Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Gadis
Ke dua gadis tersebut berjalan dengan perlahan sambil memapah wanita tersebut hingga mereka sampai di meja makan dekat dengan keluarganya dan juga dekat dengan suami dan anak dari wanita tersebut karena posisi mereka bertiga berada di tengah - tengah mereka yang berjarak tiga meja.
"Nyonya, duduk di sini ya," ucap salah satu gadis cantik pertama sambil tersenyum.
"Baik dan terima kasih," ucap wanita tersebut.
"Hati - hati Nyonya,'' ucap gadis cantik ke dua sambil tersenyum sambil membantunya duduk begitu pula dengan gadis pertama.
"Terima kasih, oh ya panggil saja Mommy," pinta wanita tersebut sambil duduk perlahan.
Wanita tersebut pura-pura meringis menahan sakit agar tidak ketahuan kalau dirinya berbohong sedangkan dua pasang mata siapa lagi kalau bukan suami dan anaknya yang bernama Steven hanya bisa senyum - senyum karena istrinya / Mommy nya sangat hebat dalam bersandiwara.
"Baik Mommy," jawab ke dua gadis cantik tersebut dengan serempak kemudian duduk di sisi kanan dan kiri wanita tersebut.
"Mommy, minum teh hangat sama bubur ya?" tanya salah satu gadis tersebut.
"Boleh," jawab wanita tersebut.
"Maaf, Mommy dan Leona aku tidak tahan ingin ke toilet, " ucap kakak sepupunya.
"Baik kak Julia nanti setelah itu gantian," jawab Leona sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran.
"Ok," jawab Julia singkat.
Julia turun dari kursi meninggalkan mereka berdua dan tanpa sepengetahuan mereka kalau keluarganya melihat Julia.
"Kak Jessica bukankah itu putrimu Julia? Bukankah pergi bersama putriku?" tanya Soraya.
"Iya benar, tapi kenapa pergi sendiri ya?" tanya Jessica.
"Itu putriku sama siapa ya?" tanya Soraya sambil turun dari kursi.
"Itu ada dua pria mendekati putriku, aku dan istriku mau ke sana," ucap Lemos sambil turun dari kursi makan.
Lemos yang melihat dua pria berjalan ke arah putri kesayangannya ikut menemani istrinya.
"Ok, kalau ada apa-apa beri tanda ke kami," ucap daddy Nathan.
"Baik dad," jawab Lemos dan Soraya serempak.
"Mommy, kok ada di sini katanya mau ke toilet? Apakah Jantung Mommy kumat lagi?" tanya suaminya dengan wajah pura - pura kuatir sambil duduk di sebelah istrinya yang tadi diduduki oleh Julia sedangkan putranya duduk di sebelah Leona.
"Maaf Dad, tadi kepala Mommy pusing dan Jantung Mommy sangat sakit, untung saja ada dua gadis cantik yang menolong Mommy," ucap wanita itu sambil memegangi dadanya seakan masih nyeri.
"Dua gadis? Bukankah hanya satu gadis?" tanya suaminya pura-pura tidak tahu.
"Satunya lagi pergi ke toilet," jawab istrinya.
"Oh ya Leona, kenaikan ini suamiku dan ini putra kami yang bernama Steven,'' ucap wanita itu mengalihkan pembicaraan.
Leona berdiri kemudian mengulurkan tangannya membuat ketiganya menatap Leona dengan bingung. Pria tersebut ikut mengulurkan tangan kanannya.
"Hallo paman, saya Leona," ucap Leona sambil tersenyum kemudian mengecup punggung tangan pria tersebut.
Ke tiga orang tersebut sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Leona karena dua orang yang melakukan hal tersebut pertama Debora dan yang ke dua Leona selain itu tidak ada. Setelah beberapa saat Leona melepaskan uluran tangannya kemudian tangan kanannya diarahkan ke Steven.
"Leona," ucap Leona memperkenalkan diri sambil tersenyum.
Deg
Deg
Deg
Deg
Jantung Steven dan Leona berdetak kencang namun berusaha ditepisnya.
"Steven," jawab Steven sambil membalas uluran tangannya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan uluran tangan mereka bersamaan kedatangan ke dua orang tua Leona.
"Leona," panggil Soraya.
"Mommy, Daddy," panggil Leona sambil tersenyum.
