NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Bisa

Setelah selesai makan malam bersama, mereka beristirahat dan berbincang sejenak.

Kringg … kringgg

Hp Alex berdering. Rupanya nomor tak dikenal yang menelfon.

"Halo," sapa Alex.

Entah dengan siapa Alex berbicara di telfon. Dan apa yang mereka bicarakan yang jelas Alex terlihat senang mendengarnya.

"Guys kita akan dikontrak dari pihak penyelenggara!" ucap Alex semangat

"Maksudnya Lex?" tanya Pia bingung.

"Jadi gini,tadi mereka puas dengan penampilan kita dan penonton juga sangat antusias. Pihak penyelenggara sepakat untuk membuat perjanjian kontrak dengan kita. Mereka sudah mengatur jadwal untuk membicarakan masalah kontrak dengan kita besok." ucap Alex menjelaskan.

"Seriusan?" tanya Dicky penasaran.

"Serius guys!" jawab Alex meyakinkan.

Mereka sangat gembira dengan berita baik itu. Lalu mereka pamit dan pulang ke rumah masing-masing. Alex mengantar Caca ke kos lalu kembali kerumahnya.

Pagi pun tiba. Mars dan Venus telah tiba di sebuah restoran tempat dimana mereka akan membicarakan kontrak dengan penyelenggara. Semua proses bejalan lancar.

Dalam surat kontrak itu menjelaskan bahwa Mars dan Venus mempunyai tanggung jawab untuk berkolaborasi dalam lima kali konser. Konser itu diselenggarakan sebulan sekali.

Setelah selesai urusan kontrak mereka kembali dengan kesibukan masing-masing.

"Sayang orang tuaku pengen kenal nih sama kamu pengen ketemu," ucap Caca.

"Yaudah kita kerumah kamu sekarang aja gimana mumpung kita lagi gak sibuk kerja?" jawab Alex.

"Oke," sahut Caca mengiyakan.

Beberapa saat kemudian mereka sampai dirumah Caca. Ayah dan ibu Caca menyambut hangat kedatangan mereka.

"Siang om, tante saya Alex," sapa Alex sopan sambil mengulurkan tangan.

"Siang Alex," jawab ayah dan ibu Caca ramah sambil mengulurkan tangan.

"Oh iya panggil ayah dan ibu aja ya nak," ucap ibu Caca ramah.

"Baik ibu," jawab Alex canggung.

Tak butuh waktu lama bagi Alex untuk bisa akrab dengan orang tua Caca. Mereka berbincang tentang banyak hal. Setelah makan malam mereka pamit karena besok pagi harus bekerja.

"Sayang tunggu dulu, kemarin Meli kesini nyariin kamu. Dia pikir kamu kemarin di rumah, terus katanya hp kamu kemarin nggak bisa dihubungin." ucap ibu Caca.

"Oh kemarin hp nya emang Caca matiin bu soalnya kemarin Caca manggung," jawab Caca menjelaskan.

"Oh gitu, kemarin Meli nitipin ini buat kamu," ucap ibu Caca sambil menyerahkan sebuah kantong plastik berwarna merah muda.

"Iya bu nanti Caca telfon Meli deh, kangen juga lama nggak ketemu," ujar Caca menerima kantong plastik itu.

Sesampainya di kos, Caca membuka kantong itu. Ternyata isinya adalah sebuah buku diary dan beberapa foto mereka.

"Hmm anak ini," gumam Caca tersenyum.

Sejak saat itu Caca rajin menulis di buku diary nya. Dia mencurahkan segalanya dalam buku itu dan menempel beberapa foto berharga miliknya.

Sekarang mereka cukup sibuk karena kontrak itu. Mereka telah melakukan konser pertama bulan ini. Konser itu berjalan dengan lancar. Masih ada empat bulan dan empat konser lagi yang harus mereka lakukan.

Ada kalanya mereka bosan dengan kegiatan mereka. Jika itu terjadi, mereka akan menyempatkan diri untuk berwisata sejenak, atau mungkin hanya sekedar duduk di tepi danau menikmati pemandangan.

