NovelToon NovelToon
Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:641
Nilai: 5
Nama Author: Oceanluv_

Zakia tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah total karena fitnah yang ia dapatkan. Di usia yang masih muda yakni 22 tahun, Zakia terpaksa melewati jalan hidupnya dengan cara bekerja tanpa kenal lelah, semua itu ia lakukan demi membantu keluarganya. Bahkan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ia urungkan demi membantu keluarga untuk mencicil motor.

Zakia selalu menatap langit dan berharap bisa mendapatkan setitik kebahagiaan di sela-sela kesengsaraan yang ia Terima. Namun siapa sangka, harapan kecil itu terpaksa runtuh dalam satu hari. Sebuah fitnah yang tidak pernah ia bayangkan menghancurkan nama baiknya, mulut manusia lebih cepat menyebarkan fitnah dari pada fakta, hal itu membuat hidup penuh dengan penenakan.

Akhirnya, demi menyelamatkan kehormatan kedua mempelai keluarga, Zakia dan pria itu terpaksa menjalan pernikahan. Akankah mereka akan menjadi pasangan yang penuh cinta? Atau hanya menjadi pasangan suami istri di atas kertas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oceanluv_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Semakin malam suasana akan semakin hening, terdengarlah suara jangkrik yang itu merayakan dinginnya suasana malam. Pada saat ini jugalah, sebagian orang akan memilih untuk bangun dan menghadap kepada sang pencipta, memohon ampun dan memanjatkan segala macam doa untuk kebaikan mereka.

Semua kegiatan yang bermakna itu pun turut dilakukan oleh suami Zakia, pria yang di luar terlihat biasa saja namun di dalamnya memiliki ketaatan ibadah yang hanya Allah dan dirinya yang mengetahui hal itu.

Tubuhnya bergeliat pelan, ia membuka mata sedikit dan mengambil ponselnya. Tertulis pukul dua dini hari, ini waktu yang pas untuk dirinya melakukan sholat tahajjud.

Daren ingin bangun tapi ia melihat Zakia terlebih dahulu, wanita itu tertidur lelap dengan sedikit dengkuran halus yang ke luar dari bibirnya.

Tanpa sadar, senyum tipis terbit dari bibir Daren, ia berpikir sejenak, 'bangunin ga ya?' batin Daren.

'Ga usah deh,' jawabnya sendiri.

Pelan-pelan ia bangkit dari kasur dan berjalan ke arah kamar mandi. Daren memiliki kebiasaan ketika ingin sholat tahajjud maka dia harus mandi terlebih dahulu.

Beberapa menit setelah Daren masuk kamar mandi, saat itu juga kesadaran Zakia datang dan membuat dirinya ikut terbangun.

Zakia mengucek pelan matanya dan melihat ke posisi tidur Daren, pria itu sudah tidak ada, namun seketika pandangannya mengarah ke kamar mandi saat mendengar suara orang yang sedang mandi.

Zakia mengambil ponselnya dan melihat jam, sepagi ini? Bukan ini bahkan dini hari.

"Cepat banget mandinya," gumam Zakia.

Tak lama kemudian Daren ke luar dengan setelan pakaian saat ia tidur tadi, tak lupa tangannya sedang bergerak mengeringkan rambutnya sendiri.

Daren yang ke luar dari kamar mandi sontak terkejut, sama halnya dengan Zakia. Tapi usai dari itu, dirinya langsung mengalihkan pandangan.

"Mau ngapain?" tanya Zakia.

"Mau tahajjud," jawab Daren santai dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil baju koko, kain sarung serta peci untuk perlengkapan sholat tahajjudnya malam ini.

Saat Daren membentang sajadah saat itu juga Zakia berbicara yang alhasil membuat Daren terdiam sebentar.

"Tungguin, gue mau ikut," pinta Zakia. Zakia pelan-pelan mencoba turun dari kasur.

"Eum, harus banget mandi ya?" tanya Zakia. Bukan apa, Zakia tidak sebodoh itu dalam hal agama, hanya saja dia memang tipikal orang yang takut melakukan sholat tahajjud selama ini, tapi jika ada teman maka Zakia bisa rajin untuk melakukan sholat sunnah tersebut.

Makanya ketika melihat Daren ingin melaksanakan sholat tahajjud, Zakia bergegas ingin ikut, tapi apakah harus mandi? Apalagi saat dini hari seperti ini?

"Ya ga harus sih, gue cuman terbiasa aja," jawab Daren.

"Ooh oke deng." Zakia tersenyum senang, terdengar nada gembira dari ucapannya saat Daren mengatakan hal itu.

"Tungguin gue ya," titahnya. Daren mengangguk, Zakia pun langsung berjalan menuju kamar mandi.

