Novel ini menceritakan tentang seorang gadis dari bumi sakti yang memiliki segudang mimpi. Ia terlahir dari keluarga kaya raya didaerahnya. Ia juga memiliki kecerdasan dengan IQ diatas rata-rata.
Tavisha Mentari Aryaguna, Seorang gadis cantik yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter yang hebat mengikuti jejak sang kakek. Ia memiliki 4 orang sahabat yang selalu bersama sejak mereka kecil. Namun, setelah lulus dari SMA mereka memilih berpisah untuk mengejar impian mereka masing-masing dikota dan negara yang berbeda.
Kenzie yang selalu bermimpi menjadi seorang TNI AD yang tangguh dan juga hebat untuk membela Negeri tercintanya.
Hanna yang memilih kuliah di London karena cita-citanya menjadi seorang desainer terkenal.
Abel yang bercita-cita menjadi seorang pengacara hebat yang selalu berdiri membela kebenaran.
Dan gilang yang memilih kuliah di Jerman mengejar cita-citanya menjadi Asitekstruk.
Setelah berpisah selama beberapa tahun mereka memutuskan kembali ketanah kelahirannya di Bumi Sakti Alam Kerinci dan bertemu kembali dengan sahabat-sabahatnya.
Namun siapa sangka, salah satu dari mereka ternyata telah dijodohkan oleh orang tuanya sejak kecil dan itupun dengan sahabatnya sendiri.
Siapakah yang akan dijodohkan ? dan dengan siapakah dia akan dijodohkan ? Lalu bagaimana respon mereka setelah mengetahui akan dijodohkan dengan sahabatnya sendiri ?
Penasaran dengan kelanjutannya ? Yuk ikutin terus ceritanya ☺
________________________
Cover By Pinterest
________________________
Follow Akun IG Author : @inrakhairunissajeomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Teman Baru
Malam telah tiba, rembulan bersinar dengan sangat indah ditemani gemintang yang berjejer mengelilinginya. Angin pun ikut menyapa hati seorang mentari yang sedang merindukan keempat sahabatnya.
Kini, mentari tengah berada didalam kamar nya ditemani kesunyian. Tidak ada keributan seperti yang sering ia lakukan dengan kakak laki-lakinya. Tidak ada bunda yang akan selalu mendengar ceritanya. Dan tidak ada ayah yang akan memeluknya dengan manja. Yang menyedihkan lagi adalah tidak ada lagi empat krucil yang akan membuat hari-harinya berwarna seperti biasanya dengan tingkah kekonyolan mereka.
"Oh iya, gue mau telefon mereka aja deh" Gumam mentari dalam hatinya. Nana segera menghubungi keempat sahabatnya. Ia berencana melakukan vidio call dengan cara menyambungkan sambungannya langsung pada keempat sahabatnya.
Nama pertama yang ia hubungi adalah Ara Manja ❤, setelah sambungan nya terhubung ia menekan lagi nama Abel Dingin ❤, Lalu mencari nama Kenzie Play Boy ❤, dan yang terakhir adalah Gilang Mulut Cabe ❤
Ia sengaja menamai nama keempat sahabatnya seperti itu di handphonenya agar ia teringat dengan tingkah-tingkah berbeda dari keempat sahabatnya.
"Hay Guys.. Gue kangen banget tau sama kalian" Cerocos Mentari saat sambungan nya terhubung.
"Assalamualaikum dulu Cewek kalem" Teriak mereka bersamaaan pada mentari.
"Eh iya, Assalamualaikum sahabat-sahabat ku yang tercinta" Jawab mentari dengan gaya bicaranya yang lembut bak sutera.
"Waalaikumsalam Mentari si cewek kalem" Jawab mereka yang hampir bersamaan. Setelah itu mereka berlima tertawa bersama-sama.
"Eh, gue kepo dong ta. Gimana lo disana ? Seru ngak ?" Tanya Ara penasaran.
"Ngak gimana-gimana sih. Soalnya gue belum ngapa-ngapain disini. Tapi cuma anterin berkas kekampus terus ketemu sama satu orang mahasiswa baru juga disana" Jawab mentari apa adanya.
