Kanaya, adalah seorang gadis lumpuh. Sosoknya yang lembut, penyabar. Bertanggung jawab dan perhatian.
Karena kondisinya yang lumpuh, menyebabkan ia tak pernah mengenyam pendidikan sekalipun.
Namun Allah ngasih ia kelebihan sehingga ia termasuk orang yang pandai.
Semasa dia kecil terkena sakit polio. Panas yang berlebihan, menjadikan dia yang mulanya mampu berjalan normal. Menjadi lumpuh.
Ia tinggal bersama Bapak kandung dan Ibu tirinya. Dan ketika usianya sekitar 26 tahun akhirnya dia menemukan jodoh.
Dan menikah dengan sosok laki-laki cuek. Playboy, suka mabuk. Dan sangat perokok berat, yang bernama Yuda. Naya sangat berharap! bagaimana pun sosok laki-laki itu, mampu merubah diri kelak.
Dan juga ke depannya bisa membina rumah tangga yang sakinah dengannya.
Naya juga sangat berharap dia lah jodoh terbaik untuknya. Tapi ... ternyata tidak! dia di tinggakkan suaminya yang bernama Yuda setelah tiga hari dari pernikahan mereka.
Selama kurang lebih 7 bulan dia digantung tanpa nafkah lahir maupun batin.
Yuda menceraikan nya! dan itu pun hanya melalui handhpone! Sungguh miris bukan???
Yuda menjadi sosok laki-laki yang sangat tidak bertanggung jawab. Bagi sosok perempuan lumpuh seperti Kanaya.
Kemudian Kanaya berhubungan dekat dengan seorang laki-laki bernama Dimas. Sosoknya pengertian. Penyabar dan mereka sangat saling menyayangi satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadapi kepergian suami
"Mas bentar lagi jam 11.00 loh, siap-siap ke mesjid sanah Jum'at tan," suruh Naya pada suaminya, yang asik main handphone.
"Males ah Dek, mas solat di rumah saja," jawab Yuda fokus main handphone.
"Mas gak boleh gitu, sholat jum'at cuman satu minggu sekali loh mas." tambah Naya.
"Emang siapa, yang bilang hari jum'at 2x? jawab Yuda datar.
"Astagfirullah Mas, udah ah, cepetan siap-siap nanti berangkat sama Bapak juga si Aa."
Si Aa adalah adik laki-laki Naya dari lain Ibu, si Aa masih kelas 6 SD, dia anak ke 2 dari Ibu tirinya itu.
"Jauh gak Dek, Mesjid nya?" tanya Yuda sambil membuang, asap rokok dari mulutnya.
Yuda sepertinya pecandu rokok yang lumayan berat, karena satu bungkus gak cukup untuk satu hari, Naya pun pernah bilang pada Yuda, supaya mengurangi merokoknya, bukan cuman boros uang tapi juga mengganggu kesehatan, rokok aja sudah jujur. Merokok dapat mengganggu kesehatan, yang diantaranya gagal ginjal, jantung dan kangker.
"Nggak juga, gak jauh kok Mas," jawab Naya sambil melirik Yuda.
"Malu ah," lanjut Yuda mengisap rokok di tangannya.
"Iih, kan sama bapak sama si Aa juga, gimana sih?" gerutu Naya.
"Iya-iya bawel!" sahut Yuda sambil melirik, sedikit tersenyum.
"Bisa gak sih, merokoknya di kurangin mas? gimana nanti, belum buat istri? buat makan sendiri? merokok nya kaya kereta api gitu? gak sekalian tuh rokok 2 di sekalikan isap," gerutu Naya kesal.
Yuda cuman, menatap Naya dengan tajam. Tapi gak perduli dengan yang ia omongkan.
"Sudah mandi sana Mas, nanti yang lain keburu berangkat." Naya sedikit mendorong tubuh Yuda.
Yuda pun bangkit, menuju air, sedangkan Naya, menyiapkan sarung dan kemeja buat Yuda sholat jum'at.
Tak lama kemudian. Yuda pun kembali, Lalu memakai kemeja, yang sudah di siapkan, Naya pun membantu pasangkan kancingnya, baju kemeja Yuda. Mereka hanya terdiam, Yuda memandang wajah istrinya. namun tak berkata apa-apa.
"Tuh, Mas, yang lain sudah siap berangkat." Naya mengarahkan pandangannya, pada bapak juga adik laki-laki nya, yang sudah siap. Sedari tadi.
"Ya sudah, Mas berangkat dulu Dek. Assalamua'laikum? Yuda pun pergi.
"Wa'alaikum salam!" Naya menatap, yang mau berangkat sholat jum'at.
Setelah mereka pergi. "Si Dimas lama juga gak dak kabar. gimana kabar dia sekarang ya?" Naya bertanya dalam hati sambil menarik napas dalam-dalam.
Tak lama kemudian, yang pergi Jum'at tan sudah pulang.
"Assalamu'alaikum?" Yuda nyelonong mendekati Naya.
"Wa'alaikum salam ... Mas."
Naya pun, mencium tangan suaminya.
"Mas mau makan?" tanya Naya.
"Iya dek, lapar nih, tapi makan nya di kamar aja ya dek." pinta Yuda.
"Iya Mas, tapi makannya seadanya saja ya mas? seru Naya lembut.
Naya pun keluar kamar, mengambil buat makan Yuda, dan di bawanya ke kamar.
"Adek nggak makan?" Yuda bertanya. karena melihat istrinya hanya membawa satu piring aja.
"Nggak ah Mas! masih kenyang." jawab Naya menunduk.
"Kenyang, melihat Mas ya Dek?" canda Yuda tersenyum.
"Ih ... ge'er, apa-apaan sih? apa yang membuat kenyang? enek yang ada," hahaha jawab Naya.
Yuda pun tertawa, mendengar ucapan Naya. Yuda makan, sedangkan Naya duduk di pinggir tempat tidur.
Setelah selesai makan. "Ini minumnya Mas." Naya menyodorkan segelas air minum.
Kemudian merekapun bersiap tidur siang. Dua jam kemudian. Naya terbangun.
"Uah ... Naya membuka matanya, melirik ke sampingnya. Yuda masih tidur, melirik jam, sudah menunjukan jam tiga sore. Naya pun bangun, hendak ke dapur untuk masak.
Tiba-tiba tangan Naya ada yang pegang.
"Mau kemana Dek?" tanya Yuda.
"Mau masak, sudah sore nih?" jawab Naya.
"Nanti saja dek?" tambah Yuda.
"Nggak Mas ... sudah sore belum masak juga, kasian, mereka nanti mau makan gimana Mas? Mas nanti gak mau makan juga? aneh deh." Naya pun berlalu.
Sedangkan Yuda melanjutkan mimpinya yang tertunda.
"Mas, bagun sudah Jam empat hi ... sholat ashar hi? Naya mengguncang tangan Yuda.
Yuda membuka mata dan berkata. "Iya."
Setelah memasak selesai. Naya mandi bersih-bersih, lalu masuk kamar, untuk mengganti pakaian.
Sedangkan Yuda, abis makan dengan pak Nanang. Kembali balik ke kamar.
"Sudah bersih-bersih ya dek?" Yuda tersenyum yang mengandung arti. Entah apa itu. Menyeringai sendiri.
,,,,
Mohon kritik dan saran nya dari pembaca semua 🙏🙏
Mohon dukungannya ya..😍
walaupilun gak comen di setiap bab nya😁😁😁
gak bisa comen🤐