NovelToon NovelToon
ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: MrRabbit_

Royalty atau lebih dikenal Roni adalah remaja laki-laki yang tinggal di pinggiran Kota Eldoria. Ia mengalami perubahan drastis ketika mendapatkan kemampuan sihir elemen air saat terbangun dari tidurnya. Kekuatannya yang tak terkendali, menciptakan kekacauan di pasar dan membuatnya diburu oleh empat prajurit atas perintah Raja Aric Shadowcaster, penguasa Kerajaan Eldoria.

Dibantu oleh kedua sahabatnya, Roni berusaha menyelamatkan diri. Saat keadaan terdesak, ia bersembunyi di sungai, tak disadari bahwa arus sungai membawanya jauh dari Eldoria, hingga ke Kota Andora. Di sana, ia bertemu pria tampan yang mengungkapkan tentang rahasia sosok roh yang bersemayam di dalam tubuh Roni dan itulah mengapa Roni mempunyai kekuatan elemen air.

Siapa pria muda itu? Apa identitas roh yang bersemayam di tubuh Roni? Temukan jawabannya dalam kisah seru ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MrRabbit_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB ENAM : RAJA ARIC SHADOWCASTER

Sementara itu Evelyn dan Elan, ternyata sejak tadi sudah mengamankan diri sebelum kekuatan Roni meledak. Mereka sedang bersembunyi di balik pohon rindang yang jauh dari tempat kejadian.

"Roni pingsan," ucap Evelyn sedikit mengintip dari balik pohon. Sementara Elan mengintip di sebelahnya.

"Apa sekarang kita harus menyelamatkan Roni?" Elan bukan bertanya, ia meminta pendapat kepada Evelyn.

"Jangan dulu, biarkan sebentar. Jika keadaan sudah aman, kita secepatnya menyelamatkan Roni," jawab Evelyn sambil mengamati keadaan yang menurutnya belum sepenuhnya aman.

Ada beberapa orang yang masih berlarian ke tempat yang jauh. Mereka ketakutan saat menyaksikan gelombang air menghantam sebagian orang yang berada di dekat Roni. Tak ada yang berani mendekati tempat kejadian, meski sekarang gelombang air yang berasal dari kekuatan Roni sudah lenyap dan tidak membekas di tanah.

Elan dan Evelyn tetap mengamati keadaan sekitar dari balik pohon, sampai mereka melihat empat orang berkuda yang melewati area pasar dan berhenti tak jauh dari tempat Roni pingsan. Orang-orang itu memakai jubah hitam dengan sebuah pedang di belakang punggung mereka. Penampilan mereka seperti prajurit dari Kerajaan Eldoria.

Kemungkinan seseorang telah melaporkan kejadian tadi kepada anggota kerajaan, sehingga sampailah ke telinga Raja Aric Shadowcaster, kemudian Raja Aric memerintahkan empat prajurit untuk memastikan keadaan di area pasar.

"Mereka prajurit dari kerajaan, bagaimana kalau mereka membawa Roni ke sana?" ucap Elan yang mulai khawatir. Ia takut prajurit itu akan membawa Roni ke Kerajaan Eldoria. Dan tidak tahu bagaimana nasib Roni nantinya.

"Tenangkan dirimu. Kita jangan gegabah, bisa saja mereka hanya melewati tempat itu." Evelyn terlihat santai, tetapi hatinya menyimpan kekhawatiran yang mendalam terhadap Roni.

Sementara itu di tempat kejadian. Empat pria berjubah hitam itu sedang memastikan, orang-orang yang tergeletak di tanah karena hantaman gelombang air tadi, hanya pingsan dan nyawa mereka tidak sampai melayang. Lalu salah satu dari pria berjubah hitam itu mendekati Roni yang tampak berbeda dari yang lain. Penglihatan prajurit itu seperti melihat Roni memakai jubah biru muda, rambutnya berwarna biru, berkulit putih, dan wajah yang tampan. Padahal ciri-ciri Roni bukan seperti itu, Roni hanya anak remaja biasa yang berkulit sawo matang dan cenderung kurang tampan.

"Hei lihat!" Prajurit itu berbicara. Tiga prajurit lain segera mendekatinya.

"Dia anak keluarga Raja Aric Shadowcaster!" ucap salah satu prajurit yang melihat Roni dan begitu tercengang. Sebab wajah Roni yang tampan, ia mengira Roni adalah keluarga kerajaan.

"Kita harus membawanya pulang, mungkin saja ia keluar dari wilayah istana tanpa sepengetahuan prajurit yang menjaga di gerbang istana," usul prajurit yang satunya lagi.

