NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 - KEBERANGKATAN

Pukul 05.30 WIB. Halaman kampus masih sepi dan berkabut tebal. Embun pagi masih turun, udara dingin menusuk sampai ke tulang. Gue sudah berdiri sejak jam 5 di depan gedung rektorat sendirian, nungguin tim.

Gue Selvi, ketua kelompok KKN Desa Kalijati. Di samping gue ada enam ransel besar dan satu koper pink. Isinya logistik lengkap, beras, mie instan, telur, obat-obatan, dan map program kerja yang gue print semalam sampai jam 1 pagi.

Tim KKN kami harusnya bertujuh. Ada gue sebagai ketua, Maya sahabat gue yang peka sama hal gaib, Sinta yang paling cantik dan paling ribet, Riko yang sok pemberani dan bawa kamera terus, Bima yang pendiam tapi paling kuat, Farhan yang tukang ngelawak tapi sebenarnya penakut, dan satu lagi Arif yang pinter dan pendiam.

Tapi pagi ini Arif gak datang. Tadi malam dia chat di grup, "Sel, gue demam tinggi, gak bisa ikut berangkat pagi ini. Gue nyusul 2 hari lagi ya langsung ke lokasi." Jadi yang berangkat hari ini cuma berenam dulu.

Maya datang jam 05.45 dengan tas carrier besar. Wajahnya pucat banget, mata sembab seperti habis nangis. Dia langsung narik tangan gue ke pojok. "Sel, sumpah semalam gue mimpi buruk banget. Gue mimpi kita bertujuh lewat gapura desa yang lapuk banget, tulisannya selamat datang. Di bawah gapura itu udah ada banyak orang berdiri nungguin kita, tapi pas kita deket, wajah mereka kosong, hitam, tidak ada mata hidung mulut. Mereka manggil nama kita satu persatu, Sel. Termasuk nama Arif yang belum dateng."

Gue langsung merinding, bulu kuduk gue berdiri semua. Tapi gue coba nenangin Maya, "Udahlah May, itu cuma mimpi karena kamu kecapekan."

Sinta datang jam 05.55 naik ojek, bawa koper pink beroda, bukan ransel. "Gue nggak mau kulit gue rusak ya di desa, gue bawa skincare 1 koper." Riko, Bima, Farhan datang jam 06.00 naik motor. Riko dengan kamera DSLR di leher, siap jadi konten.

Pak Dosen datang jam 06.10. Beliau kasih arahan, "Desa Kalijati itu desa tertinggal di perbatasan hutan jati. Sinyal susah, listrik cuma pakai genset sampai jam 9 malam. Warganya ramah, tapi ingat, jangan keluar malam lewat jam 9 dan jangan pernah masuk ke hutan belakang balai desa. Itu pesan dari kepala desanya. Oh iya, mana satu lagi? Harusnya 7 kan?"

"Arif nyusul 2 hari lagi pak, sakit," jawab gue.

Kami angguk.

Mobil bak terbuka yang kita sewa datang. Supirnya Pak Jono, orang tua pendiam. Begitu gue bilang "Pak, ke Desa Kalijati ya", muka Pak Jono langsung pucat, tangannya gemetar. "Nduk, yakin ke desa itu? Desa itu sudah kosong, sudah 20 tahun tidak ada orang. Semua penghuninya sudah tidak ada kena wabah dulu. Tidak ada yang berani kesana."

Farhan ketawa, dikira bercanda.

Jam 06.15 mobil jalan. Keluar kota, jalan aspal mulus berubah jadi jalan berlubang, lalu jadi tanah berbatu. Sinyal HP hilang. Hutan jati kiri kanan makin lebat, gelap, dan sunyi.

Jam 12.00 siang, mobil berhenti mendadak di tengah jalan tanah becek. Pak Jono pucat, "Saya sampai sini saja nduk, di depan itu gapuranya. Saya tidak berani masuk, maaf."

Kami turun bingung. Seratus meter di depan ada gapura kayu lapuk besar bertuliskan SELAMAT DATANG DI DESA KALIJATI. Catnya pudar, lumut tebal, hampir roboh. Di sekitarnya banyak nisan tua miring, berjamur, kuburan tua.

Di bawah gapura itu sudah ada enam orang warga berdiri berbaris rapi menunggu kami. Seorang nenek tua di depan, lima orang di belakang. Mereka diam, senyumnya aneh, terlalu lebar.

Padahal kami tidak pernah kasih tau jam berapa sampai, dan tidak ada sinyal untuk telepon. Kok mereka bisa tau kami sampai jam 12 tepat?

Maya mencengkram lengan gue keras, "Sel, lihat bayangan mereka. Kita ada bayangannya, mereka tidak ada."

