Siapa yang percaya jatuh cinta pada pandangan pertama?
Nayla merasakan getaran di kalbunya ketika bertemu dengan seorang laki-laki jenius, tampan, berkharisma, dan humoris. Laki-laki bernama Dito berhasil menghadirkan cinta di hatinya.
Setelah menjalani hubungan bersama Dito, akhirnya Dito meminta Nayla menikah diam-diam dengannya ketika mereka masih duduk masa putih-abu-abu.
Akankah Nayla menerima lamaran Dito?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Sahabat Semasa SMP
Nayla melangkah dengan pasti menuju sekolah barunya untuk mengikuti ospek. Pagi ini Nayla lebih awal pergi ke sekolah, dan hari ini juga perdana Nayla mengenakan pakaian putih abu-abu, segala gundah gulana ditinggalkannya di rumah dengan mengawali hari baru di sekolah tersebut.
Sesampainya di sekolah Nayla menuju bangku taman dan duduk sembari mengeluarkan handphonenya untuk main game online kesukaannya, karena waktu belum menunjukkan pukul 7.00 dan panitia Ospek belum semuanya lengkap.
Seseorang menepuk bahu Nayla dan sontak membuatnya kaget. Begitu dia menoleh Herson dan Rizal teman sekolahnya waktu SMP dan kebetulan menjadi anggotanya ketika dia menjabat ketua OSIS semasa SMP.
"Kalian, ngapain di sini? " Tanya Nayla kaget melihat mereka menggunakan putih abu-abu juga lengkap dengan atribut yang dipesan oleh panitia.
"Pertanyaan yang bodoh, untuk kau tanyakan Nay. "Ucap Herson pada Nayla
"Kami dengar kamu sekolah di sini, makanya kami berdua nyusul kamu ke sini" Ucap Rizal
"Tapi bukannya kalian mendaftar masuk ke sekolah yang lebih unggul? " Tanya Nayla masih merasa heran dengan kedua sahabatnya itu.
"Kami batalkan, karena kami dengar kabar kamu masuk ke sekolah ini, kenapa nggak kasih tau dari awal sih Nay? " Lanjut Herson
"mmmm, aku tau kalian tau dari siapa, Delsi kan? "
"Tumben pinter, "Goda Herson
"Siapa lagi kalau bukan dia yang kasih tahu sama kalian, " Ucap Nayla kelihatan kesal.
"Terakhir kali ketemu kamu, waktu pengambilan izasah, tanya tentang kamu daftar di mana tapi kamu tidak meresponku, setelah itu kamu sudah tidak pernah datang lagi ke sekolah, seakan-akan kamu menutup diri dari orang-orang terdekat kamu. " Lanjut Herson.
"Tapi bagaimana kalian bisa daftar di sini, kan pendaftarannya sudah ditutup. "Tanya Nayla sambil menatap bergantian kearah kedua sahabatnya itu.
"Begitu kami dengar berita kamu masuk ke sekolah ini, kami mencari informasi lebih lanjut dari guru-guru sekolah. Ternyata guru-guru pun tidak ada yang tahu tentang kabar itu, dan akhirnya kami bertanya sama Pak Azis, dan beliau mengatakan kamu mendaftar di sekolah ini, dan beliau juga yang mengantarkan kamu untuk mendaftar. Akhirnya kami pada akhir pra ospek segera datang, berharap bisa bertemu kamu secara langsung tapi kamu dan siswa baru lainnya sudah pulang, kami berdua langsung menghadap pak kepala sekolah, menanyakan apa masih dibuka pendaftaran, sambutan hangat kepala sekolah merupakan kabar baik buat kami berdua, dan langsung kami diarahkan untuk menemui ketua panitia dan ketua OSIS. Kami mencatat segala keperluan yang akan digunakan, Gitu ceritanya. Kamu sendiri? " Herson menjelaskan kepada Nayla
"Ooo.. gitu. Aku diminta sama mamaku untuk mendaftar di sini, dan akhirnya aku ada di sini. Syukurlah ada kalian berdua di sini, jadi aku tidak bakalan sepi, "Lanjut Nayla.
"Tenang saja Nayla, kami akan selalu bersamamu dan membantu setiap kesulitanmu" Ucap Rizal.
"Idih.. Lebay.. "Ucap Nayla
Mereka pun tertawa seakan melepas beban di hati masing-masing, Nayla merasa senang karena ada sahabatnya ketika di SMP, Herson dan Rizal adalah dua sahabat cowok Nayla dari SMP. Ketika semasa sekolah Nayla lebih banyak berinteraksi dengan teman lawan jenisnya ketika duduk di bangku SMP. Bahkan sejak kecil pun Nayla lebih akrab dengan teman-teman cowoknya dibandingkan dengan teman cewek.
Bukan berarti Nayla menutup diri untuk berteman dengan cewek tapi Nayla lebih nyaman dan senang berinterkasi dengan teman cowoknya. Maka dari itu penampilan Penampilan Nayla agak sedikit tomboy dibandingkan dengan teman-teman Ceweknya. Potongan rambut yang pendek batas telinga dengan model oval, menjadi ciri khasnya sejak kecil.
"Nayla.. " panggil suara cewek karena posisi Nayla membelakangi suara tersebut, Nayla menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Nayla kaget melihat cewek yang datang berlari kecil ke arahnya.
"Na...ning?" Ucap Nayla sambil menoleh ke arah Herson dan Rizal
"Ini sebenarnya ajang reunian atau gimana sih? " Tanya Nayla kepada ketiga temannya yang pernah bergabung dengannya di pengurus OSIS dengan ekspresi heran.
Mendengar ucapan Nayla ketiganya sontak tertawa terbahak-bahak.
"Kami setia kawan kan? " Ucap Naning menggoda Nayla.
Nayla tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu, karena semasa sekolah ketiganya adalah teman sekelas sekaligus sebagai pengurus OSIS bersamanya di masa jabatannya. Ada banyak teman Nayla yang akrab dengannya, tidak hanya di dalam pengurusan OSIS, ada juga temannya dalam Tim Bola Voli, kegiatan pramuka, kegiatan PMR, Bimbel mata pelajaran sains, dan masih banyak lagi lainnya. Nayla bisa langsung menyesuaikan dirinya dengan siapa saja. Sikap Nayla yang peduli terhadap temannya itu membuat dirinya disenangi oleh teman-temannya. Tapi ada juga beberapa diantara teman yang tidak senang dengan kepribadian Nayla, kadang mereka berfikir Nayla sedikit cuek dan sombong. Nayla tidak menanggapinya dengan serius asalkan dirinya tidak pernah menyakiti perasaan orang lain, itu sudah cukup buat Nayla menikmati dunianya.
Nayla merasa senang karena sekarang dia tidak sendiri karena ditemani oleh ketiga rekannya itu.
Tak lama bel sekolah pun berbunyi tanda apel akan dimulai, seluruh siswa berbaris menurut abdjad huruf depan mereka. Setelah memberikan apel kepala sekolah langsung mengarahkan siswa baru untuk ikut upacara pembukaan OSPEK di aula sekolah.
*****
ka Ella kapan mau nerusin yg sebelah,,,aku kangen dengan kehangatan Dito,Nayla,,,,