunya, tak terasa hari mulai gelap, Zero pun kembali ke tempat Elena dan Horus berada.
Saat kembali, Zero di kaget kan dengan kemunculan elang raksasa setinggi 5 meter di tempat Elena dan Horus berada, ketika dia ingin menebas elang tersebut, Elena berteriak dari balik tubuh elang tersebut.
Setelah itu Elena menjelaskan kalau elang raksasa tersebut adalah Horus, dia ingin membuat kejutan jadi dia bersembunyi di belakang Horus.
"Hampir saja aku kehilangan hewan peliharaan kelas legenda" Zero menghela nafas.
"Ada yang ingin kau katakan?" Zero bertanya kepada Elena.
"Maaf..." kata Elena dengan menyesal.
"Baiklah, lain kali jangan melakukan hal itu, hari sudah gelap, kumpulkan kayu bakar" Zero menepuk kepala Elena dan tersenyum.
"Baik" Elena kembali ceria.
[Nama: Horus
Level: 32
Ras: Mystical Eagle
Umur: 0 hari
Gelar: Pets
Kondisi: Baik
Vitality: 47
Strength: 42
Intelligence: 42
Agility: 42
Luck: 10
SP: 96
Skill aktif: Wind blade, invisible, storm.
Skill pasif: Tranformation]
"Masukan 50 SP ke Agility dan sisanya ke strength"
"Bisakah kau mengecil?" Tanya Zero kepada Horus.
*Cukko*
Horus segera mengecilkan tubuhnya sama seperti pertama kali dia menetas.
"Bisakah lebih besar lagi? Maksudku seukuran elang biasa"
*cukkoo*
Setelah itu Horus akhirnya mengatur tubuhnya agar terlihat seperti elang biasa.
"Sempurna"
Malam berlalu cepat, dan tidak ada yang terjadi, itu karena semua binatang monster dalam radius 10 km sudah tidak ada.
Keesokan paginya mereka pergi ke area hutan yang lebih dalam, sekarang Zero tidak perlu berlari dan menggendong Elena.
Mereka menaiki Horus, dengan ukurannya, dia dengan mudah membawa Zero dan Elena di punggungnya, tidak butuh waktu yang lama untuk mereka melewati 10 km.
"Kita berhenti di depan"
*Cukkoo*
"Kalian tunggu di sini"
"Baik"
*Cukko*
Setelah itu Zero berlari menuju binatang monster terdekat, semakin dekat dengan pusat hutan, semakin kuat juga binatang monster yang Zero temui.
[Ding, berhasil membunuh harimau iblis level 80]
*Roarrr*
"Mati!"
[Ding, berhasil membunuh harimau iblis level 78]
[Ding, naik level]
"Sepertinya ini yang terakhir"
Setelah membunuh harimau iblis terakhir, Zero pergi ke lokasi selanjutnya.
Kali ini dia menemui singa iblis, mereka lebih besar dari harimau iblis, tingginya sekitar empat meter, sama seperti harimau iblis, mereka juga suka berkelompok, masing masing kelompok terdiri antara sepuluh hingga lima belas ekor.
Zero membantai mereka semua, saat dia ingin pergi, tiba-tiba dia di kejutkan dengan kemunculan seekor elang raksasa, dia lebih besar dari Horus.
Elang itu setinggi sepuluh meter, tapi kejutan tidak berakhir sampai di situ, tiba-tiba seekor naga muncul dan menyerang elang tersebut.
Mereka bertarung dengan sengit, setelah waktu yang lama akhirnya elang mulai terdesak, tapi naga juga terluka parah.
Zero tidak pergi dan masih mengamati dari atas pohon tidak jauh dari lokasi pertarungan tersebut.
[Nama: Sigurd
Level: 122
Ras: Dragon
Umur: 176 tahun
Gelar: Tidak ada
Kondisi: Terluka parah
Vitality: 268
Strength: 262
Intelligence: 152
Agility: 192
Luck: 20]
[Nama: Garius
Level: 120
Ras: Mystical Eagle
Umur: 166 tahun
Gelar: Tidak ada
Kondisi: Terluka parah
Vitality: 265
Strength: 255
Intelligence: 150
Agility: 200
Luck: 20]
Saat Naga ingin melancarkan serangan terakhir, tiba-tiba seorang bertepuk tangan, orang itu bukan orang lain, melainkan Zero yang dari awal mengamati pertarungan tersebut.
"pertarungan yang bagus"
"Manusia!?"
Naga berteriak dengan terkejut, dia tidak mengira ada manusia yang menonton pertarungannya, apalagi tempat tersebut adalah area dalam hutan besar Silla, hanya ada satu alasan kenapa dia bisa ada di sini, dia kuat.
"Hahaha, tidak aku sangka ada manusia di sini" Elang yang terbaring tak berdaya tiba-tiba tertawa.
"Eh, kalian bisa berbicara?" Kata Zero dengan sedikit terkejut.
"Manusia, pergi dari sini jika kau masih sayang nyawamu!"
Sekali lagi naga berteriak, dia sedang terluka parah jadi dia berusaha menakut-nakuti Zero agar pergi dari situ.
"Siapa yang membunuh siapa belum di pastikan, kekuatanku memang tidak sekuat kau, tapi dengan keadaanmu yang sekarang, itu tidak terlalu sulit"
"Sombong!!" Naga marah dan menyerang Zero dengan cakarnya.
*Boom*
"Serangan yang bagus, sayangnya itu tidak mengenaiku"
"Terbakarlah" naga menyemburkan api ke arah Zero.
"Rage" Zero segera mengaktifkan skill Rage dan menghindar.
Setelah itu Zero segera menyerang naga tersebut, dan memenggal kepalanya, naga tidak bisa bereaksi dan terpenggal, elang yang melihat naga di bunuh dengan mudah, sedikit terkejut, dia memang berpikir naga akan kalah, tapi dia tidak berpikir akan secepat itu.
[Ding, berhasil membunuh naga level 122]
[Ding, mendapatkan bonus exp karena lawan 10 level lebih tinggi]
[Ding, naik level]
"Kau yang sombong" kata Zero dengan memandang kepada naga yang terpenggal.
Zero beralih ke elang, dan mendatanginya, elang yang melihat itu tidak melakukan apapun, dia tau dia tidak bisa menang, jadi dia hanya pasrah dan menunggu kematian.
"Kau tidak melawan?"
"Untuk apa melawan kalau akhirnya tetap mati" kata elang dengan tenang.
"Apa kau bisa menjawab beberapa pertanyaan ku?"
"Apa kau akan melepaskan ku jika aku menjawabnya?" Tanya elang dengan ragu.
"Mungkin?"
"Baiklah, apa yang ingin kau katakan?"
"Berapa banyak mahluk seperti kalian di sini?"
"Kau ingin tau makhluk-makhluk kuat di hutan besar Silla?"
"Ya"
"Sebenarnya tidak terlalu banyak mahluk sekuat kami, paling hanya ada 20?"
"Hanya 20?"
"Ya jika kau membandingkan nya dari kekuatan ku dan si bodoh itu"
Setelah itu Zero menanyakan beberapa pertanyaan lagi, elang menjawab semua yang Zero tanyakan, sekarang Zero tau kalau hutan besar Silla di bagi menjadi 3 area, luar, dalam dan pusat.
Banyak ras kuat di dalam area dalam, tapi ada tiga ras terkuat di area dalam, antara lain adalah ras Dragon, Mystical Eagle, dan Phoenix.
Ketiga ras tersebut memiliki wilayah masing-masing, dan yang terbesar adalah ras Dragon, karena mereka juga tinggal di area pusat hutan besar Silla.
Setelah semua pertanyaan di jawab, Zero membunuh elang tersebut, karena dia tidak ingin membuang-buang exp.
Jangan lupa vote dan like nya.
semangat