NovelToon NovelToon
Mimpi Seorang Hasna

Mimpi Seorang Hasna

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Chicklit
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Diah

Mimpi seorang Hasna adalah sembuh dari penyakit yang dia derita dan karena mimpinya itu membutuhkan banyak uang, Hasna pun pergi ke ibu kota untuk mencari uang disana, walau izin dari sang ayah tidak dia dapatkan.

Mungkin karena berangkat tanpa izin dari sang ayah, Hasna yang berada diibukota telah salah memilih kawan, dan berakhir dengan dia yang malu untuk pulang walau hanya bertemu keluarga apalagi sang Ayah yang dulu bersikeras melarangnya pergi.

Dan Kini Dunia Hasna semakin rumit manakala seseorang yang dia sukai hadir kembali dihidupnya, yang sudah tidak berharap akan mendapatkan pasangan, karena kesalahannya dulu yang membuatnya merasa tidak pantas untuk siapapun terutama Burhans yang begitu baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Diah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak mungkin

Keesokan harinya tapi dijam istirahat, Hasna yang tidak mungkin ikut mengantri dikantin sekolah telah memutuskan untuk membawa bekal kesekolahnya dan dia berencana untuk memakan bekalnya itu dibelakang sekolah, tempat dimana kemarin dia berpikir merenungkan apa yang telah terjadi dan harus bersikap seperti apa kedepannya.

Hasna sudah membawa bekalnya dan dia sedang berjalan menuju tempat yang dia perkirakan akan menjadi tempat baru untuk dirinya menghabiskan waktu istirahat.

Hasna terus berjalan dengan senyum yang sangat indah yang tentunya selalu membuat para lawan jenisnya ke PDan, namun saat sampai dibelakang gedung sekolah senyumnya itu menghilang, lantaran disekitar tempat yang dia yakini akan menjadi tempat dia menghabiskan waktu istirahatnya itu, ada seseorang yang sudah duduk bersender pada pohon mangga yang tidak berbuah itu dengan head set yang berada ditelinganya.

Hasna menatap laki-laki yang entah kenapa akhir-akhir ini sering mencuri perhatiannya, dan terbersit dibenaknya apakah anak laki-laki ini menyukainya namun seketika kepalanya menggeleng lantaran itu adalah salah satu hal yang mustahil dalam hidupnya.

"apa dia menyukai ku? ah itu tidak mungkin, sama seperti aku yang tidak mungkin pergi kenegara bermusim dingin" ucap Hasna sambil menatap Hans yang tengah asik dengan dunianya.

Setelah puas menatap Hans yang asik dengan dunianya, Hasna pun kini memilih untuk kembali kekelas dan menikmati bekalnya disana, namun saat baru beberapa langkah dia menjauh dari area belakang sekolah tiba-tiba barunya ditepuk, dan bersamaan dengan hal itu suara Hans terdengar berkata "tempat itu milikmu juga jadi pergilah!"

Seketika Hasna langsung berbalik karena senang mendengar ucapan Hans dan Hasna yang tidak tahu seberapa dekat jarak wajah Hans darinya kini dibuat melotot karena saat dia berbalik entah bagaimana bibirnya menempel dipipi Hans.

Hasna langsung memundurkan langkahnya dan dia melakukan hal itu tanpa perkiraan alhasil dia hampir saja terjatuh.

"Ceroboh" ucap Hans datar tidak bisa dilihat apakah dia marah atau tidak karena Hasna tanpa sengaja mencium pipinya.

"Maaf" dan itu adalah kata dari Hasna yang sudah mengartikan jika ucapan Hans adalah sebuah kemarahan dan hasna meminta maaf sambil menunduk karena takut melihat kemarahan diwajah Hans.

Sementara Hans sungguh dia tidak memperdulikan kata maaf dari Hasna, terbukti saat Hasna masih menunduk Hans sudah pergi.

Hasna yang melihat kaki Hans sudah melangkah pergi langsung mengangkat wajahnya dan dia langsung kembali kearea belakang sekolah tentunya untuk menikmati bekal yang sudah dia bawa, hasil masakannya sendiri.

Hasna mulai membuka penutup bekalnya dan sebelum memakan isi bekalnya Hasna berdoa terlebih dahulu sambil memejamkan mata lalu setelah itu dia memakan makanannya dengan sangat lahap, karena dia memang merasa lapar dan setelah selesai dengan makanannya, dia yang ingin minum dibuat kesal lantaran air minum yang tadi dia bawa juga sempat dia minum kini sudah tumpah tak bersisa.

"ihh kenapa aku lupa menutupnya dulu tadi" kesal Hasna dengan tenggorokan yang terasa kurang nyaman dan cegukan yang sudah menyerangnya,

Dengan cepat Hasna membereskan kotak bekal juga tempat air minumnya, karena dia harus secepat mungkin mendapatkan air minum sebelum cegukannya semakin parah.

Dalam keadaan panik lantaran cegukannya semakin parah tiba-tiba Hans menyodorkan sebotol air minum yang sudah diminum sebagian, dan Hasna yang memang harus segera meminum Air langsung saja meraih botol air tersebut tanpa perduli itu air minum bekas, dan setelah selesai dengan minumnya dia pun berkata "Terimakasih jika tidak ada kamu entah seperti apa nasibku, eh tapi kenapa kamu kembali lagi?" dan Hans menjawab dengan cara mengangkat dua buah roti ditangannya dan Hasna langsung mengerti jika tadi Hans pergi hanya untuk membeli roti dan minum.

Kini mereka duduk di bawah pohon mangga menikmati waktu istirahat mereka dengan kegiatan masing-masing, Hans dengan head setnya dan Hasna dengan pikiran yang terus mempertanyakan kenapa akhir-akhir ini Hans selalu datang disaat dia membutuhkan sebuah pertolongan.

1
Emily
apakah Hans jodohnya hasna??
Emily
yang kuat hasna💪
Emily
tetap semangat hasna
Emily
mampir dulu
Emily
😪😪😪
Emily
hasna sakit apa ini
Ade Diah
Lumayan lah buat hiburan sendiri
Ade Diah
eh tapi kalau kaka sebagai pembaca kurang setuju dengan nama asli Hans yang Burhan nanti saya ganti
Ade Diah
Kan namanya memang Burhan cuman nama panggilannya Hans
Ade Diah
kan emang namanya Burhans tapi biasa di panggil Hans, berhubung pas nulis suka keceletot sama Hasna jadi pake nama Panjangnya aja
Rhisna
knp Jadi Burhan thor, bukannya Hans yg mau nikah sama Hasna
Ade Diah: iya kan Burhan itu nama panjang Hans, apa kakak kurang suka dengan nama Burhan?
total 1 replies
Ade Diah
Sepi komentar juga pembaca gara-gara ceritanya receh, tapi tak apa terus berjuang sampai editor berbicara hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!