NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Invasi Keluarga Wang

​Kabut pagi masih menggantung rendah menyelimuti anak tangga batu Puncak Bintang Jatuh. Namun, ketenangan pagi itu harus terkoyak oleh derap langkah kaki berat dan aura pembunuhan yang pekat.

​Di bawah pimpinan Wang Teng—Kepala Keluarga Wang—Tiga Puluh Pengawal Darah berbaris mendaki gunung dengan formasi tempur yang rapi. Mereka semua mengenakan zirah merah gelap yang memancarkan bau anyir darah. Setiap pengawal ini adalah kultivator di atas Ranah Pemadatan Qi Tingkat 5, elit sejati yang telah banyak membantai musuh Keluarga Wang.

​Di samping Wang Teng, Tuan Muda Wang berjalan dengan dada membusung. Ketakutannya kemarin di Paviliun Bulan Perak telah menguap sepenuhnya, digantikan oleh senyum sadis. Dengan ayahnya yang berada di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2 memimpin langsung, sekte rongsokan ini pasti akan rata dengan tanah!

​"Ayah, lihat!" Tuan Muda Wang menunjuk ke arah gerbang batu raksasa bertuliskan 'Sekte Pedang Bintang'. "Kita sudah sampai. Aneh sekali, tidak ada satu pun formasi pelindung yang aktif. Bocah Jiang Chen itu pasti sudah kabur ketakutan!"

​Wang Teng mendengus dingin. Matanya yang tajam menyapu sekeliling, merasakan energi spiritual di udara.

​"Energi spiritual di tempat ini dua kali lipat lebih kental daripada di kota. Hmph, tempat yang bagus. Setelah kita membantai Jiang Chen dan dua muridnya, aku akan menjadikan Puncak Bintang Jatuh sebagai kebun herbal pribadi Keluarga Wang!"

​KRAAAK!

​Dengan satu ayunan telapak tangannya, Wang Teng melepaskan gelombang Qi berbentuk cakar raksasa yang langsung menghantam dan menghancurkan gerbang batu sekte hingga berkeping-keping.

​"Jiang Chen! Anjing pengecut! Keluar dan serahkan nyawamu pada kursi ini!" raung Wang Teng. Suaranya yang dilapisi energi Pembentukan Fondasi bergema ke seluruh penjuru gunung, menggetarkan daun-daun di pepohonan.

​Debu dari gerbang yang hancur perlahan menyapu halaman.

​Dari balik kabut debu tersebut, pintu kayu Aula Leluhur terbuka perlahan. Tiga sosok berjalan keluar dengan santai, sama sekali tidak terpengaruh oleh raungan menggelegar Wang Teng.

​Jiang Chen berjalan di depan, diikuti oleh Lin Mo dan Su Yue di kiri kanannya. Yang membuat sudut mata Wang Teng berkedut karena marah adalah... Su Yue membawa sebuah kursi kayu mahoni, lalu meletakkannya di tengah halaman. Jiang Chen dengan santai duduk di kursi itu, sementara Su Yue menuangkan secangkir teh panas untuknya.

​Jiang Chen menyesap tehnya perlahan, lalu mengangkat pandangannya untuk menatap puluhan orang berbaju zirah merah di depannya.

​"Pagi-pagi begini sudah ada anjing yang menggonggong dan merusak pintu rumah orang," ucap Jiang Chen dengan nada datar. "Keluarga Wang benar-benar tidak punya tata krama."

​"Bocah sombong!" Wang Teng menunjuk Jiang Chen dengan jari gemetar. "Kau membunuh Penatua Tamu keluargaku dan mempermalukan putraku! Hari ini, aku akan mencabut urat nadimu, menguliti dagingmu, dan menggantung kepalamu di gerbang Kota Awan Mengambang!"

​Jiang Chen bahkan tidak repot-repot berdiri. Dia meletakkan cangkir tehnya, menatap Wang Teng dengan pandangan layaknya melihat badut yang sedang menari.

