Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Mengulang lagi
Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang kulihat ini,Laki laki yang baru saja ku beri kesempatan telah berkhianat lagi dengan wanita yang sama saat kami berpisah.
"gue cuma mau kirim ini aja sama lu ..asal lu tau Andra lagi sama sama gue sekarang!"
Airmataku seketika mengalir dengan deras."teganya dia menghianatiku lagi!!!"ucapku merasa hancur.
"Dia enggak akan pernah berubah sampai kapanpun,aku bodoh kenapa masih mau menerimanya lagi dan jatuh terus kelubang yang sama!!".
Aku menangis sejadi jadinya tanpa suara agar keluargaku tidak mendengarnya apalagi sampai tau kalau aku masih berhubungan dengan pria itu.
"seharusnya aku mendengarkan keluargaku dari awal kalau dia laki laki yang enggak baik,aku lelah dan capek harus menghadapi hubungan ini"ucapku sambil berusaha memejamkan mataku yang sudah bengkak karena banyak menangis .
Dengan langkah gontai dan tidak bersemangat aku pergi bekerja,menarik nafas dalam dalam agar semua kesedihan ini segera berakhir.
"Aku harus kuat ...!"ucapku melangkah pelan masukin lobby mall itu dan menggunakan lift barang menuju store tempatku bekerja.
"kenapa tu mata..berantem lagi sama cowok lu yang brengsek itu?"tanya Januar melihat ku datang.
Mendengar perkataannya aku merasa sangat malu karena sudah memberi kesempatan Andra lagi.
"aku memang harus move on...udah berlarut larut semua ini..terserah dia mau menikah dengan siapa..aku akan ikhlas menerimanya"gumamku dalam hati.
Kali ini aku merasa diriku hanya seorang diri tidak ada lagi penyemangat untukku ,teman temanku yang mungkin sudah bosan menasehatiku seperti sudah tidak peduli lagi denganku.
Ini memang salahku yang gampang termakan bujuk rayuan laki laki brengsek itu,aku sadar aku terperangkap dalam cinta yang salah mungkin kalau bukan aku yang akhirnya lelah sendiri aku masih mencintai Andra dalam kebutaan .
Aku menyetop mobil angkutan umum yang melewatiku dan masuk kedalamnya,kutatap jalan yang terasa sunyi dan gelap dari balik kaca mobil.
"Stop bang!"seruku menyuruh supir berhenti di tepi jalan sebrang gang rumahku.
Dengan hati hati aku berjalan memasuki gang kecil itu dengan cahaya remang yang hanya di terangi oleh lampu bohlam .
Tanpa kusadari seseorang dengan Hoodie hitam berjalan tepat disampingku,aku berhenti dan menoleh memastikan orang itu.
Orang itu mendekatiku menatapku dengan sorot mata tajam dari balik topi hitam yang dipakainya,hampir saja aku menjerit ketakutan.
"Vayala...ini aku Andra!!"serunya memegang tanganku yang berkeringat dingin.
Deg..
"Aku mau menghindarinya kenapa dia ada disini sekarang ".ucapku dalam hati menundukkan kepalaku yang tidak ingin melihatnya .
"kamu kenapa kok kaya kaget gitu?"tanyanya.
"ka..kamu ngapain disini...kenapa enggak pergi aja dengan wanita simpananmu itu,aku sudah tau semuanya dasar laki laki brengsek !!".
"apa maksud kamu,kenapa kaya gini sama aku?"tanyanya bingung
"Udahlah semua udah terlambat..aku udah enggak mau sama kamu lagi,harusnya aku enggak kasih kamu kesempatan buat balik sama aku pergi kamu dari sini !!"seruku sambil berlari .
"aku ngelakuin kaya gini karena kamu Vay,kamu enggak selalu ada waktu buat aku..aku kesepian Vay,saat kamu enggak ada dia yang selalu ada buat aku lagipula dia yang terus mengejar aku!!!"serunya dengan suara keras.
"emang dasarnya kamu bajingan,gak puas kemarin kita ketemu hah,udahlah mulai saat ini jangan ganggu aku...aku benci sama kamu !!"pekikku melepaskan tangannya yang mencengkram ku dan cepat cepat pergi .
Andra hanya berdiri menatapku dan tidak mengejar ku lagi,aku sudah tidak mau tau tentang dia lagi...aku lelah aku tidak mau dengannya lagi.
Beberapa hari kemudian store tampak ramai...banyak customer yang membeli tv dan elektronik lainnya.
"Disini rame juga ya customernya"seru kepala gudang yang sedang berkunjung ke store ku.
Dengan ramah aku menjawabnya sambil melayani customer .
"iya begini lah pak kadang ramai kadang sepi".
"ngomong ngomong disini ada staff yang lagi jomblo ga yak,temen saya lagi cari istri nih"tanya pak Marwan dengan serius.
