Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.
"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"
"Tapi..."
Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.
Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sherlin Lawrence
Sherlin menutup wajahnya dengan masker, dia berjalan seperti biasa saja menuju supermarket yang lumayan lengkap.
Sesampainya di sana, dia membeli mie instan, dan makanan instan lainnya. Lalu membeli kebutuhan untuk mandi, dan baju ganti.
"Maaf nona, ATM anda di blokir." Ujar kasir tersebut.
"Hah? Masa sih? Kemarin masih bisa,"
Kasir tersebut memberikan pada Sherlin.
"Cepat dong mbak, kami juga mau bayar. Kalau gak punya uang, makanya jangan sok beli." Cibir salah satu pembeli.
"Heh! Aku punya uang, bahkan aku bisa membeli supermarket ini," pekik Sherlin.
"Nona lebih baik anda keluar saja, jika membuat keributan aku akan memanggil security."
Dengan rasa kesal karena di soraki, Sherlin pun keluar dengan tangan kosong. Dia pun sedikit berjalan ke arah mesin Atm, lalu mencoba menarik uang. Tapi sayang kartu pribadinya pun di blokir.
"Mommy," gumam Sherlin.
Sherlin pun berjalan gontai, menuju rumah kontrakan kecil. Saat dia kabur, dia tak membawa apa pun. Dan dari kemarin, dia belum berganti baju.
"Kenapa?" tanya Rafa, saat melihat Sherlin duduk selonjoran.
"Mommy membekukan semua kartu ATM ku," ceritanya.
"Sebaiknya kita segera kembali Nona, uang saya pun tidak bisa di ambil."
Sherlin menatap Rafa, lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia mengingat saat, Mommy Mila akan menjodohkannya dengan anak kolega bisnis mereka.
***
"Kamu harus mau, menerima perjodohan ini Sherlin. Jika tidak, maka perusahaan kita akan hancur. Dan kita akan jadi gelandangan hidup di rumah yang kumuh," jelas Mommy Mila.
"Kenapa harus aku mom? Aku gak mau menikah muda," tolak Sherlin.
"Lalu siapa? Adik mu? Dia pasti akan menolah Sherlin," cetus Mommy Mila.
"Tapi mommy aku mencintai orang lain, kami berpacaran." Bohong Sherlin terus berusaha membujuk sang ibu, untuk tak melibatkannya dalam perjodohan.
"Siapa pacar mu? Jika dia kaya, maka mommy minta dia untuk melunasi semua hutang daddy mu."
"Mom, mana bisa begitu." Protes Sherlin.
"Harus bisa, mommy gak mau tahu. Nanti malam ikut mommy bertemu dengan mereka." Ujar Mommy Mila, lalu meninggalkan ruangan sang anak.
Tak lama Velia pun datang, Velia pun menatap heran sang kakak. Yang menatapnya dengan tajam, dan tadi dia pun berpapasan dengan Mommy-nya dengan wajah kesal.
"Ada apa?" tanya Velia heran.
"Tidak ada, ada apa? Cepat katakan," ketus Sherlin.
Sebagai wakil CEO, Sherlin harus di tuntut ini dan itu. Yang terkadang membuatnya lelah, tapi ada satu orang yang selalu mendukungnya. Dia yang telah mencuri hati Sherlin.
"Aku cuma mau minta tanda tangan saja."
Velia menyodorkan berkas yang harus di tanda tangani oleh sherlin, Sherlin membacanya dan menandatangi berkas tersebut.
"Ya sudah sana keluar," usir Sherlin dengan ketus, Velia yang sudah biasa dengan sikap Sherlin pun hanya acuh dan pergi dari ruangan itu.
Malam harinya, Sherlin dan Mommy Mila memenuhi undangan dari keluarga Johnson. Dan sepakat untuk melakukan pernikahan, dua minggu lagi.
Sherlin hanya diam saja, protes pun dia percuma sebab. Jika begitu mommy Mila akan menarik semua fasilitas dirinya, lalu menurunkan jabatannya di perusahaan menjadi staf biasa.
Dua minggu berlalu, hari pernikahan pun tiba. Sherlin terus memikirkan cara, agar keluar dari kamarnya.
"Pikir Sherlin... Pikir," gumamnya.
Pintu terbuka, setelah mendapat izin dari Sherlin.
"Nona?"
"Rafa, bawa aku pergi dari sini Raf. Aku gak mau menikah," mohon Sherlin.
"Tapi Nona, nanti nyonya Mila marah."
"Aku mohon Rafa, aku gak mau nikah sama Daniello Johnson. Dia itu seorang gay," cetus Sherlin.
Membuat Rafa terkejut, pasalnya Daniello bersikap biasa saja. Malah dia selalu di kejar-kejar banyak wanita.
"Aku juga tahu, kalau kamu suka aku kan?" tanya Sherlin.
"Ba-bagaimana anda tau nona?"
"Aku tahu semuanya, aku mencari tahu tentang Daniello. Dan aku juga tahu, kalau kamu selalu memperhatikan aku secara diam-diam." Jelas Sherlin.
Sherlin menggenggam tangan Rafa.
"Aku mohon Rafa, apa pun yang terjadi aku akan membela mu. Dari Mommy," papar Sherlin.
"Aku akan pikirkan dulu,"
"Gak ada waktu buat mikir Raf," geram Sherlin.
"Nanti setelah kita ke hotel, kamu bawa aku pergi." Putus Sherlin.
Rafa pun menurut akan keinginan Nonanya tersebut. Saat akan pergi ke hotel, Sherlin memang masuk ke dalam kamar. Namun dia menyelinap keluar saat di berikan kesempatan untuk istirahat.
Dan kabar terakhir yang dia tahu bahwa pada akhirnya Velia lah yang menggantikan dirinya.
"Maaf kan aku Ve," gumam Sherlin.
***
Lamunan Sherlin buyar, saat gedoran pintu sangat keras. Dia pun mantap Rafa.
"Sembunyi di kamar," titah Rafa, dan Sherlin pun mengangguk.
Saat Rafa membuka pintu, tatapan tajam dari Alfa menjadi yang pertama dia lihat.
"Bos," gumam Rafa.
"Dimana nona Sherlin?"
"Dia tidak disini." Elak Rafa.
"Jangan mempersulit ku Rafa, kamu tahu kan? Konsekuensinya apa?" cetus Alfa.
Sementara Sherlin sendiri, dia sedang bersembunyi di dalam kamar. Belum juga satu hari, tapi Alfa sudah berhasil menemukannya.
"Geledah," titah Alfa pada anak buahnya.
Dua anak buah Alfa, masuk ke dalam rumah. Sementara satu orang lagi memegangi Rafa, tentu saja Rafa kalah besar dari mereka.
"Lepas..."
Rafa berontak, ingin menyelamatkan Sherlin. Namun telat, mereka menemukan Sherlin. Dan menyeretnya.
"Lepaskan aku, lepas. Beraninya kau..." Pekik Sherlin.
Sherlin menatap tajam Alfa, yang berwajah datar. Sedangkan Alfa sendiri, dia menatap Sherlin dengan pandangan menelisik.
"Anda belum mandi nona?" ejek Alfa.
"Diam kamu, lepas saya." Marah Sherlin, Rafa dan Sherlin terus berontak.
Mereka di seret dengan paksa, masuk ke dalam mobil. Banyak warga yang melihat itu semua.
"Jika berani ada yang merekam, saya pastikan kalian masuk penjara." Ancam Alfa, semua warga pun takut dan langsung memasukan ponsel mereka ke sakunya.
Mobil pun meninggalkan Kota pinggiran di daerah Bandung, butuh waktu kurang lebih empat jam perjalanan mereka tempuh.
Sherlin pun merutuk dalam hati, kenapa orang-orang mommy-nya cepat menemukan mereka.
"Apa yang anda takut kan Nona? Semuanya sudah teratasi oleh adik anda," cibir Alfa dia sangat kesal, ketika melihat wajah sedih Velia. Namun hanya dia yang tahu.
Sherlin pun memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela, Alfa banyak tahu tentang Sherlin dan Velia. Karena Alfa sendiri sudah ada sejak mereka kecil, Alfa ikut bersama keluarganya yang bekerja di rumah keluarga Lawrence.
Ayah Alfa pun dulu adalah orang kepercayaan Crist, lalu di gantikan oleh Alfa setelah ayahnya meninggal karena kecelakaan bersama sang ibu.
Velia tumbuh besar oleh asuhan bu Laras, adik dari ibu Alfa. Sedangkan Sherlin, dia di dalam asuhan Mila dan Crist. Velia sering mengeluh Mommy dan Daddy-nya tak sayang dia.
Saat besar pun Alfa lah yang selalu menemani Velia, Velia sudah seperti adik bagi Alfa.
Saat sedih Velia akan mendatangi dirinya, dan mengadu semuanya.
"Minta maaflah pada adik mu," titah Alfa.
"Jangan mengatur ku, kamu hanya seorang pesuruh seharusnya memang dia yang menikah. Bukan aku," ketus Sherlin.
Alfa hanya bisa menghela nafas pelan, sikap dan sifat Sherlin adalah perpaduan dari Mila dan Crist.
Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏
Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali
dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan
keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan
aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang
ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya