NovelToon NovelToon
Oh My Cecunguk

Oh My Cecunguk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / CEO / Romansa
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: LilyFlow

Entah sejak kapan aku menyukai laki-laki menyebalkan itu. Mungkinkah saat ia menyanyikan sebuah lagu cinta untukku? atau ketika ia menyelamatkan aku saat aku berada diambang kematian? Aku tak tahu pasti. Namun ada satu hal yang pasti, yaitu aku mencintainya. Ya, aku mencintimu Cecungukku.

***
Lilyana Azalea, wanita keras kepala yang selalu berusaha menjaga kehormatannya. Dia sangat pintar, tapi menjadi begitu bodoh ketika jatuh cinta.

Setelah mendapatkan penghianatan dari sang kekasih, wanita yang kerap di sapa Lily/Alea itu dipertemukan dengan Alan, seorang berandal tampan yang diam-diam mencuri hatinya.

Akankah kisah cintanya kali ini berakhir bahagia? atau kehadiran Alan justru kembali menorehkan luka?


Saksikan kisah selengkapnya hanya di noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilyFlow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu atap dengan laki-laki lain

Sambil menyeret koper, aku menyusuri gang kecil itu. Ditemani oleh Kevin yang sedari tadi mengomel tentang lingkungan di tempat ini. Yang menurutnya agak kumuh dan jalannya terlalu kecil.

"Masih jauh, Ly? " tanya Kevin, lagi. Entah sudah yang keberapa kali ia bertanya demikian. Padahal kami baru berjalan kurang lebih sejauh dua ratus meter.

"Tidak--sebentar lagi sampai," kataku sambil terus melangkah.

"Apa tidak ada jalan lain, Ly. Ini terlalu sempit," keluhnya. Ia terlihat memiringkan tubuh saat sebuah motor melintas.

"Kenapa tidak lewat jalan besar yang bisa dilalui mobil saja."

"Tidak ada, Mas. Jika ada, aku tak mungkin mengajakmu capek-capek jalan begini," jelasku.

"Nah--kita sampai," kataku tak lama kemudian. Aku membuka gerbang, mempersilahkan Kevin masuk, lalu menutupnya kembali.

"Disini tempat tinggalmu, Ly?" tanya Kevin. Dahinya berkerut saat mengamati bangunan dua lantai yang terdiri dari beberapa kamar itu.

Aku mengangguk. "Lebih tepatnya di sana," kataku sambil menunjuk salah satu kamar di lantai dua.

"Ayo," ajakku pada Kevin. Pria itu berjalan membuntutiku, menaiki tangga kecil yang terbuat dari besi berukiran buah anggur.

Aku merogoh isi tas. Mencari kunci kamar yang sebelumnya kuberi gantungan berbentuk kelinci, berwarna merah muda. Setelah mendapatkan benda tersebut. Aku lekas memasukannya ke dalam lubang kuncian dan memutarnya ke kiri.

"Ayo--masuk," kataku setelah pintu itu terbuka. Aku bergegas menyalakan lampu serta pendingin ruangan. Agar Kevin tak kepanasan saat berada di tempat tinggalku yang baru ini.

Kevin tampak mengamati ruangan ini dengan seksama. Setiap sudut tak luput dari sapuan matanya. "Nggak ada ruang tamu sama dapurnya, Ly?" tanyanya seraya menjatuhkan diri di atas kasur. Ya, hanya tempat itu yang bisa ia duduki.

Aku membuka kulkas, mengambil satu botol berisi air mineral. Lalu berjalan menghampiri Kevin.

"Nggak ada, Mas. Ini kamar kost bukan apartemen."

"Apa tidak ada tempat lain yang lebih bagus, Ly. Ini terlalu kecil dan sempit," keluhnya, lagi.

Aku membuka penutup botol air mineral itu. Lalu menyerahkannya pada Kevin. Kemudian mendudukan tubuhku di sampingnya.

"Nggak ada, Mas. Hampir semua kost-kostan di daerah ibu kota berukuran seperti ini. Malah ada yang lebih kecil lagi dari ini. Di sini sudah lumayan besar," kataku menjelaskan.

"Tapi menurutku ini masih terlalu sempit, Ly," katanya setelah menenggak air mineral hingga tersisa separuh.

Aku tak menjawab. Sebenarnya kamar ini tak seperti yang di katakan Kevin. Ukurannya lumayan luas. Hanya saja pria itu memang sudah terbiasa berada di ruangan yang lebih besar lagi. Jadi itulah alasan mengapa ia menganggap tempat ini sempit.

Kami sama-sama menoleh saat mendengar gelak tawa dari beberapa orang pria, serta bunyi berdebum langkah kaki yang menaiki tangga. Tak berselang lama beberapa orang itu terdengar melintas di depan kamarku.

" Siapa mereka, Ly?"

Aku mengangkat bahu, tak mengerti. "Mungkin tetangga yang tinggal di sebelah," kataku.

"Aku tidak suka kau tinggal dengan laki-laki lain, Ly."