"Lho katanya mau pergi ke toilet?" tanya Soraya.
"Iya Mom, tapi tadi Leona dan kak Julia melihat Mommy mau pingsan," jawab Leona.
"Mommy?" tanya ulang Soraya sambil menatap ke arah wanita tersebut membuat wanita itu berdiri begitu pula suami dan putranya.
"Maaf, maksudnya aku yang hampir mau pingsan. Putrimu dan Julia sangat baik padaku untuk menolongku padahal kami tidak saling kenal karena itulah aku memintanya untuk memanggilku dengan sebutan Mommy," ucap wanita itu menceritakan secara singkat.
"Anda tidak apa-apakan? Atau kami antar ke dokter?" tanya Soraya dengan wajah kuatir.
Deg
Deg
Deg
Jantung sepasang suami istri dan Steven berdetak kencang karena baru kali ini ada orang yang sangat tulus dan perduli biasanya orang-orang berpura-pura baik karena ada maunya.
"Sudah lebih baik," ucap wanita tersebut.
"Syukurlah, maaf lebih baik kita duduk sambil memperkenalkan diri karena aku takut jika anda sakit lagi," ucap Soraya.
"Baik, terima kasih atas perhatiannya," ucap wanita tersebut dengan perasaan terharu.
"Sesama manusia harus saling perduli," jawab Soraya.
"Oh ya kenalkan namaku Soraya dan ini suamiku Lemos," ucap Soraya memperkenalkan dirinya.
"Aku Sherly dan ini suamiku Lucifer," ucap Sherly memperkenalkan dirinya.
"Namanya kok bisa sama ya?" tanya Soraya.
"Maksudnya?" tanya Sherly.
"Namamu Sherly dan namaku Soraya sama-sama huruf S sedangkan suamimu namanya Lucifer dan nama suamiku Lemos sama-sama huruf L," ucap Soraya.
"Iya benar, aku baru tahu," jawab Sherly sambil tersenyum.
Soraya tersenyum kemudian menatap ke arah Steven. Sherly yang melihat Soraya menatap putranya langsung memperkenalkannya.
"Dia putraku namanya Steven," ucap Sherly.
"Nama yang sangat bagus," jawab Soraya.
"Terima kasih Nyonya," jawab Steven.
"Kok Nyonya?" tanya Soraya.
"Maaf, aku panggil siapa?" tanya Steven.
"Karena putriku memanggil ibumu dengan sebutan Mommy maka panggil aku juga dengan sebutan Mommy," ucap Soraya.
"Apakah boleh?" tanya Steven sambil tersenyum bahagia.
"Kenapa tidak," jawab Soraya.
"Oh ya maaf, kami harus kembali ke tempat duduk kami dan kalau mau silahkan bergabung bersama kami," ajak Soraya.
"Apakah boleh?" tanya ke tiga serempak.
"Kenapa tidak boleh? Ayo kita ke sana sekalian aku kenalkan ke dua mertuaku dan ke dua kakak iparku," ucap Soraya.
"Boleh," jawab ke tiga nya serempak sambil tersenyum.
"Maaf, menunggu lama," ucap Soraya ke arah pelayan restoran.
"Tidak apa-apa Nyonya," jawab pelayan restoran tersebut.
"Kami akan pindah ke sana dan sekalian ingin memesan makanan," ucap Soraya sambil turun dari kursi.
"Baik Nyonya," jawab pelayan restoran tersebut.
("Ternyata perkiraanku salah, mereka tidak sombong dan memperlakukan seorang pelayan juga sangat baik dan tidak sombong seperti pada kebanyakan orang," ucap Sherly dalam hati).
("Semoga putra kami bisa menikah dengan Leona agar jiwa psychopath putraku hilang begitu pula dengan kami," ucap Lucifer dalam hati).
("Semoga aku dan Leona bisa berjodoh dan bisa menghilangkan jiwa psychopathku dan juga ke dua orang tuaku," ucap Steven dalam hati).
Mereka berjalan ke arah meja di mana Mommy Maya, daddy Nathan, Jimmy, Jessica dan Leo.
"Maaf Leona mau ke toilet dulu," ucap Leona yang sudah tidak bisa menahan untuk buang air kecil.
"Ok," jawab Soraya.
"Boleh aku temani?" tanya Steven penuh harap.