NovelToon NovelToon
Terpenjara Dendam Pengacara Lin

Terpenjara Dendam Pengacara Lin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:97.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Dia bukan pembunuh, namun dia di cap sebagai pembunuh oleh pria yang menjadikannya istri atas dasar dendam. Adiknya yang meninggal terjatuh dari atas gedung, dan menjadikan Laras sebagai tersangka pembunuhnya.

Kehidupan pernikahan yang tidak seperti Laras bayangkan. Hanya penuh dengan penderita dan siksaan. Namun, Laras tidak bisa terlepas dari Lin sampai dia puas melampiaskan dendamnya.

"Aku akan membuatmu menderita, sampai kau memilih untuk mengakhiri hidupmu sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Istriku!

Masuk ke dalam sebuah gedung tempat di adakan acara. Sebenarnya Laras tidak tahu acara apa ini. Dia hanya mengikuti suaminya saja dengan melihat ke sekelilingnya. Memang tidak cukup banyak tamu yang datang, tapi dari semua tamu yang datang terlihat jika mereka bukanlah dari kalangan biasa.

Pergaulan suamiku memang bukan dengan orang-orang biasa sepertiku.

Karena terlalu fokus melihat sekelilingnya, sampai Laras tidak tahu jika suaminya berhenti dan akhirnya dia menubruk punggung suaminya. Keningnya yang jelas masih sakit, sekarang malah semakin terasa nyeri. Namun dia mencoba untuk menahannya.

"Dasar bodoh! Kau hanya membuatku malu!" tekan Lin dengan suara rendah.

Laras hanya menunduk saja dan mengucapkan maaf dengan lirih. Namun Lin sama sekali tidak menghiraukannya. Dia langsung menyapa teman-temannya disana.

"Kenapa kau baru datang Lin?" tanya Axel, yang punya acara malam ini.

"Jangan heran, namanya pengacara handal mana mungkin banyak waktu luang" ucap Zayyan, menimpali. Pria yang sudah menikah lagi beberapa bulan lalu itu selalu terlihat bahagia. Setelah pernikahan pertamanya gagal.

Lin hanya menghela nafas mendengar ucapan teman-temannya itu. "Ada masalah dulu yang harus aku urus. Lagian acaranya juga belum selesai, jadi aku masih sempat hadir. Oh ya, selamat untuk proyek barunya yang sukses"

Axel mengangguk, dia menepuk bahu Lin dan menggerakan matanya tertuju pada wanita yang di bawa oleh sahabatnya itu. Zayyan yang baru menyadari itu, dia pun langsung ikut penasaran. Pertama kalinya teman mereka ini membawa seorang wanita ke sebuah acara seperti ini.

"Dia istriku"

Jawaban singkat dan padat itu, sungguh membuat kedua temannya begitu terkejut. Bahkan mereka tidak tahu kapan Lin menikah, tapi sekarang tiba-tiba saja membawa seorang istri.

"Jangan gila Lin Wei! Siapa dia? Hey, gadis manis, apa benar kau istri pria kutub ini?" ucap Axel yang langsung bertanya pada Laras.

Jangankan kedua teman Lin itu, bahkan Laras juga cukup terkejut ketika Lin mengakui dirinya sebagai seorang istri. Bolehkah kali ini Laras sedikit berharap lebih? Ah, sepertinya tidak. Karena jelas tatapan mata Lin masih begitu dingin dan penuh kebencian padanya.

"Em, i-iya Tuan" jawab Laras dengan tergagap.

Axel sampai menggeleng tidak percaya dengan kabar mengejutkan ini. Beberapa kali dia menepuk bahu Lin. "Sialan kau, tidak bilang jika kau menikah. Kau anggap apa kami selama ini?"

Lin memutar bola mata malas dengan dramatis yang diciptakan oleh sahabatnya ini. "Aku baru menikahinya dua hari kemarin. Jadi, kau tidak perlu terkejut, memang pernikahan terlalu mendadak"

"Gila, ini gila Lin Wei!" Axel seolah masih belum percaya, dia hanya menggeleng tidak percaya dengan sahabatnya ini.

"Sudahlah, kalau memang Lin sudah menemukan jodohnya. Kenapa juga kita harus repot, bukannya ini bagus? Lin selama ini tidak pernah membawa wanita mana pun ke acara seperti ini, dan sekarang saat dia membawanya, langsung membawa seorang istri" ucap Zayyan.

Laras langsung menoleh dan menatap suaminya dengan senyuman tipis. Ada setitik kebahagiaan di hatinya ketika dia mendengar bahwa dirinya adalah wanita pertama yang di bawa suaminya.

"Ah, kamu istrinya pengacara Lin ya. Perkenalkan aku Nara, istrinya Zayyan"

Laras langsung menoleh dan tersenyum pada wanita cantik yang menghampirinya itu. Dengan begitu lembut wanita itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya pada Laras, membuat Laras langsung menyalami tangannya.

"Laras"

"Nama yang bagus, panggil aku Nara saja ya"

Laras mengangguk, Nara membawanya ke stand makanan. Meninggalkan para pria yang sudah mulai membahas pekerjaan. Mengambil beberapa kue dan salad buah disana.

"Laki-laki kalau sudah kumpul memang seperti itu ya, selalu saja bahas pekerjaan" ucap Nara.

Laras hanya tersenyum saja, dia masih merasa canggung dengan Nara. Mereka duduk di sebuah meja yang berada di ujung ruangan, Nara terlihat sangat baik dan begitu terbuka menerima Laras.

