NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Strategi Umpan Beton

"Dua ratus kilogram Mana Crystal murni," gumam Bram. Matanya terpaku pada tumpukan batu yang berpendar biru redup di sudut kantor mereka. Cahayanya membuat ruangan yang pengap itu terlihat seperti gua kristal, namun suasana hati Bram jauh dari gembira. "Jika dijual di pasar resmi, ini bernilai setidaknya dua juta kredit. Bos... kita benar-benar kaya mendadak."

Arka tidak menoleh. Ia duduk memunggungi Bram, jemarinya mengetik dengan ritme yang stabil di atas gawainya. Layar monitor memantulkan cahaya putih pucat ke wajahnya yang tampak lelah. Ia sedang menyortir data penawaran di Dark Web Asosiasi Hunter.

"Pasar resmi itu dikuasai komisi Vanguard. Menjual di sana sama dengan bunuh diri; mereka akan membekukan dana kita dengan dalih investigasi asal-usul barang," suara Arka terdengar serak, tenggorokannya kering akibat asap rokok yang menempel di dinding ruangan. Ia menekan layar. "Kita akan menjualnya ke Silver Moon, rival terbesar Vanguard di Sektor 2. Mereka sedang tercekik embargo suplai dari Vanguard. Mereka bersedia membayar tiga juta kredit jika barang sampai malam ini."

Bram menelan ludah, suaranya parau. "Tiga juta? Bos, itu cukup untuk membeli lisensi Guild resmi! Tapi... bagaimana cara kita mengirimnya? Markas ini pasti sudah dikepung intel Vanguard. Mereka tidak berani menyerang karena aturan hukum Asosiasi, tapi begitu barang ini keluar dari pintu, mereka akan mengerahkan Cleaner."

Arka tersenyum tipis. Sebuah senyuman kalkulatif, tanpa kehangatan, yang selalu membuat saraf Bram menegang.

"Biarkan mereka mencegatnya, Bram. Dalam ilmu logistik, jika kau tidak bisa menyembunyikan barangmu, buatlah musuhmu mengejar barang yang salah."

Pukul 23:45. Hujan gerimis membasahi aspal Distrik Pekerja, menciptakan genangan air yang memantulkan kilatan lampu jalan.

Sebuah van hitam melaju kencang meninggalkan area markas. Di atas atap gedung-gedung tua yang berderet di sepanjang jalan, tiga sosok berpakaian serba hitam bergerak lincah, mengikuti laju van itu dari bayang-bayang. Mereka adalah Cleaner tingkat B-Rank, para pembunuh bayaran yang disewa langsung oleh Surya Utama.

"Target bergerak menuju Jembatan Sektor 2," lapor pemimpin Cleaner melalui komunikator. Suaranya dingin, tak memiliki keraguan. "Visual terkonfirmasi. Suspensi mobil van tampak berat, menandakan muatan penuh. Itu pasti kristal-kristalnya."

"Hancurkan mobilnya. Bunuh pengemudinya. Bawa kristalnya padaku!" raung suara Surya Utama dari seberang saluran, sarat akan kemarahan yang tertahan.

Saat van hitam itu melambat di sebuah jalan buntu—sengaja diarahkan oleh Arka melalui sistem lalu lintas yang ia retas—ketiga Cleaner melompat turun dari kegelapan. Pemimpin Cleaner menghantamkan palu godam berbalut sihir peledak tepat ke kap mesin van.

BOOM!

Suara ledakan memekakkan telinga. Mesin van hancur, logam tertekuk seperti kertas, dan mobil itu menabrak dinding hingga berasap. Para Cleaner menyeringai. Misi yang terlalu mudah untuk bayaran yang begitu fantastis. Pemimpin kelompok itu melangkah maju, membelah pintu belakang van dengan pedang berlapis mana angin.

Pintu baja itu terlepas, jatuh membentur aspal dengan dentang yang nyaring.

Senyum mereka lenyap. Bagian belakang van itu kosong melompong. Tidak ada satu pun Mana Crystal. Hanya ada susunan balok-balok beton bekas yang disusun sedemikian rupa untuk menipu sensor berat suspensi.

Di tengah tumpukan beton itu, sebuah tablet digital menyala. Di layarnya, wajah Arka terpampang dengan kualitas video real-time.

