Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam
Sesuai rencana, Satria, Jonathan juga Jeong hari minggu keluar untuk santai di sebuah kafe yang berada di salah satu mall terbesar di kota itu. Ketiganya sedang asyik bercanda sambil menikmati makanan dimeja mereka.
Tatapan Satria teralihkan oleh seorang gadis yang ia kenal di luar sana. Yang membuat Satria heran, gadis itu dikawal tiga pria sekaligus.
Ya, dia adalah Melinda. Namun tidak hanya dengan pacarnya, ada dua pria lain disana. Mereka berjalan kesebuah kedai es krim. Satria terus memperhatikan Linda dengan serius, melihat ada seorang pria yang mendekat ke arahnya. Yang dengan sadisnya diusir oleh ketiga pria itu.
What!!!!!! Jangan-jangan Linda anak orang kaya yang nyamar? Kalo nggak simpanan om om? Atau mereka bertiga itu kekasihnya??? Oh noooo pikiran hina itu mampir begitu saja menghancurkan semangat Satria.
Jonathan dan Jeong yang melihat wajah Satria yang berubah-ubah tak karuan menjadi bingung. Keduanya menatap Satria tanpa berkedip. Sebentar terlihat ketakutan, sebentar terlihat nyengir menghina lalu histeris sendiri menjambak rambutnya. Kedua sahabat itu bingung dengan tingkah Satria yang tiba-tiba ini.
Sedangkan Linda yang sedang asik menunggu eskrimnya tak tau jika dia diawasi oleh Satria.
Senyum Linda tampak sangat bahagia, bagaimana tidak? Ketiga pangeran selalu siap menjaganya kapan pun. Walau kadang membuatnya jengah dengan kelakuan mereka yang sangat posesif.
Sebenernya yang jadi kakak itu siapa sih? Kok malah gue kayak bayi yang dijaga tiga kakak laki-lakinya ya?
Linda sesekali mendengus menghadapi tingkah ketiga adiknya itu. Bahkan saat santai di mall, ada yang mengajaknya kenalan diusir gitu aja sama mereka. Sadis banget jadi adek.
"Siang,,, boleh kenalan nggak?" Seorang pria mendekati Linda mengajaknya berkenalan dengan mengulurkan tangannya.
Belum sempat Linda menjabat tangan pria itu, tiba-tiba
PLAKK
Tangan pria tak dikenal itu dipukul, lalu tubuhnya didorong agar menjauh dari Linda.
"Awas minggir lu!! Dasar upil semut!!" Ferry terlihat sangat marah pada pria yang mendekati kakaknya.
"Awasss minggir sono,,, alergi kita liat lu!!!" Ucap Indra tak kalah sadisnya dengan kakaknya.
Setelah pria itu pergi, Linda sudah mulai geram dengan kelakuan ketiga adiknya itu. Linda lalu berdiri dan menjewer telinga adiknya satu satu.
"Kalian seneng yaaa,,,,,Gimana kalo mbak kalian ini jadi perawan kisut hah!!!" Linda sangat marah. Setiap kali ada pria yang mendekati selalu saja digagalkan okeh ketiganya.
"Aawww,,MBAK!!!!" ketiganya teriak bersamaan mendapat serangan kakaknya yang tiba-tiba.
"SAKIT!!!!"
Mendengar rintihan ketiga adiknya itu Linda merasa puas. Linda meninggalkan ketiganya yangg masih memegang telinganya yang terasa sangat perih.
"MBAK LINDAA JANGAN KABUR!!" ketiga saudara itu mengejar sang kakak yang entah lari kemana. Karena Linda memang sangat cepat saat berlari.
Ketiganya kebingungan mencari keberadaan Linda. Bagaimana mereka bisa kecolongan lagi? Linda yang super gesit itu memang bisa menjaga dirinya sendiri, mereka pun mengakuinya. Hanya saja, ketiganya tak ingin kakak perempuan mereka kena tipu pria gila di luar sana.
Linda masih berlari menghindari ketiga adiknya yang gila itu. Tanpa sadar Linda berlari ke sebuah kafe dan bersembunyi di balik tembok kafe. Seseorang berjalan mendekat lalu menepuk pundak Linda
"Sialan!!! Ternyata kalian berlatih keras selama gue kerja ya!" Linda membalikkan badannya dan terkejut siapa orang itu. Matanya membelalak, tak percaya bahwa bos nya yang terkenal dingin itu bisa berada disini.
Linda tak sadar bahwa dirinya lebih dingin dari pada bosnya itu.
"Mmmaaaaaf Pak, saya kira tiga bocah tengil itu." Linda tergagap melihat tatapan bingung dari bosnya.
"Kamu ngapain sembunyi disini?"
"Oh, saya hanya bersembunyi dari tiga anjing lucu." Linda memanyunkan bibirnya saat mengucap tiga anjing lucu.
Lucu apanya, yang ada tiga herder sok ngelawan singa!
Tak sadar Linda tersenyum kecut dengan ucapannya sendiri.
"Anjing?" Kembali Satria mengerutkan dahinya,
"Oh, kalau begitu saya permisi dulu pak!" Dengan santai Linda meninggalkan Satria, namun lengannya ditahan oleh Satria.
Linda menoleh dengan tatapan penuh tanya.
"Mungkin saya bisa bantu kamu mengusir tiga anjing gila itu?" Satria menawarkan ide yang lumayan bagus.
Linda sempat berpikir untuk menolaknya, namun ia urungkan. Mungkin dengan sebuah alasan kecil, ketiga adiknya bisa pergi.
"Caranya?" Linda memicingkan sebelah matanya,
"Kamu ikut saya..." Satria menarik lengan Linda tanpa adanya persetujuan dari pemilik nya. Juga tak ada perlawanan darinya.
Setelah berjalan menuju meja dimana Jonathan dan Jeong berada, Satria berhenti dan meminta Linda untuk duduk.
Melihat dua rekan kerja bosnya yang sedang duduk santai disana, Linda hanya menunduk hormat bukan takut. Namun masih cuek tidak perduli dengan kehadiran kedua bos besar itu.
Setelah berlari mengelilingi mall, akhirnya Ikhsan melihat Linda sedang duduk di kafe dengan tiga pria keren disana.
" Gercep juga nenek lampir. Udah dapet tiga cowok aja!!" Ikhsan mengambil ponsel lalu memotret Linda dan mengirimnya ke Ferry juga Indra.
Kalian lihat, dalam sedetik dia sudah mendapat tiga pria gila!
Melihat pesan yang mereka terima, Indra juga Ferry segera menuju ke kafe dimana Linda berada. Setelah ketiga saudara itu berkumpul, mereka memasuki kafe dan mendekat ke meja dimana Linda berada.
Dengan paksa Ferry mendorong tubuh Linda agar bergeser dan ikut duduk disana. Perlu kalian tahu, disana mereka duduk di meja yang ada sofa berbentuk U disampingnya.
Sedang Indra dan Ikhsan ikut duduk didekat Jonathan.
Linda tampak kesal dengan ketiga adiknya yang tak tau sopan santun.
Lalu Linda bangkit dan sekali lagi menjewer telinga Ferry.
"Sejak kapan kalian nggak sopan?? Mereka ini bos gue!" Dengan tatapan yang siap membunuh Linda beralih ke Indra dan juga Ikhsan.
Ketiganya langsung malu mendengar pernyataan Linda. Bahkan tiga pria dewasa yang duduk disana juga terkejut melihat sisi lain Princess mereka.
Dari tatapan tajam beralih ke mata yang manis, Linda meminta maaf kepada bosnya.
"Hehehe maafkan ketiga anjing lucu ini ya boss, saya rasa saya kurang mengajari mereka bagaimana menyapa orang dewasa.."
Sedangkan Satria mengangguk pelan lalu tersenyum.
"Oh iya, perkenalkan Pak, mereka adalah adik saya. Ini Ferry dan mereka si kembar Ikhsan dan Indra..." Linda mengenalkan ketiga adiknya kepada bosnya.
Dalam hati Satria, Jonathan dan juga Jeong, mereka tersenyum penuh kemenangan mengetahui princess mereka masih jomblo.
Siapa bilang? Dia hanya mengenalmu adiknya, bukan berarti di luar sana tidak punya pria yang dia cintai.
"Saya Satria, Alasannya nona Melinda. Dan mereka adalah Jonathan Atada dan Lee Hyeon Jeong rekan bisnis saya." Dengan suara yang penuh kebijaksanaan Satria memperkenalkan diri juga kedua sahabatnya.
Akhir pekan yang tak terduga oleh mereka, bisa tau kebenaran bahwa pria yang dikabarkan sebagai kekasih Linda adalah adiknya.