Gue lihat ke tanah. Bayangan kami berenam jelas ada karena matahari di atas. Tapi enam orang di bawah gapura itu tidak punya bayangan sama sekali.

Angin hutan tiba-tiba berhenti total. Suara jangkrik dan burung hilang. Sunyi mencekam.

Nenek di depan mengangkat tangan pelan melambai, "Akhirnya kalian datang juga. Sudah kami tunggu dari tadi. Ayo masuk anak-anak, sudah kami siapkan tempat. Harusnya bertujuh kan? Satu lagi mana?"

Jantung gue berdegup kencang. Kok nenek itu tau harusnya kami bertujuh? Padahal kami gak pernah bilang ada Arif yang nyusul.

Langkah kaki gue terasa berat untuk masuk ke desa itu.

1
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
Author Melda: heheh terimakasih kak sdh mampir👍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Eh, bentar-bentar... Si nenek itu bisa menjawab salam???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ini pihak kampusnya gak cari tahu dulu kah soal Desa Kalijatinya???
Author Melda: Bener kak 😭 itu juga yang jadi pertanyaan mahasiswa nya di cerita
Katanya sih "Desa tertinggal, butuh mahasiswa"
Padahal... ada udang di balik batu wkwk
Tunggu plot twist nya di bab selanjutnya yaa
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sumpah, baru BAB pertama aja, udah ngeri banget begini suasana Desa Kalijatinya. Terbayang jelas di imaninasi. Tapi seru juga sih bisa KKN di desa macam gitu... hehehe... 😍😍😍
Author Melda: Hehe makasih udah ngerasain seremnya kak 😈
Tapi... kalau kakak yang KKN di Desa Kalijatiny,
berani gak jaga sumur jam 12 malam sendirian? 👀
Bab 7 udah tayang yaa... siap-siap merinding lagi
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Mending pulang aja gak, sih???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Berasa kayak mau uji nyali dari pada mau KKN...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kalau saya ikut di tim mereka, terus dapat ucapan kayak begini sih, langsung merinding sumpah...
na-an
aku gak ngerti deh kak
jadi selvi itu bukan tokoh utama? si selpi siapa? kenapa tiba-tiba muncul?
terus, bukannya sinta sama bima udah meninggal di sumur ya?
terus selvi itu KKN 98??😐
na-an
seru banget kak! sekarang juga udah lebih teratur alurnya. semangat ya!😁
Author Melda: makasih banyak kak na-an! 🥹❤️ seneng banget kalau sampai BAB 14 udah lebih teratur alurnya! BAB 15 nya lagi direview nih kak bentar lagi tayang, KAIN KAFAN SELVI bakal lebih ngeri lagi! ditungguin ya kak!
total 1 replies
#@.Ar.world(。・ω・。)
merinding sih kak ame seram juga pasti terinspirasi sama film kkn ya kak
Author Melda: Hai kak @Ar.world makasih udah mampir di Bab 12! 🥺 Iya kak ada inspirasi dari film KKN, tapi ini kisah nyata dari desaku sendiri kak yang aku kembangin jadi cerita... Tungguin ya kak, Bab 13 Hutan Larangan lebih serem lagi, Maya bakal dicoret! 👻
total 1 replies
Author Melda
Guys menurut kalian BIMA masih bisa diselamatin gak? 😭 Atau dia udah jadi bagian warga tanpa bayangan selamanya? Komen #SaveBima kalau mau Selvi selamatkan Bima, komen #BimaUdahMati kalau udah ikhlasin! Aku baca semua komen kalian!
#@.Ar.world(。・ω・。): waduh kalo menurut ku bima kayaknya gak Selamat
total 1 replies
na-an
maaf kak selpi, boleh dikasih tahu gak nama-nama tokohnya? aku cukup bingung siapa aja karakternya karena muncul tanpa diperkenalkan di bab 1😅
Author Melda: Halo kak na-an makasih banyak udah baca dan udah kasih tau kak! 😭🙏 Maaf banget ya bikin bingung, kemarin di BAB 8-10 memang ada typo nama dari aku, udah aku benerin semua kok kak!

Ini 6 tokoh utamanya ya biar gak bingung lagi:

Tim KKN 6 orang:
1. SELVI - aku sendiri, ketua KKN
2. MAYA - sahabat aku, yang peka sama hal gaib
3. SINTA - yang paling cantik
4. RIKO - yang bawa kamera terus
5. BIMA - yang badan besar (yang hilang di sumur)
6. FARHAN - yang kocak

Maaf ya kak kalau sempet muncul nama lain selain 6 itu, itu salah ketik aku. Sekarang udah fix semua! Makasih ya udah ingetin, komen kakak membantu banget! Ditunggu lanjutannya di BAB 11 yaa ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!