"Gue ngga pernah menyesal atas dosa ini, jika karmanya adalah lo."
Ganapatih Bibisana, Laki laki rupawan mapan dan bebas. Di usianya yang sudah
memasuki 34 tahun masih betah bermain main dengan banyak wanita yang dia temui.
Cinta adalah kata yang paling menggelikan untuknya sebelum, akhirnya dia
menjalani Karma karena merusak gadis kecil polos bernama Humeera. Keponakan calon tunangannya.
"Dasar tua bangka pemaksa, dasar brengsek, tapi semua umpatan itu kalah besar dengan pesonanya yang menghipnotis, akhhhh......dia menodai pikiran suciku." Humeera Ugraha, gadis polos lugu berusia 20 tahun yang terlanjur jatuh hati pada sang calon suami tantenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollie Gaharu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak boleh jatuh hati
"Nape loe kusut amet." Benny menyerahkan segelas air dewa kepada Gana
"Iyee padahal kan kerjaan kantor udah beres semua." tambah Andra
Gana masih diam, kemudian meneguk minuman beralkohol yang mereka bertiga sebut dengan air dewa. Sedikit - sedikit dia memeriksa ponselnya.
"Kalo ngga gila yah kayaknya dia stress, kan ngga mungkin jatuh cinta." celoteh Andra yang di benarkan oleh Benny
Ngga bisa dipungkiri, Gana tampak berbeda kali ini. Sebentar memeriksa ponsel, sebentar mendesah lalu sebentarnya lagi mengumpat.
"Bacotlah kalian semua."
"Buahahahahaaa......
Umpatan Gana malah menggelitik kedua sahabatnya.
"Butuh pelepasan?? katanya ada barang baru. Fresh dan hot." Benny si ketua Iblis beraksi meracuni otak keduanya.
"Beneran? mau tuh gue." serobot Andra
"Premium." tambah Benny kembali, matanya nampak berbinar.
"Tapi....ahhhh pinjemin gue duit dulu nyet, loe potong aja gaji gue bulan depan yee???" Andra beralih pada Gana
"Buahahahhahaaaa..........
Sontak saja kelakuan Andra menjadi bahan cemooh kedua sahabatnya.
"Ngga ada yah, beresin dulu utang - utang loe yang dulu." jawab Gana
"Yah nyet...tega amet loe." demi apa wajah Andra benar - benar terlihat menyedihkan. Pasalnya dia memang bayak memiliki hutang pada sahabatnya itu.
"Yah udah, nih...pake ini dulu," Benny menyerahkan sesuatu pada Andra
"Ckkk sialan......" Andra membanting barang tersebut. Ternyata sabun batangan merk G*V
Breng sek memang ketiganya, satupun kelakuan mereka tak ada yang benar. Di usia mereka yang sudah berkepala tiga masih saja melajang dan hanya bermain perempuan. Satu - satunya hal yang mereka banggakan adalah pekerjaan. Mereka sukses di pekerjaan namun selebihnya HANCUR.
Di tengah tawa gila ketiganya, ponsel Gana bergetar. Air muka Gana seketika berubah melihat notifikasi pesan dari seseorang. Tak sabaran, Gana langsung menekan tanda dial.
Kenapa ngga bales pesen gue dari kemarin semalem??
****
Loe nantangin gue???
****
Itu namanya loe nantangin !!!
****
Ya udah....awas aja loe bertingkah begitu lagi. Gue ngga suka, ngerti kan???
****
Heum, berisik. Gue bisa jaga diri.
Gana melempar asal ponselnya setelah mematikan sambungan. Diaturnya nafasnya sembari memejamkan mata. Tapi hanya sebentar, dia mulai meneguk kembali minuman di depannya. Sementara Benny dan Andra saling pandang tak mengerti.
"Siapa sih nyet?" Benny tak tahan untuk tak bertanya
"Si Nemo, dari kemarin malam chat gue ngga di balas dan telpon gue di reject." jujur Gana
Andra dan Benny saling melempar pandangan yang aneh lalu mereka tertawa ngakak berdua.
"Aduhhh nyet..... perut gue beneran sakit Hahahhahaa....loe tau ngga sih kalo tingkah loe udah kayak pacar yang merajuk." Benny tak bisa menyurutkan tawanya.
"Nyet, loe ngga pacarin itu bocah kan?," Andra mencondongkan tubuhnya ke Gana
"Ya enggaklah...seumur hidup mana pernah gue pacaran." sewot Gana
"Loe yakin ngga jatuh cinta sama itu bocah?," kali ini Benny yang penasaran
"Jatuh cinta???? Jangan kalian lupakan...gue Ganapatih !!! Gue terlahir ke dunia bukan karena cinta, gue juga tumbuh tanpa cinta. Jadi jangan harap di hidup ini gue bakal mendalami perasaan menye menye semacam itu."
