NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Najma gadis belia sebatang kara, bertemu dengan seorang Dokter tampan idola gadis di rumah sakit, bagaimana kehidupan mereka? Apakah sanggup Najma menghadapi kenyataan bahwa suaminya diinginkan banyak wanita lain...

.. Ini hanya fiksi, happy reading dear 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tante Baik Hati

"Maaf Bu Helena, saya permisi dulu, saya sudah terlalu lama meninggalkan toko," pamit Najma.

"Eh, tunggu dulu Ama," sergah Hamida.

Najma yang hendak melangkah menghentikan langkahnya.

"Kita bareng ke depan ya," ucap Hamida.

"Mau kemana Jeng?" tanya Helena.

"Ini, kemarin aku belikan gelang cucuku, ternyata kekecilan, terus mau aku tukarkan, janjian sama toko Mas siang ini, jadi saya pamit dulu ya Jeng Helena, Jeng Shanty, sebentar Ama, saya ambil tas dan pamit ke ibu-ibu yang lain di dalam," tutur Hamida, kemudian ia pergi ke dalam mengambil tasnya.

"Gimana ya Jeng caranya biar saya bisa besanan sama Jeng Hamida, Meita itu juga cantik, lulusan luar negeri, kenapa Ardi susah banget didekati," keluh Shanty.

"Sabar Jeng, bagaimanapun juga biarkan anak-anak yang memutuskan sendiri mereka menikah atau tidak, kalau jodoh pasti mereka bisa menikah, tapi kalau tidak, saya harap kita semua tetap bisa berteman seperti sekarang," ucap Helena.

"Eh, sudah yuk Ama," ucap Hamida sambil menggandeng tangan Najma. Najma terkejut, namun mencoba bersikap biasa saja.

"Ini dibawa Jeng, ini untuk kamu Ama," ucap Helena sambil menyerahkan dua paper bag kepada Hamida dan Najma.

"Oh, gak usah repot-repot Bu," Najma menolak Helena.

"Ga papa bawa aja, tapi punyamu ga ada sovenirnya, cuma kue aja, dan kapan-kapan aku akan ke tokomu lagi," ucap Helena.

"Baik Bu, terima kasih, saya tunggu kedatangannya," Najma akhirnya menerimanya.

"Kami pergi dulu ya Jeng," pamit Hamida.

Sesampainya di depan rumah Helena..

"Kamu tadi naik apa ke sini?"

"Naik motor Bu, Ibu Hamida nunggu jemputan apa bagaimana?" Najma bertanya balik.

"Naik taksi mungkin, sopir saya masih ngantar suami saya keluar kota, tapi sudah jam segini, sebentar lagi tutup tokonya,"

"Memang toko Masnya dimana Bu?"

"Jangan panggil Bu dong, tante aja ya, toko Mas Murni,"

"Oh itu pas depan toko saya, saya mau antar tante, tapi saya cuma bawa motor," Najma merasa tidak enak.

"Itu kamu bawa helm dua, memangnya tadi sama siapa?" tanya Hamida.

"Sendiri tante, itu motor pegawai saya, tadi saya buru-buru sampai lupa nurunin helmnya," sahut Najma.

"Ya udah deh, kamu bonceng saya aja ya, lama nungguin taksi, kamu bisa kan bonceng saya?"

"Bisa sih, saya juga punya SIM kok, tapi ya itu, nanti tante kepanasan, ini terik sekali panasnya," ucap Najma.

"Udah ga papa, keburu tutup tokonya, saya ga sabar pengen pakaikan gelang ke cucu saya,"

"Oke, baiklah kalau tante memaksa,"

Mereka akhirnya berboncengan ke toko mas itu.

Sesampainya di sana, Najma pamit kembali ke tokonya.

"Assalamualaikum," sapa Najma.

"Waalaikumusalam," jawab Qumil dan Risma.

"Lama banget sih Ma ngantar ya, kesasar kamu?" tanya Qumil.

"Gak kok, kenapa? Ada masalah di toko?" Najma bertanya kembali.

"Nggak, cuman kamu lama banget, kita uda dapat dua juta untuk pembelian hari ini!!" seru Qumil.

"Alhamdulillah, ma syaa Allah,"

"Ceritain dari mana aja kamu," ucap Qumil sambil menggandeng Najma masuk ke ruangannya agar Najma bisa melepas cadarnya.

"Rumahnya kawasan real estate Mil, kaya pertemuan sosialita gitu, tapi yang punya rumah, bu Helena itu baik banget, aku disuruh masuk, dikasih minum, sama ini dibawain kue, terus tadi ada tamunya yang ikut aku pulang, bareng mau ke toko mas depan itu," Najma menjelaskan panjang lebar.

"Tok tok tok..." ada yang mengetuk pintu ruangan Najma.

"Iya," sahut Najma.

"Ada tamu Mba," Risma memberitahu.

"Ama ada di dalam? Boleh saya masuk aja?" tanya Hamida.

"Oh tante Hamida, iya silakan masuk tante, tapi maaf berantakan di sini," ucap Najma.

"Kalau gitu saya permisi dulu Tante, mau kembali ke toko," Qumil berpamitan.

"Silakan duduk tante," Najma mempersilakan Hamida duduk.

"Tante boleh nunggu jemputan di sini ya, di luar panas,"

"Oh iya silakan tante, mau minum apa?" tanya Najma.

"Itu aja, boleh tante minum?" ucap Hamida sambil mengambil botol kecil air mineral.