"Oh ya Ras, itu kenapa?" tanya Nara dengan menunjuk keningnya.

Laras terdiam sejenak, mencari sebuah alasan untuk menjawab pertanyaan Nara barusan. "Em, jatuh dan terkena ujung meja"

Nara mengangguk mengerti, sepertinya dia percaya dengan ucapan Laras barusan. Tapi, ketika dia melihat tangan Laras mengambil kue di atas piring, Nara mengerutkan keningnya karena melihat jemari Laras yang juga memerah terluka.

"Tangan kamu kenapa?" tanya Nara yang langsung memegang tangan Laras.

Laras langsung berhenti mengunyah, dia terdiam dengan jantung berdebar kencang. Bingung harus menjawab apa sekarang. Luka di tangannya ini tidak mungkin dia tutupi dengan makeup seperti memar di lehernya yang masih ada.

"Terjepit pintu, maklum istriku ini sedikit ceroboh" 

Laras langsung menoleh ketika mendengar suara suaminya. Tatapan Lin begitu tajam padanya, membuat Laras hanya bisa menunduk saja.

"Oh begitu, lain kali lebih hati-hati Ras. Terluka sampai barengan gitu, tangan sama kening kamu" ucap Nara.

Laras hanya mengangguk saja. Terkejut saat tiba-tiba tangannya di pegang oleh Lin. Laras langsung menatapnya dengan takut, sangat takut jika ternyata Lin akan melukai tangannya yang sebenarnya masih terluka itu. Namun, siapa sangka Lin malah mengecup setiap jemari tangannya yang terluka itu. Lalu dia juga mengecup kening Laras yang terluka.

Deg,,deg,, debaran jantungnya begitu kencang saat suaminya melakukan itu. Laras benar-benar tidak menyangka jika Lin akan melakukan ini padanya. Meski dia tahu jika suaminya melakukan ini hanya karena saat ini mereka berada di tempat terbuka.

"Benar kata Nara, kau harus berhati-hati mulai sekarang. Jangan membuat dirimu terluka lagi" ucap Lin dengan menatap dalam pada Laras.

Detak jantung Laras semakin kencang saja, melihat tatapannya yang begitu dalam, membuatnya terhanyut dalam bola mata coklat itu.

"Sudahilah, yang sudah punya pasangan benar-benar terlihat sangat tidak tahu malu. Mulai pamer di depan banyak orang seperti ini"

Suara Axel membuyarkan semuanya, Laras langsung mengalihkan pandangannya. Dia merasa jantungnya hampir saja lompat dari tempatnya. Wajahnya juga terasa sangat panas sekarang, mungkin sudah memerah.

"Ish, Kak Axel jangan begitu. Mengganggu orang sedang romantis saja" ucap Nara sambil terkekeh.

Lin menarik kursi kosong disamping Laras dan duduk disana. Ekspresi wajahnya kembali dingin seperti biasanya. Menatap ke arah Axel dengan malas.

"Dia hanya iri pada kita. Lagian kenapa kau tidak membawa salah satu dari banyaknya wanita kenalanmu kesini?" ucap Zayyan.

"Bukannya aku tidak mau, tapi jika sudah membawa salah satu dari mereka ke acara penting seperti ini, maka aku takut mereka akan menganggap aku akan menikahinya" jawab Axel santai.

Lin hanya menggeleng heran dengan sahabatnya ini. Dia memang yang tidak banyak bicara saat berkumpul dengan dua sahabatnya ini.

Bersambung

1
Rahma Intan
Luar biasa
Mega Mega
g terbayang ya se menderitanya istri..tp anehnya di ajak balikan mau...
Ken L
nara & suaminya jg ada andil dlm kecelakaan Lin. harusnya mereka sdh dipertemukan sebelumnya
Nismawati
Luar biasa
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Ferayaty
manarik&jg menitikkan air mata sangat terharu thor
Ferayaty
menarik,ada sedihnya ikut menangis bacanya
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Nona Aan Chayank
Nyimak dulu
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Raditya
Luar biasa
Nita.P: bulan depan realis cerita axel dan Reni ya. pastinya gak salah seru..
total 1 replies
Raditya
Biasa
Aida Wulandari
Luar biasa
Eli Sugiarti
, geregetan sama Laras
Hairani Siregar
sedih thorrr. katanya pengacara hebat, kok tdk d selidiki kematian adiknya dgn benar. mlah lngsung mengambil ke smpulan bgitu. entar nyesal baru lu pusing guling2.
Dewi deww
lanjuuttt
dhianti wulandari
makasih thor...utk novel'y...😍😍😍
Nita.P: bulan depan relais cerita Reni dan Axel ya. pastinya gak kalah seru
total 1 replies
gempi
j
Ira Nadira
Luar biasa
Ira Nadira
tak terasa air mata ku mengalir meratapi nasip laras yg menyedihkan yg selalu disakiti suaminya sendiri😭
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
ya thor penasaran kisah reni alex,,,di tunggu ya,,,
Nita.P: Mampir di karya terbaruku.. judulnya CASANOVA TRUE LOVE.

Untuk cerita Reni dan Axel, ada di judul PERNIKAHAN TANPA RESTU
total 3 replies
Pujiastuti
akhirnya Laras mau juga ikut sama Lin, memang suami istri itu harus selalu bersama Laras dukana pun suami tinggal

lanjut kak tetap semangat ya upnya 💪💪🤗🤗
Pujiastuti
pasti hatimu makin lega kan Lin setelah mendengar apa yang oma mu katakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!