Nawang sangat mencintai Rafli namun karena suatu hari Nawang tidur seranjang dengan Aiden kakak dari Rafli membuat kedua orang tua Aiden menikahkan dengan Nawang sering cekcok apakah rumah tangga keduanya akan bertahan atau akan cerai di tengah jalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buruan Lo Masuk Ke Mobil Gue
Keesokan harinya setelah Nawang resmi bertunangan dengan Aiden, membuat kedua orang tuanya Aiden menyuruh Aiden untuk mengantar Nawang ke kampus, padahal Nawang berniat berangkat bareng Rafli bukan di antar Aiden.
Rafli juga menyuruh Aiden sang kakak untuk mengantar Nawang ke kampus, bahkan saat Rafli belum menghabiskan sarapannya Rafli berpamitan kepada kedua orang tuanya Rafli, dan Aiden untuk berangkat ke kampus.
Rafli berpamitan juga kepada Nawang dan menyuruh Nawang untuk mau di antar ke kampus oleh Aiden, Nawang sebenarnya malas jika harus di antar oleh Aiden musuh bebuyutannya, namun Rafli tak menunggu jawaban dari Nawang malah langsung berjalan cepat ke arah mobil miliknya.
Stella dan Marcel juga mengingatkan Nawang dan Aiden untuk datang ke butik ternama untuk mengukur jas untuk Aiden dan gaun pengantin untuk Nawang, karena pernikahan antara Nawang dan Aiden yang akan di gelar satu minggu lagi.
Sebenarnya Nawang dan Aiden sudah protes tidak ingin menikah sekitar satu minggu lagi, namun Stella, Marcel, dan kedua orang tua Nawang tak menghiraukan protes Nawang dan Aiden.
"Aiden, harusnya lo nolak buat antar gue ke kampus, bukan malah mencari kesempatan buat dekat sama gue dan nempel sama gue terus, makanya lo mau mengantar gue ke kampus" bentak Nawang yang saat ini sudah berada di dalam mobil.
Sejak tadi Nawang berceloteh tiada henti dengan nada keras, bahkan gendang telinga Aiden hampir rusak mendengar teriakan dari Nawang.
"Nawang, lo bisa diam ngga ? sejak tadi lo ngomel terus, bikin gendang telinga gue hampir rusak gara gara teriakkan lo, asal lo tahu sebenarnya gue juga ngga mau ngantar lo ke kampus, tapi" perkataan Aiden belum selesai sudah di potong oleh Nawang.
"Aiden, lo ngga usah drama, gue tahu lo senang karena bisa mengantar gue ke kampus, kalau lo ngga mau ngantar gue ke kampus, pasti tadi lo berusaha menolak saat Rafli dan kedua orang tua lo menyuruh lo ngantar gue ke kampus" teriak Nawang dengan keras sambil menatap nyalang ke Aiden, sedangkan Aiden langsung menghentikan mobilnya.
"Turun lo" bentak Aiden tanpa menoleh ke arah Nawang, sedangkan Nawang langsung melototkan kedua matanya ke arah Aiden.
"Aiden, lo tadi di suruh Rafli, sama kedua orang tua lo buat ngantar gue ke kampus, kenapa lo malah menyuruh gue buat turun di sini, tega lo bakal gue adukan kelakuan lo yang menurunkan gue di pinggir jalan" bentak Nawang tak mau kalah dari Aiden, sementara Aiden langsung berkata.
"Nawang, gue sudah antar lo ke kampus, bahkan sekarang mobil gue sudah parkir di halaman kampus" bentak Aiden yang membuat Nawang menoleh ke arah sekitarnya.
Nawang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, ternyata dirinya sudah sampai di halaman kampus, mungkin karena Nawang terlalu bersemangat mengomeli Aiden, sehingga Nawang tak sadar kalau dirinya sudah ada di halaman kampus.
"Aiden, bilang dong dari tadi" omel Nawang dengan nada ketus, lalu Nawang membuka sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya, lalu Nawang turun dari mobil miliknya Aiden dan Nawang menutup pintu mobil miliknya Nawang dengan sangat keras.