"Oh iya silakan tante,"

"Sini duduk sini sama saya, jadi saya itu di rumah kesepian, saya ga punya anak perempuan, ada menantu, tapi sibuknya minta ampun, dia dokter obgyn, tahu sendiri kalau obgyn perempuan banyak yang nyari, anak saya dua yang satu mengelola restoran jepang, yang di lantai dasar mall itu, yang satunya dokter, baru selesai ambil spesialis, tapi belum mau pulang, nunggu pekan depan katanya," Hamida bercerita panjang lebar, sepertinya nyaman dengan Najma yang baru ditemuinya hari itu. Najma hanya mengangguk dengan tenang mendengarkan Hamida bercerita.

"Jadi anak saya yang bungsu itu pengen diambil menantu sama Bu Shanty yang tadi itu, tapi anak saya sepertinya ga mau, makanya saya agak kurang nyaman di sana tadi, soalnya orangnya desak terus, dan alhamdulillah ada kamu tadi, jadi bisa kabur, hihihi,"

"Memangnya tante ga suka sama putrinya bu Shanty tadi?" tanya Najma mulai sedikit manganggapi.

"Ehm, bukan ga suka, dia lulusan luar negeri, cantik kaya artis, belum berjilbab, aku takutnya perbedaan yang jauh bikin sering bertengkar sama anakku, anakku kuliah kedokteran sambil belajar di pesantren, juga Meita itu, namanya Meita, sudah hidup enak dari kecil, mungkin dia ga pernah siapkan makanannya sendiri, di luar negeri dia juga pakai art, anakku pasti kesulitan berumah tangga dengannya, tapi kalau memang anakku mau, ya bagaimana lagi, tapi kalau boleh jujur, aku lebih senang punya menantu sepertimu, kamu juga lulusan pesantren kan? Sudah punya calon belum?" tanya Hamida.

"Belum tante, sepertinya agak sulit, saya yatim piatu," sahut Najma.

"Mengapa sulit, namanya jodoh pasti ga kemana, jadi kamu sendirian sekarang?"

"Iya tante sendirian, orang tua saya baru meninggal sepuluh bulan lalu, karena kecelakaan,"

"Lho, kamu putrinya dik Ratih? Ini dulu tempat jahitnya dik Ratih, adik kelasku waktu di SMK, kabarnya dia juga meninggal bersama suaminya, yang kepala sekolah itu, kamu putri mereka?"

"Iya, tante kenal ibu dan ayah saya?"

"Iya, dulu yang jahitkan seragam nikahan anak sulungku juga ibumu,"

"Oh ma syaa Allah," Najma tak dapat berkata, ternyata tante baik hati ini teman ibunya.

"Pantesan wajahmu familiar, setelah diingat ternyata mirip mas Burhan ayahmu, alhamdulillah sekarang kamu sudah mandiri, semoga dapat jodoh yang terbaik ya Ama,"

"Aamiin, makasih tante,"

"Kamu main ke rumah kalau senggang, ini kartu namaku, hubungi saja kalau perlu sesuatu, apapun itu," Hamida memberikan selembar kartu nama, ternyata dia adalah CEO brand busana muslim ternama.

"Oh iya, suamiku sudah mau jemput, aku pengen lihat jualanmu, kamu ada sprei, aku pengen belikan untuk anakku yang pekan depan mau pulang,"

1
Komariah
athur jangan babe dong yang lain
Mukmini Salasiyanti
yeeeee otw ma Ardy nihhh
Mukmini Salasiyanti
aaa
meweeekkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak ya thor
Soumena Mishy
pasti ibux dr Ardi tu
RJ_ rafanjulian
suka
yani suko
harusnya di jama ta'dim saja
drpd ntar kentut....khan repot
wkwkwk
Pelangi Senja
suka
Vivi Bidadari
Ga terasa sdh end ceritanya .. lanjut thour
dewi rofiqoh
Dua-duanya thor qumil and yudha lanjut akbar and nadia
Yuliana Susanti
ya..segitu aja tamatnya najma, kapan tu qumil Ama Yudha & Akbar Ama Nadia, GK sabar diaplikasi apa ya
dewi rofiqoh
Semoga babang ardi gk ada sakit parah
Vivi Bidadari
Ternyata sabrina gila ya waduh dokter cantik gila kasihan kali lah nasib mu sabrina
dewi rofiqoh
Wah si Sabrina bikin gara-gara ni...
Vivi Bidadari
Aduh ada" aja Ardi ini suka banget buat org resah.. lagian pake tlg ingin Sabrina ihh kesel kamu ga kasihan apa ama Najwa 😠
Vivi Bidadari
Ternyata Sabrina gampanga dan murahan juga 🤔

Semoga. gajadi salah paham ya Najwa kan ga tau juga kalau yg diruangan Ardi ada orang lain
Erna Ohe
bagus banget
Vivi Bidadari
Jangan sampe tergoda ya Ardi awas aja kamu kasihan. Najwa dan anak"

Jangan buat ulah ya Sabrina

ayooo dong kak semangat jarang" up date kok cuma 1 bab ga terasa. loh bacanya kalau cuma segitu. doang 😕
dewi rofiqoh
Babang ardi 👍 suami idaman
dewi rofiqoh
Selamat babang ardi.. 🎉🎉🎉
Meski bakal tambah sibuk, tetap harus perhatian ama keluarga ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!