NovelToon NovelToon
Nafkah Batin Yang Terbagi

Nafkah Batin Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: Walet Biru

Pernikahan yang bahagia adalah dambaan setiap insan. Namun didalam perjalanan mahligai pernikahan tidak selalu indah seperti yang diimpikan. Karena setiap pernikahan pasti ada masalah dan cobaan yang datang silih berganti. Kerikil dan bebatuan datang menghadang langkah tiada henti.

Guntur dan Sovia adalah sepasang kekasih yang belum lama mengarungi bahtera rumah tangga. Pernikahan yang berawal dari perjodohan tidak membuat Sovia membenci suaminya. Ia berusaha sepenuh hati untuk menjadi istri yang shalihah.

Apakah Sovia bisa melewati halangan dan rintangan yang dihadapinya? Apakah Sovia dan suaminya bisa bahagia dalam membina rumah tangga?

Buruan baca dan subscribe novel ini sekarang juga! Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Walet Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangis dan Tawa

  Tokkk...tokkk...tokkk

  "Win, Kamu kenapa Nak? Apa yang terjadi dengan dirimu?" Tanya Bu Hamidah begitu sampai didepan pintu kamar anaknya.

  "Hidup Wina sudah hancur, Bu!!! Lebih baik Wina mati aja!!!" Teriak Wina dengan keras.

  "Jangan lakukan perbuatan nekad seperti itu, Wina! Apa Kamu tega, mau meninggalkan Bapak, Ibu, dan juga Lala?" Tanya Bu Hamidah sedih.

  "Tapi masa depan Wina sudah hancur Bu!!! Jadi, untuk apa Wina hidup???" Teriaknya dengan suara sedikit serak.

  "Boleh Ibu masuk?" Tanya Bu Hamidah. Namun sama sekali tidak terdengar jawaban dari dalam kamar Wina. Hanya terdengar suara tangisannya yang menyayat hati. Dengan perlahan, Bu Hamidah pun memegang handle pintu dan menekannya kearah bawah. Perlahan pintu kamar Wina terbuka. Ia melihat anak sulungnya tengah tengkurap diatas kasur spring bed yang berselimut sprei berwarna merah muda bermotif bunga-bunga.

  Dengan perlahan Wina melangkahkan kakinya menghampiri anaknya. Ia pun duduk di tepi ranjang, disamping kaki kanan anaknya. Tangannya yang halus memegang kaki kanan Wina yang putih dan mulus.

  "Wina, coba ceritakan pada Ibu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu!" Pintanya.

  "Tapi, Ibu jangan kaget dan marah ya! Kalau Wina cerita sama Ibu." Ucap Wina sambil sesenggukan.

  "Iya. Kenapa Ibu harus marah sama anak Ibu yang cantik ini!" Balasnya. Mendengar jawaban dari ibunya, Wina pun mengangkat tubuhnya dan duduk dihadapan ibunya.

  "Benar, Ibu nggak akan marah?" Tanya Wina masih kurang yakin.

  "Iya!" Jawabnya.

  "Janji?" Tanyanya lagi.

  "Iya. Ibu janji nggak akan marah! Ayo Wina cerita sama Ibu!" Balasnya dengan tersenyum.

  "Sebenarnya Wina, Wina mual-mual sejak pagi bukan karena Wina masuk angin, Bu!" Ucapnya dengan perlahan dan menundukkan kepalanya.

  "Lalu Kamu sakit apa Wina? Apa Kamu sudah periksa ke dokter?" Tanya Bu Hamidah dengan cemas.

  "Sudah Bu." Jawabnya.

  "Terus dokter bilang kalau Kamu sakit apa?" Tanyanya dengan pikiran yang mendadak tidak tenang.

  "Dokter bilang, ka..lau Wina ha..mil, Bu!" Jawabnya dengan terbata-bata. Begitu mendengar ucapan Wina, mendadak tubuh Bu Hamidah langsung diam membisu dengan mulutnya terbuka dan kedua matanya melotot kearah anak sulungnya itu.

  "Apa!!! Apa Kamu bilang, Wina??? Apa Ibu tidak salah mendengarnya! Coba ulangi sekali lagi!!!" Seru Bu Hamidah dengan muka tegang.

  "Wina hamil Bu!" Balasnya. Mendengar ucapan anaknya, sontak telapak tangan kanan Bu Hamidah langsung melayang kearah pipi kiri Wina.

  Ppplllaaaaakkkkk......

  Tamparan keras mendarat di pipi kiri Wina. Kepala Wina terdorong kearah kanan, hampir sampai membuat tubuhnya jatuh dari atas kasur.

  "Kenapa Ibu menampar Wina??? Tadi katanya Ibu berjanji nggak akan marah kalau Wina bercerita!!!" Seru Wina sambil memegangi pipi kirinya dengan tangan kirinya.

  "Kamu ini anak pertama Bapak dan Ibu, Wina!!! Harapan Bapak dan Ibu agar Kamu bisa sukses!!! Tapi sekarang Kamu menghancurkan masa depanmu sendiri!!!" Seru Bu Hamidah dengan tubuh bergetar. Air matanya seketika langsung menetes dipipinya.

  "Tapi Bu, Wina sudah dewasa!!! Sudah saatnya Wina untuk menikah!!! Lagian Wina kan sudah selesai kuliah dan sudah bekerja!!!" Wina membela diri. Belum sempat Bu Hamidah kembali berucap, tiba-tiba seorang laki-laki yang bukan lain adalah Pak Vendy, masuk kedalam kamar tidur Wina.

  "Ada apa sih Bu, ribut-ribut! Suaranya terdengar sampai meja makan lho!" Ucapnya sambil berjalan menghampiri istri dan anaknya.

  "Wina Pak! Wina hamil!" Seru Bu Hamidah sambil menengok kearah wajah suaminya. Mendengar ucapan istrinya, Pak Vendy kaget bukan main.

  "Hamil??? Apa benar yang dikatakan Ibu, Wina?" Tanyanya masih belum percaya.

  "Benar Pak." Jawab Wina tanpa berani menatap wajah Bapaknya.

  "Mau ditaruh dimana muka Ibu, kalau karyawan-karyawan di toko pada tahu kalau Kamu hamil diluar nikah!!!" Ucap Bu Hamidah dengan sesenggukan.

  "Wina minta maaf pada Bapak dan Ibu. Wina sudah mengecewakan Bapak Ibu!" Balas Wina dengan memegang jari-jemari ibunya.

  "Kamu hamil dengan siapa, Wina???" Tanya Bu Hamidah.

  "Mantan pacar Wina. Namanya Bobby." Jawabnya dengan perlahan.

  "Orang mana Dia? Apa pekerjaannya? Apa Dia orang kaya?" Tanyanya lagi.

  "Rumahnya di daerah Lembang. Bobby adalah teman sekantor dengan Wina. Rumahnya sederhana Bu. Bobby bukan anak orang kaya. Tapi Wina nggak mau menikah dengan Bobby Pak!" Jawabnya.

  "Kenapa Wina? Apa karena Kalian sudah putus? Bukankah Bobby adalah Bapak kandung dari bayi yang ada dalam perutmu?" Tanya Pak Vendy.

  "Bukan Pak. Tapi Bobby ternyata adalah seorang lelaki brengsek! Tadi sewaktu Wina hendak meminta pertanggungjawaban Bobby, Wina ke rumahnya. Dengan mata kepala Wina sendiri, Wina melihat Bobby sedang bercumbu dengan perempuan penghibur!" Jawabnya.

  "Jauhi lelaki yang bernama Bobby itu. Buat apa lelaki seperti itu dijadikan suami! Sekalipun Dia baik, tapi Ibu tetap tidak akan setuju kalau Kamu menikah dengannya!" Ucap Bu Hamidah.

  "Apa alasan Ibu menolak Bobby sekalipun Dia lelaki baik?" Tanya Pak Vendy.

  "Kita ini orang terpandang Pak! Anak Kita harus menikah dengan lelaki yang derajatnya sama dengan Kita! Minimal tidak jauh berbeda! Tidak seperti anak kampung bernama Bobby itu!" Jawabnya.

  "Terus Wina mau dinikahkan dengan siapa?" Tanyanya lagi.

  "Iya Bu. Wina nggak mau, anak Wina lahir tanpa seorang Bapak! Wina malu Bu, kalau teman-teman Wina tahu, kalau Wina hamil diluar nikah!" Wina merengek sambil menangis.

  "Makanya Wina, kalau pacaran jangan sampai kebablasan! Yang repot sekarang kan tidak cuma Kamu! Tapi Bapak sama Ibu jadi pusing!" Seru Pak Vendy.

  "Iya Pak. Wina menyesal!" Balasnya.

  "Nasi sudah menjadi bubur! Semua sudah terlambat, Wina!" Katanya.

  "Belum! Semua belum terlambat Pak! Ibu sudah punya ide cemerlang!" Ucapnya sambil kembali menengok kearah wajah suaminya.