Tiba-tiba salah satu prajurit berbicara, "Tunggu! Keluarga Raja Aric tidak mempunyai anak seperti ini. Rambutnya berwarna biru, kemungkinan ia dari Kerajaan Andora dan berkelana ke tempat ini."

Prajurit itu mengetahui keluarga Kerajaan Andora yang rata-rata memiliki rambut berwarna biru dan berkulit putih. Sehingga ia mengira bahwa Roni adalah bagian dari keluarga Kerajaan Andora. Padahal Roni adalah anak dari rakyat Kota Eldoria.

Ketiga prajurit tampak saling pandang. Mereka seolah sedang bertukar pikiran lewat tatapan mata. Sampai akhirnya mereka menyetujui usul temannya.

"Mungkin saja. Kalau begitu, kita biarkan saja ia di sini. Kita jangan berurusan dengan keluarga Andora," ucap salah satu prajurit dan disetujui oleh tiga prajurit yang lain.

"Ayo kita pulang dan laporkan hal ini kepada Raja Aric Shadowcaster!" Salah seorang prajurit memimpin ketiga prajurit yang lain untuk pulang ke Istana Eldoria.

Keempat prajurit bersamaan menarik tali kekang kuda, seketika kuda yang mereka tunggangi berlari kencang menjauh dari area pasar. Derap langkah kaki keempat kuda itu terdengar kencang dan menggetarkan tanah.

Evelyn dan Elan masih bersembunyi di balik pohon, keduanya tampak begitu lega setelah kepergian empat prajurit tadi yang ternyata tidak membawa Roni.

"Selamat ... mereka tidak membawa Roni," ucap Elan seraya mengelus-elus dadanya.

"Yeah, aku sempat takut saat empat prajurit tadi mendekati Roni," ungkap Evelyn. "Ayo kita selamatkan Roni sebelum yang lain sadarkan diri." Evelyn kemudian keluar dari balik pohon.

Elan ikut keluar lalu berjalan mendekati Evelyn. Mereka kemudian berlari menuju ke tempat Roni yang belum sadarkan diri. Keadaan sekitar sangat sepi dan orang-orang yang pingsan belum sadarkan diri, Evelyn dan Elan menyempatkan waktu ini untuk segera membawa Roni ke tempat yang aman. Keduanya saling membantu mengangkat tubuh Roni.

"Kamu angkat kaki Roni saja. Aku yang mengangkat tubuhnya," ucap Elan kepada Evelyn.

"Tentu," jawab Evelyn sambil memegang kedua kaki Roni lalu mengangkatnya.

Elan dan Evelyn saling bahu membahu mengangkat tubuh Roni dengan susah payah, lalu membawa Roni menjauh dari tempat tersebut. Mereka menemukan tempat yang aman, tepatnya di tepi sungai yang terletak tidak jauh dari area pasar. Evelyn dan Elan menurunkan Roni di bawah pohon rindang, di depan mereka terdapat sungai yang jernih dan mengalir cukup deras.

"Kita akan menunggunya sampai sadar." Napas Elan tersengal-sengal, sebab butuh tenaga ekstra untuk mengangkat tubuh Roni yang berat.

"Terlalu lama, aku akan membangunkannya secara paksa," ucap Evelyn. Kemudian ia berjongkok, mengambil sedikit air sungai dengan menangkup kedua tangannya. Secepatnya Evelyn menyiramkan sedikit air itu ke wajah Roni.

Sontak Roni terkejut bukan main. Ia terperanjat bangun dan napasnya tidak beraturan. "Apa yang terjadi? Apa yang terjadi!?" Roni melihat ke kanan lalu ke kiri, seperti orang panik karena bangun secara paksa.

Elan pun tertawa melihat tingkah Roni yang amat lucu. "Hahaha, kau tidak apa-apa. Evelyn yang menyiramkan air ke wajahmu."

Roni pun mengusap-usap wajahnya. Ia merasakan tangannya seperti menyerap air yang menempel di wajahnya. Lalu mengamati kedua telapak tangannya dengan ekspresi bingung.

"Wow, aku melihat sendiri, tanganmu menyerap air di wajahmu!" teriak Elan mengetahui keajaiban tersebut. Ia masih saja terkejut saat melihat kemampuan yang dimiliki Roni.

"Jangan terlalu keras, suaramu dapat didengar orang lain," peringat Evelyn kepada Elan.

"Maaf, aku hanya terkejut tadi."

"Kalian kenapa membawaku ke sini?" Roni bertanya ketika sadar ia tidak di pasar, melainkan di tepi sungai.

"Apa kamu tak ingat kejadian yang kamu alami saat di pasar tadi?" Elan malah bertanya, bukannya memberikan jawaban.

Roni bingung dan tak mengerti apa maksud pertanyaan dari Elan. Ia tak mengingat apa pun. Seingatnya ia berjualan di pasar lalu tiba-tiba terbangun di tepi sungai bersama dengan Evelyn dan Elan.

"Tidak, bukankah seharusnya kita berjualan di pasar?"

"Bagaimana menjelaskannya Ya Tuhan." Evelyn tampak frustasi karena pertanyaan Roni.

"Hei, bagaimana kamu bisa tidak mengingatnya?" Elan juga sama bingungnya dengan Evelyn.

Roni seperti orang linglung dan bingung. Kemungkinan karena efek kekuatannya yang dahsyat. Terlebih ia tak bisa mengendalikan kekuatannya, sehingga ia tidak mengingat kejadian yang dialaminya beberapa waktu yang lalu. Bukan hilang ingatan yang tidak mengingat apa pun, bahkan tidak mengingat dirinya sendiri. Roni seutuhnya masih ingat dengan dirinya yang mempunyai kemampuan sihir.

Evelyn akhirnya menyuruh Roni untuk melupakan kejadian tadi, anggap saja angin lalu. "Sudah, jangan diingat-ingat, lupakan saja. Tapi kamu harus bisa menguasai kekuatanmu yang tak terkendali. Sudah banyak orang yang melihat kemampuan sihirmu, aku takut banyak yang menjauhimu dan tidak ingin membeli jualan kamu."

"Tenang saja Roni, kita berdua akan menjagamu. Benar, kan, Evelyn?" Elan menenangkan Roni yang tampak gelisah.

"Benar Elan." Evelyn mengangguk. "Kita bertiga sudah seperti saudara." Lanjutnya.

Roni menatap kedua sahabatnya secara bergantian. Raut wajah Roni menunjukkan kekhawatiran terhadap dirinya sendiri. Bagaimana ia dapat melatih kemampuan sihirnya? Sedangkan Ia tak memiliki guru yang dapat membantunya berlatih mengendalikan kekuatannya. Apakah Roni harus berlatih secara otodidak? Kemampuannya saja didapat tanpa ia minta dan tiba-tiba saja ia memiliki kekuatan sihir. Lalu kenapa tak mencoba melatih kemampuannya sendiri? Iya, Roni bertekad akan berlatih mandiri dengan meminta bantuan Elan dan Evelyn.

"Kalian berdua bisa membantuku? Aku akan melatih kemampuanku sendiri. Aku tidak ingin kekuatanku mencelakai orang lain," ucap Roni.

"Ide bagus. Besok kita libur berjualan di pasar. Kita akan membantumu berlatih." Evelyn sangat menyetujui usul Roni.

"Aku setuju kalau kamu ingin berlatih." Tambah Elan.

****

Seorang pria tampan dengan pakaiannya yang mewah. Rambut coklat terang, alis lebat dan menukik, mata cokelat yang menyorot tajam, hidungnya mancung, serta bibirnya yang cukup tipis dan merah alami. Sangat mendeskripsikan bahwa pria itu begitu tampan dan penuh wibawa. Dengan pakaian mewah berkilauan emas, serta mahkota berlian yang menghias di atas kepalanya, menunjukkan jika ia memiliki kekuasaan untuk memegang tahta Kerajaan Eldoria. Ia adalah Raja Aric Shadowcaster.

Raja Aric tampak mengamati empat orang prajurit yang sedang berlutut di hadapannya, di bawah kursi singgasananya. Tampaknya keempat prajurit itu ingin menyampaikan informasi mengenai kejadian di pasar, sesuai yang mereka lihat.

"Mohon ampun Yang Mulia. Hamba ingin menyampaikan informasi kepada Yang Mulia."

"Katakan!" perintah Raja Aric dengan tegas.

"Sesuai yang kami lihat, kejadian di pasar mengakibatkan banyak rakyat yang pingsan. Kami juga menemui anak dari keluarga Kerajaan Andora, anak itu juga pingsan Yang Mulia," ucap pemimpin tiga prajurit yang lain.

Mendengar ucapan pimpinan prajurit itu, tentunya rahang Raja Aric mengeras dan giginya gemeretak. Ia sangat tidak menyukai orang asing masuk ke wilayahnya dan membuat kekacauan. Apalagi orang yang dimaksud prajuritnya adalah keluarga Kerajaan Andora. Kerajaan Eldoria dan Kerajaan Andora tidak pernah berdamai sejak kepemimpinan raja pertama Eldoria. Meskipun sekarang kedua kerajaan tidak pernah melakukan peperangan.

"Bagaimana dia bisa datang ke wilayahku! Apa tujuannya datang ke sini!?" tanya Raja Aric yang sepertinya menahan amarah.

"Mohon ampun Yang Mulia, kami tidak tahu tujuan anak itu datang ke wilayah Eldoria. Yang jelas kami sudah melihat anak itu pingsan dan kami tidak berani mengusiknya Yang Mulia. Kemampuan kami tak sebanding dengan keluarga Andora." Pemimpin prajurit itu berbicara dengan nada bergetar karena aura kekejaman Raja Aric yang semakin menguar.

"Katakan, bagaimana ciri-ciri anak itu!" perintahnya.

Salah satu prajurit menjawab saat mengetahui pemimpinnya sudah tak bisa berkata-kata. "Anak itu berambut biru Yang Mulia dan kulitnya putih. Kami yakin anak itu bagian dari keluarga Andora."

Raja Aric terdiam sejenak mendengar penuturan prajurit tersebut. Sesuai ciri-ciri yang disebut oleh prajurit itu, Raja Aric mengingat dan sepertinya pernah menemui anak itu kala masih bayi, tapi karena sudah berlalu sangat lama, sehingga Raja Aric sepenuhnya tidak mengingat bagaimana rupa wajah anak tersebut. Samar-samar ingatan itu tergambar di otaknya.

Tiba-tiba Raja Aric menggemeretakkan gigi-giginya, tangan kanannya mengepal kuat lalu menggebrak tangan kursi singgasananya dengan sangat kencang hingga keempat prajurit di hadapannya begitu terkejut. Seketika keempat prajuritnya meminta ampun berkali-kali dan menunduk semakin dalam.

"Ampuni kami Yang Mulia. Ampuni kami. Ampuni kami."

"Bodoh! Kenapa kalian tidak membawanya!? Cepat, temukan anak itu dan bawa di hadapanku, sebelum aku memenggal kepala kalian!!"

****

1
Rhumpaka
Suss
Rhumpaka
apasih Lo gaje
Rhumpaka
gila gilaaa keren banger visualnya thorr /Good//Good/
Cimut (Kelinci Imut): thank you
total 1 replies
Arya00
joss, lanjutkan
Singgih Sunaryo
cantik bngt tapi tolong kerutannya dan garis tegasnya dihilangkan .... agar tidak terlihat tua dsri penampilan
Cimut (Kelinci Imut): Maklum, aku bikin visual tokohnya dibantu sama teknologi AI, maaf ya kalau kurang sesuai ekspektasi/Smile//Grin/
total 1 replies
Singgih Sunaryo
cb author buat keluarga kerajaan lbh elegan lagi wajahnya.... kaluarga keraajaan itu walaupun tua biasanya masih mendominasi dan biasanya agak awet muda
Singgih Sunaryo
40xtahun tp kanapa kelihatan ky udh 60-70yah sih .... ga cocok menurut saya .... hrsnya keluarga kerajaan itu lebih elegan dan lbh terlihat lebih muda ..... maaf yh author
Cimut (Kelinci Imut): Maklum visual tokohnya buatan AI🗿
total 1 replies
Singgih Sunaryo
mantab biru2
S Property
sombong betina dakjal
S Property
hmmmm
arfan
terus semangat bos
Cimut (Kelinci Imut): thank you
total 1 replies
Kroos ♥️ Modric
kek menghindar,.perlu ketelitian dan perhitungan yang baik kalau mau menguasai gerakan ini
Kroos ♥️ Modric
wew aja
Kroos ♥️ Modric
blok itu wajib punya kekuatan lengan yang memadai, karena sumber pertahanan bertumpu pada kedua lengan
Kroos ♥️ Modric
kan, ini tu lebih ke teknik gerakan dasar boxing
Kroos ♥️ Modric
jangankan pertahanan, teknik serangan aja belum semuanya dipelajari
Kroos ♥️ Modric
12 ronde, 1 rondenya 2 menit, wew
Kroos ♥️ Modric
uppercut kalau di pakai dengan benar bisa jadi serangan yang sangat berbahaya
Kroos ♥️ Modric
Uppercut, hook dan sejenisnya itu gerakan dasar boxing gak sih, jadi si Royalty tu belajar boxing
Kroos ♥️ Modric
yakin dari pinggang?, bukannya itu lebih memakai kekuatan bahu dibandingkan pinggang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!