Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NIKAHI AKU
Adzan magrib berkumandang. Segera Izzah mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah sholat magrib. Izzah memutuskan untuk sholat dikamar meski ada ruangan khusus tempat sholat disediakan di rumah.
Tepat saat Izzah mengadahkan tangan untuk berdoa terdengar suara Rayhan memanggil.
"Izzah....izzah buka pintunya. Cepaaat" Teriak Rayhan.
Dengan cepat Izzah berlari membuka pintu kamar yang sedari tadi digedor Rayhan.
Saat pintu terbuka, dengan kasar Rayhan menerobos masuk dan langsung menjatuhkan diri diatas tempat tidur. "Izzah kemari." ucapnya sambil menepuk tempat tidur.
"Tidak tuan." ucap Izzah.
"Izzah aku bilang kemari. Cepaat..." hardik Rayhan dengan suara yang menggelegar memenuhi setiap sudut kamar.
Karena kaget dan takut, Izzah langsung duduk di samping Rayhan.
Dengan mukenah yang masih dikenakan, Rayhan mencoba meraba pipi Izzah. Tangannya ditepis, tapi dengan secepat kilat Rayhan menjatuhkan Izzah ke tempat tidur. Rayhan berbaring di samping Izzah dan hendak mengatakan sesuatu. Tapi sorot matanya mulai berubah marah kala mendengar Izzah tak henti-hentinya mengucap, *Astaghfirullah*
Rayhan lalu bangun. "Harus berapa kali kukatakan tugasmu sekarang hanya melayaniku. Tak usah kau bawa-bawa nama Tuhan. Aku bosan mendengarnya. Apa mungkin kau mau aku kembalikan lagi ketempat dimana aku memungut mu?"
Mendengar perkataannya membuat bulir bulir air mata Izzah meluncur dengan begitu deras.
"Maafkan saya tuan, tolong jangan kembalikan saya ketempat maksiat itu. Saya berjanji akan melayani tuan kapanpun tuan mau. Tapi saya minta tolong tuan nikahi saya."'
"Apa? Menikahi mu? Hahaha mimpi apa aku semalam sampai aku harus mau menikahi gadis kampungan seperti kamu." ejek Rayhan.
"Maafkan saya tuan. Saya hanya ingin semuanya halal dimata Allah, saya tidak ingin berbuat dosa tuan. Jika tuan bersedia menikahi saya, saya tidak akan menuntut apapun. Saya akan melayani tuan kapanpun tuan mau. Tidak apa-apa tuan menganggap saya istri atau wanita simpanan. Asalkan semuanya halal tuan, saya tidak ingin berbuat dosa tuan. Lagipun tuanlah orang pertama yang menyentuh saya."
Rayhan hanya diam tak merespon. Lalu dia keluar dari kamar tanpa sepatah katapun.
Keesokan paginya, Izzah mendapat pesan dari Rayhan.
*Bersiaplah, kenakan baju yang rapi. Aku akan menjemputmu setengah jam lagi. Aku akan menikahimu tapi hanya secara agama. Jangan mimpi kau untuk menjadi nyonya Rayhan yang sesungguhnya.*
Mata Izzah membulat, kaget sekaligus haru membaca pesan dari Rayhan, kemudian dia membalas pesan Rayhan.
*Terima kasih tuan, yang penting halal dimata Allah*
'Pedih rasanya membayangkan pernikahan seperti ini. Tanpa dihadiri oleh siapapun. Terutama oleh Ayah yang seharusnya menjadi wali untuk Ijab Qabul ku.' gumam Izzah.
Setengah jam kemudian Rayhan datang menjemput Izzah. Dia terlihat sangat tampan mengenakan baju koko berwarna putih. Senada dengan gamis yang Izzah kenakan berwana putih polos. Didalam mobil Izzah memberanikan diri untuk berbicara.
"Terima kasih tuan karena sudah sudi menikahi saya. Apa saya boleh....?"
"Mau apalagi kamu, setelah aku sudah setuju untuk menikahi mu? ucap Rayhan memotong ucapan Izzah.
"Maaf tuan, apa saya boleh menelpon ayah saya? Saya ingin meminta izin agar ayah saya mau memberikan walinya kepada wali hakim karena bagaimanapun seharusnya ayah sayalah yang seharusnya menikahkan saya tuan." jawab Izzah dengan bergetar.
"Terserah kau saja." ucap Rayhan dengan tidak perduli.
Izzah berusaha menghubungi ayahnya, memberi tahu bahwa dia akan menikah. Awalnya ayah Izzah terdengar terkejut. Namun terdengar dari suaranya, sepertinya dia bahagia Izzah akan menikah.
'Apa karena ayah merasa akan terbebas dariku. Bebas dari anak yang tak diinginkan oleh isteri tercintanya?' gumam Izzah.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