NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cermin Sempurna dan Pengakuan di Balik Peluru

Markas rahasia di bawah reruntuhan teater tua London Timur menjadi tempat persembunyian terakhir Alistair. Di ruangan yang lembap dan berbau debu mesiu ini, Alistair sedang memetakan serangan akhir ke kediaman ayahnya. Namun, perimeter mereka mendadak dikepung. Sensor inframerah menunjukkan puluhan pasukan Black Rose sudah mengepung gedung.

"Tuan Thorne, kita terjebak. Amunisi kita menipis, dan mereka membawa unit penghancur," lapor Marcus dengan wajah tegang.

Tiba-tiba, suara dentuman besar terdengar dari luar, namun bukan dari pihak musuh. Suara tembakan berat dari senapan kaliber besar justru terdengar menghantam pasukan Silas dari belakang. Gerbang teater terbuka, dan sebuah unit pengawal berseragam perak masuk dengan formasi sempurna.

Di tengah-tengah mereka, melangkah seorang wanita yang tampak seperti dewi yang turun dari langit. Ia mengenakan gaun taktis sutra berwarna biru safir, rambut peraknya terurai sempurna, dan wajahnya memiliki kecantikan aristokrat yang nyaris tidak nyata.

"Isabella..." gumam Alistair, sedikit terkejut.

Dia adalah Lady Isabella, wanita dari faksi utara yang dulu pernah ditolak mentah-mentah oleh Alistair. Isabella melangkah mendekat, mengabaikan debu di lantai seolah-olah ia memiliki aura pelindung sendiri.

"Alistair, kau tampak berantakan secara administratif," ucap Isabella dengan suara yang merdu namun berwibawa. "Ayahmu benar-benar sudah kehilangan akal. Aku membawa pasukanku untuk membantumu. Keluargaku masih berutang budi padamu atas bantuanmu di masa lalu."

Sloane Sterling, yang berdiri di pojok sambil memegang botol pembersih yang sudah hampir kosong, merasa dunianya mendadak runtuh. Ia menatap Isabella dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wanita itu sempurna. Kulitnya putih bersih tanpa noda, tangannya halus tidak seperti tangan Sloane yang kasar karena sering memegang sikat dan sabun. Isabella adalah "berlian" yang dibicarakan Silas Thorne.

Sloane perlahan menyembunyikan botol pembersihnya di balik punggung. Untuk pertama kalinya, mawar jalanan yang berani itu merasa sangat kecil. Ia melihat Alistair bicara dengan Isabella—dua orang yang tampak sangat serasi dalam satu frekuensi kekuasaan yang sama.

Aku ini apa? pikir Sloane, matanya mulai berkaca-kaca. Aku hanya sampah jalanan yang berisik. Aku yang membuat Alistair menderita. Gara-gara aku, dia diusir, diburu, dan hampir mati. Aku benar-benar tidak berharga.

Sloane mencoba mundur perlahan, ingin menghilang ke dalam bayang-bayang. Namun, Alistair menyadari pergerakan itu. Ia berhenti bicara dengan Isabella dan langsung menatap Sloane.

"Sloane? Mau ke mana Anda?" tanya Alistair kaku.

"Aku... aku mau mencari sapu," suara Sloane bergetar. "Lagipula, kau sudah punya bantuan yang lebih... efisien sekarang. Dia cantik, dia hebat, dia bisa melindungimu. Sedangkan aku? Aku hanya noda yang harus dibersihkan, kan?"

Isabella menatap Sloane dengan pandangan ingin tahu, namun matanya tidak menunjukkan kebencian.

Alistair terdiam. Ia melihat bahu Sloane yang gemetar dan tatapan minder di matanya. Alistair merasa jantungnya seperti disayat. Ia mengabaikan Marcus, Elena, dan bahkan Isabella yang sedang menunggunya. Alistair melangkah maju dan menarik tangan Sloane, membawanya ke tengah ruangan agar semua orang bisa melihat.

"Dengarkan saya, semuanya!" Alistair berseru, suaranya menggelegar di seluruh markas. "Banyak yang menganggap kehadiran wanita ini di samping saya adalah sebuah kesalahan. Ayah saya menyebutnya noda. Bahkan dia sendiri menyebut dirinya sampah."

Alistair mencengkeram bahu Sloane, memaksanya menatap matanya. "Tapi bagi saya, Sloane Sterling adalah orang yang paling berharga di dunia ini. Dia adalah alasan kenapa saya masih ingin bangun setiap pagi. Dia yang membersihkan kegelapan di hati saya saat saya merasa mansion saya terlalu luas dan sunyi."

Alistair menarik napas panjang, mengabaikan seluruh harga dirinya sebagai bos mafia yang kaku. "Sloane, saya tidak butuh berlian pilihan Ayah saya. Saya hanya butuh mawar jalanan yang galak ini. Aku mencintaimu, Sloane Sterling. Secara mutlak dan administratif."

Sebelum Sloane sempat memproses kata-kata itu, Alistair merunduk dan mencium bibir Sloane dengan sangat intens. Itu bukan sekadar kecupan kaku seperti sebelumnya; itu adalah ciuman penuh gairah, rasa sayang, dan klaim kepemilikan di depan semua orang.

Sloane membelalakkan mata. Jantungnya berdebar begitu cepat hingga ia merasa oksigen di sekitarnya menghilang. Wajahnya berubah menjadi sangat merah. Tubuhnya lemas, dan saat Alistair masih menciumnya dengan penuh perasaan, kesadaran Sloane mulai memudar.

Bruk.

Sloane pingsan tepat di pelukan Alistair, kepalanya terkulai dengan wajah yang masih merah padam.

Isabella yang menyaksikan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, sebuah senyuman kecil muncul di bibirnya. "Aku tidak menyangka... Alistair Thorne yang sedingin es bisa kehilangan ketenangan dan kewarasannya hanya karena satu ciuman. Dia benar-benar sudah mencair."

Sementara itu, Marcus, Elena, dan puluhan pengawal lainnya langsung berbalik badan secara serentak.

"Saya tidak lihat! Saya tidak lihat apa pun!" teriak Marcus sambil menatap tembok dengan sangat serius.

"Sistem visual saya sedang mengalami gangguan sementara!" tambah Elena sambil menutup matanya dengan tangan.

"Saya buta mendadak! Saya buta!" sahut pengawal lainnya secara bergiliran, menciptakan suasana yang sangat lucu di tengah markas taktis yang tegang itu.

Alistair yang masih memeluk Sloane yang pingsan, menatap anak buahnya dengan wajah yang kembali kaku, namun telinganya sangat merah. "Marcus... siapkan tempat tidur medis untuk Nona Sterling. Secara administratif... dia mengalami kegagalan sistem akibat beban emosional yang berlebih."

Meskipun suaranya kaku, Alistair tidak melepaskan pelukannya. Ia menggendong Sloane dengan gaya pengantin, membawa mawar jalanannya menuju tempat yang lebih nyaman. Hari ini, di depan semua orang, ia bukan lagi seorang penguasa tanpa hati. Ia adalah seorang pria yang baru saja menyatakan perang pada dunia demi wanita yang baru saja pingsan karena ciumannya.

To be continued....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!