Waktu terus berputar dan besok adalah konser kedua yang mereka laksanakan. Mereka segera kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

Keesokan harinya mereka bersiap. Mamah Alex ikut membantu persiapan mereka. Hari itu konser berjalan lancar dan menyenangkan.

Setiap selesai konser mereka selalu merasa lebih lega dan ringan karena sedikit demi sedikit tanggung jawab mereka sudah terlaksana. Mereka beristirahat sejenak sambil berbincang sebelum kembali pulang.

Kringgg ... kringggg ... krinnngggg ....

Hp Caca berdering.

"Halo ibu," sapa Caca ceria.

Tak tau apa yang dibicarakan Caca dengan ibunya. Caca terduduk lemas dengan air mata yang bercucuran. Alex dan yang lain khawatir melihat ekspresi Caca yang seperti itu. Tak lama kemudian Caca menutup telfonnya. Segera dia menenangkan diri dan menghapus air matanya.

"Sayang aku pergi duluan ya, sepupuku Meli kecelakaan. Aku harus segera ke rumah sakit," ucap Caca sedih.

"Aku anterin aja ya," ucap Alex.

"Nggak usah, aku sendiri aja," jawab Caca lalu mencium kening Alex.

Caca pamit kepada Mars dan Venus, lalu bergegas meninggalkan tempat itu.

"Siapa Meli? Kenapa Caca sesedih itu?" tanya Viko penasaran.

"Meli itu adik sepupu Caca, tapi Caca udah nganggep Meli kaya sodara kandung sendiri. Mereka deket banget di banding dengan sepupu Caca yang lain. Bahkan dulu Caca sering ngajak Meli main bareng Venus." tutur Cika melaporkan.

Alex mengangguk mendengar cerita Cika.

Beberapa hari ini Caca tidak menemui Alex. Dia sedang banyak pekerjaan. Hari itu Bibi Caca menelfon sambil menangis. Dia meminta Caca untuk datang membujuk Meli.

Caca segera bergegas ke rumah Meli. Bibinya tampak sudah menantinya di teras dengan mata sembab. Caca memeluk Bibinya agar tenang.

Pagi tadi Meli sudah boleh pulang dari rumah sakit. Meli mengurung dirinya di kamar, dia tak mau makan ataupun berbicara. Perlahan Caca mengetuk pintu dan memanggil Meli.

Karena tak ada jawaban, Caca masuk ke kamar. Kamarnya terlihat sangat kacau. Meli duduk di tempat tidur dan menangis sedih. Barang-barang berserakan di lantai. Caca menghampirinya dan membelai rambutnya.

"Kak aku nggak bisa lihat lagi kak!" teriak Meli sambil memeluk erat Caca.

"Sudah ... jangan menyiksa dirimu sendiri, bersabarlah dan cobalah untuk ikhlas. Jangan lupa ada kami yang menyayangimu bagaimanapun keadaanmu. Ada kami yang siap membantu menjadi penglihatan mu." Caca menenangkan.

Bibi meminta Caca menginap beberapa hari di sana untuk menemani Meli. Dengan berjalannya waktu Meli mulai bisa menerima keadaannya. Semangat hidupnya kembali lagi. Senyumnya telah kembali mengembang menghiasi wajahnya.

Meli dan Ibunya sangat berterimakasih pada Caca karena berkatnya lah Meli bisa memahami arti kehidupan.

Karena Meli sudah membaik Caca kembali ke kos dan menjalani segudang aktivitasnya. Tapi hari ini Caca harus bertemu Jhony. Dia adalah teman Caca sejak di bangku SMA. Sekarang dia adalah seorang dokter.

Caca bertanya tentang kondisi mata Meli. Dia memberikan semua hasil pemeriksaan Meli yang dia pinjam dari bibinya. Setelah melihat berkas pemeriksaan, Jhony menjelaskan bahwa kondisi kornea Meli sudah rusak.

Hanya dengan donor mata, kemungkinan Meli bisa melihat lagi.

Caca terduduk lemas mendengar penjelasan temannya itu. Jhony menenangkannya.

