NovelToon NovelToon
Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

Jonathan di paksa menikahi Paribannya (sepupunya) Nettania yang baru lulus sekolah SMA,karena mengikuti tradisi Batak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nettania Pariban calon istriku

Hingga malam tiba, acara rapat keluarga besar kami akan dimulai.

Aku sudah duduk di tegah di tempat khusus calon pengantin di kelilingi para orang tua dan pemuka adat.

“Nungga idia si Netta, suruh masuk,” ( sudah dimana si Netta suruh masuk) Salah seorang keluarga meminta masuk. Mendengar namanya di panggil, aku mengalihkan pandangan kearah pintu.

Akhirnya Nettania datang, seorang anak remaja memakai sarung sebagai kain bagian bawahnya, ia diantar teman-temannya, teman-temanya terlihat tertawa menggoda, mereka cengar-cengir .

Dugaanku salah, ia terlihat kalem dan pembawaannya tenang.

“Masuk maho inang, tusonko hundul.” ( masuklah kau nak, di sinilah kau duduk)

“Salam dulu pariban calon suamimu,” kata semua orang yang ada di dalam rumah.

“Halo bang Nathan, selamat datang,” ia menyodorkan tangan ke arahku.

Dug ... Dug ....!

Jantung ini berirama saat ia menyodorkan tangannya dan menatap mataku, kenapa malah aku yang jantungan, kok jadi aku yang grogi sedangkan ia terlihat sangat tenang.

'Kenapa jadi aku yang grogi menghadapi anak kecil' ucapku dalam hati.

“Ha-halo,” jawabku terbata.

Kenapa jadi aku yang gugup, harusnya Ia yang bersikap tersipu-sipu malu seperti teman-temanya, itu yang aku pikirkan sebelumnya.

Ia duduk di sampingku, saat semua mata orang tertuju padaku, aku malah penasaran dengan Netta, aku mencuri-curi kesempatan untuk melihat wujud asli calon istri yang akan aku nikah nantinya.

Ia duduk dengan tenang tatapan mata terlihat biasa saja, ia juga terlihat jarang tersenyum sepanjang kami duduk dalam acara perkenalan matanya menatap kosong.

'Ada apa dengannya? kenapa ia bersikap seolah tidak suka dengan perjodohan ini, kalau ada pihak yang tidak suka dengan perjodohan ini, itu harusnya aku'

Akulah yang tidak mau di jodohkan dengan pariban. Karena aku sudah punya kekasih, umurku juga sudah mapan, tampan dan anak kota juga,

aku di buat penasaran dengan sikap dingin Nettania.

Ini di luar perkiraanku, aku berpikir Nettania akan menyambut ku dengan hati berbunga-bunga dan bersikap malu-malu kucing. Tetapi semua dugaanku salah.

“Bagaimana Nia? dari semua yang kita bicarakan di sini, kita juga perlu meminta pendapatmu, apa ada permintaanmu? Atau barang kali ada tambahan?"Tanya salah seorang keluarga.

“Tidak Bapa tua, Nia tidak ada tambahan, aku akan menuruti apa yang sudah diatur keluarga."

“Bagaimana kau amang, ada tambahan?" bertanya padaku juga, aku sibuk dengan pikiranku sendiri dan mataku melirik Netta.

“Than …! Kamu ditanya,” bisik Mami menyenggol lenganku.

“Ooh apa-apa tadi?” aku kebingungan dengan pertanyaannya, karena tidak fokus.

“Ooooh.. attong da, anon ma bereng-bereng paribanmi( nantilah kamu lihat-lihat paribanmu itu). Suara tawa terdengar dari dalam rumah.

Aku merasakan wajah ini panas karena menahan malu. Netta melirikku dengan ekspresi wajahnya datar membuatku semakin malu.

Hingga rapat malam itu selesai, aku melirik ke dekat pintu, akhirnya ada beberapa pemuda teman buat ngobrol juga. Dari tadi saat aku tiba hanya teman-teman Nettalah yang menemaniku.

Nettania pamit, ia pulang duluan, karena ia tidurnya tidak di rumahnya, ia tidur di kampung Sianduduk rumah salah seorang sintua Gereja.

Tiba di kampung, aku pikir kami langsung bisa menikah cepat, agar aku bisa kembali lagi ke Jakarta.

Ternyata masih banyak rentetan acara yang perlu kami lakukan .

Aku sudah dua hari di kampung Nettania, tapi baru sekali saja aku bertemu langsung dengan Nettania.

Banyak hal yang sudah kami lakukan, mengangkat air misalnya.

Pasokan air di kampung Netta masih sangat minim, untuk kebutuhan mencuci dan memasak harus mengangkat air dari sungai yang jaraknya menuruni bukit yang lumayan terjal.

Sekarang aku paham kenapa betis teman Netta yang bernama Betaria

segede palu Hanoman, ternyata untuk mengangkat kebutuhan keperluan air harus mendaki dan menuruni bukit dengan membawa air yang berat di dalam ember di junjung di atas kepala.

Dengan bawaan barang seberat itu wajar banyak anak-anak remaja yang jadi bantet di kampung Nettania, karena sering membawa bawaan yang berat.

Tapi sepertinya Netta, tidak, ia tidak begitu pendek, hanya kulitnya yang terlihat kering terkena panas matahari.

Hari ketiga di kampung. Mami sepertinya tau kalau aku masih sering menelepon Mikha, Mami menyita benda hitam persegi empat itu, hidup terasa mati rasa tanpa ada ponsel di tangan.

