Jhon Fernando, bos mafia sekaligus CEO terkenal di Britania Raya, memiliki putri bernama Shasya (16 tahun) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Setelah putrinya lahir ke dunia ini,Jhon menjadi sangat protektif dan mengendalikan hidup Shasya.
Bagaikan Tanaman pengikat,Jhon semakin mengikat erat putrinya jika memberontak terhadap otoriter nya.tanpa dia sadari, Tanaman pengikat itu berubah menjadi kecupan mesra dan sentuhan cinta yang membuatnya semakin takut kehilangan putrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tikanovita Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Kucing Besar 1
Jhon dan Han berada di kantor Jhon's corporation.mereka sedang mengadakan meeting dengan investor dari Rusia.investor dari Rusia selalu menanam modal dalam jumlah besar kepada seseorang yang dapat dipercaya.Jhon adalah pengusaha yang cerdas dan terpercaya.tentu membuat investor asing berdatangan untuk mendapatkan keuntungan.
di lantai paling atas gedung tinggi milik Jhon,dia dan investor Rusia menikmati meeting dengan Santai.menikmati whiskey dan melihat hamparan pemandangan gedung gedung tinggi dan kota Bournemouth yang hijau nan asri.Han berdiri di samping Jhon mengamati apa yang akan tuan dan rekan bisnisnya bicarakan.
"Tuan Jhon,saya akan menanamkan modal sebesar 500 juta dolar untuk biaya produksi.saya percaya bahwa teknologi ciptaan perusahaan anda sangat hebat,saya tidak ragu lagi.soal keuntungan,saya akan menawarkan wilayah kekuasaan saya.apa anda setuju dengan penawaran saya?." tanya lelaki muda bernama Vladimir Slavskiy,biasa di panggil Slav
"apa yang bisa kau berikan jika bisnis ini berhasil?." tanya Jhon santai pada anak muda di sampingnya
"saya akan memberikan 250 hektar tanah kebun gandum saya tuan".jawab Slav
Jhon diam sejenak memikirkan.lalu meminum seteguk whiskey.banyak keuntungan jika dia mempunyai kebun yang luas dan wilayah strategis cocok untuk dibangun pelabuhan di sana untuk kegiatan ekspor impor. ide yang bagus, apalagi Zakh dan Shasya sangat menyukai roti gandum.
"baiklah,aku setuju.semoga rencana ini berjalan lancar.secepatnya kami akan membuatkan produk yang kau inginkan." ucap Jhon
produk yang dimaksud adalah satelit anti sabotase dengan sistem keamanan tinggi.dalam dunia mafia, satelit sangat bermanfaat melacak keberadaan seseorang melalui layar monitor.satelit sangat berguna dalam komunikasi di website mafia.
"deal!." ucap Slav sambil berdiri dan mengulurkan tangannya,Jhon berdiri menerima dan mereka bersalaman.
"Tuan, bagaimana status mafia anda sekarang?saya tidak pernah mendengar berita tentang penyerangan anda.saya kira anda sudah pensiun." tanya Slav penasaran
"aku hanya menunggu seseorang yang datang menyerang.aku tidak butuh menyerang membabi buta merebut kekuasaan.harta ku sudah sangat banyak hingga tujuh turunan." ucap Jhon santai sambil menyedekapkan tangannya di dada.
Slav akui Jhon memang sangat kaya.tanpa menjadi mafia pun dia sudah kaya dari lahir.tapi dulu saat Jhon muda,banyak cerita beredar bahwa Jhon sering merebut wilayah mafia dari yang lemah sampai yang terkuat. Jhon selalu menang dalam perang.bahkan julukan dewa perang sangat melekat pada Jhon.
"aku hanya fokus pada bisnis dan keluarga ku.menikmati kebersamaan dan Senda gurau dengan mereka tanpa gangguan ledakan dan tembakan." ucap Jhon serius menatap langit yang cerah
Slav mengangguk paham
"Dan dari informasi yang beredar,anda sudah berubah tuan.anda tidak memakai narkoba dan tidak sering mabuk.anda terlihat seperti orang yang berbeda dari sebelumnya ." ucap Slav
"hmm,itu memang benar." jawab Jhon
obrolan mereka pun selesai. Slav berpamitan pergi pada Jhon dan sekretaris Han.dengan pengawalnya, Slav memasuki mobil hitam miliknya menuju bandara. Slav percaya dengan Jhon,dia tidak perlu mengawasi terlalu ketat hanya sesekali saja jika benar benar penting. Jhon tidak pernah menggelapkan uang dan karyawan nya sangat kompeten.
Jhon dan Han masuk ke keruang kerja Jhon.Han langsung memberi arahan melalui layar monitor dan terlihat di tv kantor di berbagai sudut,pada staf perusahaan dan semua karyawan bekerja sama menciptakan produk yang investor inginkan,yang akan di buat di perusahaan besar Jhon bernama J- space techno di wilayah kota S.
