Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERUSAHA
Nampaknya masalah jeruk belum juga usai
Pagi ini Krystal masih terlihat tak acuh pada Kai
Dia masih mendiamkan suaminya itu dan terlihat lebih murung dari sebelumny
Sungguh Kai tak habis pikir, hanya karena jeruk Krystal terus merajuk seperti itu
Kai baru tau jika Krystal tak sedewasa yang terlihat
Selama ini Kai kira gadis belia itu dewasa karena sudah lama hidup sendiri tapi nyatanya Krysstal begitu kekanakan
"Krys," panggil Kai
"Kemari lah kita butuh bicara," sambung Kai
Krystal duduk dengan lesu dihadapan Kai terus menundukkan kepalanya merasa malas menatap wajah pria itu
"Kau masih kesal karena jeruk?" tanya Kai berusaha merendahkan suaranya dan Krystal hanya menggeleng
"Aku butuh jawaban! Jawab aku dan berhenti bersikap seperti anak kecil," tegas Kai
"Aku sudah tak peduli pada jeruk itu! Kau harusnya berhenti membahas jeruk," kata Krystal
"Tapi kau masih terlihat kesal, sampai mendiamkan aku berhari-hari seperti ini," desis Kai kesal pada wanita itu
"Ya, aku minta maaf kalau begitu," kata Krystal
"Lagi pula salah siapa? Kau ingin makan jeruk jam dua pagi," desis Kai sambil menatap dingin ke arah Krystal
"Aku hanya ingin, tak masalah jika kau tak mau membelikannya," kata Krystal
"Aku sungguh minta maaf karena sikap kekanakan ku," sambungKrystal hampir menangis dan membuat Kai putus asa
"Lihat kau mulai lagi," kata Kai dengan tatapan tajamnya
Krystal tak mau berdebat lagi, memutuskan untuk pergi dari sana
Krystal duduk menonton TV sambil memainkan HP-nya
Krystal bergegas membuka pintu saat bel berbunyi
Krystal menatap bingung pada wanita yang menatapnya bingung juga
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Krystal pada wanita cantik yang ada di depannya itu
"Maaf apa rumah ini sudah berganti pemilik?" tanya wanita itu bingung
"Bukan kan ini kediaman Kai?" tanya wanita itu lagi
"Benar ini rumahnya, silakan masuk," kata Krystal mempersilakan dan dengan cepat wanita itu berjalan ke arah dalam
"Sayang," kata wanita itu berlari ke arah Kai lalu memeluk Kai dengan erat
Sedangkan Krystal hanya diam menatap kejadian itu dan mulai faham pada keadaan dan memutuskan untuk pergi dari sana
"Jen, apa yang kau lakukan," desis Kai pada wanita itu
"Sudah kubilang tak usah mengunjungiku di rumah," sambung Kai terlihat sangat panik
"Tapi aku merindukanmu sayang," kata wanita bernama Jenifer itu sambil bermaja pada Kai
Mendengar dan melihat itu cukup menjadi penjelasan bagi Krystal
Wanita itu adalah kekasih suaminya
Krystal duduk sambil terdiam dia atas ranjang besar itu
Memikirkan apa pun yang bisa dipikirkan, kecuali memikirkan pacar suaminya itu
Krystal mulai membaringkan tubuhnya mengelus sayang perutnya seakan ingin menenangkan jabang bayi itu
Sudah begitu lama sejak Krystal masuk kamar
Tiba-tiba Krystal membayangkan roti dengan isi coklat
Krystal melirik jam tapi sudah begitu malam, tanpa berpikir panjang krystal mengambil jaketnya lalu berjalan dengan pelan
Tak ada orang entah kemana dua orang yang tengah berpelukan di ruang tamu tadi, tapi bagus lah Krystal bisa keluar dengan nyaman
Krystal menyusuri trotoar sambil menunduk, malam begitu dingin
Tapi dia tak bisa menahan keinginan makan rotinya
Saat sampai Krystal menatap berbinar semua roti itu, lalu mengambil semua yang dia ingin, setelah dirasa cukup Krystal pulang dengan banyak roti