Saat ini, aku butuh waktu sendiri tanpa harus ada teman teman Nettania yang terus mengekor ku, ingin jauh dari suara-suara anak-anak yang ikut-ikutan mengekor.

Aku bosan, berharap pernikahan segera berlangsung dan aku bisa kembali ke Jakarta, suasana kampung memang indah, tetapi karena tidak terbiasa aku merasa sudah sangat lama di kampung ini, rasa jenuh melanda.

Rumah Tulangku atau pamanku tidak terlalu jauh dari rumah Nenekku, hanya beberapa meter, rumah sederhana terbuat dari papan.

Aku penasaran, apa ada Netta ada di rumahnya, sejak aku datang hanya malam itu aku bertemu dengannya, saat teman-temannya begitu antusias dan terlihat mengagumi ku, tapi kenapa Netta terlihat biasa saja, bahkan sikapnya tidak begitu bersemangat aku penasaran.

Saat aku berdiri di halaman depan aku mendengar bibiku mamanya Netta marah, tepatnya di pintu belakang rumah mereka. Memarahi seseorang, mendengar namaku di sebut, aku penasaran dan mendekat.

Terlihat Netta lagi mencuci piring dan Bibiku berdiri di belakangnya dengan wajah penuhi kemarahan.

“Aku tidak mau menikah, Ma, tidak bisa di batalkan perjodohan ini, aku di terima di di UNIMED, Mak. Aku ingin kuliah, bukan untuk menikah, aku sudah belajar keras untuk di terima di sana..” (bahasa daerah) wajahnya terlihat memohon.

“Naung gila doho? ... ! nunga ro paribanmu tuson,” ( Kamu sudah gila iya, sudah datang paribanmu kesini) Wajah Bibiku mengeras dan terlihat sangat marah.

“Tolonglah di bicarakan, Mak, aku hanya ingin kuliah dan meraih cita-citaku, tidak ingin kawin muda, kenapa harus aku sih..”

“Kuliah …!kuliah adong hepengmu? Namoraho? mangan pe babam nungga susah, marsukur ho adong manopot ho paribanmu na mora" ( kuliah…!kuliah memang ada duitmu, orang kaya kamu? Makan saja kamu sudah bersyukur, beruntung kamu ada paribanmu orang kaya melamarmu) kata bibiku.

“Aku tidak akan menyusahkan Bapak sama mama, aku akan mencari uang kuliahku sendiri,” kata Netta masih mencoba membujuk Bibi.

“Sip, sip ma babami(diam-diamlah mulut mu) Bibi mengambil panci aluminium.

Taaang ...!

Bibi memukul kepala Nettania degan panci.

“Berhentilah sok kaya, kalau miskin tidak usah tinggi-tinggi cita-citamu, aku sama bapakmu tidak akan mampu menyekolahkan, terimalah nasibmu dan

terima perjodohan ini, menikahlah, tidak usah macam –macam, awas kamu berpikir macam-macam, kamu beruntung Namborumu kaya,” kata Bibiku ia masih berdiri di belakang Nettania.

Bersambung...

Jangan lupa vote dan like iya kakak.

1
Yurnalis Hasibuan
dokter tidak pakai jubah toor.tapi sneĺljas putih.kslau jubah itu utk wisudawan/ti dan hakim dan pengacara waktu sidang dipengadilan.
Silvi
Luar biasa
siti salamah
ini ceritaa sangat bgus, syang sekli klah populer smaa cerita halu nya di langit ke7,, semoga Author nya bisa br karya lbih bgus dri ini
siti salamah: sama" Author semngat bkin karya lgi yaa, sya pmbca bru.. sya dri jabar jd tau budyaa batak
total 2 replies
siti salamah
cerita nya bguss, dengan cerita daerah nya ,, semoga lbih nyak yang suka dengan cerita seprti ini, cerita lbih membumi .
Rika Sintya Panggabean
katanya orang kota, tp pemikirannya ga maju. bukannya didukung malah dilarang. kan bisa Lo samperin nanti ke sanaaaa kan banyak duitttttt
Hartini May
Luar biasa
Isra Nariah
main kesini main nangis bacanya/Sob//Sob//Sob/
Eva Nova
amang tahe... lomomma nathan.. 🤣
Eva Nova
wkwkwk.. 🤣🤣
Eva Nova
Huta raja itu itu kampung ayahku. Kami situmorang banyak dr sana..
Eva Nova
Dah lama gak jalan2 lg ke danau toba..
Eva Nova
Salam dr medan.. Aku juga boru Situmorang ..
Salam kenal ya thor.. Horass..
Betaria: Salam kenal Eda🙏🏻
total 1 replies
Alirosidin
Lumayan
Caecilia Triendah
Luar biasa
Shella Antika
knp diulaon tardidi jenny cuma ada dua marga siahan sama nainggolan bknnya eva boru situmorang yaa koq gk ada marga dari pihak papinya
Marulitua Tamba
aku suka kali dengan karya mu tour
Betaria: Terimakasih ito🙏🏻
total 1 replies
wasrawati botji
selamat bapa adelio...🤭
Melia Gusnetty
kamu yg tolol..nyalahin orang sgl..lu yg minta d temanin minum dn lo yg minta buat nyoba..udh d ksh tau bonar jgn coba2..malah lu maksa...salah luu sendiri begok...orng pl yg d salahin...🤪
Melia Gusnetty
semakin rusak ..😏
Melia Gusnetty
bukan nya berobat...sprt yg d suruh netta..malah tambah rusak...mampos aja lh kau nathan...begok..😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!