Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.
Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.
Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Mereka sudah sampai dirumah dan turun dari mobil, Amanda sebenarnya merasa tidak nyaman karena Linda terlihat tidak menyukainya
Arthur menatap Amanda dan menggenggam tangan wanita itu
" Ibuku tidak sejahat itu hingga kamu harus takut padanya " Amanda menatap Arthur yang tersenyum dengan lembut
" Bagaimana dia tahu pikiranku? "
Arthur menarik Amanda dan membawanya masuk, didalam sudah ada Linda dan Tony yang menunggu mereka
" Mereka sudah datang" Amanda tersenyum pada Linda dan Tony tapi hanya Tony yang membalas nya
" Sepertinya aku harus bersabar" Kata Amanda saat melihat wajah tidak bersahabat Linda
Arthur duduk disofa yang kosong dan menarik Amanda untuk duduk di sebelah nya
" Sebaiknya kalian tinggal terpisah saja dari Linda" Linda langsung menatap Ayah mertuanya
" Papa, aku tidak ingin berpisah dari Arthur" Tony menghembuskan pelan nafasnya
" Arthur itu sudah dewasa, kelak dia akan menggantikan aku, apa dia masih harus tinggal serumah denganmu "
" Tentu saja, banyak diluar sana yang masih tinggal bersama orang tuanya disaat sudah dewasa"
" Aku tahu siapa kamu, kamu memaksa Arthur untuk tinggal serumah bukan karena kamu tidak ingin berpisah dengannya tapi karena kamu tidak menyukai Amanda " Linda terdiam mendengar nya, itu memang alasan dia ingin Arthur tinggal bersamanya
" Kalian bisa tinggal selama seminggu disini setelah itu kalian bisa pindah di rumah yang telah kakek sediakan" Setelah mengatakan hal tersebut Tony berdiri dengan dibantu Buddy
" Kakek akan pulang, kalian bersikap baiklah pada menantu baru kita" Tony langsung pergi dari sana bersama Buddy, melihat itu Linda juga berdiri menyusul ayah mertuanya
Amanda menatap Arthur yang tersenyum puas
" Kenapa kamu tersenyum? "
" Kamu dengar kakek telah membelikan kita rumah, itu adalah kemajuan yang bagus, dia tadi juga berkata kalau aku akan menggantikan nya, rencana kita semakin lancar "
Amanda terdiam mendengar nya dan berdiri dari sofa
" Bisa kamu tunjukkan kamarnya, aku sudah mulai gerah dengan gaun ini"
**
Arthur menatap Amanda yang sudah tertidur diatas ranjang, pria itu mendekati Amanda dan meneliti wajah wanita itu.
" Kenapa aku merasa bersalah saat mengatakan kalau rencana kita berjalan lancar padamu? "
Arthur menarik nafasnya panjang dan menjauh dari sana, dia berjalan menuju balkon, dia berdiri di pembatas balkon sambil menatap langit malam yang terlihat cerah.
Amanda membuka matanya dan menatap punggung Arthur yang berdiri di balkon
" Aku tidak seharusnya kesal hanya kerena Arthur mengatakan rencana kita berhasil, itu memang tujuan utama aku menikah dengan nya"
Amanda dengan cepat menutup mataku saat Arthur berbalik dan berjalan kearah ranjang, Amanda masih memejamkan matanya hingga Amanda merasakan seseorang naik keatas ranjang, jantung Amanda berdebar saat merasakan tubuh Arthur menyentuh punggungnya
" Kenapa dia tidur sangat dekat denganku? " Amanda tidak bisa bergerak ke mana-mana, dia sudah tidur terlalu di ujung ditambah Arthur tidur sangat dekat dengannya
" Aku tidak akan bisa tidur kalau seperti ini! "
**
Arthur membuka matanya dan menatap sisi tempat tidur yang sudah kosong, dia beranjak dan langsung masuk kedalam kamar mandi, setelah 15 menit dia keluar
Dia tersenyum saat melihat kasur yang berantakan sudah rapi, dia juga memiliki setelan jas diatas ranjang
" Dia istri yang baik"
Arthur mengambil setelan bhas tersbeut dan membawa nya keruangan ganti, tak berapa lama dia keluar dengan setelan jas yang dipilihkan oleh Amanda, Arthur berdiri di depan cermin dan tersenyum sangat lebar
" Astaga kenapa aku harus merasa sangat senang hanya karena dia menyiapkan jas untukku? "
Arthur tertawa seorang diri dan keluar dari kamar, dia berjalan turun dan menahan senyuman nya saat dia melihat punggung Amanda yang sedang berdiri memasak sesuatu
Arthur sudah sampai didekat Amanda dan berdiri disamping Amanda sambil menyentuh punggung wanita itu, Amanda yang tidak menyadari kehadiran Arthur kaget saat merasakan seseorang menyentuh punggungnya
" Arthur kamu mengagetkan ku" Arthur tersenyum sesaat sebelum dia mengerutkan dahinya menatap Amanda
" Apa yang terjadi? " Tanya Arthur dengan menyentuh wajah Amanda, Amanda yang merasakan tangan Arthur di pipi nya kembali berdebar
" Ya Tuhan, pipiku pasti memerah sekarang "
" Kenapa bawah matamu terlihat menghitam? Apa kamu tidak tidur dengan nyenyak tadi malam? " Mendengar itu Amanda dengan cepat menjauhkan tangan Arthur dari wajahnya
" Tidak, itu karena aku terlalu lelah saja" Arthur berdecak kesal mendengar nya
" Kalau kamu sudah sangat lelah dipesta pernikahan kita kemarin kamu harusnya bilang jangan memaksakan dirimu "
" Aku tidak bisa tidur semalaman karena kamu Arthur " Kata Amanda didalam hati
" Apa yang kamu lakukan? Shan wick itu sudah gosong " Amanda menatap Linda yang bicara lalu menatap Shan wick yang dia masak sudah gosong
" Astaga! " Kata Amanda dengan langsung mematikan kompor tersebut
" Kalau masak itu jangan sambil mengobrol, kalau kebakaran bagaimana?" Kata Linda dengan kesal sambil duduk dimeja makan, Amanda merasa tidak enak hati dan menatap Arthur yang tersenyum
" Kenapa kamu tersenyum? " Kata Amanda berbisik pelan
" Kamu terlihat seperti panda" Setelah mengatakan hal tersebut Arthur menyusul ibunya untuk duduk, Amanda hanya terdiam
" Kamu tidak perlu lagi untuk menyiapkan sarapan, disini sudah ada banyak pelayan" Kata Arthur sambil memakan sarapan yang sudah disediakan diatas meja oleh pelayanan, Amanda tahu dia tidak seharusnya membuat sarapan lagi
" Aku hanya mencoba untuk bersikap sopan, aku merasa tidak nyaman jika langsung duduk dimeja makan " Kata Amanda didalam hati
Arthur memanggil pelayanan dan meminta mereka untuk membereskan kekacauan di dapur, Amanda menghela nafasnya dan duduk disamping Arthur
Amanda menatap Linda yang berwajah datar, Linda makan dengan tenang tanpa berbicara apa -apa
" Aku akan bekerja hari ini jadi kamu baik-baik dirumah " Kata Arthur sambil memakan sarapannya
" Arthur aku akan bekerja " Arthur menghentikan makannya dan menatap Amanda
" Bekerja? "
" Iya kamu lupa ya kalau aku bekerja di toko kue " Arthur menghela nafas dengan pelan dan kembali melanjutkan makannya, Amanda menatap bingung Arthur yang tiba-tiba diam
" Kenapa dia hanya diam saja? "
**
Arthur sudah berada di dalam mobil menuju kantornya, dia memikirkan tentang perkataan Amanda yang bekerja di kafe
" Kenapa aku merasa tidak senang mendengar nya, padahal dari awal aku sudah tahu kalau dia tidak akan berhenti bekerja "
"Odie"
" Ya Tuan"
" Putar arah, kita pergi ke ketoko Cake Olive"
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
.