...***************...
Jam sudah menunjukkan waktu 4.00. Shasya sudah selesai home schooling nya. Zakh pun di rumah karna Zakh kuliah siang. Zakh dan Shasya duduk Santai di pinggir kolam ikan koi di taman belakang Mansion. Zakh membaca komik kesukaannya, sementara Shasya hanya memberikan makan ikan koi kesayangannya sambil melamun.
gadis itu merasa jenuh sudah berhari-hari tidak membaca buku novelnya. Shasya juga belum di izinkan memakai HP sebelum bekerja di perusahaan Ayahnya.menggunakan komputer pun hanya saat belajar dan tidak boleh mengakses web bahkan medsos yang bukan kepentingan belajarnya.tapi sesekali Shasya meminjamkan hp ayahnya hanya untuk mendengar musik sambil memakai headphone.
melihat adiknya murung, Zakh menutup komiknya dan menengok wajah adiknya
"hey,jangan bengong terus.mau pinjam komik ini?."tanya Zakh sambil menyodorkan buku komik tebalnya
"kan aku belum boleh baca komik selama 1 bulan.nanti kalo ayah tau gimana?kakak mau di hukum juga?." jawab Shasya
"hmmm,nggak mau lah!.memang susah sih tuh, banyak pengawal di sana,nanti mereka mengadu pada Ayah." ucap Zakh menunjuk para pengawal dengan ekor matanya.
"Kak,aku pengin punya kucing." minta Shasya dengan senyum manisnya
"hiiih,tidak! kakak alergi dengan binatang itu.memang wajahnya imut ,tapi bulunya terbang terbang membuat kaka flu." ucap Zakh
Shasya hanya diam,tiba tiba terlintas ide nakal dari Zakh,dia tahu adiknya sedikit cengeng
"Saya, Ayah punya kucing besar,mau lihat?." tanya zakh senyum tipis.sontak Shasya membulatkan matanya terkejut.lalu menoleh pada Zakh dengan tatapan antusias.
"hah? Ayah punya kucing?selama ini aku belum melihatnya.apalagi melihat Ayah memberi makan kucing." tanya Shasya heran
"ayo,Kakak tunjukkan!" ajak Zakh menggeret tangan adiknya. Zakh dan Shasya berjalan beriringan.mereka berjalan menuju koridor mansion yang panjang seperti labirin.sudah belok ke kanan dan kiri.tapi belum juga sampai. Shasya Bahkan belum pernah melihat ada koridor seluas ini.
"kak,ini dimana?apa ini masih mansion kita?kenapa aku baru lewat sini,suasana nya menyeramkan.aku sedikit merinding." ucap Shasya sambil menggandeng lengan kakaknya.
"tenang,ikut saja jangan jadi penakut!.karna kau tidak jalan jalan menyusuri mansion ini.padahal mansion kita lebih besar dari apa yang kau bayangkan.sepertinya kau juga bisa nyasar di mansion ini." ucap Zakh
suasana koridor semakin sepi. Zakh dan Shasya berjalan sangat jauh dari Mansion depan. Shasya sudah lelah berjalan.lalu kaki mereka berhenti di depan sebuah pintu tinggi besar berbahan besi putih yang kokoh dan mengkilat. Zakh langsung mendorong pintu itu dengan kekuatan penuh karena lumayan berat.pintu terbuka,terlihat sebuah lorong panjang dengan satu lampu saja membuatnya terlihat remang remang.
"ayo masuk!." ajak Zakh
Shasya hanya nurut saja,dia masih memegang lengan kakaknya.tangan Shasya meraba dinding lorong yang terbuat dari besi dan terdapat pintu kaca.lorong itu banyak ruangan yang isinya belum Shasya ketahui.disana tercium bau anyir darah membuat Shasya sedikit mual.
mereka berjalan sampai di ujung lorong.disana ada banyak pengawal dengan jaket hitam.para pengawal berdiri di depan pintu sambil melempar daging segar dari lubang pintu kaca itu.salah satu pengawal menengok kebelakang melihat Zakh dan Shasya,lalu dia menghampiri Zakh dan Shasya
"Tuan Zakh,kenapa anda kemari dan mengajak nona Shasya? Tuan Jhon tidak memperbolehkan ini." ucap pengawal itu dengan nada takut.
"tidak apa apa.adikku ingin melihat kucing besar milik Ayah." ucap Zakh santai.
"baik Tuan.tapi hanya melihat sebentar saja." ucap pengawal
lalu pengawal itu menekan tombol di pintu kaca itu,membuat kaca yang tadinya buram sekarang terlihat bening.disana terdapat seekor harimau oranye dengan badan besar dan gemuk sedang memakan daging segar. Shasya hanya bengong dan tertegun.
AAAAAAAAAA.teriak Shasya karna
harimau itu menatap Shasya dengan taringnya yang tajam dan mengaum.