"Oh ya ? Dia baik ngak ?" Kali ini Abel yang antusias bertanya pada mentari. Gadis dingin yang jarang bicara itu kali ini tampak penasaran dengan kehidupan baru mentari di Amerika.
"Baik kok.. Namanya Viola, dan kalian tau ngak ?" Tanya tata.
"Enggak. Lo kan belum kasih tau sama kita, terus gimana kita mau tau" Seru Gilang.
"Hhehe.. Oh iya ya" Jawab mentari menutup mulutnya sambil terkekeh. "Dia itu ternyata orang Indonesia yang berasal dari Jakarata" Seru mentari.
"Benarkah ? Semoga dia benar-benar orang baik dan bisa menjadi teman mu disana" Tutur Ara.
"Oh iya.. Kalian gimana ? Apa sudah sampai di tempat tujuan kalian atau masih dikerinci ?" Tanya mentari.
"Tapi Tunggu, seperti nya tempat itu bukan dirumah lo deh bel" Seru mentari melihat dengan seksama kearah kamera abel.
"Iya, gue udah sampai di London Tadi siang" Jawab abel.
"Terus kalian gimana ?" Tanya mentari pada yang lainnya.
"Gue dan gilang akan berangkat pagi besok" Jawab Ara.
"Dan Lo ken, Gimana ?" Tanya mentari karena dari tadi kenzie hanya diam saja. Tidak berbicara apapun.
"Gue belum tau ta, mungkin minggu depan" Jawab kenzie apa adanya.
Malam semakin larut, setelah berbagi cerita dan mengobrol dengan sangat lama, mereka memutuskan untuk mengakhiri sambungannya.
🌿🌿🌿
Pagi ini begitu cerah, secerah hati mentari saat pertama kali masuk kuliah. Setelah mengikuti Ospek kuliah seminggu yang lalu, kini mentari telah benar-benar menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Hari ini nana tampil dengan mengenakan dress putih dengan motif bunga dan sedikit renda. Gadis itu tampak begitu begitu cantik dengan balutan dress itu. Apalagi ditambah dengan rambut indah yang tergerai, membuat aura kecantikan nya semakin terpancar.
"Vio, Tunggu" Teriak mentari saat melihat teman nya sedang berjalan seorang diri di koridor kampus.
Viola membalikkan tubuhnya saat namanya dipanggil. "Tavisha" Seru nya saat melihat orang yang memanggil namanya.
"Hallo, Selamat pagi" Sapa viola dengan senyum yang mengembang.
"Selamat pagi" Balas mentari dengan ramah dan lembut.
"Ayo kita kekelas bersama-sama" Ajak mentari. Kebetulan saat pembagian kelas, mentari alias tavisha mendapatkan kelas yang sama dengan viola. Jadi mereka bisa semakin akrab sebagai teman baru.
"Ayo" Seru viola. Mereka berjalan beriringan menuju kelas. Namun saat mereka berjalan, semua mata tertuju pada mereka, seolah terpesona dengan kecantikan natural dari kedua gadis yang memiliki darah Indonesia itu. Viola juga memiliki kecantikan yang tak kalah dari tavisha, jadi tak heran lagi jika ia juga dikagumi disini.
"Ada apa dengan mereka ? Kenapa menatap kita seperti itu ?" Tanya viola bingung melihat semua menatap kearah mereka.
"Entah lah. Gue juga ngak tau" Jawab tavisha.
"Apa ada yang salah dengan penampilan kita ?" Tanya viola lagi.
"Tidak ada yang salah. Sudahlah biarkan saja mereka" Jawab tavisha dengan santai. Dia mah orang nya bodoh amat, orang mau lihatin dia kayak apa. Kagak peduli gue, begitu lah kira-kira kata tavisha.
"Hay cantik" Sapa seorang laki-laki yang menghalangi jalan kedua gadis itu.
"Kenapa kau menghalangi jalan kami. Menyingkirlah" Seru viola dengan galaknya. Gadis ini memang sangat pemberani. bahkan mungkin tidak punya rasa takut sedikit pun.
"Tidak akan" Jawab laki-laki itu.
"Apa mau mu ? Kenapa menghalangi jalan kami ?" Kini mentari yang berbicara. Matanya menatap dengan tajam kearah pria itu.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan kalian. Apa itu salah ?" Tanya pria itu. Ia mengelilingi kedua gadis cantik itu dan kembali berhenti dihadapan mereka. Pria itu tersenyum licik, seperti nya ia memiliki niat yang tidak baik pada mentari dan juga viola.
Laki-laki itu hendak menyentuh kedua gadis itu namun terhenti ketika ada seseorang yang menepuk bahunya.
"Siapa kau ?" Tanya pria itu dengan penuh kemarahan.
"Tidak penting siapa aku" Ucapnya. "Kau laki-laki bukan ? Heh tidak pantas bagi seorang laki-laki menganggu seorang wanita seperti ini. Jangan menjadi laki-laki pengecut yang hanya berani pada wanita saja" Ejek laki-laki yang baru datang itu.
"Berani sekali kau mengejek ku. Apa kau tau siapa aku ?" Seru nya dengan amarah yang sudah memuncak.
"Tidak, aku tidak tau siapa kamu dan aku tidak mau tau tentang itu" Jawab laki-laki baik itu dengan nada tegas.
"Dasar brengsek" Ujar laki-laki itu hendak memukul laki-laki baik. Namun pria baik itu segera menangkis tangannya sebelum mengenai wajahnya. Ia mendorong laki-laki itu hingga terjatuh tersungkur kelantai.
"Kau bukan lah tandingan ku, jadi jangan pernah menganggu mereka lagi jika tidak ingin berhadapan dengan ku" Peringat pria baik itu dengan sedikit mengancam. Laki-laki jahat itu langsung pergi dengan kekesalan dan kemarahannya.
"Apa kalian baik-baik saja ?" Tanya pria baik itu.
"Iya, kami baik-baik saja. Terima kasih karena telah membantu kami" Ucap mentari dengan tulus.
"Tidak masalah" Jawabnya. "Kenalkan nama ku Adelio Chandra Ivander. Kalian bisa panggil aku Chandra" Ucap chandra mengulurkan tangannya pada mentari.
"Tavisha Mentari Aryaguna, panggil saja Tavisha" ujar mentari menyambut uluran tangan chandra. Laki-laki itu beralih pada viola.
"Viola Febrina, panggil viola saja" Seru viola membalas jabatan tangan chandra.
"Kau pasti lahir di bulan Februari kan?" Tanya chandra bercanda.
"Iya dari mana kau tau ?" Tanya viola penasaran.
"Karena nama belakang adalah Febrina" Jawab chanda. Yang membuat mereka bertiga tertawa bersama-sama.
"Apa sekarang kita bisa berteman ?" Ucapnya memberanikan diri.
"Tentu saja" Jawab mentari alias tavisha.
"Berteman" Jawab viola dengan senyumannya.
Sejak saat itu, mereka menjadi teman akrab. Selalu pergi kemana-mana bertiga. Selalu ada disaat suka maupun duka. Tapi meskipun begitu, mentari tidak pernah melupakan keempat sahabatnya. Bagi gadis cantik itu, tempat mereka tidak akan terganti meskipun ada seribu orang baik yang datang dan ingin menjadi sahabatnya.
To Be Continue..
Happy Reading, Semoga Suka ☺
23.09.2020
KEBUN TEH ITU ADA DI KAYU ARO,DI KERINCI BANYAK TEMPAT WISATANYA,ADA AIR TERJUN TELUN BERASAP,GUNUNG TUJUH,GUNUNG KERINCI,AROMA PECO,DANAU KACO,DANAU KERINCI, DAN BANYAK LAGI...
WAAHH DI NOVEL MU YG INI BIKIN AKU RINDU DGN KAMPUNG HALAMAN YG SUDAH LAMA KU TINGGALKAN..😍😍😍🥹🥹🥹
DIRALAT YA author..maaf
pantasnya melihat KENZIE ITU PINTER DAN ORKAY ..ceritanya LULUS SMA..DIA MASUK PENDIDIKAN TARUNA AMN
LANJUT THOR
semangat terusssss💪🏻💪🏻