Dimas Saputra seorang pemuda tampan yang sholeh, mendapatkan hati seorang wanita cantik yang kaya raya.
Seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik keluarga Haristian, kini telah memikat hati seorang putri cantik dari pemilik perusahaan tersebut.
Berawal dari kehidupan yang sederhana, membuat dirinya merasa tak pantas untuk mendampingi wanita yang begitu terlihat sempurna. Namun kenyataannya jika yang kuasa sudah berkehendak, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enchya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Di kampus Lisa...
Saat sampai di halaman depan kampus, Lisa turun dari mobilnya. Di sana sudah ada Reniva yang akrab disapa Rere, Aulia, Vika, dan Sela yang kebetulan juga baru sampai kampus.
Mereka teman-teman Lisa yang mana mereka selalu bersama saat di kampus maupun saat jalan-jalan keluar.
"Hay Lis, kamu cantik banget hari ini." sapa Rere yang melihat Lisa mendekat ke arah mereka.
Lisa: "ach kamu bisa aja Re, berarti biasanya aku ga cantik donk?" jawab Lisa sambil tersenyum.
Vika: "Iya loh Lis, biasanya kamu cantik, tapi ini lebih cantik dari biasanya." Ujar Vika menimpali sambil tersenyum juga.
Lisa: "Ach kalian ini bisa aja, kalian semua juga cantik kog." jawab Lisa sambil tersenyum malu-malu.
Aulia: "ya uda ayo kita masuk." Ajak Aulia antusias.
Sela: "Iya ayo, kalian uda pada sarapan
belum?" tanya Sela kepada semua teman-temannya.
"Aku uda." jawab Lisa, Vika, Rere, dan Aulia bergantian.
Sela: "Yah aku ga sempet sarapan tadi, agak kesiangan soalnya hehe." jawab Sela sambil cengengesan.
Vika: "Kebiasaan kamu tuh, dasar anak malas." jawab Vika sambil tersenyum
Aulia: "Emang bibi kamu ga ngebangunin tuh??" tanya Aulia.
Sela: "Bibi ku lagi libur pulang kampung, cuti 2 hari dia."
Lisa: "Duh Sel, kamu ini dasar ya, emng ga ada alarm selain alarm suara bibi?" tanya Lisa sambil tersenyum.
Sela: "Ada sih, tapi kan kalau alarm doank ga bisa nyentuh aku." jawab Sela santai.
Rere: "Dasar ya, kalau tidur uda kek kebo, susah bangun kalo ga di tendang." ledek Rere di susul dengan tawa lepas dari teman-temannya.
Sela juga ikut ketawa mendengar ledekan teman-temannya itu.
"Ya uda ayo kita masuk, apa kita kesini cuma, mau ngerumpi?" ucap Aulia sambil berjalan menuju kampus.
Mereka semua melangkahkan kaki masuk kampus mengikuti Aulia. Saat menaiki tangga, ada Risky cowo yang dari dulu suka sama Lisa tetapi selalu di tolak oleh Lisa.
"Hay Lisa," sapa Risky saat mereka berpapasan.
"Hay Ris." jawab Lisa singkat.
"Kamu cantik banget hari ini Lis." puji Risky melihat penampilan Lisa.
"Emang uda dari dulu kali Lisa tuh cantik, kalau ga cantik kamu ga bakalan ngejar-ngejar dia kali Ris." jawab Vika ikut menjawab Risky.
"Iya sih, tapi hari ini lain dari biasanya Lis." sambung Risky lagi.
Lisa hanya tersenyum samar, mereka semua melanjutkan menaiki tangga menuju ruang kelasnya, dan tidak menanggapi Risky lagi.
Dan Risky masih memandangi Lisa saat mereka berjalan menjauhinya.
"Kenapa kamu selalu menolak ku Lis? apa kurangnya aku?" gumam risky saat mereka sudah tak terlihat lagi.
Pukul 11.30 pembelajaran selesai, mereka berlima keluar ruangan dan berjalan menuju kantin.
"Kalian habis ini ada acara ga?" tanya Rere kepada teman-temannya.
"Kalau aku sih ga ada" jawab Aulia.
"Aku mau nganterin adikku les." Jawab Vika.
"Aku mau tidur lagi, soalnya semalem begandang, jadi masih ngantuk ini." jawab Sela sambil menguap.
"Kalau aku mau ke kantor papaku." jawab Lisa kemudian.
"Ngapain ke kantor papamu Lis? biasanya juga kamu paling males buat kesana." tanya Vika.
"Ga tau tadi papa nyuruh aku ke kantor." jawab Lisa seolah-olah tak tau. Kalau jujur mau dikenalin sama rekan papanya dia pasti akan di ketawain habis-habisan sama teman-temannya itu, jadi lisa memilih jawaban aman.
"Tumben banget om Adit nyuruh kamu ke kantornya Lis, jangan-jangan ada sesuatu tuh." sambung Rere.