​"Hanya karena nyamuk mati, kau membawa segerombolan lalat ke gunungku? Lin Mo."

​"Murid di sini!" Lin Mo melangkah maju. Tangannya langsung menggenggam gagang pedang besi di punggungnya. Mata remajanya memancarkan niat pedang yang membekukan darah.

​"Tiga puluh lalat berbaju merah itu... jadikan mereka batu asahan pedangmu hari ini. Jangan sisakan satu pun," perintah Jiang Chen dengan santai.

​"Sesuai kehendak Guru!"

​Mendengar percakapan itu, Wang Teng tertawa terbahak-bahak hingga air matanya keluar.

​"Hahaha! Membiarkan seorang bocah ingusan menghadapi Tiga Puluh Pengawal Darah Wang?! Jiang Chen, apakah otakmu sudah rusak karena ketakutan? Pengawal Darah, maju! Cincang bocah itu menjadi pasta daging, lalu tangkap Jiang Chen hidup-hidup!"

​"BUNUH!!"

​Tiga puluh Pengawal Darah meraung serempak. Mereka menghunuskan golok bergerigi mereka dan menerjang maju bagaikan gelombang pasang berwarna merah darah. Aura gabungan dari tiga puluh ahli Pemadatan Qi Tingkat 5 ke atas menciptakan badai angin kencang yang menyapu halaman.

​Su Yue yang berdiri di belakang Jiang Chen memucat, tetapi dia memaksa dirinya untuk tetap berdiri tegak.

​Lin Mo berdiri sendirian di tengah halaman. Angin kencang meniup rambut panjangnya. Dia tidak mundur selangkah pun. Sebaliknya, sudut bibirnya melengkung ke atas. Di matanya, ketiga puluh pengawal ini bukanlah ancaman, melainkan mangsa.

​"Pedang Penakluk Bintang!"

​Lin Mo mencabut pedangnya dan mengaktifkan teknik Tingkat Bumi yang baru saja ia pelajari semalam.

​BOOM!

​Energi spiritual dari Ranah Pemadatan Qi Tingkat 7 meledak tanpa ditahan sedikit pun! Namun, qi milik Lin Mo berbeda dari kultivator biasa. Berkat Tubuh Pedang Kuno dan Seni Bintang Nirwana, energi peraknya setajam silet dan seberat gunung.

​Dia mengayunkan pedang besinya secara horizontal.

​SYUUUT!!

​Sebuah gelombang pedang qi berbentuk bulan sabit raksasa melesat dengan kecepatan kilat, menyapu barisan depan Pengawal Darah.

​"Apa?! Tingkat 7—"

​Kata-kata kapten Pengawal Darah terhenti di tenggorokannya.

​SRAATT! CRASS!

​Baju zirah tebal yang mereka banggakan terbelah layaknya kertas tipis di hadapan qi pedang Lin Mo. Lima orang di barisan paling depan seketika terpotong menjadi dua bagian dari pinggang. Darah menyembur tinggi mewarnai langit pagi.

​"S-Satu tebasan membunuh lima orang?!" Tuan Muda Wang menjerit histeris, kakinya kembali lemas.

​Namun, pembantaian baru saja dimulai.

​Lin Mo tidak diam menelan ludah. Dia melesat maju bagaikan bayangan hantu, menyusup ke tengah-tengah formasi Pengawal Darah yang mulai kacau. Pedangnya bergerak dengan ritme yang mematikan, setiap tebasannya meminjam kekuatan bintang yang tak terbendung.

​Tebasan ke atas... sebuah lengan putus terbang ke udara.

Tusukan ke depan... dada seorang pengawal tertembus hingga tembus ke belakang.

Putaran pedang... tiga kepala menggelinding di atas tanah berdebu.

