Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.
Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?
Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duet maut
Marvel tampak bersama teman-temannya berdiri di depan panggung. Marvel tampak cuek dan seolah-olah dirinya tidak memperhatikan Meisie. Hingga akhirnya sebuah bait lagu yang cukup membuat telinga siapa saja kaget.
"Zainaaaaalllll hoooo maafkanlah!"
Suara lengkingan tinggi milik Mei, spontan membuat semuanya terhenyak. Tak terkecuali Marvel.
"Waah gila suara tuh cewek, melengking euy! Tapi merdu juga. keren-keren!" pujian Edo kepada Mei. Pemuda itu tampak bersiul dan memberikan dukungan kepada Mei untuk melanjutkan lagunya.
"Keren dari mana, begitu saja dibilang keren, biasa aja kali," sahut Marvel yang masih terlihat masa bodo dengan apa yang Mei nyanyikan. Benar saja, semuanya ikut terhibur dengan lagu yang dibawakan oleh Mei. Hampir semua teman-temannya ikut bergoyang bersama, mereka pun menikmati lagu yang dibawakan oleh Mei.
Tentu saja Marvel ketar-ketir, bagaimana jika dirinya kalah taruhan dari gadis itu. Ia pun menghentikan pemain band untuk tidak menyanyikan lagu itu, selain ia sangat tidak menyukai lagu bergenre dangdut, Marvel pun punya kenangan pahit dengan wanita yang menyanyikan lagu dangdut, seolah dirinya mengingat bagaimana sang ayah kecantol biduan dangdut pengamen gerobak.
"Stop stop! Lagu apa-apaan ini? Heh, kamu pikir ini panggung dangdut, aku tidak suka kamu membawakan lagu dangdut lagi, ganti yang lain!" titah Marvel yang tiba-tiba membuat Mei mengepalkan tangannya.
"Astaga nih orang bawelnya minta ampun. Noh lihat noh! Semuanya pada asyik goyang, cuma Kakak aja nih yang diem kayak batu. Ck! Nih orang sebenarnya kena gejala apa sih? Marah-marah melulu dari tadi!" gerutu Mei.
"Kamu nurut nggak? Apa mau hukumannya aku tambah?" seru Marvel masa bodo.
"Iya iya, aku ganti lagunya. Bawel, cerewet, somplak! Ih amit-amit kenal sama tuh cowok. Kok ada gitu orang macam dia, nyebelin banget sumpah."
Lagi-lagi, Mei mendengus kesal. Ia pun menghampiri keyboardis dan membisikkan sebuah lagu. Sang keyboardis menganggukkan kepalanya. Setelah itu musik mulai berbunyi.
Kali ini sesuai permintaan Marvel, Mei menyanyikan lagu melow milik salah satu diva Indonesia Krisdayanti yang berjudul Makin aku cinta.
Sebuah lagu romantis, seharusnya lagu itu dinyanyikan secara berduet. Hingga akhirnya di tengah-tengah lagu tiba-tiba saja Marvel disuruh bernyanyi bersama Mei sebagai teman duetnya. Karena sang penyanyi cowok dari band tersebut tiba-tiba terbatuk-batuk.
Marvel mendapatkan kode dari temannya untuk menggantikan dirinya berduet dengan Mei. Mengingat lagu itu sudah membuat semua penghuni kampus terhenyak. Banyak dosen-dosen mereka ikut melihat keseruan kegiatan ospek itu di mana ada salah satu mahasiswa baru mereka yang memiliki suara emas.
"Ayo Marvel, udah naik aja, kita yakin kamu pasti bisa, kamu juga sering nyanyiin lagu ini, kan? Dah gas aja!" semua teman-temannya tampak memberikan dorongan kepada Marvel untuk naik ke atas panggung bersama Mei.
"Eh apa-apaan sih enggak-enggak, aku nggak mau!" tolak Marvel.
"Ayolah, Bro! Hibur kita semua. Kayaknya kamu dan mahasiswa baru itu cocok dijadikan teman duet. Sok atuh!" Edo pun terus memberikan semangat kepada Marvel.
Rupanya dukungan teman-teman Marvel mendapatkan persetujuan dari beberapa dosen yang melihat keseruan mereka. Dosen-dosen mereka terlihat memberikan semangat kepada Marvel untuk naik ke atas panggung.
"Ayo Marvel! Kita bangga melihat mahasiswa kampus ini saling mendukung, tidak ada jarak antara senior dan junior. Kalian semua keren! Ayo cepat naik!" titah Pak Toto salah satu dosen mereka.
Karena ia dipaksa terus menerus, Marvel pun tidak punya pilihan lain. Pemuda itu pun naik ke atas panggung mendampingi Mei untuk menyanyikan lagu tersebut.
"Ya elah, kenapa harus kakak sih yang jadi teman duet. Pasti suaranya nggak ada bagus-bagusnya tuh!" umpat Mei sambil tersenyum meledek.
"Diam kamu, kalau bukan karena mereka aku ogah nyanyi bareng cewek bawel kayak kamu!" balas Marvel yang tidak mau kalah.
Kemudian Marvel diberikan sebuah mikrofon oleh salah satu teman bandnya. Dan musik pun mulai dimainkan. Baik Marvel maupun Mei tampak saling berjauhan, seolah mereka berada di ufuk barat dan ufuk timur.
Setelah Intro selesai. Suara Marvel pun mulai ia tunjukkan. Untuk sejenak Mei terperangah, ternyata Marvel memiliki suara yang sangat merdu. Ia tidak menyangka jika pemuda itu memiliki warna khas suara yang berbeda.
"Omegot, dia bisa nyanyi juga, aku kira dia cuma bisa ngomel aja!" pikir Mei.
Aksi duet mereka mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semuanya tak terkecuali para dosen yang sedang melihat keseruan mereka. Sungguh pasangan duet maut yang mampu membius para penonton.
Sebuah bait lagu yang membuat semuanya bersorak-sorai adalah saat Marvel menyanyikan dengan penuh penghayatan.
Makin aku cinta, cermin sikapmu yang mampu meredam rasa keangkuhan ku. Mengerti, memahami cinta ...
Kata-kata itu Marvel nyanyikan penuh dengan penghayatan seolah gadis yang berada di depannya itu adalah gadis pujaan hatinya.
"Kenapa aku jadi mellow gini sih!" batin Mei saat mendengar dan melihat Marvel yang sedang bernyanyi di hadapannya. Spontan penonton bertepuk tangan meriah saat keduanya selesai menyanyikan lagu itu dengan sempurna.
'Prokk prokk prokk'
Suara gemuruh tepuk tangan semuanya yang sangat terhibur dengan aksi duet menyanyi mereka. Selama hampir 7 menitan mereka menghibur dan tak terasa jika keduanya pun ikut terhanyut dalam lagu romantis yang sedang mereka bawakan. Baik Marvel maupun Mei saling berpegangan tangan dan saling menggenggam.
Keduanya pun bahagia mendapatkan applaus dari teman-teman mahasiswa dan para dosen. Saking bahagianya Mei pun tidak sadar memeluk Marvel sambil tersenyum bahagia.
"Hooo ya ampun! Aku senang sekali melihat mereka bertepuk tangan untuk kita, bukan begitu Ka ...!"
Seketika Mei membuka mulutnya saat ia baru sadar jika dirinya sedang memeluk Marvel.
...BERSAMBUNG ...