Kebetulan dokter yang menangani Meli adalah teman baik Jhony. Caca meminta bantuan Jhony untuk mengatur pertemuan dengan dokter Anton untuk berkonsultasi.

Caca kembali beraktivitas. Hari ini Caca berlatih cukup keras, karena beberapa hari belakangan dia tidak mengikuti latihan.

Setelah latihan selesai, mereka beristirahat sejenak di luar studio.

Kriiinggg ... kriiinggg ....

Ponsel Caca berdering. Terlihat nama Jhony di layar ponsel Caca. Lagi-lagi Alex melihatnya.

"Halo ... apa? Di sebrang? Oke!"

Caca menengok ke sebrang jalan. Ada mobil putih di sana. Ada Jhony dan orang tua Caca di dalamnya. Diam-diam Alex juga melihatnya.

Kaca mobil terbuka dan terlihat jelas ibu Caca melambaikan tangannya.

Caca pamit ke Alex dan yang lainnya. Caca mengambil tasnya lalu mencium kening Alex.

"Sayang ... maaf aku harus pergi sekarang, ada hal penting, yang harus aku urus segera." ucap Caca menjelaskan.

"Ya," jawab Alex tak bersemangat.

Banyak hal dan pertanyaan yang mengusik Alex. Dia bertanya-tanya dalam hatinya.

Sebenarnya siapa Jhony itu?

Mengapa mereka terlihat sangat dekat?

Mengapa Jhony menjemputnya dengan orang tua Caca?

Kemana mereka akan pergi?

Urusan penting apa yang Caca maksud?

Dalam sekejap Alex terlihat murung. Lalu tanpa sepatah katapun, Alex meninggalkan teman-temannya. Mereka menjadi bingung melihat tingkah Alex.

Alex tak langsung pulang kerumahnya. Dia pergi ke danau dan duduk di tepian. Biasanya dia duduk bersama Caca, tapi kali ini dia duduk sendiri dengan raut wajah yang dingin dan masam. Pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengusik Alex.

Disatu sisi dia merasa curiga tapi disisi lain dia mencoba percaya pada kekasihnya.

Alex melempar kerikil ke danau sekuat tenaga.

"Arghhh!" teriak Alex kesal.

Setelahnya, Alex merasa sedikit lega. Alex menyalakan motornya dan melaju perlahan meninggalkan tempat itu. Sesampainya di rumah, Alex langsung masuk kamar dengan wajah masam. Bahkan dia juga melewatkan makan malamnya.

Mamah Alex heran dengan sikap anak semata wayangnya itu. Mamah Alex diam-diam menelfon Caca dan menceritakan sikap aneh Alex hari ini.

Caca tertawa kecil mendengar keluhan Mamahnya yang panjang lebar itu. Caca menenangkan Mamahnya dan memintanya untuk membiarkan Alex begitu saja. Berikan Alex sedikit waktu dan ruang. Mamah Alex melakukan apa yang disarankan Caca.

Keesokan harinya Caca, Jhony dan kedua orang tua Caca melakukan pertemuan ulang karena kemarin gagal bertemu dengan dokter Anton. Semalam Caca sudah membicarakan rencananya dengan Jhony.

Perbincangan serius di antara mereka berlima terjadi cukup lama. Lalu terlihat orang tua Caca memeluk Caca kemudian meninggalkan ruangan itu. Sekilas terlihat Ibu Caca mengusap pipinya saat melangkah keluar ruangan.

Caca hanya memandangi orang tuanya dari dalam ruangan. Tak lama kemudian dokter Anton juga meninggalkan ruangan itu dengan beberapa berkas di tangannya.

"Jhon ... bisakah kau berjanji, menolongku kali ini?" tanya Caca dengan tatapan memaksa.

"Tapi ..." ucap Jhony ragu.

"Berjanjilah untuk melakukan yang terbaik, agar Meli bisa melihat dunia lagi!" potong Caca seraya meninggalkan Jhony.

"Oke, aku janji Ca." ungkap Jhony lirih sambil menatap Caca yang melangkah meninggalkan ruangan itu.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!