Pernikahan karena suatu perjodohan yang tak sengaja antara Safira Putri, seorang gadis yatim piatu usia 23 tahun niat berbuat baik tanpa balasan apapun kepada seorang wanita tua namun ternyata berbuah petaka yang membuat dirinya masuk dalam kehidupan seorang Pancagalib Adi Bramantyo Sasongko ,pewaris tunggal Adi Corporation salah satu perusahan terbesar di bidang Multicultural Bisnis yang memiliki berbagai macam bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Tampan ,rupawan namun dingin dan kejam selalu melekat pada sosok seorang Tyo panggilannya.
Dimana saat cinta itu mulai bersemi, datang gangguan wanita cantik molek nan sexy Gabriela Notodiningrat model tersohor yaitu mantan pacar Tyo. Apakah Tyo memilih bersama masa lalunya atau masa depannya bersama Safira? So simak kisahnya.
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Bisnis
Suasana horor tiba tiba berada di Adi Corporation. Saat Dimas kembali dari toilet dan akan masuk ke ruangan CEO, Linda menyampaikan padanya bahwa gadis yang bernama Safira sudah pergi sejak beberapa saat lalu dan keluar dari ruangan Pak Tyo dengan mata berkaca kaca tapi Linda sendiri pun tak tahu apa yang terjadi di dalam antara Pak Tyo dan gadis itu. Dimas mendadak menunjukkan muka horornya karena dia sudah menebak apa yang dilakukan Bos dinginnya tersebut yang kayak es batu balok kalau menghadapi wanita. Walau Dimas seorang player tapi dia tau kalau Safira jenis wanita berbeda dan termasuk gadis baik baik seperti kucing anggora. Tak lama tanpa mengetuk pintu langsung saja Dimas masuk ke ruangan Tyo.
"Wahai Pancagalib Adi Bramantyo Sasongko apa yang kamu lakukan heh sampai itu gadis pergi dengan mata sembab?" tanya Dimas dengan nada tegas.
"Woho..tumben seorang Dimas yang notabene playboy malah perhatian dengan gadis gak jelas seperti dia.
Lalu Dimas menjelaskan tentang Safira saat mereka terlibat perbincangan di dalam mobil dan saat Dimas menunggu Safira menyelesaikan urusan di kampusnya, tak lupa Dimas berkutik dengan handphonenya menghubungi seseorang untuk mencari tahu jati diri dan kehidupan Safira. Akhirnya Dimas bisa membaca dan mengetahui bahwa Safira gadis baik baik dan berpendidikan serta dari keluarga yang baik pula dalam hal tata krama kehidupan. Dimas menjelaskan panjang lebar apa yang dia tau dari informan dan bukti bukti mengenai kehidupan seorang Safira kepada Tyo.
Tyo pun menyimak dengan seksama dan berakhir sedikit senyum namun ia berusaha mengembalikan sorot wajahnya menjadi datar dan dingin agar Dimas tak mengetahuinya. Oleh karena itu Dimas sungguh kecewa dan marah melihat sikap Tyo kepada Safira sehingga gadis itu mendadak pulang tanpa pamit langsung padanya.
"Bagiku semua wanita sama saja Dim, hanya baik sebagai kedok saja setelah dekat atau bahkan menikah nanti juga akan tau watak aslinya hanya ingin harta dan kemewahan kalau sudah bosan jg diam diam selingkuh dengan alasan khilaf lha untuk hiburan karena suntuk sang lelaki sibuk bekerja tak ada waktu untuk sang istri."
"Gak semua wanita seperti mantan Lu si Gabriela itu. Apalagi kata Linda tadi tu bocah nangis habis keluar dari ruangan lu. Kurangi lha sifat dingin lu ke cewek yang golongan baik baik siapa tau dia jodoh lu".
"Napa mendadak lu omongin jodoh gue ihh, mending pikirin sono jodoh lu jangan suka main celap celup kayak teh celup yang ada nanti ada cewek datang ke lu minta tanggung jawab karena hamil ank lu, Dim haha... haha, ejek Tyo".
"Dasar bos somplak malah nyumpahin gue. Yang ada Lu gue sumpahin bucin gak tertolong lagi dah sampai nangis guling guling kayak dadar gulung ,wleekk bye".
Lalu Dimas pun lari tunggang langgang meninggalkan ruangan Tyo untuk kembali bekerja ke ruangan dirinya yang ada di sebelah ruangan CEO. Dan Tyo pun mendadak kesal dengan ulah sahabat sekaligus asisten somplaknya itu.
Sebelum jam pulang kerja tiba, Adi Corporation ada rapat singkat untuk membahas lawatan ke New York karena akan ada peresmian serta beberapa kerjasama yang dikembangkan Adi Corporation Group di sana sehingga mau tak mau Tyo sebagai CEO akan terbang ke Amerika bersama Dimas selama dua minggu dan Linda akan stay di kantor pusat Jakarta. Ayah Tyo yang sementara menggantikan kedudukan Tyo di kantor selama sang putra di Amerika.
