NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir

Mengubah Takdir

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:129k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Akibat kecelakaan yang dialaminya, Ryan Jamaluddin justru kembali ke masa lalu, di mana waktu itu dia sedang di rawat di rumah sakit dengan kesulitan ayahnya untuk biaya pengobatannya.

Mampukah Ryan Jamaluddin untuk mengubah kehidupan keluarganya di masa lalu, agar ayahnya tidak menderita dan diremehkan orang lain, termasuk sang Paman?

Lalu misteri pembunuh ibu dan ayahnya di masa lalu juga harus dipecahkan. Apakah Ryan Jamaluddin mampu melakukan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan Heroik Ketika Gadis Terjebak Kesulitan

Pagi hari, Ryan Jamaludin sudah mempersiapkan segala sesuatu, bersiap masuk ke perusahaan ST, karena hari ini adalah hari pertama ia bekerja.

Ryan Jamaluddin juga langsung memiliki tugas untuk memilih orang yang dirasa cocok, dan bisa mengembangkan game.

"Aku pasti bisa!"

Ryan menyemangati dirinya sendiri, sebelum meninggalkan kos-kosan menuju ke kantor perusahaan ST.

Baru saja Ryan masuk ke dalam aula, ia langsung menemukan sekretaris wanita yang bertubuh seksi, yang menabrak jatuh seorang gadis berkacamata tebal. Namun sekretaris tersebut tidak ada maksud untuk meminta maaf sama sekali.

Brukkk!

"Aduh..."

"Ehhh..."

"Ella..." Ryan Jamaluddin terbelalak melihat keadaan Ella, yang ditabrak sekertaris tersebut.

Saat sekretaris tersebut melihat keberadaan Ryan, lalu ia berpura-pura perhatian kepada gadis itu dengan bertanya basa-basi, "Kamu baik-baik saja bukan? Pinggangku lagi tidak enak, mohon maaf ya, Kamu bisa kan berdiri sendiri?"

Sebenarnya sekretaris tersebut sama sekali tidak ada maksud untuk membantu gadis yang ditabraknya, yaitu Ella, karena ia sangat jijik dengan penampilan kampung gadis itu.

Untuk gadis kampung seperti ini, jika membantunya mengangkat barang-barang yang berserak di lantai hanya akan mengotori tangannya. Sekretaris tersebut tidak tahu, jika gadis berkacamata tebal itu adalah programmer yang baru saja datang, sebagai pegawai baru di perusahaan ini.

Hari ini adalah hari pertama Ella kerja, sama seperti Ryan Jamaludin yang baru hari ini masuk kerja juga, karena mereka berdua memang bersamaan saat melakukan intervensi kemarin.

Ella diremehkan orang-orang, hanya karena penampilannya yang terlihat seperti orang kampung, dengan kacamata khusus yang tebal, persis seorang gadis cupu.

Tapi Ryan tentu saja tahu, jika Ella adalah seorang gadis hebat, yang bisa diandalkan kedepannya nanti sebagai seorang programmer yang ulung.

Akhirnya Ryan Jamaludin datang membantu Ella. "Apa Kamu baik-baik saja?" tanya Ryan, seraya memungut beberapa barang milik Ella, yang berserakan di lantai.

"Iy... ya. Saya baik-baik saja. Terima kasih," ucap Ella mengucapkan terima kasih kepada Ryan Jamaludin.

"Sama-sama. Oh ya, Aku Ryan. Kemarin kita bertemu saat interview kan?" Ryan akhirnya memperkenalkan dirinya kepada Ella, mengingatkan pada gadis berkacamata tebal tersebut.

"Eh, emhhh... iya, Kita samaan interviewnya. Aku Ella, sekali lagi terima kasih atas bantuannya."

Setelah memperkenalkan dirinya, sekaligus mengucapkan terima kasih, Ella pamit untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat kerjanya sendiri.