Aiden sampai terlonjak kaget mendengar Nawang yang menutup pintu mobil miliknya secara kasar, Aiden geleng kepala melihat kelakuan Nawang sang calon istri, Aiden langsung melajukan mobil miliknya setelah Nawang masuk ke dalam kampus.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, Aiden sudah berada di sekitar kampus Nawang sejak setengah jam yang lalu, kedua matanya Aiden menangkap sosok Nawang yang sedang keluar dari kampus.
"Nawang" teriak Aiden memanggil Nawang sambil berdiri di samping mobil miliknya, sedangkan Nawang yang merasa namanya di panggil langsung menoleh ke arah sumber suara.
Nawang membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Nawang tak menyangka Aiden ada di kampusnya, Nawang langsung berjalan cepat menghampiri Aiden.
Niatnya Nawang tadi ingin nebeng mobil miliknya Rafli, karena Rafli masih ada satu mata kuliah lagi sehingga membuat Nawang berniat untuk ke supermarket yang dekat dengan supermarket.
"Aiden, ngapain lo di sini ?" tanya Nawang sambil celingak celinguk menatap ke arah sekitar, Nawang takut ketahuan oleh teman kampusnya bahwa Nawang di jemput oleh Aiden.
"Nawang, gue mau nyuci piring" jawab Aiden dengan nada kesal, sementara Nawang langsung memukul lengan Aiden dengan buku yang sedang di pegang olehnya, sedangkan Aiden meringis kesakitan mendapat serangan mendadak dari Nawang.
"Aiden, gue serius ngga sedang becanda, kalau lo mau nyuci piring jangan di sini mending lo nyuci piring di atas genteng, supaya bukan piring yang jatuh ke bawah tapi lo juga jatuh ke bawah" omel Nawang menatap nyalang ke Aiden sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, sedangkan Aiden memutar bola matanya malas.
"Nawang, gue di suruh sama mama gue buat menjemput lo di kampus, setelah lo pulang dari kampus kita berdua di suruh ke butik buat fitting baju pengantin" jelas Aiden yang membuat Nawang menaikkan satu alisnya ke atas.
"Aiden, memangnya siapa yang mau menikah ? sampai kita berdua yang di suruh mampir ke butik buat fitting baju pengantin" tanya Nawang sambil menatap Aiden dengan tatapan penuh selidik, sementara Aiden menatap sebal ke arah Nawang.
"Nawang, yang mau nikah itu kucing" jawab Aiden secara asal, sementara Nawang yang kesal dengan jawaban yang keluar dari mulutnya Aiden langsung mencubit perut Aiden.
"Aaaawwwww Nawang lo perempuan ngga punya hati berkali kali melakukan KDRT sama gue, padahal gue sama lo belum menikah berani beraninya lo melakukan KDRT sama gue" teriak Aiden yang membuat Nawang tersenyum kecut.
"Aiden, itu salah lo sendiri yang ngga jawab jujur sama gue, masa cuma acara pernikahan buat kucing sampai fitting baju pengantin, kalau kucing sampai pakai gaun pengantin dan jas pengantin di jamin jas dan gaun pengantin bakal kebesaran di tubuh kucing itu" jelas Nawang sambil melototkan kedua matanya ke arah Aiden, sementara Aiden langsung berkata.
"Nawang, buruan lo masuk ke mobil" perintah Aiden dengan nada tegas, sedangkan Nawang langsung berkata kepada Aiden.
"Aiden, gue ngga mau masuk mobil miliknya lo, kalau lo belum jawab pertanyaan gue, siapa yang mau fitting baju pengantin ?" cerca Nawang yang membuat Aiden tanpa basa basi langsung mengangkat tubuh Nawang seperti karung beras.
Tentu saja Nawang langsung berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, bahkan Nawang juga memukul pundak Aiden berkali kali, supaya Aiden melepaskan dirinya.
Namun Aiden tetap tak melepaskan tubuh Nawang, kini Aiden memasukkan Nawang ke kursi yang terletak di sebelah kemudi, setelah itu Aiden mengunci pintu mobil tersebut supaya Nawang tak bisa keluar, Nawang berteriak memanggil Aiden untuk membuka pintu mobilnya.
satu ranjang tidur bareng atuhh 🤭
nawang juga maksa banget minta antar rafli
aman kan bangg rambutnya /Facepalm/