Dibuang dan dikhianati oleh para saudaranya sendiri, membuat Jin Mu seorang pangeran dari kekaisaran Tengah, berada di ambang kematian.
Namun pertemuannya dengan seekor mahluk yang menjadi legenda, membuat hidupnya saat itu mulai berubah. Perjalan untuk balas dendam, akan mengiringi langkahnya dalam usaha memperebutkan kursi kekuasaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginzhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Perbaikan Tubuh
Satu bulan telah berlalu, berbagai macam hal seperti latihan fisik yang berat sudah Jin Mu lalui. Namun kali ini, bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, Naga Putih yang saat ini berdiri dibelakang Jin Mu tengah bersiap untuk melakukan sesuatu.
"Kau sudah melakukan pelatihan fisik selama satu bulan ini, namun aku yakin itu masih belum cukup untuk bisa menampungnya, dan karena itu setiap sebulan sekali kau akan melakukan hal ini secara bertahap."
"Apa guru benar-benar yakin internal Qi milik ku bisa kembali seperti dulu?" Tanya Jin Mu yang sedang duduk bersilang.
"Hidup adalah tengah taruhan, jika kau berani maka artinya kau sudah siap untuk bertaruh Jin Mu."
"Baiklah, aku akan mempercayakan semuanya pada guru!"
Jin Mu mulai menutup matanya, sementara itu Naga Putih tengah bersiap. Bukan seperti yang Jin Mu pikirkan, seperti tentang internal Qi yang kembali, namun hal ini berbeda dan bukan seperti itu.
Menciptakan internal Qi yang baru, itu adalah hal yang ingin Naga Putih lakukan. Mengingat mustahil Internal Qi yang sudah rusak bisa kembali lagi.
Dengan tenang Naga Putih menyentuh punggung Jin Mu, menggunakan ujung jari miliknya. Dan saat itu dilakukan, energi yang ada di tubuh Naga Putih mulai mengalir menuju tubuh Jin Mu.
'Hangat ... Aku bisa merasakannya energi milik guru mengalir dalam diriku!' ucap Jin Mu dalam benaknya.
Seluruh sel dan jaringan yang telah lama mati mulai menunjukkan perubahan. Aliran energi milik Naga Putih, mulai berjalan dan mengisi semua jaringan yang telah mati dan kosong.
"Kuhkk!" Jin Mu berusaha menahan dirinya yang terasa begitu menyakitkan, seperti sedang dibakar hidup-hidup.
"Tahanlah, jangan sampai konsentrasi mu goyah atau kau akan benar-benar mati dan aku tidak akan bisa menolong mu!" Ucap Naga Putih memperingati.
Proses memperbaiki seluruh sel dan jaringan tubuh sedang dilakukan. Hal ini sebenarnya sangat menyiksa, apa yang Jin Mu rasakan seperti sedang dibakar dan dikuliti secara bersamaan.
"Kuhkkkhh!" Darah segar keluar dari mulut Jin Mu.
Dengan sudah payah dia menahan agar tetap konsentrasi. Sembari mengingat bagaimana perlakuan pada saudaranya padanya, apalagi saat ibunya dihina dan direndahkan.
'Aku tidak boleh kalah! Aku benar-benar akan menghancurkan kalian, rasa sakit ini tidak ada apa-apanya dibandingkan balas dendam!'
Melihat Jin Mu yang mampu bertahan, Naga putih mulai menaikkan energinya. Dan saat itu terjadi, seluruh sel dan jaringan yang rusak pulih dengan cepat, namun saat hendak memperbaiki kantong internal Qi Jin Mu yang rusak, Naga Putih menghentikannya.
*Brukk!
Jin Mu terbaring dengan kondisi penuh cairan berwarna hitam. Hidung, mata telinga dan mulut mengeluarkan darah segar, Naga Putih mengerti jika Jin Mu telah mencapai batasnya.
"Ini sedikit mengejutkan, aku berpikir pemulihan sel dan jaringan akan sampai pada tahap selanjutnya, namun ternyata dapat diselesaikan hari ini."
***
"Ughhh, apa yang terjadi..."
Jin Mu yang sebelumnya pingsan kini kembali sadar. Namun perasaannya sedikit berbeda dari biasanya, indra dan penciuman miliknya jauh lebih tajam dari sebelumnya.
"Akhirnya kau sadar juga, bocah bodoh." Sapa Naga Putih berbaring di samping Jin Mu.
"Guru? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah prosesnya berhasil, terlebih rasanya Aku..." Jin Mu mengendus keluar.
"Seperti yang kau lihat, indra perasa tubuhmu semakin tajam. Itu tandanya proses pertama telah selesai, namun jangan terlalu senang karena ini-"
"Woaah! Apa-apaan burung kecil disana! Aku bisa melihatnya dengan sangat jelas, bahkan babi hutan yang sedang berkembang biak aku juga dapat melihat tongkat kecilnya!" Teriak Jin Mu dengan wajah senang.
Thor lucu... menghibur