NovelToon NovelToon
Bertukar Identitas

Bertukar Identitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:171.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: min.mie

Bermula dari keinginan Aya untuk hidup bebas, dari sangkar yang diciptakan kedua orang tuanya. Muncullah ide Untuk bertukar identitas dengan saudara kembarnya Asher.

Mengharuskannya untuk menyamar menjadi laki-laki di kampus. Sedangkan Asher sang kakak pergi keluar negeri untuk menggapai cita-citanya. Mampukah dia tetep bertahan menyembunyikan Identitas yang sebenarnya. Di sisi lain ,dirinya mulai menyadari perasaannya pada laki-laki Paling tampan di kampusnya yaitu Alan, yang awalnya dia benci hingga akhirnya malah menjadi sahabat dekat. Ketikan benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka, yang malah membuat Alan makin frustasi dengan perasaan yang ia kira sangat-sangat salah karena mencintai sesama jenis.

Bagaimana akhir keputusan Aya?
Apakah dia akan mengungkap identitasnya pada Alan?
Atau malah sebaliknya?
Cari tau dengan membaca novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon min.mie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mesin ATM

BRAK!!!

Tiba-tiba pintu terbuka tampak dua orang gadis di ambang pintu, Mita tampak kanget menatap Aya, sedang Cika dengan nafas yang ngos-ngosan yang hanya memakai handuk melilit di tubuhnya dengan rambut yang masih tersisa busa shampo.

"Mana kunang-kunang nya???" Tanya Cika dengan muka terkejut.

"Eh,...gak ada Cik, maaf mengagetkan kalian" jawab Aya, sambil cengengesan.

"Kamu kok suka banget teriak-teriak? Jangan di ulangi lagi!" Mita tampak sewot kemudian menoleh ke sampingnya.

"Idih...kamu belum selesai mandi ya Cik?" Mita menatap jijik ke arah Cika.

Aya juga langsung menatap heran ke arah Cika, menggigit bibir bawahnya mencoba menahan tawa.

"Belum Kak, habis Raisha ngagetin, kirain ada kunang-kunang beneran,kan aku gak pernah lihat, apa mungkin udah punah kali ya?"

"Udah sana lanjutin mandinya, jangan lupa itu rambut di bilas yang bersih!" suruh Mita yang kemudian berlalu pergi.

"Eh...Ra,aku lanjut mandi dulu ya?" Cika menatap Aya kemudian pergi.

Aya menatap kepergian Cika,lalu tiba-tiba.

"Bwahahahahaha....." Aya langsung terbahak- bahak. Sadar tawanya mungkin akan menghebohkan lagi akhirnya dia menutup mulutnya sambil memegangi perutnya yang sampai keram, merasa lucu melihat rambut Cika.

Sesaat setelah tawanya mereda dia mengingat sesuatu, "Jangan-jangan ketukar sama cowok yang aku tabrak di bandara tadi," gumam Aya.

Dia mengobrak-abrik isi papper bag, di sana ada beberapa buku tentang Bisnis dan satu buku yang berhasil mencuri perhatiannya, sebuah Novel berjudul "Kunang-kunang ketika kerlip cinta mulai berpendar".

"Menarik, sepertinya yang punya buku ini juga suka sama kunang-kunang, jadi pengen ketemu orangnya," batin Aya dalam hati sembari tersenyum simpul.

Aya beranjak berdiri, membuka kopernya menatap baju-baju yang ada di dalam. "Semuanya baju cowok, celan jeans, kemeja,kaos oblong, jaket Hoodie dan ini apa? Topi, kaca mata dan masker? apa dia kira aku di sini mau jadi mata-mata?!" Bergumam sambil terus mengobrak-abrik bajunya, seperti mencari sesuatu.

Aya mendengus kesal "Huufffhhh... Gak ada rok, gak ada gaun! niat banget Asher bikin aku gak betah di sini. Lihat saja Sher aku gak akan nyerah gitu aja,"ucap Aya dengan berapi-api.

Setelah selesai bebenah Aya merebahkan diri di atas ranjang kecilnya. Matanya mulai terpejam merasakan kantuk yang teramat.

***

Di tempat lain sebuah bangunan tinggi bertuliskan "Asrama Putri" terpampang nyata di depan mata Ima, dia melangkah masuk ke dalam gerbang.

