NovelToon NovelToon
Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:142.6k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Sepuluh hari sebelum pernikahannya, dia mengetahui perselingkuhan calon suaminya dengan sahabatnya sendiri. Hatinya hancur berkeping-keping kala itu, tapi dia bersyukur karena mengetahui kebusukan dari pria yang sudah tiga tahun menjalin hubungan dengannya itu terbongkar sebelum pernikahan terjadi.

"Kalian manusia tidak tahu diri!" umpatnya Anindira.

Dihari yang sama,dia pun mendengar kabar duka jika, papanya ditangkap polisi karena tuduhan korupsi. Betapa hancur hatinya gadis berusia 21 tahun itu menderita kemalangan yang begitu bertubi-tubi datang menghampiri kehidupannya.

Satu bulan kemudian, Mamanya yang terkena serangan jantung tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit serta rumahnya dan segala harta bendanya harus disita oleh pengadilan.

Hanya kedua kakaknya lah yang menjadi harapan hidupnya. Tapi, dihari kematian ibunya dia bertemu dengan seorang pria yang menawarkan pernikahan kilat untuknya.

Apakah Anindira menerima tawaran pria yang baru dikenalnya dalam hitungan jam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

"Jangan bicara lagi, aku mohon aku akan penuhi semua permintaanmu dan aku setuju, selama bisa membebaskan papa, aku akan melakukannya,"

Alzam segera melirik sekilas ke arah pria yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya. Pria itupun mengerti dengan arti dari tatapan dan lirikan dari tuan mudanya itu.

Adli Melviano maju dan menyimpan sebuah map yang berisi beberapa kertas itu ke atas meja.

"Sebelum itu, tanda tangani perjanjian ini," pintanya Alzam.

Anindira segera meraih kertas itu dan kembali dibuat terperangah dengan tulisan yang tertulis tertera di atas kertas itu.

"Ini surat perjanjian cerai?" Cicitnya Anindira.

"Perjanjian cerai!?" Cicitnya Anindira.

"Surat pindah perjanjian ini bertujuan untuk memastikan sesuatu hal, jika ketika sejusnusy sudah selesai,bisa mengurangi keterlibatan yang tidak perlu terjadi,agar kamu bisa bebas seperti sedia kala,"

Anin menggenggam erat kertas itu dan perlahan membacanya, "Jika anak laki-laki yang lahir dalam waktu dua tahun, dia akan menjadi milik Tuan Muda dan jika perempuan aku boleh memilih untuk membawanya atau meninggalkannya," lirihnya Anin.

Anin dengan seksama membaca setiap tulisan itu dengan baik seksama.

"Saya akan menandatangani surat perjanjian ini, tapi tuan Muda juga harus berjanji untuk membebaskan secepatnya papaku dan membersihkan namanya secepat mungkin," pintanya Anin.

"Hal ini bukan aku yang akan memutuskan, tetapi pihak kepolisian yang memutuskan segalanya apa papamu bersalah sungguh korupsi atau tidak," tampik Alzam.

Anindira reflek berdiri dari duduknya itu," apa!? Tuan Muda sebenarnya ingin mempermainkan aku saja atau kah serius? Tadi Anda sendiri yang mengatakan akan mengeluarkan papaku dari tahanan?" Ucapnya Anin dengan ucapannya yang bernada emosi itu.

Alzam tersenyum tipis melihat reaksinya Anindira yang diluar dugaannya itu.

"Dengarkan aku baik-baik dulu sebelum kamu memotong pembicaraanku dan menanyakan hal-hal yang tidak penting, dengarkan aku sampai selesai, saya bisa menjamin keselamatan Pak Mahendra di dalam penjara, tetapi untuk membebaskan beliau saya harus menyelidiki semua beberapa bukti dengan perlahan, bagaimana apa kamu sudah paham dengan perjanjian kerjasama kita ini, Intinya kamu tidak rugi akupun tidak dirugikan,kita sama-sama saling menguntungkan," terangnya Alzam panjang lebar.

"Baiklah saya akan menandatangani kontrak perjanjian kita ini,tapi kapan kita akan menikah Tuan Muda Alzam Khair Mahawira?" Tanyanya Anin sambil membubuhkan tanda tangannya di atas materai.

"Persiapkan dirimu saja, hari ini kita akan menikah," jawabnya Alzam.

Anin terduduk di atas sofa buludru berwarna putih itu dengan tatapan matanya yang kosong mewakili perasaannya yang bercampur aduk menjadi kacau balau dalam waktu sekejap.

"Adli segera atur semuanya pak penghulu, penata rias pengantin dan juga pakaian pengantin yang akan kami pakai sore ini juga, cepat laksanakan sebelum magrib,saya ingin memperkenalkan istriku kepada keluarga besarku pada saat buka bersama!" Perintahnya Alzam.

"Siap laksanakan perintah dari Tuan Muda," balasnya Adli Melviano.

Hanya dalam waktu yang singkat, semua orang yang akan terlibat di dalam pernikahan keduanya sudah hadir termasuk penata rias pengantin profesional dan terbaik di ibu kota Jakarta.

"Percantik dia sampai sisi kampungannya tidak terlihat lagi!" Ucapnya Alzam seraya menunjuk ke arahnya Anin yang masih kebingungan dan tidak percaya serta tidak menduga akan menikah dengan pria kaya raya dan pengusaha muda tersukses tahun ini yang baru dikenalnya dalam hitungan jam itu.

"Baik Tuan Muda," jawab kelima orang itu dengan serentak dan bersamaan menundukkan kepalanya itu.

Anin segera diseret oleh beberapa perempuan jadi-jadian dan setengah dewa itu. Hanya dua diantara lima orang itu tersebut yang asli dan ori perempuan tulen.

