NovelToon NovelToon
Pelabuhan Cinta Sang Pangeran Es

Pelabuhan Cinta Sang Pangeran Es

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Teen / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Season kedua dari Batas Kesabaran Seorang Istri.

Galen Haidar Bramantyo, anak pertama dari pasangan Elgar dan Aluna. Sudah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan. Ia mewarisi semua ketampanan dari ayahnya.

Namun ketampanan juga kekayaan dari keluarganya tidak sanggup menaklukkan hati seorang gadis. Teman masa kecilnya, Safira. Cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Safira hanya menganggap dirinya hanya sebatas adik. Padahal umur mereka hanya terpaut beberapa bulan saja. Hal itu berhasil membuat Galen patah hati, hingga membuatnya tidak mau lagi mengenal kata cinta.

Adakan seorang gadis yang mampu menata hati si pangeran es itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Pertemanan

Jam istirahat kedua, Lucyana memilih untuk tidak bersembunyi ataupun menghindar dari Kania. Ia sudah bertekad untuk melawan.

Saat itu, Lucyana dan dua orang teman sekelasnya tengah berjalan menyusuri koridor sekolah. Rencananya mereka akan pergi ke lapangan outdoor. Mereka ingin melihat para kakak kelas bermain sepak bola. Di tengah perjalanan langkahya terhenti lantaran Kania dan antek-anteknya menghadang langkahnya.

PLAK

Tamparan keras mendarat di pipi Lucyana. Tindakan Kania yang tidak diduga sebelumnya membuat Lucyana tidak bisa menghindari itu.

"Kakak kenapa tampar aku?" tanya Lucyana sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

"Lo masih tanya kenapa gue nampar lo?" kata Kania dengan suaranya yang lantang. "Kemarin gue belum puas kasih lo pelajaran," imbuhnya. Bibirnya menyunggingkan senyuman licik membuat Lucyana mulai merasa cemas.

Meskipun Lucyana tidak sendiri, tetapi dua temannya memilih untuk mundur. Mereka tidak berani melawan Kania. Lucyana yang melihat itu hanya bisa mendesah, tetapi bukan berarti dirinya akan diam saja. "Memangnya Kakak beneran pacaran sama yang namanya Galen itu?"

Pertanyaan itu sontak membuat mata Kania terbelalak. Ia tidak habis pikir Lucyana akan bertanya hal itu.

"Heh." Kania mencengkeram kedua sisi wajah Lucyana. "Lo berani ya bicara seperti itu sama gue!" Kania lantas melepaskan cengkraman tangannya dengan cukup kuat, membuat tubuh Lucyana mundur dua langkah.

"Kalau begitu buktikan!" tantang Lucyana. Suara lembut, wajah imut seperti bayi, model rambut yang dicurly membuat Lucyana masih imut meskipun dalam keadaan marah.

"Lo sudah berani nantangin gue, hah!" bentak Kania. Suara keras Kania membuat Lucyana memejamkan matanya sesaat.

"Aku cuma mau bukti saja, Kak," ucap Lucyana dengan suaranya yang sedikit bergetar, tetapi masih mencoba untuk berani.

Kania terdiam, sembari memutar isi kepalanya, berpikir apa yang harus dirinya lakukan selanjutnya.

"Kakak nggak bisa buktiin, 'kan," kata Lucyana membuat Kania melihat ke arahnya. "Ada yang bilang sama aku kalau yang namanya Galen itu bukan pacar Kakak. Kakak cuma ngaku-ngaku saja," ucap Lucyana berhasil memancing kemarahan Kania.

"Siapa yang berani mengatakan hal seperti itu? Katakan siapa yang bilang!" desak Kania. "Biar gue kasih pelajaran tuh orang."

Lucyana tidak langsung merespon pertanyaan Kania. Tangannya lantas terangkat untuk menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Ia mencoba untuk mengingat nama-nama keempat pemuda yang ia temui di rooftop.

"Emmm, kalau tidak salah ingat namanya, Kak Zayn, Kak Sam, sama Kak Alden," jawab Lucyana.

GLEK

Kania dan dua antek-anteknya langsung bungkam, nyali mereka langsung ciut begitu mendengar tiga nama itu. Jelas saja mereka tidak akan berani melawan antek-antek Galen.

"Sekarang Kakak buktikan dulu sama aku jika memang benar Kakak pacaran sama yang namanya Galen itu," tuntut Lucyana.

"Lo —"

"Benar kata dia, buktikan jika lo pacaran sama Kak Galen!"

Kania juga Lucyana menoleh ke asal suara. Tidak jauh di belakang Kania berdiri Arabella dengan kedua tangan melipat di depan dada. Bibirnya mengukir senyuman miring, seolah sedang mengejek Kania.

Jelas Kania tidak bisa melakukan apa pun. Dia tidak memiliki bukti satu pun jika Galen merupakan pacarnya. Tetapi bukan Kania jika tidak memiliki seribu alasan untuk berkilah.

"Sekarang gue lagi nggak bawa buktinya. Nanti akan gue tunjukkan sama kalian," dalih Kania.

