WARNING NOVEL INI BIKIN NGAKAK!!!!
JIKA KALIAN MENEMUKAN KOMENTAR BERBEDA DI SETIAP BAB-NYA MAAF YAH, DIKARENAKAN NOVEL INI SUDAH DIROMBAK JADI SISA-SISA KOMENTAR LAMA MASIH TETAP ADA.
Hanya Sefruit Kisah Lanjutan Dari Novel [I Love You Pak Arman] Melanjutkan Kisah Pernikahan Absurd Sasa dan Andra yang dituntut harus memberikan cucu untuk orang tua mereka.
Bagaimanakah keabsurdan kisah pernikahan antara guru dan murid ini, dan juga jangan lupa kekocakan Genk Gesrek Ria, Rizky, Nino yang siap mengocok perut para pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 06: Kantinpun Jadi Saksi
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN!
Sasa, Ria dan Nino sedang berkumpul dikantin setelah menghadapi kisi-kisi ujian akhir kelulusan mereka, mereka sudah merencanakan belajar bersama namun kebersamaan itu berubah saat Sasa melihat Andra tengah berpelukan dengan Raisa, guru lain.
"Yang sabar yah Sa, semua cowok emang gitu, gatel," ujar Nino mengelus pundak Sasa.
"Lah kan lo juga cowok," Ria menyenggol tubuh Nino. "Dih, makhluk jadi-jadian,"
Sasa yang sedang mengunyah kentang goreng, dibuat panas dan cemburu, ia hanya bisa meremas kentang goreng ditangannya karena kesal.
"Saran gue sih, hantam aja Sa, semangat yah," usul Ria.
"Iya gapapa, sekali-kali melawan sama guru itu boleh," ujar Nino membela Ria.
"Kalian berdua apaan sih, lo lagi No, kau kan ketua Osis bentukan lo kek mak-mak ghibah tau gak," ujar Sasa kesal dan berdiri dari duduknya.
Sasa berjalan ke arah Andra dan Raisa yang tengah berdiri berhadapan dan dengan sekali deheman membuat keduanya fokus kepada Sasa yang sedang berekspresi tidak bersahabat.
"Sasa, ada apa?" tanya Raisa ramah.
"Oh gapapa, saya cuma mau ngambil suami saya," jawab Sasa menarik kerah baju dinas Andra ke arah mejanya.
"Suami?" monolog Raisa yang belum mengetahui hubungan pernikahan Andra dan Sasa.
Andra yang ditarik oleh Sasa hanya tersenyum sungkan kepada Raisa. "Maaf yah, Ra,"
Sesampainya dimeja Sachinta tadi, Nino dan Ria sudah menghilang dari sana, mungkin mereka tidak ingin melihat drama suami istri diwaktu sekolah yang sibuk.
"Apa-apaan sih kamu Sa? Gak sopan tahu," tegur Andra saat Sasa melepas kerah bajunya.
"Maaf yah, Ra," ulang Sasa memperagakan ucapan Andra pada Raisa yang dibuat dengan nada mengejek.
"Saya cuma nolongin Bu Raisa yang hampir jatuh, gak lebih, kamu kenapa sih?" jelas Andra yang masih membuat Sasa tidak bergeming.
"Kamu cemburu?" lanjut Andra menggoda Sasa.
"Gak!" tolak Sasa tegas.
"Gak kok, ekspresinya gitu," ujar Andra mencubit gemas pipi Sasa.
"Apaan sih!" tolak Sasa melepas tangan Andra.
Mereka berdua tidak menyadari bahwa aksi mereka mengundang kehebohan siswa dikantin tersebut yang berasa dipertontonkan adegan romantis dari sinetron Ikatan Love yang sedang viral belakangan ini.
"Yaudah kalau gak mau ngaku," ujar Andra duduk dibangku meja tersebut dan mengunyah kentang goreng milik Sasa tadi.
"Gaenak kentangnya," lanjut Andra yang disusul dengan duduknya Sasa didepannya.
"Mau yang enak gak Pak?" tanya Sasa pada Andra.
"Udah gak ngambek lagi?" tanya Andra curiga.
Sasa membuang muka kemudian kembali menatap wajah suaminya itu malas. "Udah gak, aku tadi belajar diinternet cara buat Tempe Crispy, bapak mau yah jadi pencicip-nya,"
"Ngapain, nanti saya keracunan," jawab Andra kembali mengunyah kentang goreng.
Sasa memukul Andra kesal. "Ngeselin banget sih,"
"Kan emang bener kamu gak pandai Masak," ujar Andra menjauhkan badannya dari Sasa.
"Kan belajar, harusnya bapak dukung dong, nyenengin istri kek sekali-kali," pinta Sasa membuang muka dan melipat tangannya kesal.
Andra meraih kepala Sachinta dan mengacak-acak rambutnya gemas. "Yaudah kapan kamu mau bikin Tempe kamu itu,"
"Bentar siang, bapak antar aku ke pasar buat beli bahannya," jawab Sasa antusias.
"Kenapa harus saya?" tanya Andra menolak.
"Satu, karena bapak suami aku, dua karena aku gaada uang, tiga, balik lagi ke nomor satu," jawab Sasa mengacungkan tiga jarinya kepada Andra.
Andra hanya mendengus pasrah dan kembali mengunyah kentang goreng milik Sasa sampai habis tak bersisa.
"Enak pak?"
"Gaenak, kentangnya alot!" jawab Andra meminum jus jeruk milik Sasa.
"Gak enak, tapi habis juga yah tuh kentang," sindir Sasa menatap malas suaminya.
"Itu khilaf!"
- TBC