"Semoga langkah ku ini benar ya tuhan," batin Ima dalam hati.

Ima memasuki ruangan pengurus asrama, Tampak seorang wanita paruh baya dengan kacamata bertengger di hidungnya menatap ima.

"Silahkan masuk, dan duduk!" Ujar wanita itu.

Ima duduk di depan wanita paruh baya itu, tangannya berkeringat saling meremas berusaha meredam kegugupan .

"Saya Im... maksudnya Attaya dari Jakarta Bu," ucap Ima terbata.

"Oh.... Nona Attaya Narendra Putri dari bapak Jonathan Narendra.. betul?" Tanya wanita paruh baya itu tersenyum ramah.

Ima mengangguk ragu.

"Selamat datang di Asrama ini dan semoga Nona betah tinggal di sini." Sahut ibu Nonik, pengurus sekaligus penanggung jawab asrama mengulurkan tangannya yang langsung di terima Ima.

Ibu Nonik mulai menjelaskan peraturan yang ada. Setelah mengetahui letak kamarnya Ima berpamitan dan beranjak berdiri menuju pintu keluar.

Saat hendak keluar dia berpapasan dengan seorang cewek dan cowok yang sepertinya umurnya tidak jauh beda darinya, setelah keluar dari pintu dia mendongak sedikit mengintip lewat jendela menatap ke arah dua orang tadi. Matanya menatap serius tanpa berkedip.

"Ganteng banget cowok itu," Gumam Ima dalam hati,masih menatap tanpa mau melepaskan pandangannya.

Setelah beberapa menit, dua Orang tadi berjalan keluar, Ima reflek bersembunyi di balik tembok ruangan. Dia sedikit menguping percakapan dua orang tadi.

"Kakak pergi dulu ya dek? Yang betah di sini, kalau ada apa-apa hubungi Kakak!" Ucap pria itu.

"Ok Kak Siap!" Jawab wanita itu yang ternyata adalah adiknya.

"Bay.... Kak!"Teriak gadis itu. Setelah tampak kakaknya menjauh, Gadis itu menoleh ke arah Ima yang masih mematung melihat kepergian Kakak laki-lakinya.

Puk!

Sebuah tepukan di pundak menyadarkan Ima dari lamunannya reflek ia menoleh melihat siapa sang pelaku.

"Hay... aku Anisa Akila Suhendra panggil saja Nisa, kamu?" sahut Anisa yang ternyata pelaku sekaligus obyek yang sedari tadi ima perhatikan. ia masih mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah.

"Eh....iya, aku Attaya Rahima Narendra, panggil saja Aya".

"Nisa panggil Kak Aya aja boleh?"

"Boleh, terserah kamu aja."

Setelah sedikit berbincang-bincang, kebetulan sekali ternyata mereka ditempatkan di kamar yang sama.

Mereka berjalan beriringan menuju kamar melewati lorong asrama sambil terus mengobrol sesekali tertawa bersama.

"Yang tadi itu Kakak kamu ya?" Tanya ima masih sambil berjalan.

"Iya,..... naksir ya?" Anisa menatap Ima sambil menaik turunkan alisnya. Ima hanya bisa menunduk sambil tersenyum malu.

"Kapan-kapan aku kenalin deh."

"Eh... gak usah, nanti ada yang marah?"

"Gak bakal ada yang marah. Kakakku masih single."

"Gak mungkin, ganteng gitu kok single."

"Ceritanya ngakuin ni kalau kakaku ganteng?" goda Anisa. "Kakakku itu tidak cowok yang susah dideketin, Perlu kesabaran extra kalau mau deket sama dia. Tapi sepertinya Kak Aya tipe cewek penyabar. gampang lah nanti aku kenalin pokoknya."

"Terserah kamu aja lah." pasrah Ima, antara malu tapi mau banget.

***

Suara pintu terbuka secara tiba-tiba langsung mengagetkan Aya yang hampir masuk ke alam mimpi. Aya langsung beranjak duduk.

"Astaga...!!" Aya mengelus-elus dadanya yang masih berdebar. Lalu menoleh ke arah pintu.

"Ayo Ra,kita jalan-jalan!" Sahut seseorang yang ternyata adalah Cika.

"Kamu ngagetin aja Cik!"

"Biar adil ,tadi kamu yang ngagetin sekarang gantian aku dong!, Ayok buruan dandan yang cantik, kita shopping sekalian jalan-jalan kamu belum tahu keindahan kota J**** kan? aku siap jadi tour guide buat kamu." Sahut Cika nyerocos.

Aya menatap Cika dari atas sampai bawah, Cika berdandan dengan make up flawless, rambutnya sudah di Curly ,dengan dress yang sedikit terbuka menampilkan kesan **** tapi tetep terlihat manis, tak lupa juga memakai high heels.

"oke kamu keluar dulu,aku mau ganti baju."

Hanya beberapa menit Cika menunggu, Aya sudah keluar dari dalam kamarnya. Sama halnya dengan Aya tadi, sekarang giliran Cika menatap Aya dari atas sampai bawah. Aya memakai topi hitam rambutnya di biarkan terurai, celana jeans pensil, kaos oblong hitam dipadukan dengan jaket Warna cream, dan sepatu semi snekers dengan wajah tanpa disapu make up, hanya memakai lipstik warna nude agar tidak terkesan pucat.

"Kamu, mau pakai baju itu Ra?" Tanya Cika heran.

"Iyalah, katanya mau jalan-jalan." Jawab Aya sambil melihat penampilannya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka, Mita yang baru keluar dari kamarnya menghampiri dua gadis itu. Dengan tatapan heran, "Katanya mau jalan-jalan, ngapain masih di sini?"

"Kak Mita! Masa Raisha mau jalan-jalan pakai baju itu, gak banget deh ....kurang wow gitu!" Omel Cika.

"Emang ada yang salah dengan penampilanku ya kak ?" tanya Aya

Mita menatap Aya, kemudian tersenyum, "Keren kok! Kamu itu yang aneh Cik, mau jalan-jalan apa mau ke kondangan?"

"Ah....Kak Mita,ya mau jalan-jalan lah! siapa tahu nanti di jalan nemu cogan, kan bisa sekalian__"

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Mita langsung menyela, "udah... nyocros terus kamu itu kayak petasan! Buruan jalan, kupingku udah sakit dengerin kamu ngomong," usir Mita.

"Yuk Ra, kita tinggalkan kak Mita yang menyebalkan itu." Sahut Cika langsung menggandeng tangan Aya,pergi berlalu meninggalkan Mita. Aya terkekeh melihat perdebatan dua orang gadis itu.

Setelan masuk ke dalam taxi, Aya bertanya kepada Cika yang tengah duduk di sampingnya sambil bermain handphone "Kita mau kemana Cik?"

"Kamu sendiri mau ke mana?" Jawab Cika yang malah balik bertanya. Tetap tidak mengalihkan pandangannya dari handphone.

"Hmmm...aku pengen cari lampu Tumbler?" Aya terdiam sesaat. "Sama cari poster Blackpink," ujar Aya lagi dengan suara yang sangat lirih, ia takut dianggap anak alay karena menyukai salah satu girlgroub dari negara Korea itu.

"Kamu barusan bilang apa...Blackpink?! Kamu juga suka sama Blackpink? Kalau sama Drakor suka gak?" Cika menghujani Aya dengan banyak pertanyaan sambil menatap senang seperti bertemu dengan seorang yang sehati dengannya.

"Suka banget...., kamu juga suka?" Aya menatap Cika tersenyum secerah mentari.

"Iyalah Aku tu suka banget...banget malah, akhirnya dapat temen yang sehati. Gimana kalau kita ke mall aja, di sana ada toko surganya para K-popers."

"Boleh, tapi mampir ke ATM dulu ya, aku mau tarik tunai," Sahut Aya.

Tak lama kemudian sampailah mereka di depan mesin ATM,

"Cika kamu tunggu di sini dulu ya? aku cuma sebentar." Aya menyuruh Cika menunggunya di mobil.

Mesin ATM itu tampak sepi, Aya langsung masuk ke dalam. Setelah selesai mengambil uang Aya buru-buru keluar karena antrian di belakangnya ternyata semakin panjang.

Aya berlari menghampiri Cika yang sedang menunggunya di dalam mobil ,terlihat Cika membuka kaca mobil sambil melambaikan tangannya dan saat sampai di depan Cika terdengar seseorang memanggil dari belakang.

"Hey..... tunggu mbak!" Teriak seorang pria berlari menghampiri Aya.

Aya berbalik, menatap pria itu ,"Ada apa ya mas?"

Belum sempat Pria itu menjawab. Aya malah menyela "oh...saya hafal banget modus kayak gini, pasti mas mau minta nomer saya kan? Maaf mas, saya tidak sembarang menyebar nomer telfon." Aya masih menatap pria itu curiga sambil melipat kedua tangannya di dada.

Pria itu memutar bola matanya jengah. "ini punya mbk kan?" Pria itu menyodorkan sebuah Black Card dari tangannya, karena Aya tak kunjung menerimanya pria itu menarik tangan Aya dan langsung meletakkannya di tangan Aya sedikit kasar.

"lain kali jangan ceroboh! Menyusahkan orang saja!" Sahut Pria itu acuh dan langsung berlalu pergi meninggalkan Aya yang masih berdiri mematung merasakan malu hingga ingin rasanya menenggelamkan diri ke rawa-rawa.

Tapi ia merasakan perasaan yang aneh. Sentuhan Pria itu entah kenapa membuat hatinya bergetar. Buru-buru Aya menggelengkan kepalanya mencoba membuang perasaan yang sempat hinggap di hatinya, mungkin saja karena dia yang hampir tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenis selain keluarganya hingga muncul perasaan yang tidak biasa.

Bersambung.....

ini tampilan mbk Aya yang mau jalan-jalan. Keren sih menurut ku... hehehe

1
Adjeng Febrianti
Wahhhh kapan dilanjutkan lagi ceritanya.. ini sih ngegantung namanya Thor.. lanjut akh.. nti Aku banyakin comment nya... ditunggu kelanjutannya Thor...
Adjeng Febrianti
Wah selamat Thor atas kehadiran calon baby nya semoga lahiran dgn selamat.. happy ya Thor... tapi ceritanya koa bisa ngegantung gini tuh.. lanjut akh biar jelas ending nya...
Tri Yuliati
Cerita terbagus yang pernah saya baca.
Semoga bisa dilanjutkan.
semangat
Ghiselbel Encee
lanjut thooor
Jhum Kasman
slmt ya ka..
smg ibu n anaknya sehat n lancar persalinannya..
aamiin
Jhum Kasman
lanjut ka..g usa down msh byk pengemar ka
Sidel
selamat y thor semoga nular ke aku juga yg udah belasan tahun belum di beri momongan
Herni
selamat ya kk author atas kehamilannya...semoga sehat2 ibu dan bayinya serta selamat dlm proses melahirkannya....aamiin
Yuna Rahma Azaria
selamat ya kak...
semoga ibu dan bayinya sehat lancar persalinannya. aamiin....
ヤナ_ナ ♡
Alhamdulilah, selamat author...

btw sempet kaget karna tiba" ada notif update novel ini di daftar favorit. Untungnya masi di lanjut, kirain bakalan ngegantung endingnya karna sempet hiatus..
makasih thor updatenya ...

lov lov sekebon buat author ❤️❤️❤️❤️❤️
_yeajiso_
welcome back Kak 😘...
congratulation atas anugerahnya semoga dilancarkan dan dimudahkan 🤲🙏...
rasebulan
Terima kasih dah up lagi...
selamat ya atas kehamilannya Thor...semoga di lancarkan sampai proses persalinan sehat ibu dan babynya,amin...
💝 Mak iik 💝
selamat Ya kak.

salam sehat selalu.

iya nih nunggu dari dulu kok belum oernah up.
min.mie: makasih udah setia nunggu aku up.... dan makasih ucapannya
total 1 replies
Yuli
terima kasih sudah lanjut lagi thor.. 🙏
selamat ya semoga sehat selalu & persalinanx nanti berjalan lancar🤲Aamiin
min.mie: makasih doanya....Dan makasih juga udah setia nunggu novel ini
total 1 replies
Yuli
kapan kah kelanjutannya thor...
Uni Wahyuni
kpan up thor
Andy Anggara
egk jelas ni si thoor y ud berbulan2 egk up up jg ud setia menunggu tp egk ad jg kabar y
Herni
kemana lanjutannya thor?apa gak dilanjut ya?
Nurull Idayatiyy
masih sabar menunggu thor
Yuli
Dah lama banget gantung ceritax thor🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!