"Ehh kalian tidak perlu menarik aku seperti ini juga kali,saya masih sanggup berjalan!" Cegahnya Anindira yang sangat jengkel dengan sikap laki-laki setengah Dewi itu.

Anindira segera dimake over secantik mungkin. Mulai dari perawatan tubuh luar dalam hingga ujung kaki dan ujung rambut dalam waktu yang sangat singkat itu. Anin baru hendak ingin protes, tapi segera dicegah oleh salah satu dari mereka yang memakai perhiasan emas yang cukup banyak.

"Diamlah Nona, Anda kami akan rubah dalam waktu dua jam menjadi Cinderella modern melalui tangan ajaib kami, Tuan Muda Alzam pasti akan tergila-gila, terpesona dan terpana serta takjub melihat hasil kreasi kami di atas tubuh Nona, jadi kami mohon patuhlah dan bekerja sama dengan kami," ujarnya orang yang disapa Nonny itu yang nama aslinya Johnny.

Anin pun pasrah saja dan mengikuti semua rangkaian serentetan proses yang dilakukan oleh tim make tersebut. Sedangkan di tempat lain, Adli dan Alzam sedang berbincang-bincang dengan serius.

"Apa kamu sudah mendapatkan bukti tidak keterlibatannya Pak Mahendra?" Tanyanya Alzam yang menatap ke arah luar jendela kamarnya itu yang langsung mengarah ke tugu Monas Jakarta.

"Saya sudah mendapatkan semuanya Tuan Muda, Pak Mahendra sama sekali tidak bersalah, tapi ada seseorang yang sengaja mengambing hitamkan dirinya agar terbebas dari jeratan hukum," jelas Adli.

Alzam melirik sepintas ke arah Adli," maksudnya?"

"Pelakunya adalah Pak Adam Ismail adik sepupunya sendiri yang menginginkan jabatan kepala dinas tersebut menjadi miliknya," jawab Adli.

Alzam tersenyum penuh maksud," sungguh kedudukan dan jabatan membuat seseorang gelap mata dan rela melakukan apapun demi kepentingan dan ambisinya semata, dunia memang penuh dengan drama kehidupan yang tidak ada habisnya,' ujarnya Alzam.

"Begitulah sebagian manusia yang sudah dibutakan oleh harta jabatan dan kedudukan sehingga membuat mereka tamak dan tidak punya perasaan bahkan kelurga sendiri pun akan menjadi korbannya,"

Adli berdiri di samping atasannya sekaligus sahabat semasa putih abu-abunya itu yang sudah seperti saudaranya sendiri.

"Apa Anindira Mahika sudah selesai berpakaian?" Tanyanya Alzam tanpa mengalihkan perhatiannya dari langit sore itu.

"Alhamdulillah,dia sudah siap Tuan Muda, penghulu dan mahar sudah siap serta Andra, Arion dan kedua adik kembar Tuan Muda juga sudah hadir Ayudia dengan Ayunda pun yang siap sebagai saksi pernikahan sudah hadir dan membuat kehebohan di bawah," imbuhnya Adli.

"Adli bawa kemari pakaianku,saya akan berganti pakaian jangan buat mereka menunggu terlalu lama, tapi semua sudah sesuai yang aku perintahkan kan?"

"Insya Allah… semuanya sudah seperti yang Tuan Muda perintahkan," ucap Adli.

Alzam tersenyum simpul sembari menepuk pundaknya Adli Melviano," tidak perlu berbicara formal seperti itu di depanku, lagian kita tidak lama lagi menjadi kakak adik ipar," tuturnya Alzam lalu berjalan ke arah dalam kamar ganti pakaiannya.

Adli terkejut mendengar perkataan dari Alzam," kenapa dia mengetahui apa yang terjadi dengan kami berdua, apa jangan-jangan Alzam sudah mengetahui sejak dulu hubunganku dengan Ayudia?" Bathin Adli yang berdiri mematung memikirkan perkataan tersebut.

1
Lili Handayani
ini ibu sambung alzam renata atau karina,kok kxlimatnya,acak2am thor
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: tidak pernah direvisi kak jadi maklum acak-acakan 😂🙊🙈
total 1 replies
Sophia Aya
alhamdulillah baby twins lahir dengan selamat
Sophia Aya
semoga Anin sama debay nya sehat selalu sampai lahir
Sophia Aya
Robek surat perjanjiannya biar gak jadi pisah
Sophia Aya
cerita nya cukup menarik thor 👍👍👍
Sophia Aya
abang alzam so cuit banget moga jadi berpisah sama anin
Sophia Aya
tidur nya mirip pesawat ya thor kemana2 😂
Sophia Aya
semoga gak jadi cerai ya anin
Sophia Aya
semangat thor
Sophia Aya
mampir thor
Windarti08
maaf Thor, pemakaian kata SAYA untuk panggilan antara orang tua dan anak, kakak beradik, dan juga pasangan kekasih menurut ku kurang tepat, kesannya terlalu formal.
kurang enak aja dibacanya, sayang padahal ceritanya bagus
Windarti08
mbak Yuni siapa?🤔
Windarti08
Abizar... gak cocok loe punya nama sebagus itu sama kelakuan bejad loe!😡
Yaya Manies
bagus
ayu nuraini maulina
turunan abng alzam kembar euy
ayu nuraini maulina
kbykan yg nm nya magaretha agama Nasrani deh apa mualaf
ayu nuraini maulina
amiin
ayu nuraini maulina
ini br kompak 1 keluarga g mandang hrs dr ank kandung n sambung yg pntng akur
ayu nuraini maulina
n dirimu jg sama
ayu nuraini maulina
q LBH ska cwe yg dingin ,tegas ,ketimbang percaya mulut manis cwo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!