Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
merajuk
”Siapa suruh kamu melakukan itu? itu hukuman mu karena kamu sepertinya tak puas denganku, jadi aku hanya menunjukkan kekuatanku”
"jangan pernah kau sangsikan kekuatan ku sayang" ucap Satria mengelus rambut Widya
Widya hanya bisa membuka matanya sedikit, jujur ia sangat tak bertenaga sekarang, tubuhnya serasa tak bertulang.
"sayang bangun ... ayo kita makan"
" ehmmmm... masih ngantuk mas" saut Widya mengubah posisinya makin erat memeluk guling
"bangun dulu sayang, aku gak mau maag kamu kambuh. Ayo bangun putri tidur, mas sudah pesankan kepiting saus Padang kesukaanmu, ayo cepat cucimuka dan makan” ucap Satria lembut sambil menepuk-nepuk pelan pipi istrinya itu
"hooooaaaaaaaaaammmm
badan ku sakit semua. Ini semua gara-gara kamu nih mas.
Sepertinya aku butuh refleksi dan manjain badan di spa” ucap Widya manja berusaha membuka matanya yang terasa lengket, ia bangun dan duduk lalu menyenderkan kepalanya di bahu Satria.
Kepiting saus Padang membuat kantuknya hilang dalam sekejap dan berganti dengan air liur yang ingin menetes karena membayangkan makan masakan favoritnya tersebut.
”Mas juga sudah buatkan kamu lemon tea, sudah cepat sana bangun dan cuci muka”
"Beneran mas???” tanya Widya tak percaya
"iya sayang yang penting kamu bangun trus makan dulu. habis itu kamu mas antar refleksi" saut Satria lembut mengelus puncak kepala Widya
"bener ya mas janji. "ulang Widya tak yakin
"iya yang penting kamu makan dulu ok" ucap Satria meyakinkan
Widya mencium pipi Satria dan langsung meloncat dari kasur, ia langsung berjalan ke arah wastafel untuk mencuci mukanya dan menyusul Satria yang sudah duduk di meja makan
Widya langsung menyantap makanan nya dengan sangat lahap. Widya sampi menambah hingga dua kali.
mulutnya sudah belepotan dengan kuah kepiting saos padang
tingkah nya menggemaskan jika sedang makan makanan favorit nya
Satria tersenyum serta gemas memandang istrinya yang manja ini. entah sampai kapan dia terus manja dan tidak dewasa.
Namun Satria akan tetap setia menantinya.
Widya melirik ke arah Satria dan menghentikan kegiatan makannya, ia memanyunkan bibirnya tak senang
"lah mas gak makan? habis loh nanti aku makan semua. kenapa bengong liatin aku aja ? Ada yang salah y? Apa mas segitu terpesonanya melihat wanita cantik sedang makan?" ucap Widya mencibir
"makanlah sayang. habiskan, sengaja mas belikan dua porsi kepiting telor saus padang kesukaan mu"
"mas tumben baek tanpa di minta. Kalau itu mau mas awas jangan menyesal, dengan emang hati akann ku habiskan hehehe” Widya kembali asik menikmati makanannya
” mas , mas agi banyak uang ya.m? Bagi-bagi aku dong mas buat beli bedak dah habis tuh.