"Kalau begitu, jangan ganggu aku jika Kakak belum menunjukkan bukti itu!" pinta Lucyana.

Lagi dan lagi, Kania bungkam. Rupanya Lucyana tidak selugu penampilannya.

"Cari saja sana! Sampai lo lumutan juga lo nggak akan bisa menggapai Kak Galen. Lo bukan tipenya." Arabella bicara dengan santai sambil memilin ujung rambutnya dengan jari telunjuknya.

"Lo jangan sok!" Kania menarik kerah blazer Arabella. "Jangan karena lo bisa dekat dengan Galen, lo jadi sok berkuasa di sini."

Arabella takut? Jelas tidak, matanya berotasi, merasa malas dengan tindakan Kania.

"Lepas!" perintah Arabella. "Tangan lo bikin kotor seragam gue," ucap sinis Arabella seraya mengibaskan tangan Kania dari seragamnya.

"Sialan lo!" sungut Kania kembali mencengkram seragam Arabella.

"Kakak jangan kasar dong. Kakak kan senior, harusnya bisa kasih contoh yang baik sama adik kelas, bukan malah sebaliknya," tegur Lucyana.

"Diam lo!" Kania membentak Lucyana lagi.

Sementara itu di atas mereka, Galen dan tiga temannya memerhatikan pertengkaran itu sedari tadi. Zayn merasa geram dengan tindakan Kania, apalagi sudah menyangkut Arabella.

"Sialan banget tuh si pick me!" geram Zayn.

"Enaknya diapain tuh anak?" imbuh Alden.

"Lo nggak mau kasih pelajaran sama tuh orang?" tanya Zayn pada Galen. "Dia sudah kasar sama Arabella loh."

Galen yang berdiri menyandarkan tubuh belakangnya ke pembatasan, melirik tampa minat ke arah bawah, lantas mengangkat kedua bahunya.

"Tapi Arabella —"

"Lo tahu Arabella itu kaya gimana." Galen menukas ujaran Zayn. Galen lantas berbalik, berdiri sambil memerhatikan Arabella. "Mereka masih kelas teri untuk lawan Arabella."

"Iya, sih?" Zayn menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.

"Lagian gue nggak mau ngotorin tangan gue buat ngurusin tuh orang nggak jelas," kata Galen datar.

"Ngomongin yang kotor-kotor, gue jadi punya ide buat ngerjain tuh Kania." Sam berseru, ia langsung memiliki ide cemerlang ketika melihat petugas kebersihan membawa ember. Sam lantas memanggil dan meminta pada petugas kebersihan itu untuk mengisi satu ember dengan air kotor.

"Cepetan ya!" perintah Sam.

"Iya, Den," sahut petugas kebersihan itu. "Tapi memangnya untuk apaan ya?"

"Nanti juga tahu," jawab Sam. "Udah sana, cepet bawa!"

"Tapi jangan aneh-aneh ya, Den. Nanti saya yang kena teguran," pesan sang petugas kebersihan itu.

"Bos saya ini yang tanggung jawab." Sam menepuk pundak Galen mencoba terus meyakinkan petugas kebersihan. "Iya, 'kan, Bos?"

"Hmmm," gumam Galen.

Mengetahui siapa Galen, petugas kebersihan itu mengangguk tanpa ragu lagi, lantas pergi mengambil apa yang diminta oleh Sam.

"Lo mau ngapain?" tanya Zayn.

"Ada deh," jawab Sam diikuti senyum jahatnya.

Tidak lama petugas kebersihan itu membawa apa yang Sam minta. Satu ember berisi air yang sangat kotor, warnanya hitam nyaris sama seperti oli.

"Taruh sini saja!" perintah Sam pada petugas kebersihan.

"Mau diapain tuh air?" tanya Zayn.

"Bantuin, Zayn." Bukannya menjawab Sam justru meminta bantuan pada Zayn untuk mengangkat ember itu.

"Mau ngapain sih?" tanya Zayn lagi.

"Angkat! Siram ke tuh si pick me," jawab Sam.

"Wih seru nih!" Bukan cuma Zayn yang membantu, tetapi Alden juga. Galen yang melihat kelakuan ketiga temannya hanya tersenyum tipis juga menggeleng kecil.

"Angkat! Satu, dua, tiga!"

"Woy, Kania!" seru Sam sembari melihat ke bawah. "Lihat sini!"

Menunggu saat yang tepat Sam lantas memberikan aba-aba pada dua temannya. "Siram sekarang!"

BYUR

"Aaaa!" pekikan Kania menggema.

Semua orang jelas syok melihat kejadian itu. Seluruh tubuh dan seragam Kania basah dan juga kotor. Beruntung Lucyana dan Arabella masih sempat menyingkir dari dekat Kania.

"Siapa yang berani siram gue!" Kania berteriak.

Sebelum mengetahui siapa yang memanggilnya, tubuhnya lebih dulu tersiram air, membuatnya tidak mengetahui siapa yang melakukan hal itu padanya.