"Mari, Aku duluan ya!" pamit Ella, dengan menganggukkan kepalanya sopan.

"Hati-hati," pesan Ryan, setelah memberikan barangnya Ella, yang dia ikut bereskan tadi.

Sekali lagi Ella mengangguk mengiyakan, sambil mengolah senyum, sebelum akhirnya benar-benar pergi.

Setelah membantu gadis berkacamata tebal, Ella, Ryan kembali berjalan menuju ke tempat kerjanya. Tapi secara kebetulan, dia bertemu dengan sekertaris cantik dan seksi tadi, membuat Ryan menemukan ide yang bagus untuk membalas perlakuan sekertaris tersebut kepada Ella.

Di meniru tindakan sekretaris tersebut, dengan pura-pura tidak sengaja menabrak sekretaris cantik yang berpenampilan seksi, yang tentu saja sangat perfeksionis, sehingga dokumen-dokumen orang itu juga berpencar, jatuh bebas di lantai.

Ryan juga meniru segala ekspresi jijik dan permintaan maaf yang tidak tulus sekretaris itu pada Ella tadi. "Maaf, Saya tidak sengaja melakukan. Tangan Saya yang ini sedang sakit, jadi... Anda bisa kan bereskan berkas-berkas tersebut sendiri?"

Sekretaris itu belum berbicara apapun, hanya memperhatikan bagaimana Ryan dari atas ke bawah, kemudian dari bawah ke atas. Dalam hati sektretaris tersebut berkata, "Cakep juga ini cowok! Sepertinya dia adalah pegawai baru, jadi bisa lah nanti Aku manfaatkan."

Tapi tak lama kemudian, ketua petugas keamanan pun datang, dan lihat situasi yang dialami oleh sekertaris tersebut.

Ketua keamanan tersebut keluar ingin menjadi penyelamat untuk sekretaris cantik nan seksi itu, serta menegur Ryan Jamaluddin dengan tegas, menuduhnya ingin melecehkan seorang wanita di dalam kantor perusahaan ST ini.

"Apa yang Kamu lakukan? Apa Kamu mau melakukan pelecehan di kantor ini?" bentak ketua keamanan tersebut, dengan tatapan tajam.

"Tidak. Saya tidak melakukan apapun. Anda bisa bertanya pada dia!" elak Ryan membela diri, meminta pada ketua keamanan tersebut untuk bertanya pada sekertaris cantik tersebut, jika dia tidak melakukan apa-apa.

Liana, nama sekretaris tersebut masih diam saja, tidak memperhatikan perdebatan antara Ryan dengan ketua keamanan yang bernama Hendra. Dia seperti terhipnotis oleh aura yang berbeda dari seorang Ryan, pria muda yang baru dilihatnya hari ini.

"Nona Liana, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Hendra pada sekertaris Liana, sehingga Liana sadar dari lamunannya.

"Ehhh, emhhh... ya-ya. Saya baik-baik saja Pak Hendra," jawab Liana, dengan mengangguk-anggukkan kepalanya, gugup melihat tatapan mata Ryan yang tampak berbeda.

Liana seakan-akan terhipnotis oleh tatapan mata tersebut, membuatnya takluk dan tidak berani berbuat seenaknya seperti tadi, di saat ia sedang berhadapan dengan Ella.

"Baiklah kalau begitu, Saya permisi dulu. Ingat ya, namamu ini akan Aku catat!"

Akhirnya Hendra pamit, setelah memberikan peringatan, dia pergi lanjutkan tugasnya untuk berkeliling ke seluruh area perusahaan, karena dia memang bertugas menjadi ketua keamanan, yang memiliki wewenang penuh untuk menciptakan ketenangan di dalam suasana kerja di perusahaan ST ini.

Setelah kepergian Hendra, Ryan kembali menatap ke arah Liana, yang sedang membereskan berkas-berkas miliknya di lantai.