"Aku tidak tinggal dengan mereka, Mas. Aku sendirian di sini."

"Tapi mereka tinggal di sebelahmu, Ly."

"Ya kan di kamar sebelah. Bukan dalam satu kamar denganku."

"Tetap saja mereka satu atap denganmu, Ly."

Aku tertawa. "Memangnya kenapa kalau kami satu atap, Mas?" tanyaku heran.

"Aku takut salah satu dari mereka jatuh cinta padamu, Ly. Seperti teman-teman sekantormu."

Mendengar ucapan Kevin barusan, aku kembali teringat pada Pak Sandi, Direktur utama di perusahaanku. Dulu aku pernah bercerita padanya, kalau dirutku itu pernah mengatakan cinta padaku. Beliau juga berkata bahwa ia serius dan berniat menjadikanku sebagai istrinya. Namun langsung kutolak karna aku sudah bersama Kevin. Selain itu ia juga sudah memiliki istri. Jadi meskipun ia kaya raya dan lumayan tampan tak membuatku lantas menerimanya.

"Itu tidak akan terjadi, Mas. Tidak semua orang akan jatuh cinta padaku. Mas Kevin tenang saja."

"Mungkin saja terjadi, Ly. Kau cantik dan baik. Siapapun bisa jatuh hati padamu, Ly. Di tambah lagi kalian tinggal dalam satu atap. Setiap hari kalian saling bertemu. Bisa jadi bukan hanya salah satu dari mereka yang jatuh cinta padamu tapi bisa juga sebaliknya. Kau yang jatuh hati pada salah satu di antara mereka yang tinggal di sini," gerutu Kevin.

Aku menatapnya heran. Baru kali ini ia berkata panjang lebar. "Apa mas Kevin cemburu?" tanyaku.

"Tentu saja aku cemburu, Ly. Mereka tinggal bersamamu, setiap hari kalian bersama. Sementara aku jauh darimu, Ly. Aku tidak bisa tinggal bersama denganmu dan tak bisa selalu ada untukmu," ucapnya frustasi.

"Ada apa denganmu, Mas. Kenapa bicara seperti itu?" tanyaku agak heran. Tak biasanya laki-laki itu terlihat tak berdaya. Kini ia terlihat tak percaya diri. Berbeda sekali dengan sebelum-sebelumnya.

Kevin menoleh ke arahku. Menatapku dengan wajah cemas.

"Aku takut kau tergoda laki-laki lain, Ly. Aku takut kau pergi meninggalkanku."

Aku memutar posisi dudukku. Sedikit menyerong, menghadap Kevin. "Dengar, Mas. Percayalah--aku tidak akan pernah tergoda oleh siapapun," kataku meyakinkan.

"Hatiku hanya milikmu. Tak ada yang lain dan takkan pernah ada yang lain. Mau setampan atau sebaik apapun laki-laki yang datang padaku. Mereka takkan mampu merubah merubah apalagi menggeser kedudukanmu di hatiku. Bagiku kau satu-satunya dan yang terakhir untukku."

Kevin menatapku, dalam. Membaca seluruh ekspresi di wajahku. Kami saling beradu pandang selama beberapa saat. Hingga akhirnya aku mengakhiri adegan saling tatap itu. Aku memejamkan mata. Seiring dengan wajah Kevin yang kian mendekat. Bisa kurasakan hembusan nafasnya menyapu wajah. Serta kelembutan bibirnya saat menyentuh bibirku.

.

.

.

.

1
Eko Wardiyanto
sudah lama g buka noveltoon , udh ktingglan jauh, saya hrs maratooon ni
Hikari Puri
smngt kaka dtunggu up nya💪💪☺️
Eko Wardiyanto
hhh ciuman kah?? ?
Neny Hafiz
aduhh cinta bikin bodoh bin tolol 🤦🤦🤦
Neny Hafiz
lama"ag kesel Ama alea terlalu bodoh dan murahan Ama siapa aja mau,,lanjut ka semangat
Elis Lismawati
kapan ada lagi episod yng brunya
Elis Lismawati
dengan stia menungggu
Eko Wardiyanto
q sllu nunggu up ny Lo kak , smngat
Lily Flow: terima kasih
total 1 replies
Peni Sayekti
sebel juga liat ale2. sok jyal mahal. ntar dicuekin bingung sendiri
Eko Wardiyanto
wkkkkk ada yg tegak
Elis Lismawati
lanjut d tunggu tpi jngn lma lama
Peni Sayekti
lanjut thor
Peni Sayekti
ikit senang aq. ayo alea raih kebahagiaanmu, tunjukkan kalo kamu berarti twrutama pada mantanmu dan mantan orang tua angkatmu
Huri Fah
alannya lagi kasmaran 😂
Peni Sayekti
gitu dong alea. berbahagialah
Eko Wardiyanto
wooow
Elis Lismawati
slalu menunggu berikutnA
Elis Lismawati
jngan lma lama yah
Peni Sayekti
beruntung sekali nasib alea dibuang pacar diambil sultan
Peni Sayekti
ternyata alan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!