Usaha suami dalam membawa istri nakalnya kembali.
Sebuah kisah yang mengandung rasa cinta, benci dan obsesi pada wanita yang masih berstatus sebagai istri.
Segala paksaan dan tipuan Mikhael lakukan demi mendapatkan sang istri tercinta, Mikhayla, seorang Model papan atas.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silahkan baca sampai akhir..
Memiliki 2 buku:
• My Obsession Model
• Her Obsession
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Note : Bentuk Season 2 dari ' Playboy Vs Playgirl '.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tekanan Marchel
Setelah menghabiskan waktu beberapa jam di dalam pesawat, Kayla dan Aditya akhirnya mendarat dengan selamat di bandara New york.
Aditya berjalan dengan koper di tangannya, begitu juga dengan Kayla. Saat keduanya sibuk celingak-celinguk mencari seseorang, tiba-tiba seorang pria paruh baya berseragam sopir datang dan membungkuk hormat di depan mereka.
" Permisi Tuan, Nona. Saya sopir utusan Tuan Marchel untuk menjemput kalian. " Ucap sopir itu sopan.
" Ah, baiklah. Nih bawa! " Balas Kayla yang langsung menyodorkan kopernya dan pergi mendahului mereka.
Sopir itu hanya menunduk patuh dan menerima koper Nona Mudanya. Sementara Aditya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah tunangannya itu.
**
" Langsung saja to the point, Key. Kakak minta kamu berhenti menjadi model. " Ucap Marchel langsung pada inti pembicaraan.
Kayla dan Aditya yang baru saja berganti pakaian di rumah mewah Marchel langsung terduduk di ruang keluarga dan terlibat pembicaraan serius dengan sang kakak dan calon kakak ipar.
" Tapi kak, model itukan- "
" Cukup lakuin permintaan kakak aja Key! " Bentak Marchel yang membuat Kayla menunduk.
Aditya melirik kasihan ke arah tunangannya. Kemudian dia mulai membuka mulutnya saat matanya melirik Marchel yang sedang menarik nafasnya dalam.
" Eum, kak. Maaf sebelumnya, tapi bisakah kakak jelaskan terlebih dahulu alasan kenapa kakak menyuruh Mikhayla berhenti dari pekerjaannya? " Tanya Aditya.
Marchel menatap Aditya, kemudian dia pun mengangguk kecil yang membuat Aditya tersenyum tipis.
" Bukan maksud kakak buat nentang profesi kamu sekarang Key, tapi kakak takut dengan kamu yang berprofesi sebagai model kamu akan terikat kontrak dengan perusahaan Mikhael tanpa kamu sadari. " Jelas Marchel yang membuat Kayla atau Mikhayla itu mengangguk paham.
" Jika pun kamu memang sudah nyaman dengan pekerjaanmu, maka baiklah. Kamu bisa melanjutkannya tapi kamu harus berhati-hati dalam menandatangani kontrak. " Lanjut Marchel yang membuat Kayla menatapnya dengan wajah berseri.
Seketika wajah Kayla berubah menjadi murung. Dia kembali menunduk saat memgingat bahwa dia sudah tanda tangan kontrak dengan salah satu perusahaan yang berada di Indonesia.
" Aku harus bagaimana, apa aku jujur saja pada kak Ecel? Tapi, sudah dipastikan dia akan memutuskan kontrak kerja secara sepihak dan membayar ganti rugi yang sangat besar. " Batin Kayla.
Marchel menaikkan sebelah alisnya saat melihat wajah murung adiknya.
" Ada apa, apa ada yang sedang kamu pikirkan, Key? " Tanya Marchel yang membuat Kayla menatapnya seketika.
" A-ah, tidak ada kak. Aku hanya sedang memikirkan kemana aku pergi selama satu pekan ini. " Ucap Kayla mencari alasan.
" Owh, kau akan di sini selama satu pekan? " Tanya Marchel yang di angguki Kayla.
" Hem, sepertinya kakak punya recom tempat yang bagus untuk kamu kunjingi bersama Aditya selama di sini. " Ucap Marchel yang membuat Kayla semangat seketika.
" Benarkah? " Tanya Kayla antusias.
" Tentu, sekarang kamu pergi ganti baju! Setelah itu kalian berdua pergilah ke tempat yang kakak rekomendasikan itu. " Titah Marchel yang membuat Kayla mengangguk setuju.
Tanpa menunggu lagi, Kayla pun bangkit dari duduknya dan pergi dengan berjalan setengah berlari menuju kamarnya.
" Aku harus membicarakan ini denganmu, Aditya. " Ucap Marchel yang tiba-tiba serius.
Aditya menjawab dengan menatap Marchel bingung.
" Dia gila. Dia bukan mencintai adikku, melainkan terobsesi padanya. Jadi aku harap kau bisa mempertahankannya selamanya. Jika perlu, menikahlah kalian secepatnya! " Titah Marchel yang membuat kedua mata Aditya membulat sempurna.
" Me-menikah? " Beo Aditya.
" Jika menikah, aku siap-siap saja kak. Tapi bagaimana dengan Mikhayla? Apa dia akan menyetujui untuk menikah denganku di waktu yang dekat? " Tanya Aditya yang membuat Marchel berfikir seketika.
" Menurutku, kau ancam saja dia! Atau jika bisa kau jebak dia sehingga dia dengan mau tidak mau harus segera menikah denganmu dalam waktu singkat. " Ucap Marchel yang sudah kehilangan akal.
" Kak, apa yang kau katakan? " Pekik Aditya.
" Dengar Dit, kakak hanya ingin kalian menikah secepatnya! Dengan begitu, si gila Mikhael tidak akan lagi mengejar adikku. " Ucap Marchel yang membuat Aditya bingung.
" Apa maksudmu kak? Apa maksud kakak adalah dengan Key yang sudah mempunyai suami, maka Mikhael akan berhenti mengejar Mikhayla? " Tanya Aditya yang di angguki Marchel.
" Tapi kakak juga tidak yakin itu. Bisa saja setelah kalian menikah, Mikhael akan tetap mengejar Mikhayla dan mendapatkannya dengan cara merebutnya darimu. "
Brak.
" Tidak akan aku biarkan! " Amuk Aditya sambil menggebrak meja.
" Dia sudah lepas dari Mikhael dari dulu, dan sekarang Mikhayla sudah menjadi milikku. Maka aku tidak akan pernah membiarkan milikku di rebut oleh orang lain sampai kapanpun! " Ucap Aditya penuh penekanan dengan kedua tangan yang mengepal kuat.
Marchel tersenyum tipis melihat pria sebaik dan sesabar Aditya bisa berubah menjadi iblis dalam waktu singkat hanya karna takut kelingan Mikhayla.
Mungkin keputusannya untuk menjadikan Aditya tunangan adiknya waktu itu memang benar. Dan sekarang, dia juga akan menekan Aditya supaya menikahi Mikhayla secepatnya.
Dengan tujuan, menjauhkan adik tersayangnya dari obsesi seorang Mikhael John Smith.
" Good Boy! " Ucap Marchel sambil tersenyum tipis melihat kemarahan Aditya.
_-_
Tbc!