​Lin Mo bertarung seperti iblis pedang yang baru keluar dari neraka. Jeritan kesakitan dan bau darah menyengat memenuhi udara. Hanya dalam waktu kurang dari waktu setengah batang dupa menyala, dua pertiga dari elit Keluarga Wang telah menjadi mayat yang berserakan di halaman.

​Di kursi kayu mahoninya, Jiang Chen mengangguk puas.

​"Tubuh Pedang Kuno memang mengerikan. Begitu dia melihat darah, insting bertarungnya meningkat tajam," batin Jiang Chen.

​Sementara itu, wajah Wang Teng yang tadinya dipenuhi kesombongan kini menjadi sepucat kertas, lalu memerah karena murka yang tak tertahankan. Tiga Puluh Pengawal Darah ini adalah fondasi kekuatan Keluarga Wang yang dibangun selama puluhan tahun! Semuanya dihancurkan oleh satu bocah ingusan dalam hitungan menit!

​"BOCAH KEPARAT!! MATILAH!!"

​Wang Teng tidak bisa menahan diri lagi. Menyadari bahwa Lin Mo memiliki kekuatan bertarung yang jauh melampaui tingkatannya, Kepala Keluarga Wang itu melesat maju, secara pribadi turun tangan!

​Energi spiritual Pembentukan Fondasi Tingkat 2 meledak darinya, menciptakan tekanan yang membuat sisa Pengawal Darah yang masih hidup langsung jatuh berlutut. Wang Teng memusatkan qi-nya ke telapak tangannya, menciptakan cetakan telapak tangan api merah raksasa yang menyambar ke arah kepala Lin Mo.

​"Telapak Tangan Pemecah Gunung!"

​Di bawah tekanan ahli Pembentukan Fondasi yang sesungguhnya, napas Lin Mo tertahan. Perbedaan ranah besar antara Pemadatan Qi dan Pembentukan Fondasi bagaikan jurang pemisah yang tidak bisa diseberangi. Tubuh remajanya terkunci oleh tekanan energi tersebut, tak mampu menghindar.

​Namun, Lin Mo tidak panik. Karena dia tahu, dia tidak berjuang sendirian.

​Tepat saat telapak api raksasa itu berjarak kurang dari satu meter dari kepala Lin Mo, sebuah suara yang sangat tenang namun mengandung tekanan yang menindas langit terdengar.

​"Di depan mataku, kau berani menyentuh muridku?"

​WUUUSH!

​Jiang Chen masih duduk bersila di kursinya, namun dia hanya menjentikkan jari telunjuk kanannya ke udara.

​Sebuah sinar qi perak kecil melesat menembus udara, menabrak cetakan telapak tangan api raksasa milik Wang Teng.

​BOOOM!!

​Tidak ada perlawanan. Telapak tangan kebanggaan Wang Teng hancur berkeping-keping layaknya kaca yang dihantam palu baja, meledak menjadi percikan api yang menyebar ke segala arah.

​Reaksi dari kehancuran tekniknya membuat Wang Teng terhuyung mundur tiga langkah, menyemburkan seteguk darah segar. Matanya melotot tak percaya menatap pemuda berjubah putih yang masih duduk santai menikmati tehnya.

​"K-Kau... Kau bukan sekadar baru menembus Pembentukan Fondasi!" Wang Teng berteriak kaget, suaranya dipenuhi keterkejutan dan rasa takut yang mulai merayap.

​Jiang Chen perlahan berdiri dari kursinya. Energi spiritual perlahan menguar dari tubuhnya, tidak liar, tetapi begitu padat hingga udara di halaman seolah membeku.

​"Wang Teng," ucap Jiang Chen pelan, pandangannya layaknya dewa yang menatap semut, "kau bilang kau ingin menggantung kepalaku di gerbang kota? Hari ini, biarkan Ketua Sekte ini melihat, seberapa keras leher ahli Pembentukan Fondasi Tingkat 2 sepertimu."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!