Semua orang mendongak, begitu juga dengan Kania. Mereka melihat Zayn, Sam, dan Alden bersorak, tidak dengan Galen yang nampak tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh ketiga temannya.

"Kalian yang melakukan ini sama?" teriak Kania dari bawah.

"Betul," jawab Sam lantang.

"Tadi lo mau kasih kita pelajaran, 'kan? Tuh kita duluan yang kasih lo pelajaran," balas Zayn.

"Kakak!" Lucyana melambaikan tanganya dari bawah sana, menyapa ke empat pemuda itu. Lantas menunjukkan jarinya yang membentuk huruf O.

Sam paling bersemangat membalas lambaian tangan Lucyana.

"Awas kalian!" ancam Kania.

"Cabut!" perintah Galen.

Sebelum pergi Galen tersenyum pada Arabella.

Bukan cuma Galen, Arabella pun pergi dari tempat itu, meninggalkan Kania yang masih histeris lantaran kondisinya saat ini macam anak kucing kecebur parit.

Namun langkanya kembali terhenti oleh panggilan Lucyana.

"Arabella," panggil Lucyana sembari berlari lantas berhenti di depan Arabella.

"Katakan!" ucap Arabella tanpa basa-basi.

"Nanti--sebentar--napasku." Lucyana menarik napas dalam-dalam untuk menetralkan tarikan napasnya yang tersengal-sengal.

Setelah napasnya kembali normal, Lucyana kembali bicara, "ayo berteman!" Lucyana mengulurkan tangannya ke hadapan Arabella.

Arabella menerimanya? Tentu tidak. Ia menatap ragu uluran tangan Lucyana, malah justru melipat kedua tangannya di depan dada.

Lucyana yang mendapatkan penolakan, mendesah kecewa, melunturkan senyumnya juga menurunkan tangannya.

"Kenapa lo mau berteman dengan gue?" tanya Arabella setelah lama diam.

"Itu … karena … kamu cantik dan berani," jawab Lucyana lirih, tetapi masih bisa didengar oleh Arabella.

Arabella menatap Lucyana dengan satu alisnya terangkat, diam-diam menatap lucu Lucyana. Padahal mereka satu angkatan, umur juga tidak jauh, tetapi entah mengapa kepolosan Lucyana jauh di atasnya.

"Satu minggu lo harus turutin apa yang gue mau. Jika lo lolos, kita temenan."

1
💟노르 아스마💟
seruu ...ceritanya gk bertele²...mksh cerita bagusnya kk
ig: Marica_Author: makasih kakak
total 1 replies
💟노르 아스마💟
meronta jiwa kaya bayikk😭
Mama Gezkara
Daren..gak sopan banget sih sama yg lebih tua.. panggil om Daren gitu ...kan lebih baik
Mama Gezkara
kak othor...knp sifat anak2 Elgar dan Luna kq kasar2 ya...
Mustika
Luar biasa
Shelvie Pandoju
Wow.. Galen puasa dulu deh soalnya rawan di usia kehamilan seperti itu, tgg kalau kandungan Luciana sudah nda rawan lg
Shelvie Pandoju
senangx kedua orang tua Aluna dan Edgar mendapatkan cucu 2..kado yang terindah yang mereka dapatkan
MamDeyh: Yaaa udah end aja kak /Grimace/
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍
Shelvie Pandoju
akhirnya up juga dari sekian lama menunggu
akhirnya Lucyana mengaku sudah positif hamil
MamDeyh
Akhirnya update kak/Chuckle/
MamDeyh
Blm lanjut lg nih Kak
ig: Marica_Author: siap kak.😅😅😅😅
total 1 replies
Selamet Turipno
cerita bodoh anjing rupanya
MamDeyh
Masih sibuk yaa kk author /Smile/
MamDeyh: Semangat kak...
total 2 replies
Kuntyo Wantari Dewi
ini ga dilanjut lg thorr??????
ig: Marica_Author: lanjut lah, tapi belom kepegang 😅😅😅😅.
total 1 replies
MamDeyh
Kapan up lagi kak
ig: Marica_Author: maaf kak, ini gak kepegang 🤦‍♀️🤦‍♀️. lg banyak kerjaan di RL🙏
total 1 replies
Teten Suryani
typo seriusan bukan seriuan
ig: Marica_Author: asiap 🤭🤭🤭
total 1 replies
Teten Suryani
typo kak, sakral bukan saklar, lampu dong kalo saklar🤣🤣
ig: Marica_Author: maksih kakak untuk koreksinya, siap revisi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Shelvie Pandoju
sepertinya Lucyana mau beli tespack
udah ku duga Galen mencari rujakx yang sudah di makan Sam
Armhy Asis
sering2 update ya kak.cerita bagus sekali
ig: Marica_Author: makasih kakak
total 1 replies
Shelvie Pandoju
ada- ada saja tingkah Sam..
Takutnya bos tiba-tiba ingin minta rujak lagi, padahal sudah habis di makan... bisa ngamuk deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!