"Menurut kalkulasi efisiensi rute," suara Arka terdengar dari speaker, datar dan mengejek, "Kalian membuang waktu 14 menit untuk mengejar umpan kosong. Waktu yang cukup untuk menyelesaikan transaksiku."

"Sialan! Kita ditipu!" teriak pemimpin Cleaner. "Cari pengemudinya!"

Mereka berlari ke kursi kemudi, namun menemukan setir hanya dikendalikan oleh sistem auto-pilot rakitan dengan motor servo sederhana. Tidak ada siapa pun.

"Lalu di mana kristalnya?!" geram salah satu Cleaner.

Tiba-tiba, lampu jalan di gang itu berkedip hebat lalu mati. Kegelapan total. Suara rintik hujan terasa menjauh, digantikan oleh dengkuran rendah yang membuat bulu kuduk mereka berdiri tegak.

Dua titik cahaya keemasan menyala dari balik bangkai van. Segel mandala emas di dahi Kala berpendar, melepaskan aura ungu yang menyesakkan dada.

"Kalian mencari batu-batu bercahaya itu, Tikus Kecil?" Suara Kala mendengung di dalam tengkorak mereka, memicu rasa sakit yang seperti belati menghujam pelipis. "Tuanku sudah memindahkannya melalui celah dimensiku satu jam yang lalu. Tapi jangan khawatir... sebagai gantinya, kalian bisa menjadi camilan tengah malamku."

Pemimpin Cleaner mencoba mengangkat pedangnya, namun bayangannya sendiri di aspal tiba-tiba hidup, merambat naik dan mengunci kakinya dengan kekuatan yang mematahkan tulang.

Di gang sempit Sektor 4, tidak ada jeritan yang sempat keluar. Semuanya ditelan kesunyian.

Di waktu yang sama, di ruang bawah tanah rahasia Guild Silver Moon, udara bergetar hebat. Celah dimensi mikro terbuka di atas meja baja. Partikel cahaya biru berkumpul, berdesis, dan perlahan memuntahkan ratusan kilogram Mana Crystal murni tepat di hadapan Guildmaster Silver Moon yang ternganga tak percaya.

Di markasnya, Arka mematikan koneksi transfer spasial. Ia tersungkur ke kursi, napasnya memburu. Neural Feedback menghantamnya dengan telak—darah segar mengalir dari hidungnya, memercik ke meja. Ia menyeka darah itu dengan punggung tangan, wajahnya pucat pasi, namun matanya tetap tajam.

Gawainya berbunyi.

[Notifikasi Bank: Transfer Masuk. Jumlah: 3.000.000 Kredit. Pengirim: Entitas Bulan Perak.]

Bram yang melihat angka itu nyaris pingsan. Ia menutupi wajahnya, tertawa tak percaya. "Kita berhasil, Bos... kita mengalahkan Vanguard di permainan mereka sendiri!"

"Ini baru permulaan, Bram," ucap Arka. Ia menatap ke luar jendela, ke arah menara pencakar langit Vanguard yang lampunya menyala terang di pusat kota. "Vanguard menguasai sektor ini dengan monopoli kekerasan. Mulai besok, kita akan menghancurkan mereka dengan monopoli suplai."

Kala muncul dari genangan bayangan di lantai ruangan, menjilat bibirnya yang masih memancarkan sisa energi ungu. Ia melompat ke pangkuan Arka, mendengkur puas.

Babak pertama telah dimenangkan. Besok, Grey Underground tidak akan lagi bersembunyi di balik bayang-bayang. Mereka akan membeli legalitas untuk berdiri sejajar dengan para raksasa.

***

**[AUTHOR NOTE] **Decoy van (mobil umpan) dipadukan dengan transfer spasial Kala! Kenapa harus repot-repot mengirim barang pakai kurir kalau bisa memindahkannya lewat dimensi bayangan? Vanguard benar-benar dikerjai habis-habisan malam ini. Uang 3 juta kredit sudah di tangan Arka.

Menurut kalian, apa langkah pertama yang akan dibangun Arka dengan uang sebanyak itu? Apakah dia akan membangun fasilitas sendiri atau memperluas jaringan gelapnya? Tulis teori kalian di kolom komentar! Jangan lupa terus ikuti perkembangan bisnis logistik gelap Arka esok hari!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!