Krystal mendesis kesal saat melihat kedalam halaman rumah mobil wanita itu masih ada disana
Perlahan Krystal memasuki rumah itu dan betapa terkejutnya Krystal saat masuk dia melihat suaminya itu sedang bercumbu dengan mesranya bersama wanita lain di depan mata kepalanya sendiri
Kaki akrystal lemas rasanya, Krystal berjalan pura-pura tak tau melawati kedua orang itu begitu saja dan dengan cepat menaiki tangga menuju kamarnya
Kai yang terkejut pun mendorong Jenifer untuk menjauh darinya
Krystal duduk di atas ranjang tatapannya kosong sambil mengunyah roti yang dibelinya tadi sambil mengelus perutnya lembut
Krystal menoleh saat melihat pintu kamarnya terbuka
Tapi buru-buru membuang muka setelah itu saat sadar Kai yang masuk ke kamar itu
Pikirannya begitu kalut hingga emosinya meledak-ledak saat melihat wajah pria itu
"Dari mana kau tadi?" tanya Kai pada Krystal
"Membeli roti ke super market," jawab Krystal tak acuh
"Semalam ini?" desis Kai sambil menatap Krystal
"Kau perempuan dan sedang hamil pula, ini sudah begitu malam dan kau keluar hanya karena ingin roti," gumam Kai marah
"Sudah kubilang berhenti bersikap seperti anak kecil," sambung Kai yang sebenarnya merasa khawatir pada ibu hamil itu
Krystal menatap Kai dengan tatapan penuh amarahnya lalu melempar roti yang ada di pankuannya itu ke arah Kai
Hingga berhamburan lalu membawa dirinya masuk kedalam selimut
Kai begitu terkejut karena di lempar dengan roti oleh wanita itu
"Krystal," panggilnya sambil menarik selimut yang digunakan oleh Krysatal
Kai sedikit terperanjat, saat melihat Krystal berdurai air mata, menangis begitu hebat tapi tak mengeluarkan suara
Menutup matanya rapat-rapat meski napasnya terengah karena menagan tangis
Ini terlihat lebih menyiksa ketimbang menangis sambil meraung dan berteriak
"Hei," kata Kai mulai khawatir melihat Krystal yang seperti itu
"Krystal," kata Kai menyentuh tubuh Krystal tapi segera di tepis oleh ibu hamil itu
"Jangan sentuh aku," katanya sambil menangis
"Aku ingin kerumah ibu," kata Krystal sambil menangis
"Ya tentu, kau bisa mengunjungi ibu besok," kata Kai dengan suara yang dibuat selembut mungkin
"Tapi aku mau sekarang," kata Krystal keras kepala dengan tangisnya
"Kau jangan gila, ini sudah malam," kata Kai mulai kesal lagi
"Aku akan pergi sendiri jika, Tuan tak mau mengantar," kata Krystal bergegas memakai jaketnya
Kai menghela nafas dalam, kesal, jengkel semuanya bergabung menjadi satu
Kai tak punta pilihan lain
Kai mengantarkan Krystal ke rumah orang tuanya. Seperti yang Kai tau ibunya begitu dekat dengan Krystal
Sepanjang jalan Krystal hanya diam hanya terdengar isakan-isak kecil dari tangisnya, ya ibu hamil itu masih saja menangis
Kai juga belum berani mengatakan apa pun
"Krys, tak enak pada ibu dan ayah jika kau datang dengan keadaan menangis seperti ini," kata Kai
"Kalau begitu, turunkan aku di sini, aku akan mencari hotel atau apa pun asal tak tidur denganmu malam ini," dengus Krystal
"Aku benar-benar tak mau melihat wajahmu," sambungnya
Dengan putus asa Kai mengantar Krystal ke hotel milik keluarganya
Para pegawai hotel sedikit terkejut karena Kai datang jam tiga pagi hanya dengan piama tidur yang ditutup jaket, belum lagi saat melihat Krystal yang masih menagis sejak tadi
Salah satu pegawai itu pun mengantar Kai dan Krystal ke satu kamar
reader wajib baca ini.