"Eh nyettt..." Andra menepuk bahu Gana
Kali ini tawa ketiganya surut, sorot mata Gana berubah nanar. Kedua sahabat yang menjadi saksi perjalanan hidup Gana juga bisa mengerti mengapa pria matang itu menjadi begitu antipati pada cinta. Semua hubungan yang dia bangun hanya berdasarkan transaksional, ataupun fantasi liar...suka sama suka.
Malam semakin larut, ketiganya masih asyik bercengkrama sambil melemparkan guyonan konyol atau hanya sekedar saling membully. Setelahnya mereka kembali kerumah masing - masing tanpa ritual ena - ena. NGGA MOOD, begitu alasan Gana. Lah koq tumben????
Sementara di kamarnya, Meera mencoba memejamkan mata namun tak berhasil. Fikirannya masih melambung pada pria yang katanya masih berada di club malam. Hatinya sedikit was - was apakah mungkin prianya memeluk tubuh yang lain sekarang? Tidak....dia tak boleh mengklaim sebagai prianya, hubungan mereka terlalu abu - abu untuk sebuah ikatan kepemilikan.
Meera tak tahan lagi, mungkinkah dia cemburu atau hanya sekedar penasaran dengan keadaan Gana. Takut - takut dia mencoba menghubungi Gana kembali.
Hallo, (Gana)
Om dimana? (Meera)
Kenapa? (Gana)
Ya enggak, nanya doang (Meera)
Di jalan, mau pulang ke apartment (Gana)
Sama siapa?? (Meera)
Ckkk...siapa yah?? (Gana)
Ishhh...sama siapa Om?? (Meera)
Sendirilah, ini gue baru sampe basement (Gana)
Kangen.... (Meera)
Siapa suruh jadi tukang ngambek, jadi seharian ini loe ngga bisa liat gue. (Gana)
Iya maaf... (Meera)
Gue udah sampai, kenapa loe belom tidur Nemo?? besok bukannya loe ada kuliah? (Gana)
Iya tidur habis ini, tapi...boleh vc dulu ngga om? (Meera)
Heum...boleh. Tapi....... (Gana)
Tapi apa? (Meera)
Tapi loe telan jang yah. (Gana)
Ishhh ngga mau, ngga jadi vc deh kalo gitu (Meera)
Buahahahaha......bisa - bisanya loe bikin gue ngga mood kerja seharian ini (Gana)
Hehehehehehe....iya iya kan udah berkali kali minta maafnya. (Meera)
Ya udah tidur gih udah malam. Besok gue samperin loe ke kampus. (Gana)
Beneran mau ke kampus?? demi apa?? (Meera)
Beneran lah....udah buruan tidur (Gana)
Oke...nite nite Om (Meera)
Gana memutus sambungan telpon dan menyimpannya di nakas. Gana merasa lega karena Meera bukanlah gadis keras yang susah dibujuk. Gadis itu marah hanya sebentar lalu kembali menjadi manja. Gana beranjak lantas menuju bathroom untuk membersihkan diri. Buliran air hangat menyentuh kulitnya, tanpa sengaja diusapnya satu bekas luka di pundaknya. Meera pelakunya, gadis itu menggigit pundaknya dengan keras kemarin malam.
Kemarin malam...........Tak habis fikir Gana dengan dirinya sendiri. Setelah membeli cincin dengan Naami, mereka sempat chek in di sebuah hotel mewah. Alih - alih bisa menikmati tubuh indah Naami, Gana malah tak bergairah sama sekali. Terlalu munafik jika dia menyebut kata jijik, tubuh Naami bahkan begitu elok menggoda. Entah mengapa nafsu yang sudah di ubun - ubun mendadak surut, hanya karena mengingat wajah Meera yang terlintas begitu saja dalam kepala sialannya.
Naami menjadi murka dan berteriak marah karena Gana tak urung menyentuhnya, dan dengan brengseknya Gana meninggalkan Naami dalam keadaan telan jang bulat. Begitu saja tanpa memikirkan perasaan Naami yang terhina.
Gana bergegas menuju apartementnya menemui Meera yang juga sama gelisah dengannya. Namun gelisahnya Meera karena ulu hatinya begitu sesak. Mendengar Gana dan tantenya pergi berdua mempersiapkan cincin pertunangan membuatnya begitu sedih.
Tak ayal, sesampai di apartement Gana langsung melampiaskan hasratnya yang tertunda kepada Meera. Kali itu Gana amat kasar dan membuat Meera menangis tak berdaya. Meera begitu kesakitan dan marah. Meera tak tau saja jika Gana tengah frustasi dibuatnya. Hasrat bercampur ketakutan...mengapa tubuhnya hanya bereaksi terhadap Meera. Jangan !!! jangan sampai Gana jatuh hati. Iblis Gana tak boleh punya hati.
🤭