Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemarahan bibi murni 2
POV ( Tante Ika )
# Sesampainya di rumah! #
Arghhh sial ! Aku membanting tas ku di kasur Karen kesal. Bisa-bisanya Anak sialan itu menolak ku. Ternyata dia tidak seperti apa yang Aku bayangkan. Ga bisa begini,, ga bisa! Aku harus mendapatkan Tisha.
Aku harus mendesak Murni,, supaya dia bisa membujuk Tisha untuk menikah dengan Rendi. Bagaimanapun caranya,, Aku harus bisa membalaskan dendam ku padanya.
Lalu aku membuka hp ku dan ingin menelpon seseorang. Ya,,itu adalah murni yang ingin ku telfon. tuuuuttt.. tuuuuttt.. lalu terdengar seseorang yang menjawab
Murni : "halo! " Jawabnya di telfon.
Aku : " kamu gimana si murni? Kenapa
Tisha bisa menolak lamaran
Rendi? " Tanyaku penuh kesal
Murni : " Aku juga tidak menyangka,, kalau
Tisha akan menjawab seperti itu
jeng.. " Jawabnya di telfon.
Aku : " Murni,, pokoknya saya tidak mau tau
ya,, kamu harus bisa bujuk Tisha
agar dia mau sama Rendi ! Kalau
tidak,, aku akan meminta kembali
uang yang Aku kasih,, dan juga
perhiasan yang Aku kasih mengerti? "
Ancam ku.
Murni : " baikk jeng saya mengerti ,, tapi
jangan diambil lagi dong jeng,,?! "
Jawabnya di telfon.
POV # Bibi murni #
Aduh! bagaimana ini..? bisa mati aku kalau sampai diminta kembali uang dan perhiasannya. Mau jadi orang kaya kenapa ribet begini? Ayo dong murni,, kamu harus bisa berfikir jernih, mikir, mikir mikir..
yah.. apa pun caranya akan aku lakukan supaya Tisha mau aku jodohkan dengan Rendi.
POV # Rendi #
Sial! Sambil bercermin Aku menggebrak meja rias yang ada dikamar. Awas kamu Tisha ! Jangan panggil Aku Rendi jika tidak bisa menaklukan kamu ! Dasar wanita bodoh! Cewek tajir yang pendidikannya tinggi aja mau sama aku.. ini wanita satu pakai sok nolak segala lagi.
deeerrrt derrrt bunyi hp ku. Lalu Aku mengangkat nya.
Pe nelfon : " Halo bro! apa kabar men? " sapa
Seseorang di telfon.
Aku : " ngapain lho Telfon gue? "
Jawabku ketus.
pe nelfon : " kenapa lho bro? Sepertinya lagi
kesal.. cerita dong men "
Tanyanya.
Aku : " Emang gue lagi kesal bro "
Jawabku.
Pe nelfon: " kesal kenapa men.? " Tanya nya
lagi padaku.
Aku : " Iya gue lagi kesal..karena lamaran
gue ditolak ,, oleh cewek yang hanya
tamat SMA bro.. " jawabku.
Pe nelfon : " Hahahaha.. aduh bro.. bro!
Masak cuma lulusan SMA saja
bisa nolak lho si? malu dong
meeenn,, Seorang Rendi yang tajir
melintir bisa ditolak oleh cewek yang
hanya lulusan SMA? hahaha.. "
kata dia lagi sambil menertawakan ku.
Aku : " Tau ah! males gue bicara ma lho.. "
langsung aku matikan HP ku.
POV ( Tisha )
Aku harus cari cara supaya bisa nolak perjodohan ini. Gebrak! Tiba-tiba seseorang langsung membuka pintu dengan kencang.
" Bibi? auw! sakit bibi.. " Bibi tiba tiba men jambak rambutku..
Dan tiba tiba ..
" plak! " Dia menamparku dan men jambak rambutku lagi.
" heh! Berani kamu ya nolak lamaran Rendi,, kan bibi sudah bilang Terima lamarannya! " bentaknya lagi.
Sambil aku memegangi rambut aku yang dijambak bibi.. Aku pun dengan beraninya berkata.
" aku tidak mau bi sama laki laki itu,, ! "
Dan aku pun berhasil melepaskan cengkraman bibi.
" Aku tidak suka sama laki laki seperti itu! Baru saja mau melamar sudah sombong,, bagaimana nanti kalau sudah menikah bi?? Pasti dia akan semena-mena menghinaku.
Lagian aku tidak kenal dia,, dan aku juga tidak ingin menikah sebelum cita cita ku tercapai. "
Kataku dengan tegas pada Bibi. Dan berusaha memberi pengertian.
" Dasar anak tidak tau di untung " Bentak bibi sambil menunjuk padaku.
" Terserah bibi mau ngomong apa tentangku! Aku tidak masalah.. pokoknya aku tidak mau menikah dengan orang itu titik ! " Bantah ku.
Aku pun bertengkar hebat dengan bibi. sampai pada akhirnya tibalah puncak kemarahan bibi.
" sekarang pergi kamu dari sini ! Aku tidak mau melihat muka mu lagi ! pergi ! " Bibi mengusir ku dengan nada tinggi dan melotot padaku.
" Hanya karena Aku tidak mau di jodohkan dengan laki laki itu Bibi tega mengusir ku? " Kataku pada Bibi.
" Aku ini keponakan bibi lho.." Kataku lagi
" Mulai sekarang,, kamu bukan keponakanku lagi ! pergi kamu. " Usir Bibi lagi.
" Baik BI.. jika itu mau bibi,, Aku akan pergi dari rumah ini. " Jawabku dengan tegas..
Aku tahu ini hanya rencana bibi saja. Supaya Aku takut dan menuruti permintaan bibi. aku tau sifat bibiku seperti apa.
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla