NovelToon NovelToon
Ardhan

Ardhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Tamat
Popularitas:124.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daratullaila 13

Ardhan Husein Zakhori adalah CEO di Millenial Group. Ia mewarisi perusahaan Kakeknya. Pribadinya yang sangat ramah membuatnya disukai banyak orang. Ia memiliki ambisi yang besar diumur yang masih muda. Namun, karena Kakeknya semakin tua dan mulai sakit-sakitan ia harus mencari calon istri dan menikah secepatnya. Saat itu pula cinta masa kecilnya datang.

"Will you marry me?" tanya Ardhan.
"Yes, I do," jawab wanita itu.

Ardhan yang malang. Ia tak tau jika hal itu akan menjadi awal ia mengetahui banyak kenyataan pahit. Akankah Ardhan menerima kenyataan dan mempertahankan cinta masa kecilnya? Atau menikahi orang lain demi mewujudkan keinginan Kakeknya? Dapatkah Ardhan bertahan dengan semua ujian ini? Penuh puzzle yang harus diselesaikan, ikuti perjuangan Ardhan dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daratullaila 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemajuan

..."Hargai segala ketidakpastian. Untuk membuatmu lebih baik, sadarilah ada kesulitan dan tantangan."...

...✨...

Ardhan dan Key sedang bermain di taman. Hari ini mereka libur, jadi mereka menghabiskan waktu bersantai.

"Adan kamu sayang aku gak?" tanya Key polos.

"Saayyaaannnggg banget," jawab Ardhan sunggung-sungguh.

"Nanti kalau kita udah besar aku maunya nikah sama kamu. Kamu mau kan?" lanjut Ardhan.

"Iya aku mau kok," jawab Key tersenyum.

Mereka lanjut bermain. Bermain perosotan, ayunan, dan wahana lain. Sesekali Ardhan bersembunyi untuk mengerjai Key. Tapi yang ada, Key malah menangis karena tidak menemukan Ardhan.

"Udah Key jangan nangis, aku di sini kok," ucap Ardhan menghampiri Key.

Sontak Key langsung memeluk Ardhan seolah tak ingin ia pergi.

Tak lama kemudian, datang dua orang pria berpakaian serba hitam.

"Nona, kamu harus pulang. Tuan dan nyonya sudah menunggumu," ucap salah satu pria.

"Gak! Aku gak mau pulang! Aku mau disini!" tegas Key.

"Nona, maaf kami harus memaksa," jawab si pria.

Mereka menggendong Key masuk ke mobil dan meninggalkan Ardhan yang kebingungan.

"Ma, aku mau sama Adan, aku mau sama Adan Ma!" ucap Key menangis.

Ardhan tak tau harus berbuat apa. Ia tak mungkin bisa melawan kedua pria besar itu.

Mobil Key pun melaju. Sedangkan Ardhan masih diam di tempat.

Suara klakson mobil menyadarkan Ardhan.

"Sayang kamu kemana aja? Ngapain di sini sendiri? Ayo pulang sayang ini udah mau malam," ajak Mamanya lembut.

Ardhan mengikuti Mamanya tanpa bicara sepatah kata pun. Ia menoleh ke arah belakang berharap Key masih ada di sana.

***

Kenapa dia natap gue gitu? Apa mungkin kalau kalung itu mengingatkan dia sama gue? tanya Ardhan dalam hati.

"Lo stalking gue kan? Hahaha niat banget lo," ejek Key.

Ardhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ekspetasinya terlalu jauh. Ia pun tak tau harus merespon apa.

Mungkin Key gak ingat gue atau mungkin mereka bukan orang yang sama, batinnya.

"Gue cuma nanya doang kok. Yaudah lanjut aja makannya hehe," jawab Ardhan.

"Sebenarnya itu ngingatkan gue sama orang yang dulu selalu ada buat gue. Dia baik banget sama gue. Apalagi waktu kecil. Dia selalu main sama gue, hu hu hu," jelas Key sambil menangis.

Ardhan mengambil tisu dan menghampiri Key. Ia menghapus air mata Key.

"Sekarang gue cuma ada Iko. Mungkin gue gak akan pernah ketemu dia lagi," lanjut Key.

Kita udah ketemu kok Key, aku disini, batin Ardhan.

"Udah jangan nangis lagi, ada gue juga sekarang kok," ucap Ardhan menenangkan.

"Luntur tuh make up lo! Hahaha," canda Ardhan.

"Ah resek lo! Merusak suasana sedih aja," ketus Key.

Ardhan mengacak rambut Key dan kembali duduk.

Sepersekian detik sebelumnya, Key buru-buru menghilangkan pipi merahnya. Ia tak mau ketauan Ardhan.

"Yaudah lanjut makan lo," ucap Ardhan.

Key pun menurut dan menghabiskan makanannya. Sedangkan Ardhan sibuk bermain gawainya. Ia masih stalking Key untuk mendapat petunjuk baru.

Ada satu foto lagi yang menarik perhatian Ardhan. Terdapat foto roti dan susu namun ber-filter hitam putih.

Caption foto itu : "Karena dia, gue jadi suka roti selai kacang dan susu cokelat☺💖."

Ardhan menatap Key sesaat, memperhatikan lekuk wajahnya. Meneliti mata dan rambutnya.

Mereka orang yang sama. Key kan juga suka roti selai kacang dan susu cokelat. Mata dia juga cokelat. Gue harus ingatkan dia lagi, tutur Ardhan dalam hati.

Ia mengalihkan pandangannya ke gawai lagi.

"Gue udah siap nih, ayo pulang," ajak Key.

"Oke," jawab Ardhan sambil berdiri.

Ardhan ke kasir dan membayar tagihan. Setelah itu mereka keluar restoran menuju parkiran.

"Lo mau gue antar kemana?" tanya Ardhan sesampainya di mobil.

"Antar ke tempat tadi aja," jawab Key.

"Lo masih kuliah?" tanya Ardhan lagi.

"Lanjut S2," jelas Key.

Ardhan pun melajukan mobil ke kampus itu. Setelah sampai Ardhan buru-buru membukakan pintu untuk Key.

"Lebay lo!" ketus Key.

"Haha, yaudah sana masuk," ucap Ardhan sambil mengacak rambut Key.

Mereka tak sadar ada seseorang yang memperhatikan mereka di ujung jalan.

Ardhan kembali melajukan mobilnya menuju kantor. Jalanan sudah tidak semacet tadi. Ia kembali ke kantor dengan hati berbunga-bunga.

Ia memarkirkan mobilnya di parkiran khusus CEO. Dengan segera melenggang menuju ruangannya. Sepanjang jalan, banyak mata memperhatikannya namun ia hanya acuh.

"Haduuhh, baru juga ditinggal sebentar, udah numpuk aja nih kertas," keluhnya.

Ardhan pun melanjutkan lagi pekerjaannya. Menandatangani yang yang perlu ditandatangani, memeriksa laporan, ditambah lagi memeriksa lamaran pekerjaan.

"Huh selesai juga," ucap Ardhan.

Waktu juga menunjukkan pukul 6. Sudah banyak karyawan yang pulang. Ia pun keluar ruangan dan menuju parkiran.

Sebelum ia masuk mobil, seseorang di depan gerbang seperti dikenalnya.

"Iko!" teriaknya.

Namun Aiko tak menoleh. Mungkin jarak mereka terlalu jauh sehingga Aiko tidak dengar.

"Ngapain dia disitu, kalau ada rampok gimana," ucap Ardhan pada dirinya.

Ia pun mengendarai mobil menuju Aiko.

"Ko! Ngapain di sini?" tanya Ardhan.

"Astaga kamu buat kaget aja Dhan," ucap Aiko.

"Tadi aku gak ada ongkos jadi aku jalan. Tapi gak tau sekarang ada di mana," lanjutnya.

"Yaudah ayo pulang sama aku," tutur Ardhan.

Aiko ragu-ragu. Bayangan melihat Ardhan dan Key tadi diang masih tergambar jelas dipikirannya. Namun karena dia tidak punya ongkos mau tidak mau ia harus menumpang.