"Maaf ya Nona Liana, Saya harus segera pergi ke ruang nona Elly. Jadi, sekali lagi Saya minta maaf, karena tidak bisa membantu membereskan berkas-berkas tersebut."

Liana hanya mengangguk saja, meskipun dalam hati dia mengerutu kesal dengan sikap dan tingkah Ryan. Karyawan baru tersebut seakan-akan memiliki kuasa di tempat ini, apalagi dan membawa nama Nona Elly, putri keempat dari pemilik perusahaan besar ST.

"Cihhh! Awas saja nanti, jika ada kesempatan yang datang, Aku pastikan akan membalas semua perlakuan ini! Kamu akan tahu jika Aku dek bisa diremehkan." Liana bergumam seorang diri, dengan masih membereskan berkas-berkas yang harus dikerjakan.

Dalam pesan menuju ke ruangan nona Elly, Ryan tersenyum senang, karena hari ini dia sudah bisa membalas sekretaris sombong tersebut.

"Aku akan merekomendasikan Ella pada Nona Elly, untuk merekrutnya sebagai programmer gamer di anak cabang perusahaan yang dia pegang nanti. Jadi, dia tidak akan banyak yang mengganggu, karena pekerjaannya itu akan membuatnya dihormati dan di perhitungkan, bukan hanya akan di bully sebagai gadis cupu."

"Di sebuah kantor perusahaan sebesar ST ini, pasti banyak hal yang terjadi, apalagi hanya sekedar pembullyan untuk anak baru yang di rasa tidak memiliki talenta apa-apa."

"Hehhh... suatu hari nanti, Aku akan menjadi penguasa di perusahan yang menjadikan orang-orang baik sebagai budaknya saja!"

1
Aerik_chan
Semangat kak
Aerik_chan
gak bahaya ta???

jangan lupa mampir ya kak. biar tambah semangat iklan sbg sponsor
Ayano
Selamat. Anda bisa merubah takdir anda
TK: ok, thanks Thor 👍
total 1 replies
Ayano
Boleh tf gak dikit buat wiskas
E tapi 2014 ada taruhan bola ya. Aku lupa loh
TK: ini tema kerangka dari Edi, ada di contoh penulisan mengubah Takdir 😂😂😂
total 1 replies
Ayano
Aku ingin dia menjadi sejarah
TK: memoryan
total 1 replies
Ayano
Sekarang Alex hanya tinggal sejarah 😏
TK: gak juga 🤣🤫🤫
total 1 replies
Ayano
Aku gak inget itu siapa yang menang pas pildun 😅
TK: akulah 😂😂😂
total 1 replies
lina
bujuk. bliin apaan itu
Ayano
Halo kak
Diriku tandain buat baca chapter pertama
TK: ok, thanks Thor 👍
total 1 replies
DewaSistem05
hahahaha
TK: wkwkwk 😂
apaan ya 🤔
total 1 replies
DewaSistem05
huk?
TK: ehh emhhh 🤔
total 1 replies
neng ade
ternyata Heri pmasih hidup .. Ryan bersama keluarga kecilnya akan terancam..
neng ade
Reina tak ada kejahatan yg sempurna .. cepat atau lambat kau pun akan terciduk ..
neng ade
bukan kamu Mira yg menyebabkan Elly meninggal tapi ulah Reina yg tak rela Ryan dimiliki oleh adik nya sendiri .. kasihan Elly km korban keserakahan kakak mu
neng ade
semakin rumit .. kejadian ini tak pernah di duga oleh Ryan dan tak ada kejadian ini di masa lalu nya.. siapa yg membuat Mira mabuk ?
penasaran !!
Ucy (ig. ucynovel)
hem, masih ada saja yg melihat bdsk daerah
ratna atiqah
H
TK: H.... arus
total 1 replies
Nuraishah❤💚
mulai terkuak...jeng jeng jeng
S R
Selamat berkarya..semoga sukses ya🤗
Be___Mei
akhirnya jodoh mu adalah mira 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!