Emangnya mas mau apa istri mas yang cantik ini gak pake bedak dan kelihatan kucel" rajuk Widya
"Enggak dandan aja kamu cantik sayang. mas suka kamu apa adanya" saut Satria tersenyum
"Tapi aku gak suka mas. Apa kata temen-temanku kalau liat penampilanku kusut. nanti di bilang tua, jelek, mas juga kan yang malu" ucap Widya kesel
"Kata siapa kamu dah tua? kamu masih cantik dan sexy. Ya udah nanti mas kasih uang buat beli bedak ya"
"Mas sama lipstik, eyeliner juga mas sekalian, uhmm maskara sama shading habis juga"tambahnya lagi bersemangat
"Sayang satu-satu dong minta nya, masa rombongan gitu? bisa-bisa kita gak makan loh. kamu mau bisa beli semua tapi gak makan? tanya Satria lembut menatap istrinya yang langsung memasang wajah cemberut
"uuh baru aj gitu mas pelit lagi" ucap Widya kesel dan pergi meninggalkan meja makan
Satria yang melihat tingkahnya hanya geleng-geleng kepala
"s Sayang sampai kapan kamu begini terus???? Boros dan tidak dewasa, hanya mikir kan barang-barang kebutuhanmu sendiri dan kesenangan mu sendiri..."gumam Satria dalam hati, ia lalu bangkit dari tempat duduknya menyusul Widya yang sudah masuk kamar
"Sayang buka pintu mas mau masuk"teriak Satria karena ternyata Widya sengaja mengunci pintu kamarnya dari dalam.
"Mas di luar aja aku sebel sama mas, mas pelit" teriak Widya dari dalam kamar
Satria menggeleng pelan mendengar perkataan Widya, istrinya yang seolah tak akan pernah dewasa walau waktu memakan pernikahan mereka.
Ia menghela nafas, sebagai suami, ia dituntut sabar dan mengarahkan istrinya agar benar, dan Satria merasa ia suami yang gagal.
Satria menghembuskan nafas kasar, ia sangat tahu jika Widya sudah memiliki keinginan artinya titah yang harus di Langsa akan tak perduli apapun.
Satria lebih baik mengalah demi keharmonisan keluarganya
"Iya mas janji belikan tapi bukan sekarang ya. sekarang beli tiga macam saj dulu, bulan depan mas janji bakan belikan sisanya.
Maafkan mas ya kita masih harus terus berhemat sampai keuangan kita benar-benar aman terkendali” rayu Satria
Cekreeeekkkk
Widya menjulurkan kepalanya keluar, nampak sederet gigi putih menghiasai senyum Widya, ia sangat senang mendengar ucapan Satria, walau tak semua yang ia mau ia dapat, namun setidaknya separuhnya ia dapatkan
"Nah begitu dong, itu baru suami aku"ucap Widya mencium dan memeluk suaminya
”Ya sudah kamu sebaiknya istirahat, mas mau menyelesaikan tugas kantor"
"Loh mas, katanya kita mau ke spa Refleksi? kok mas malh kerja ??? gimana sih???"Protes Widya
”Sayang kamu mu ke spa juga?”tanya Satria melotot
"Mau lah, mas km sudah janji tadi sama aku mau antar aku, kok jadi ingkar janji, aku gak suka ya mas punya suami yang gak konsisten sama ucapannya”Widya marah dan hendak menutup pintu kamarnya kembali, namun Satria buru-buru menahannya
Satria meringsek masuk dan Widya yang kalah tenaga akhirnya hanya pasrah. Widya langsung naik ke tempat tidur dan memunggungi Satria, jelas sekali Widya seperti anak kecil yang sedang merajuk
"Ya Tuhan, mengapa istriku seperti ini??? beri aku kekuatan dan kesabaran” gumam Satria dalam hati, ia kemudian berjalan mendekati tempat tidur, mengelus bahu Widya dengan lembut
"Dengar sayang, mas sangat mencintaimu, sangat.
Mas cuma mohon pengertian mu sedikit saja, sedikit sayang.
kamu harus memilih yang mana prioritas mu, hal yang benar-benar kamu butuhkan.
Kalau mas harus menuruti semua yang kamu mau saat ini, kita bisa mati kelaparan.
Bulan ini mas sudah belikan kamu tas seperti punya kawanmu, darimana lagi mas punya uang???
Apa kamu mu kita mati kelaparan berdua atau kamu berharap mas merampok seseorang untuk memenuhi semua kebutuhanmu???” lirih Satria berharap Widya mengerti.
Satria duduk di tepi ranjang, ia mengusap wajahnya kAsa, sepertinya apa yang ia katakan percuma saja, terlihat tak ada pergerakan disana. Satria menghela nafasnya lalu bangkit, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Widya
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