Masih Dalam Revisi ,🙏🙏🙏
Jika ada yang membaca ulang mungkin berbeda cerita. Untuk memperbaiki alur cerita.
Safira harus terlibat masalah dengan Presiden direktur di Perusahaannya. Semakin Safira berusaha menghindar, Sang Presiden semakin menindasnya.
Masalah demi masalah harus Safira hadapi, demi masa depan yang harus ia lewati.
Keteguhan hati Safira, bisakah membuat sang Presdir melunak dan mempermudah hidupnya ??
Cek segera Di tiap episodenya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 6 Terhina
" Tidak Ryder, Aku nyakin kamu bohong padaku. Sudah lima tahun kita bersama, Aku sangat mengenal mu, Kamu hanya mencintai Aku Ry.... " kata Savia masih sesenggukan
" Hapus air mata mu Sa, berbahagialah dengan James. " kata Ryder dengan menarik tangan Safira dan di bawanya Safira ke sofa. Karena ruangan Ryder sangatlah luas, ada sofa bahkan ruangan kamar untuk istirahat pun ada di sana.
" Ry.... percayalah aku dan James tidak terjadi apa apa. Kami belum pernah melakukan hal di luar batas seperti yang kamu pikirkan. Kamu salah sangka Ry... " kata Savia mengikuti Ryder
" Belum pernah?? Berarti ada kemungkinan jika kalian akan melakukan nya bukan?? Menjijikan. " ucap Ryder dengan nada sinis.
" Tidak seperti itu Ry.... "
" Sudahlah Sa.... Aku tidak mau dan tidak sudi melanjutkan hubungan dengan wanita pembohong seperti mu. " putus Ryder
" Lalu bagaimana dengan wanita ini?? Baru berapa hari kita berpisah? dengan mudahnya kamu mendapatkan pengganti ku, pasti di belakangku kalian sudah mengkhianati ku !! " protes Savia
" Jika seperti itu pun, apa urusanmu ?? Sudahlah Sa, jangan membuang waktumu untuk berdamai denganku. " jawab Ryder tanpa melihat Savia, ia justru menarik Safira dalam pangkuan nya, dan dengan bodohnya Safira hanya diam saja menuruti setiap perlakuan Ryder.
" Kamu akan menyesal Ry, memilih wanita murahan seperti dia, dan membuang ku begitu saja. " jawab Savia tidak terima
" Dan kamu wanita murahan, kamu hanya akan di buang setelah Ryder bosan, karena Ryder tidak tulus mencintaimu, dia hanya melampiaskan kemarahan nya padamu untuk ku, Kamu akan tersiksa wanita rendahan!! " tambah Savia
Safira masih menunduk, ia terima saja apa ucapan Savia, karena menurutnya apa yang Savia ucapkan benar adanya, ia hanya wanita murahan, yang menggadaikan tubuhnya untuk uang.
" Tanpa kamu beritahukan pun, aku sudah tahu Nona. Tapi apalah daya, aku terpaksa melakukan ini untuk biaya rumah sakit Bapak ku. Aku tidak ada pilihan lain selain seperti ini. " batin Safira menjawab lontaran ucapan Savia
Savia jengkel sendiri, karena tidak ada satu pun, baik Ryder atau Safira yang menjawab. Savia pergi meninggalkan ruangan itu dengan marah, karena tanpa malu Ryder kembali mencium Safira dalam pangkuan nya. Tak lupa Savia membanting pintu dengan sangat keras.
Begitu Ryder mendengar pintu tertutup, ia pun berdiri begitu saja, membiarkan Safira yang jatuh terjungkal dari pangkuan nya.
" Auw..... " pekik Safira ketika pantat juga siku tangan nya ke sakitan jatuh dari pangkuan Ryder. Dalam hatinya ingin sekali marah, namun ia tahan karena ia harus mendapatkan uang untuk Bapaknya, tidak seberapa sakit juga rasa malunya, ia singkirkan untuk bisa mendapat uang dari Ryder.
Safira menatap Ryder yang sedang menatap kaca luar, ia dapat memastikan jika Ryder sedang melihat mantan tunangan di bawah sana.
" Cih, jika masih cinta ya udah balikan saja. Buat apa melukai perasaan masing masing saja. Tapi tunggu dulu... " batin Safira baru tersadar, jika Ryder sok jual mahal tidak mau dengan nya kini, pasti Ryder sudah melihat jika saat dirinya di bawah sana sedang melamun dan sangat berharap pada Ryder.
Safira mencoba berdiri di tengah ruangan tak berhenti menatap Ryder yang sedang bersedih.
" Pergilah !! " ucap Ryder dingin
" Tapi...... "
" Pergi aku bilang !! " bentak Ryder
" Tapi aku butuh uang. Bukankah jika aku menurut denganmu, kamu akan membayarku !! " jawab Safira tak kalah lantang.
" Cih.. dasar perempuan murahan, benar kata Savia jika kamu hanya berharap uang dariku. " jawab Ryder meremehkan
" Tak perduli apa katamu. Aku hanya menagih janjimu yang akan membayarku. Atau aku akan bicara jika kamu seorang pembohong, yang tak mau bayar. " jawab Safira
" Berapa ?? Seratus juta ? dua ratus juta ? Satu milyar ?? " jawab Ryder
" Aku hanya butuh lima belas juta untuk bayar operasi Bapak ku. " jawab Safira polos
" Ambilah !! bukankah kamu butuh uang untuk bayar kostmu. Mulai besok kamu akan bekerja di sini. Ken akan memberi tahu apa pekerjaan mu besok. Sebelum jam tujuh kamu sudah harus tiba di sini. " kata Ryder sembari melempar segepok uang pada Safira
Walau ada rasa sakit karena terhina, Safira tetap mengambil uang di lantai yang sudah tergepok, dan tertulis seratus juta.
" Aku hanya butuh lima belas juta. " kata Safira
" Ambilah dan pergi dari hadapanku. Atau aku berubah pikiran. " cetus Ryder dengan memijat pelipis kepalanya.
Karena takut Ryder mengambil uanganya kembali, Safora segera pergi begitu saja meninggalkan Ryder begitu saja. Dalam otaknya kini adalah segera mentransfer uang itu pada adiknya.
Begitu keluar dari gedung perusahaan, Safira segera mencari bank terdekat untuk segera mengirim uang. Hati Safira begitu tenang, begitu selesai memberitahukan pada adiknya jika ia sudah mengirim uang. Kini Safira berencana untuk kembali ke tempat kost dan membayar tagihannya.
Kini Safira membaringkan tubuhnya, ia merenungi setiap kejadian yang ia alami hari ini, Safira meraba bibirnya yang sudah di cium oleh Ryder tadi. Dan terngiang ngiang ucapan Savia yang mengatakan jika dirinya murahan.
Tanpa terasa air mata Safira menggenang kemudian banjir keluar, tanpa ada niatan sedikit pun untuk menghapusnya.
" Kenapa Tuhan, hidupku terlalu menyedihkan. Adakah di dunia ini yang melebihi rasa sedih, terhina juga memalukan dari diriku. "
" Huhuuuuuu " kini Safira menangis sesenggukan, ia meratapi nasibnya yang tragis, di khianati kekasih dan juga sahabat karibnya, kini ia bahkan menjual dirinya. Tak terbayang nasibnya kedepan, akankah lebih menderita atau lebih baik.
" Aku berjanji, akan mengembalikan uang itu setelah mendapat kan gaji. " batin Safira.
Safira hanya mengambil uang enam belas juta, sisanya ia masukan ke dalam rekening. Ia berjanji setelah berhasil mengumpulkan uang enam belas juta, ia berencana akan mengembalikan pada Ryder uang seratus juta itu, dan ia akan kembali ke kampung halaman nya saja. Ia sudah menyerah pada keadaan hidup di kota. Ia tidak mau orang tuanya kecewa dengan langkah yang ia saat ini.
Untuk kuliah, mungkin Safira akan meminta cuti sampai ia mampu berdiri tanpa uang haram itu. Bagi Safira uang itu adalah uang haram, jadi ia tidak mau untuk berobat Bapaknya menggunakan uang haram. Jadi ia sudah benar benar bertekad akan mengganti dengan tetes keringat yang halal. Walau belum tahu, pekerjaan apa yang akan ia laksanakan besok, dan berapa gaji yang ia terima nantinya.
Safira mencoba memejamkan matanya, tak perduli baju kotor yang masih melekat, tak perduli wajah kusutnya sekarang, ia hanya ingin segera tidur melupakan semua kejadian buruk hari ini, dan akan bersiap bekerja besok. Dalam angan Safira, besok ia akan bekerja sebagai cleaning servis, walau gajinya tak seberapa namun setidaknya ia mendapat uang yang halal, dan bisa untuk membayar utangnya nanti.
Bersambung.......
lanjut ah
luv you thor....💕💕💕