  "Rencana apa Bu?" Tanya Pak Vendy penasaran.

  "Iya Bu. Apa rencana Ibu?" Tanya Wina tidak kalah penasaran.

  "Wina, Kamu masih ingat dengan Guntur?" Tanya balik Bu Hamidah.

  "Guntur? Guntur anaknya teman Ibu?" Tanya Wina.

  "Betul sekali! Gunturlah yang pantas untuk menjadi suamimu, Wina! Dia mempunyai bengkel motor dan perkebunan sayuran warisan Bapaknya yang sudah meninggal! Ibunya juga mempunyai toko sembako di pasar! Jadi, Guntur sangat pantas untuk menjadi menantu Ibu dan Bapak! Dia akan menjadi Bapak dari bayi yang sedang Kamu kandung, Wina!" Kata Bu Hamidah dengan penuh keyakinan. Senyum lebar terpancar dari wajahnya.

  "Tapi Bu, Guntur kan sudah menikah! Apa Aku harus menunggu mereka bercerai dulu?" Tanya Wina.

  "Tidak perlu, Wina! Karena itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama! Kamu akan menjadi istri kedua Guntur! Kamu mau kan?" Tanya Bu Hamidah.

  "Tapi apa kata teman-teman Wina, kalau mereka tahu Wina jadi istri kedua?" Tanya Wina bimbang.

  "Peduli setan dengan perkataan teman-temanmu! Yang penting begitu bayimu lahir, sudah ada sosok Bapaknya disampingnya! Bukankah Kamu mau anakmu lahir dengan mempunyai Bapak?" Tanya Bu Hamidah dengan menekan. Wina pun menganggukkan kepalanya.

  "Kalau Kamu sudah menjadi istrinya Guntur, Kita bisa buat rencana agar Guntur membenci istrinya. Lalu lambat laun, Dia akan menceraikannya! Bagaimana rencana Ibu?" Tanya Bu Hamidah kembali tersenyum bahagia.

  "Ibu benar-benar pintar! Makasih Bu, sudah membantu mencari jalan keluar dari masalah yang Wina hadapi!" Ucapnya.

  "Apa sih yang tidak Ibu lakukan untuk kebahagiaan anak kandung Ibu yang cantik ini!" Balasnya sambil mengusap pipi kiri Wina. Mendengar ucapan ibunya, seketika Wina langsung memeluk tubuh ibunya dengan erat. Bu Hamidah pun membalas pelukannya. Tangannya yang halus membelai rambut hitam anaknya.

  "Maafkan Ibu ya Win! Tadi sudah kelepasan menamparmu!" Ucapnya.

  "Nggak apa-apa Bu. Wajar kalau Ibu kaget begitu mendengar cerita dari Wina!" Balasnya.

1
musuh pelakor
suami apaan yang kek gitu? kadang sakit bacanya:(
musuh pelakor
hamidah jadi halimah?
Fianto WB: terima kasih masukannya
total 1 replies
kavena ayunda
maless bgt harusnya kebongkar pas ceraii enak di gunturr laki brengsekk munafikkk pdhl dia uda enak2.ma jalang wina jijik q
Martifahsoemarno
coba tor gabung di fb grup novelton, promosi disono insya allah tambah pembacanya
Martifahsoemarno
ud lama gk mampir karna gk pernah up, sekali mampir ud tamat, ceritanya bagus aku suka
Martifahsoemarno
ud lama gk baca pas baca bikin jantung dekdekan, ceritanya makin seru
Fianto WB: mksh mba
total 1 replies
Martifahsoemarno
ud up lgi ya aku sampe lupa
pipi gemoy
Guntur ogeb nga selidiki dulu masa lalu si pelakor
pipi gemoy
aneh kelakuan Bu Halimah 😒
Martifahsoemarno
smg sovia gk menderita melulu seperti senetron tersanjung
Martifahsoemarno
pengen aku jambak itu rambut sm muka wina
Martifahsoemarno
bikin sovia bahagia tor jngn kalah terus sm wina sm mertua. smgt tor upnya
Martifahsoemarno
jngn bikin sovia terus menderita tor jngn kya senetron tersanjung
Martifahsoemarno
ceritanya makin seru, smngt tor
Martifahsoemarno
gk up ya tor, smngt ah
Martifahsoemarno
ayo tor smngt upnya
Fianto WB: tunggu ya
total 1 replies
Martifahsoemarno
gk up tor
Marlisa Lana
good
Martifahsoemarno
lanjut thor, smngt
Martifahsoemarno
lanjut thor, smngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!