Keesokan harinya, Safira pergi ke sebuah gedung asuransi untuk mencairkan asuransi almarhum ayahnya dimana dalam klausulnya menjelaskan bahwa ahli waris akan mendapatkan senilai 100 juta rupiah. Rencananya uang itu akan digunakan dirinya membayar tunggakan wisuda serta keperluan persiapan wisudanya, cicilan hutang ke bank, serta sisanya bisa mencicil untuk service mobil Tyo, sang pria arogan title yang sudah melekat di hati Safira.
Mendadak jadwal ke Amerika harus maju lebih awal mau tak mau Tyo pamitan kepada Papa Mamanya karena besok pagi dia akan berangkat ke Amerika. Kedua orang tua Tyo pun paham karena mereka memang keluarga pebisnis jadi sudah biasa pergi pulang ke luar negeri untuk sebuah perjalanan bisnis. Sang Mama hanya berpesan bahwa sepulang dari Amerika, Tyo harus segera mengenalkan calon menantunya. Huft dibenak Tyo, mamanya sudah lupa pembahasan soal calon menantu eh ternyata tetap saja ditagih seperti punya hutang segunung saja tiap detik tiap menit tiap jam tiap hari setiap saat itu saja yang digaungkan oleh papa mamanya terutama sang mama yang sudah ingin sekali melihatnya menikah dan memberinya cucu.
"Jangan lupa Tyo, pesenan Mama ya segera awas saja kalau tidak kamu lakukan nanti mama kebiri kamu, tegas Mama Tyo"
"Kalau mama sudah ngebet pengen gendong bayi kan mudah saja ,ngajak Papa ke kamar atau honeymoon kemana gitu biar jadi adonan bayi, kenapa selalu aku saja yang dipojokkan buat kasih cucu ke mama papa"
"Eh, dasar anak mulutnya gak pernah di saring dulu sebelum bicara ke orang tua. Kalau butuh saringan di dapur juga ada banyak noh. Kalau omong suka sembarangan kamu. Masak kamu sudah umur tiga puluh tahun dan mama papa udah usia segini kasih kamu adik. Dasar ini mulut minta di cabein yang pedes biar tau rasa dan nurut apa kata. orang tua".
Lalu mamanya dengan gemas menjewer telinga Tyo hingga merah seperti tomat. Tyo pun lari ke kamarnya segera karena ingin lepas dari kejaran sang mama. Sang Papa hanya geleng geleng kepala liat kelakuan anak dan istrinya itu. Lalu Mama Tyo duduk di sebelah suaminya yang sedang sibuk dengan notebooknya.
"Pa, itu anak minta ditegasin deh biar kembali ke jalan yang lurus takutnya entongnya layu sebelum berkembang atau karatan gimana coba, kan kita belum punya cucu pah".
"Iya sayang, nanti biar Papa yang bicara sama Tyo sesama pria siapa tau dia berubah pikiran dan segera menikah jadi pembuatan adonan cucu mama segera dilakukannya. Oh ya tadi Tyo suruh kita ke kamar nih, yuk ah papa jadi kangen sama balapan pacu mama. Pengen mama yang mimpin balapan berkudanya. Si Jumbo sudah rindu main sama si Legitnya mama nih. Emang bener kata Dilan Rindu itu berat apalagi nahan rindu balapan kuda cinta sama mama". Mendadak mama memutar bola matanya jengah mendengar permintaan rayuan suaminya yang tingkat mesumnya 11 12 sama dengan sang putranya.
Akhirnya si Jumbo bertemu juga sama si Legit dalam helaan nafas cinta yang beradu di muara cinta dua sejoli yang berusia senja namun kekuatannya tak kalah romantis dan ganas seperti para kaum muda pada umumnya. Bercumbu padu cinta hentakan demi hentakan dilakukan oleh si Jumbo pada si Legit yang tetap memikatnya dan berasa menjepit walau sudah tiga puluh dua tahun mereka mengarungi biduk rumah tangga namun kemesraan di atas permadani cinta tetap tak lekang oleh waktu.
Ah...mama udah mau sampai nih pah..
Barengan ya ma ke puncak cinta bersama, lalu goyangan dan pegangan cinta pun semakin dieratkan menuju bersama ke puncak nirwana dimana peluh cinta bercucuran membasahi keduanya.
Argghh....erangan pemilik si Jumbo yang telah sampai di puncaknya.
"Makasih sayang, sudah kenyang si Jumbo ma si Legit yang tiap hari makin legit dan cantik kayak mama".
"Hmm iya pah, yuk tidur besok pagi kan Tyo mau ke Amerika.
Citt...brakk..brakkk
Terjadi sebuah kecelakaan mobil di jalan X bertabrakan dengan sebuah truk, seorang lelaki tewas ditempat dan wanita yang duduk di kursi penumpang dalam kondisi kritis dibawa oleh beberapa saksi ditempat kejadian ke rumah sakit terdekat.
Apa yang terjadi dan siapa yang mengalami kecelakaan tersebut. So simak di next chapter...
Ditunggu taburan sesajennya yaa baik Vote, Gift, Rate bintang 5, serta Like dan Komen positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )