NovelToon NovelToon
Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jejet Utami

Jangan plagiat.. Kalau plagiat aku doakan kehidupanmu selalu didatangi makhluk gaib seperti yang ada dalam cerita, kalau tidak kamu, maka anak keturunanmu..!!! Sebuah desa yang berada di pinggir Sungai. Desa ini tak masuk dalam peta dan merupakan desa yang sangat terpencil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamelan tepi sungai

Setiap hari Subhan melakukan rutinitas membuat rakit yang akan Subhan gunakan untuk menyeberangi sungai. Tepat di hari jumat, Subhan dan Sutikno tetap bersemangat membuat rakit yang sebentar lagi hampir jadi itu. Tak terasa waktu sudah semakin sore saja. Tampak nya Subhan dan Sutikno lupa jika waktu telah sore.

Hingga matahari mulai terbenam dan saat matahari mulai terbenam, barulah Subhan tersadar jika dirinya telah terlambat pulang ke rumah.

"Sutikno, sekarang sudah malam"

"Rakitku mungkin akan jadi besok"

"Duh, gimana nih?"

"Sepertinya nenek akan marah karena aku pulang terlambat" ucap Subhan sambil melihat langit

"Subhan, tenanglah"

"Nenek mu tak akan marah"

"Sekarang, ayo kita pulang" ujar Sutikno pada Subhan.

"Nah, kamu juga pulang terlambat"

"Apa kau tak takut ayah dan ibumu marah?" tanya Subhan penasaran

"Ah, kalau aku sih bebas"

"Ayah ibuku gak akan pernah marah kepadaku" ujar Sutikno pada subhan

"Wah, enak kau ya"

"Ayah ibumu tampak nya mengerti dengan mu"

"Kalau aku, kakek dan nenek ku sangat ketat menjagaku"

"Aku keluar sebentar saja, mereka selalu melarangku dengan alasan berbahaya kalau keluar rumah sendirian" ucap Subhan sambil meletakkan sisa kayu di tempat biasa

"Yok, kita pulang saja" ajak subhan

Sutikno pun mengangguk tanda setuju. Subhan dan Sutikno pun akhirnya pulang ke rumah mereka dengan wajah yang terlihat sangat lelah.

Tentunya, saat pulang, mereka berdua harus melewati pinggir sungai yang mengelilingi desa itu.

Kebetulan, sungai itu masih sangat deras dan hal itu membuat Sutikno sedikit ngeri.

"Subhan, apa aku menginap di ladang aja?"

"Aku takut lewat sungai itu" ungkap Sutikno pada Subhan

"Hah?"

"Gak perlu takut"

"Ayo "

"Ada aku disampingmu" ucap Subhan sambil menarik tangan Sutikno.

"Lagian, di ladang suasananya sangat dingin"

"Kau betah tidur di sana tak ada selimut?" tanya Subhan penasaran

"Yah, Subhan"

"Kau tak tahu jika ladang itu separuh jiwaku"

"Itu udah menjadi rumahku yang kedua dan orang tuaku sudah tahu kebiasaanku" ujar Sutikno sambil menatap ladang itu dengan tatapan sedih.

Mendengar pernyataan Sutikno, bulu kuduk Subhan merinding, seakan Sutikno berkata hal yang mustahil

Tak mungkin seseorang betah sendirian di ladang, sedangkan lewat sungai saja dia takut apalagi di ladang sendirian.

"Sutikno, kau ini aneh"

"Jika di ladang, kau tak takut, padahal di ladang tak ada satu orang pun di sana kalau malam hari"

"Tapi, sekarang kau dan aku hanya melewati pinggir sungai saja, tapi takutmu luar biasa"

"Emang, di sungai ada apa sih?" tanya Subhan penasaran

Sutikno menghela nafas panjang mendengar ucapan dari Subhan. Dia pun berkata

"Subhan, sungai itu yang menyebabkan saudaraku tak pernah kembali ke sini"

"Memang benar sih, ayah dan ibuku masih ada di rumah"

"Tapi, beberapa saudaraku yang pernah menyeberangi sungai itu, tak pernah kembali" ujar Sutikno

"Yasudah, untuk kali ini, kau ikut dengan ku saja"

"Percayalah kepadaku, aku pasti bisa menyelesaikan nya" ujar Subhan memberi semangat pada Sutikno

Sutikno mengiyakan saja ajakan Subhan dan tepat di malam itu, mereka berdua memberanikan diri melewati sungai di pinggir desa. Hingga suatu saat, muncul keanehan yang terjadi.

Awal perjalanan mereka di pinggir sungai, sungai yang biasanya tenang terlihat bergelombang seakan tak suka jika Sutikno dan Subhan lewat di pinggiran sungai itu.

Sayup-sayup terdengar suara gamelan yang entah dari mana datangnya. suara gamelan itu makin lama makin keras hingga membuat Subhan penasaran, karena selama tinggal di desa itu, Subhan tak pernah mendengar suara gamelan maupun suara musik lainnya. Dan suara itu adalah suara asing yang didengar Subhan.

1
Ayla Anindiyafarisa
masih penasaran siapakah mereka berdua, aneh aja apakah masih hidup apa udh mati ni mereka berdua
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir lah thor
Achmad Zubaidi
bikin penasaran aja...
Nia jeje: wkwkkwk nasib mu joo ayok baca lainnya
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
Kata2 yg membuat sesek nafas"TAMAT "😭😭😭
Mamake Nayla
Luar biasa
Mirabel
ohhh seperti itu
Lita Pujiastuti
jangan tragis ah....Ini gara² Subhan minta balik ke desanya sih ..
Lita Pujiastuti
siapa sbnry ust Sholeh, dan apa yg terjadi dg Subhan yg seakan hny ust Sholeh yg tahu. Mengaoa ust Sholeh terpental saat didekati Subhan
Lita Pujiastuti
ustad gitu Lohh..
Lita Pujiastuti
waduh...ada apa itu
Lita Pujiastuti
Rasa ingin tahu Subhan yg besar membust dia ceroboh dan menganaikan pesan ust Sholeh. mlh jd menyusahkan saja
Lita Pujiastuti
ingin tahu akhirnya bgmn
Lita Pujiastuti
ada apa lagi ini dg permintaan Sutikno
Lita Pujiastuti
ada rasa haru thd Sutikno
Lita Pujiastuti
Selama ini Subhan hanya tinggal snfirian di desa itu. untung sutikno sahabat yg baik walau beda alam. ikhkas memgantar Subhan kembali ke dunianya
Lita Pujiastuti
mendebarkan. .
Lita Pujiastuti
sepertinya Subhan cepet tanggao dg hal² di sekitarnya
Lita Pujiastuti
sutikno lebih bijak drpd nenek nya. Dia rela mengantar Subhan kembali ke dunianya, mlh neneknya yg keberatan
Lita Pujiastuti
tuh kan bener...desa goib. dan ortu subhan pasti tdk tahu jika anaknya selamat dr bencana 10 th yg lalu
Lita Pujiastuti
pasti itu kampung goib...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!