"Oke," jawab Aiko agak lama.

Mereka pun melaju menembus jalan.

Iko kenapa ya? Gak biasanya dia diam aja, batin Ardhan.

"Kamu kenapa Ko?" tanya Ardhan.

Namun Aiko hanya diam tak menjawab. Ardhan pun memberhentikan mobilnya.

Ciittt.....

Aiko tersentak.

"Kamu nangis Ko?" Ardhan kaget melihat air mata Aiko.

"Udah jangan nangis. Siapa yang jahatin kamu bilang sama aku," ucap Ardhan.

Aiko tetap diam tak menjawab. Ardhan memeluknya sambil menepuk pelan punggung Aiko.

Kamu yang jahatin aku Dhan, batin Aiko.

Setelah cukup lama, Aiko pun mulai tenang.

"Masih mau nangis? Nangis aja lagi Ko," ucap Ardhan lembut.

Aiko menggeleng.

Ardhan pun lanjut menyetir dan menuju panti.

"Nah udah sam..." ucap Ardhan terkejut melihat Aiko langsung turun.

Ardhan buru-buru menghampiri Aiko dan menjatuhkan badan lemah Aiko ke dada bidangnya. Ia mengelus lembut rambut Aiko.

"Kamu kalau ada masalah cerita Ko," ucap Ardhan.

Aiko hanya menggelang dalam pelukannya. Ardhan kembali mengelus rambut Aiko, mencoba untuk menenangkannya.

Aiko melepas pelukannya dan tertunduk malu.

"Ma-makasih ya Dhan, udah ne-nenangin aku," tutur Aiko sesenggukan.

"Kamu ada masalah? Cerita aja," ucap Ardhan lembut.

"Enggak kok, aku cuma teringat orang tua aku," jawab Aiko berbohong.

"Kirain ada yang jahatin kamu. Yaudah masuk gih. Jangan lupa makan malam ya. Kalau ada apa-apa chat aku aja," ucap Ardhan panjang lebar.

Aiko berjalan melewati Ardhan.

"Ko!" Ardhan menarik tangan Aiko.

"Good night," ucap Ardhan mengacak rambut Aiko.

"Aku pulang dulu, bye," lanjut Ardhan sambil masuk mobil.

Apa semua cewek kamu ginikan, Dhan, tanya Aiko dalam hati.

1
Jeffie Firmansyah
mengubah takdir di novel kuno nya kenapa tdk diterusin , padahal cerita nya keren Thor
Gibran
kok si ling jdi ke sini sih thor
Bunbun Boba
koq ad Ling disni
Avocado
semangat Kaka.....😊, lanjutkaannn terusss....pantang mundur....semangat yok semnagat....saya suka sama ceritanya😍😍, aku mendukungmu...
mohon dukungannya juga untuk novelku kak....SunFlower. mohon tinggalkan saran, masukan dan kritik kan dariku yang masih belajar ini....🙏🏻😊🤗
Neti Jalia
boom like untukmu kk🤗🙏
Lenkzher Thea
Lanjut ka👍❤
Lenkzher Thea
Lanjut ka bom like sudah hadir lagi
Lenkzher Thea
lanjut
Lenkzher Thea
waduuuh knp jadi begitu ka
하늘
Aamiin, semoga author juga sehat selalu ya
semangat terus, ditunggu updatenya
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
💛 Good luck! 💛
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
하늘
lanjut thor, semangat terus up nya
Hiatus
cicil dl ya thor.
semangat^^
하늘
nice kak, lanjut
Manami Slyterin
lanjut mangatz
Manami Slyterin
lanjut
Hiatus
swmangat up thor
Tara
Semoga happy ending. Langsung give5🌟n 🎁click Fav n like. Semangat kak!! 🥰🤗🌹🙏
riski iki
kok Hiatus 🤣
Nindira
Apa ini?
Mommy Gyo
3 like hadir thor

maaf Cinta dan air mata dan cinta Berlumur Dosa tahap penghapusan gak usah di like ya Thor 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!