NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Pedang berkarat itu sedang menyerap logam kuno tersebut layaknya orang kehausan yang meminum air segar.

"A-apa yang terjadi?! Pedang rongsokan itu sedang melahap logam pusakaku!" teriak Tuan Tua Chen jatuh terduduk ke lantai.

Xue Mingyue juga membelalakkan matanya, dia baru menyadari bahwa pedang kusam yang selalu dibawa Lin Xiao bukanlah senjata biasa.

"Lin Xiao, pedangmu menyerap material lain untuk bisa berevolusi secara mandiri?!" seru Xue Mingyue tidak percaya.

Hanya senjata pusaka tingkat suci di atas ranah Transformasi Jiwa yang memiliki insting untuk memperbaiki dirinya sendiri seperti ini.

Dalam hitungan detik, seluruh bongkahan logam kuno itu habis terserap tanpa sisa ke dalam bilah pedang Lin Xiao.

Sss.

Lapisan karat di bagian ujung pedang itu perlahan mengelupas dan jatuh ke lantai menjadi debu.

Di balik karat tersebut, terungkaplah sepertiga bilah pedang yang kini memancarkan warna perak kegelapan yang luar biasa tajam.

Aura membunuh murni menyebar dari bilah yang baru terekspos itu, membuat suhu di ruangan mendadak turun drastis.

'Bagus sekali.' tawa Kaisar Pedang Haus Darah di dalam kepala Lin Xiao.

'Selama ini pedang itu menyegel kekuatannya di balik karat karena dia kekurangan material dari era kuno.'

'Jika kau bisa menemukan lebih banyak logam serupa di Domain Bintang Jatuh nanti, wujud asli dari Pedang Raja Darah akan bangkit sepenuhnya!'

Lin Xiao tersenyum lebar dan menyarungkan kembali pedangnya yang kini terasa jauh lebih berat dan bertenaga.

"Berapa harga logam tadi, Tuan Tua?" tanya Lin Xiao menunduk menatap pandai besi yang masih gemetar ketakutan di lantai.

"A-ambil saja secara gratis, Tuan! Aku tidak berani menagih bayaran dari pedang iblis yang bisa memakan besi itu!" gagap Tuan Tua Chen melambaikan tangannya.

"Tolong potong saja bayaran ketiga jubah pelindung tadi dari token emasmu."

Lin Xiao mengangguk puas, merasa bahwa kunjungannya ke tempat ini sangatlah menguntungkan.

Dia mengambil kembali token emasnya setelah transaksi selesai dan berjalan keluar ruangan bersama Xue Mingyue dan Meng Shan.

Sementara itu, di sebuah kedai teh yang berada tepat di seberang jalan Rumah Tempa Surgawi.

Tiga orang pria berpakaian biasa sedang duduk mengawasi pintu masuk toko pandai besi tersebut dengan tatapan tajam.

Brak.

Pintu ruangan kedai teh itu dibuka dari belakang oleh seorang pemuda yang tangannya terbungkus perban tebal.

Pemuda itu adalah Tuan Muda Lu dari Istana Bayangan Bulan yang dipermalukan habis-habisan oleh Lin Xiao.

"Apakah gembel-gembel itu masih berada di dalam toko senjata?" tanya Tuan Muda Lu dengan wajah memerah karena dendam.

"Masih, Tuan Muda. Mereka sedang membeli perlengkapan pelindung menggunakan uang dari Nona Yue." lapor salah satu mata-mata tersebut.

Tuan Muda Lu menggertakkan giginya hingga terdengar suara gemeretak yang keras.

Rasa sakit di tangan kanannya yang hancur terus mengingatkannya pada penghinaan yang dia terima di Paviliun Anggur Giok.

"Kalian terus awasi mereka ke mana pun mereka pergi." perintah Tuan Muda Lu dengan nada kejam.

"Aku sudah menyewa selusin pembunuh bayaran tingkat Inti Emas akhir dari serikat pembunuh bawah tanah."

"Begitu mereka berani melangkahkan kaki keluar dari gerbang utara kota besok, kita akan menyergap mereka di hutan pinggiran."

Tuan Muda Lu menuangkan secangkir teh dan meminumnya dengan sekali teguk untuk meredakan amarahnya.

"Aku akan memotong kedua kaki dan tangan pemuda sombong itu, lalu mencongkel matanya sebelum aku mengiris lehernya secara perlahan." gumam Tuan Muda Lu penuh kebencian.

"Tidak ada yang boleh menyentuh Nona Yue selain diriku, apalagi seekor anjing liar dari luar kota."

Di seberang jalan, Lin Xiao melangkah keluar dari pintu Rumah Tempa Surgawi dan langsung menyipitkan matanya menatap sinar matahari siang.

Indra spiritual dari Mata Visi Jiwanya secara otomatis mendeteksi tatapan membunuh yang diarahkan padanya dari kedai teh di seberang.

Pemuda dari Kota Jade River itu sama sekali tidak terkejut, dia justru merasa sangat terhibur.

"Tuan Lin Xiao, apakah kita akan kembali ke penginapan sekarang?" tanya Meng Shan membetulkan letak Jubah Sutra Gravitasi di tubuhnya.

"Kita akan berkeliling pasar sebentar lagi untuk membeli beberapa jimat pelindung tambahan." jawab Lin Xiao dengan santai.

"Xue'er, malam ini beristirahatlah yang cukup dan pulihkan energi esmu hingga kondisi maksimal."

Xue Mingyue mengerutkan keningnya, mengenali nada bicara Lin Xiao yang selalu muncul sebelum sebuah pertumpahan darah terjadi.

"Apakah ada lalat yang sedang mengikuti kita?" bisik Xue Mingyue merapatkan posisinya ke dekat Lin Xiao.

"Hanya seekor anak anjing yang menangis karena tangannya kupatahkan." jawab Lin Xiao tanpa mengubah arah pandangannya.

"Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu."

Meng Shan menyeringai lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih kontras dengan kulit metaliknya.

"Apakah kita perlu mendatangi mereka ke kedai teh itu sekarang dan mematahkan leher mereka semua, Tuan?" tawar Meng Shan menepuk gagang kapaknya.

"Tidak perlu, itu hanya akan melanggar aturan kota netral ini dan memancing perhatian penjaga kota." tolak Lin Xiao dengan rasional.

"Kita akan membiarkan mereka mengikuti kita keluar dari gerbang utara besok pagi."

Lin Xiao melangkah maju menyusuri jalanan yang ramai, membiarkan aura pembunuhannya tertahan rapat di dalam tubuhnya.

"Lagi pula, melakukan sedikit peregangan otot sebelum masuk ke dalam reruntuhan kuno sangat bagus untuk melancarkan peredaran darah."

Rencana penyergapan dari Tuan Muda Lu yang seharusnya menjadi rahasia, kini justru telah berubah menjadi jadwal pemanasan bagi sang Kaisar Bayangan.

Kota Awan Suci mungkin memiliki aturan yang melarang pembunuhan di jalanan mereka yang bersih.

Namun begitu mereka melangkah keluar dari garis batas kota besok, hukum alam yang mutlak akan kembali berlaku.

Dan hukum itu selalu berpihak pada monster yang memiliki taring paling tajam di dalam kegelapan.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!