"Tak tau lah." jawab Lisa singkat.
Saat mereka sampai di kantin, mereka mengambil meja sebelah kanan, mereka memesan makanan sesuai pilihan mereka masing-masing.
Tak lama kemudian pesanan datang dan mereka segera menikmatinya sambil bercerita satu sama lain.
.
.
.
Dimas
Setelah kelas kuliahnya usai dimas mengendarai sepeda motornya menuju restauran tempatnya bekerja. Karena ada kuliah pagi dimas mengambil kerja shift siang.
Di tempat Dimas bekerja memang selalu ramai pengunjung, belum lagi saat jam makan siang. Kebanyakan karyawan dari perusahaan papa Adit selalu makan di situ, karena jarak resto dan perusahaan memang dekat.
Saat sampai di parkiran khusus karyawan, Dimas memarkirkan motornya kemudian berjalan menuju mushola untuk melaksanakan sholat dhuhur, karena jam kerjanya akan di mulai jam 1 siang. Jadi masih ada waktu sebentar untuk melaksanakan sholat.
Saat dimas masuk resto, Ardi teman dimas sudah ada di dalam dan langsung menyapa Dimas.
"Udah dateng kamu Mas." tanya Ardi saat Dimas masuk ke ruang belakang tempat karyawan istirahat.
"iya baru aja selesai sholat aku, kamu uda sholat?" tanya Dimas.
"Uda donk, anak rajin." jawab Ardi membanggakan diri.
Dimas tersenyum mendengar jawaban temannya itu. Saat jam kerja Dimas dimulai,
salah satu teman Dimas yang bernama Laras memanggil Dimas.
"Mas ini ada pesanan dari kantor sebelah, dan ini daftar pesanannya." kata Laras sambil memberikan catatan kecil.
"Kamu cek dulu sebelum berangkat nganterin ya." Ucap Laras lagi yang bertugas sebagai penerima orderan online.
"oke." jawab Dimas singkat.
Dimas mengambil pesanan di meja persiapan dan tak lupa mengecek terlebih dahulu, setelah semua cocok Dimas membawanya dan berjalan menuju kantor papa Adit.
Dimas memasuki kantor dan menyerahkan pesanannya, setelah menerima pembayaran Dimas berjalan keluar. Bersamaan dengan itu Lisa berjalan masuk, mereka berpapasan di pintu masuk.
Deg deg deg
Hati dimas berdegup.
"ya allah bidadari, mimpi apa aku semalem, sekarang ketemu cewe cantik banget." ucap Dimas dalam hati.
Lisa tersenyum samar kepada Dimas, lalu Lisa melanjutkan jalannya. Dan Dimas masih terdiam mematung setelah melihat Lisa. Hingga satpam yang bekerja di kantor itu menyadarkan Dimas.
"Ada apa mas kog masih diam disitu?" tanya satpam di kantor papa Adit.
"Ng-ngga ada pak." jawab Dimas gugup saat sadar dirinya terhipnotis oleh kecantikan Lisa.
Dimas jalan menuju resto dengan langkah semangat dan wajah berseri. Ardi yang melihatnya jadi heran.
"Hay bro, kenapa tuh muka kelihatan seneng banget?" tanya Ardi saat Dimas sudah mendekat.
"Ngga ada, biasa aja" jawab Dimas.
"Jangan bohong, keliatan tuh muka senyum-senyum sendiri dari tadi." protes Ardi.
"Kamu salah lihat kali." jawab Dimas ngeles.
"Bro, kita dari kecil uda sama-sama. jadi aku tau kamu bukan baru kemarin sore." sambil menepuk pundak Dimas.
"Aku barusan ketemu bidadari bro." jawab Dimas sambil tersenyum.
"Tunggu-tunggu, di kantor itu?." tanya Ardi sambil menunjuk kantor papa Adit.
"Di sana kan karyawannya uda nikah semua, jangan bilang kamu naksir sama bini orang." Goda Ardi.
"Sembarangan." jawab Dimas sambil menampar wajah Ardi pelan.
"Bukan karyawan bto, mungkin anak dari CEO kantor. Soalnya tadi satpam dan yang lainnya membungkuk hormat saat dia datang." sambung Dimas.
"Waahh kamu harus hapus tuh memori yang tadi bro." Ujar Ardi.
"Maksutnya?" jawab Dimas belum paham.
"Ngaca bro, kita ini siapa? masa iya mau jatuh cinta sama ank CEO. Mana mau dia, aku ga mau nantinya melihat sahabatku ini patah hati." Ucap Ardi sambil merangkul pundak Dimas dan mengajaknya masuk resto untuk bekerja kembali.
"Iya bro, aku sadar kog, mana mungkin ya kan kita bagai langit dan bumi." Jawab Dimas sambil tersenyum.
*jangan lupa buat komen dan vote ya guys...
buat author semangat yaa🤗