"kebetulan pak Vayala ini lagi jomblo loh kali aja cocok kan!"sahut Rani salah satu sales promotor yang sedang berdiri disamping mejaku sambil melirik ke arahku.
"wah kebetulan banget nih,temen saya ini ganteng rajin ibadah kalau mau nanti saya kasih nomor kamu ke dia!"seru pak Marwan dengan sumringah.
"tuh Vay kenalan dulu aja soal cocok ga cocok kan itu lain urusan"seru Rani yang tampak senang .
"boleh ya biar gue kasih nomor lu sekarang ?".tanya Rani lagi .
"kasih aja...!"ucapku pelan,mungkin saja ini bisa membantuku untuk mengobati rasa sakitku dari Andra .
Setelah selesai dengan urusannya dengan logistic pak Marwan segera kembali kegudang pusat .
Aku hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Rani yang ingin aku memiliki pacar dan segera menikah.
Ia hanya tersenyum sambil melirikku beberapa kali sambil mengerjakan tugasnya.
Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Andra semenjak malam itu,mungkin dia sekarang sedang bersenang senang dengan selingkuhannya itu.
Handphoneku berbunyi dari dalam laci,sebuah pesan masuk dari nomor wanita selingkuhannya Andra yang ku save .
"kupikir dia akan menikah denganmu jika tidak denganku ternyata dia menikah dengan orang lain selain kita dan maafin gue selama ini yang udah hadir dihidup kalian berdua."
sebuah foto undangan atas nama Andra dan calon istrinya itu dikirim kepadaku."ternyata Andra benar benar akan menikahi wanita itu".ucapku merasa sedih .
"lu kenapa Vay kok nangis?"tanya Rani melihatku meringkuk dibawah meja.
"Andra mau nikah besok Ran sama orang lain". ucapku terisak .
"jadi dia mau nikah..?Ya bagus deh dia jadi gak ganggu lu lagi kan ...yang sabar ya Vay gue tau gimana perasaan lu "serunya memelukku .
walau aku sudah mengikhlaskannya tetap saja aku merasa sedih mendengar mantan pacarku menikah dengan wanita lain.
Dalam perjalanan pulang terdengar suara handphoneku berbunyi dan segera aku mengangkatnya .
"hallo assalamualaikum ini Vayala ya...aku Frans temannya Marwan yang kerja jadi kepala staff gudang.. "seorang pria berbicara kepadaku dibalik telepon .
"iya benar ..saya Vayala!"sahutku dengan nada pelan ,aku sebenarnya malas harus mengenal laki laki baru dalam hidupku tapi karena aku menghargainya aku berusaha bersikap ramah.
"kamu lagi ngapain..aku ganggu kamu enggak..kapan kapan kita bisa bertemu?"tanyanya .
"iya boleh..btw saya lagi jalan nanti lagi aja ya mas teleponnya enggak kedengeran soalnya!"sahutku segera menutup telepon.
TIN...TIIIN
Dari samping jendela mobil seorang pria mengendarai motornya disamping mobil yang sedang ku naiki dengan membunyikan klaksonnya berkali kali.
Aku segera menoleh dan terlihat Andra yang mengejar ku memberi isyarat agar aku turun dari mobil.
"Pak stop pak!!"seruku bergegas turun kejalan .
"Apa lagi si mau kamu Ndra???"tanyaku dengan kesal melihatnya menghampiriku.
"Vay ikut aku sekarang please !"serunya memohon padaku.
Berhubung dia mau menikah aku turuti kemauannya,ia segera menancapkan gas dan membawaku kesebuah tempat yang sepi untuk kami berbicara.
"besok aku mau menikah Vay!"ucapnya menatapku dengan sedih.
"aku sudah tau...!"sahutku dengan cuek.
"aku mau batalin pernikahan ku besok,aku cuma mau nikah sama orang yang aku cinta!"serunya.
"kamu gila....gimana perasaan wanita dan keluarganya itu kalau kamu sampe ga jadi nikah?"seruku merasa terkejut mendengarnya nekad.
"paling aku di penjara atau dikeroyok masa habis itu aku bebas!".
"jangan nekad Ndra....nikahin dia..lagipula kita udah gak bisa buat bersama lagi,ga papa Ndra aku sudah ikhlas kamu sama dia mungkin perempuan itu lebih baik dariku kita udah gak berjodoh!",ucapku pelan menahan airmataku yang menggenang .
"aku sayang sama kamu Vay...aku enggak cinta sama dia.. !"."Udahlah Ndra ini juga udah keputusan kamu kan sebelumnya,kamu harus jadi laki laki tanggung jawab jangan nyakitin perempuan lagi".
Dia memelukku dengan erat dan kulihat juga ia menangis "kalau saja ia berfikir panjang tentu semuanya enggak akan jadi seperti ini".ucapku dalam hati .
"aku doain semoga kamu bahagia dengannya...".ucapku menyetop kendaraan mobil umum yang lewat dan meninggalkannya.
"selamat tinggal Andra!!".
...****************...