BRAKKK. Shasya pingsan.
semua orang Panik.bukan ini yang diinginkan mereka semua. Zakh menjadi panik dan keringat dingin mulai membasahi dahinya.dia kira adiknya hanya akan menjerit saja,tapi diluar dugaannya.
"Sya,bangun,bangun!" ucap Zakh sambil menepuk pipi adiknya.
Shasya masih memejamkan matanya, Zakh langsung membawa Shasya keluar dari ruang bawah Tanah menuju kamar adiknya itu.dia khawatir jika adiknya trauma. Zakh berjalan dengan cepat di koridor mansion sambil membawa adiknya.
saat sudah memasuki taman mansion,semua pelayan dan pengawal terkejut melihat Shasya yang memejamkan mata.ada apa ini? batin mereka
Zakh sudah memasuki ruang tamu. Sinta yang sedang duduk menonton tv di ruang tamu,terkejut ia pun langsung mematikan tv-nya dan menghampiri Zakh yang membawa Shasya.
"Zakh,Shasya kenapa?." tanya Sinta cemas dengan mata sedikit melotot
"dia pingsan, Ibu." ucap Zakh. Zakh langsung membaringkan adiknya di sofa ruang tamu.karna menuju lantai atas akan membuatnya semakin ngos-ngosan.
Sinta melihat itu langsung menghubungi dokter Mike.
"adikmu kenapa hah?apa kau menjahilinya lagi?." tanya Sinta sambil mencubit perut Zakh.
Zakh hanya diam menunduk,Sinta tau jawabannya pasti ia.
Sinta langsung mengambil minyak aromaterapi di kotak P3K.lalu duduk di pinggir sofa anaknya yang sedang berbaring. Sinta mencoba menyodorkan minyak itu di depan hidung putrinya.tapi tak kunjung bangun bahkan menggeliat pun tidak. Sinta semakin khawatir, Zakh mengacak rambutnya frustasi.ini sungguh diluar dugaannya.
dokter Mike pun sampai dan langsung berlari menghampiri Sinta dan Zakh. Mike melihat Shasya yang sedang berbaring di sofa,lalu dia mendekati Shasya
Sinta langsung menepi membiarkan dokter Mike memperiksa putrinya. Sinta dan Zakh melihat dokter Mike hanya mangut mangut.
"kenapa dengan Shasya?." tanya Sinta khawatir.
dokter Mike menarik nafas dalam-dalam.
"dia hanya pingsan,tapi pingsannya akan sedikit lebih lama." ucap dokter Mike serius
"maksudnya?." tanya Sinta dan Zakh kompak
"nanti malam dia baru bisa bangun." ucap lirih dokter
"APPAH!!." teriak Zakh
"dari hasil pengamatan ku,Shasya mengalami shock." ucap dokter
Sinta langsung menoleh pada anaknya yang menunduk.
"sebenarnya...aku membawa dia melihat kucing milik Ayah." ucap Zakh ragu
"apa!kenapa kau usil sekali Zakh.bercandamu sangat kelewatan." ucap Sinta terkejut, Zakh semakin merasa bersalah
"Zakh,apa kau kira itu sirkus?kau kira melihat pemandangan itu membuat adikmu bertepuk tangan dan tertawa hiha hihi?." ucap dokter Mike heran sambil menggelengkan kepalanya.
"maaf Ibu." ucap Zakh lembut masih berdiri didepan Ibunya. Sinta duduk di sofa satunya lagi, ia hanya menarik nafas dalam-dalam dengan kelakuan Putranya.
dokter Mike berdiri lalu menghampiri Sinta dan Zakh . Sinta berdiri dari duduknya.
"yasudah,aku pulang dulu.tetap tenang dan jangan menanyakan apa apa dulu pada Shasya.biarkan dia yang berbicara dulu." ucap dokter
Sinta dan Zakh mengangguk paham.
"terimakasih dokter." ucap Sinta .dokter hanya mengangguk lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.
Sinta menghampiri Putrinya lalu duduk di pinggir Shasya yang masih berbaring seperti putri tidur. Sinta mengelus rambut putrinya. Zakh tidak berani bicara,dia juga khawatir melihat adiknya.akhirnya mereka berdua sama sama menjaga Shasya. suasana menjadi hening.mereka tenggelam dalam pikiran masing masing.
bersambung ~
cinta besar pada anak, orang tua, dan kesetiaan baik pada pasangan, persahabatan, semuanya bagus sekali 👍👍👍👍
lanjut 💪
lanjut lagii Thor.. seru lohh... Shasya dikelilingi laki2 dewasa yg super keren semua nya 👍👍😂😂😇
semangat lanjut 💪🤗
yg sebenarnya dia tambah keren.. tapi malah dikiranya dia aneh sampai diliatin gtu sama temen2 nya 😁😁