Selagi menunggu Zakia di kamar mandi yang mengambil air wudhu, Daren mengambil sajadah satu lagi dan meletakkannya di posisi selayaknya seorang makmum.

Sekali lagi hal ini tak pernah terbayangkan oleh seorang Daren, dirinya yang dulu sholat tahajjud sendirian dan kini akan menjadi seorang imam, bahkan niat sholat yang biasa ia lakukan kini sudah berubah sedikit karena posisinya bukan lagi sendirian melainkan sedang memimpin seorang makmum di belakangnya.

Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya Zakia ke luar dari kamar mandi. Tubuhnya sesekali menggeliat menahan dinginnya air pada malam hari ini, sedikit heran kenapa Daren bisa tahan membasahi seluruh tubuhnya, sedangkan Zakia yang hanya membasahi bagian tubuh tertentu saja sudah seperti ini.

Zakia terpaku saat melihat sajadah yang sudah terletak dan juga mukena yang sudah terlipat rapi si atasnya.

Daren menggigit jarinya pelan, ia canggung, "Eee itu sengaja gue siapin biar ga terlalu makan waktu," jelasnya.

"Ohh oke makasih ya," sahut Zakia.

Sebenarnya yang membuat Zakia terdiam bukan hanya itu, tapi perlenhkapan sholat yang terletak di depannya, itu adalah mahar yang diberikan Daren saat pernikahan mereka dan malam ini Zakia menggunakan barang berharga itu.

Sajadah berwarna biru muda dan mukena berwarna merah muda, warna yang terlihat lucu dan manis kini melekat di tubuhnya.

"Udah?"

"Udah!"

Daren pun mulai melakukan sholat tahajjudnya ada malam hari ini, malam yang sedikit berbeda karena malam ini ia tidak tahajjud sendirian, melainkan ada tanggung jawab yang akan ia bawa kepada kebaikan selama mereka masih bersama.

Di sela-sela sholatnya, Daren berharap momen-momen kecil seperti ini bisa membawa pahala dan berkah kepada mereka berdua.

Begitu juga dengan Zakia, menurutnya malam ini sangat berbeda dengan malam sebelumnya, dari mulai tidur dengan lawan jenis dan sekarang melaksanakan sholat sudah dengan seorang imam bukan lagi sendirian.

Zakia. memanjatkan doa yang baik-baik untuk Daren karena sudah membawanya ke dalam hubungan sejauh ini, karena Zakia tak bisa mengelak bahwa Daren sedikit menyelamatkan hidupnya.

Sekitar beberapa menit melakukan sholat tahajjud, akhirnya mereka berdua selesai dan saatnya bagi mereka memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.

'Ya Allah, ridhoilah pernikahan kami dan jagalah rumah tangga kami sebaik mungkin, hindarkan dari segala macam gangguan, ya Allah sekiranya memang kami ditakdirkan untuk bersama, hamba mohon ya Allah jadikanlah pernikahan kami pernikahan yang samawa dan dikelilingi hal-hal baik setiap harinya.' Itulah sedikit dari isi doa yang dipanjatkan oleh Daren pada malam ini, tidak ada yang tahu hubungan mereka berdua bertahan sampai kapan, tapi yang Daren mau selama mereka masih menjalani hubungan, dia ingin hubungan yang tenang dan saling mendukung satu sama lain.

'Ya Allah, engkau yang tau semuanya perihal kejadian kenapa bisa kami menjalin hubungan seperti ini, hamba mohon ya Allah berikanlah kemudahan dan kelancaran rezeki untuk mereka yang sudah menyelematkan hamba, jauhkan dari hal-hal buruk dan berikanlah keberkahan kepada mereka setiap saat ya Allah.'

Zakia menyudahi do'anya dan menatap punggung lebar Daren, Zakia sangat bersungguh-sungguh dengan do'anya, ia berharap Daren dan keluarga mereka selalu didampingi hal-hal baik dalam hidup mereka.

Sholat tahajjud itu diselesaikan dengan Zakia mencium tangan Daren. Setelah itu Zakia berniat untuk bangkit, namun gerakannya tertahan saat melihat Daren mengambil al-quran di sampingnya.

Baru satu malam tinggal dengan Daren, banyak kejutan menyenangkan yang ia dapat dari Daren. Daren ini tipikal manusia yang berpenampilan seadanya tapi taatnya luar biasa.

Kalau dilihat dari penampilan, tai mencerminkan sedikitpun bahwa Daren anak yang paham agama, tapi siapa sangka hal tersembunyi itu bisa ditemukan oleh Zakia sendiri. Daren benar-benar manusia yang penuh kejutan dan tak bisa ditebak, pikir Zakia.

1
Oceanluv_
Hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!