NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:963.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6

Zella masih membuang mukanya menghadap ke jendela karena malu. Selang beberapa waktu ponselnya berbunyi dan memperlihatkan nomor telfon tak dikenal.

"Hallo Zella." ucap seseorang diujung telfon

"Iya, siapa?“

"Leon, save nomor ponsel aku ya. Jangan lupa share loc."

"Oke kak."

Setelah telefon terputus Zella pun menyimpan nomor ponsel Leon.

"Siapa?" tanya Levi.

"Kak Leon, minta shareloc." jawab Zella.

Mendengar nama Leon, membuat Levi kembali mendidih. "Jadi anak itu udah punya nomor ponsel Zella." Batin Levi.

"Ngapain sih harus bawa-bawa Leon?" tanya Levi sedikit kesal.

"Yah kan Kak Leon peduli sama kita, pak." jawab Zella.

"Kamu suka sama anak BEM itu?" tanya Levi.

"Belum sih, pak." jawab Zella.

"Belum?" tanya Levi mengulangi jawaban Zella dan Zella hanya mengangguk. "Berarti bisa jadi suka dong."

"Mungkin juga." jawaban Zella membuat Levi tidak bicara lagi.

Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Silla dan Nay pun sudah membuka matanya.

"Masih jauh gak kak?" tanya Silla.

"Sekitar 30 menit lagi." jawab Levi.

"Mau tuker tempat lagi La?" tanya Zella menoleh ke belakang.

"Gak usah!" ucap Levi dan Silla beriringan. "Kalo ngantuk tidur aja gak papa disitu." ucap Levi.

"Iya Zell, santai aja." ucap Silla.

"Emmh, nanggung ah. Hampir nyampe juga." jawab Zella menahan rasa kantuknya.

Sesampainya di rumah sakit, Nay sudah ditunggu oleh pamannya. Tidak ada pembicaraan apapun selama menyusuri koridor rumah sakit.

Nay pun kembali meneteskan air matanya. Sesampainya di depan ruang ICU, hanya Nay yang diperbolehkan masuk dan yang lain menunggu di luar.

"Kita cari kantin yuk kak," ajak Silla pada kakaknya. Levi pun mengangguk mengikuti Silla.

"Aku gak ikutan ya. Nanti bareng Nay aja. Belum laper juga." ucap Zella yang masih duduk di depan ruang ICU.

Levi dan Silla pun meninggalkan Zella bersama paman Nay.

"Teman kuliah Nay ya?" tanya pamannya.

"Iya pak." jawab Zella yang sudah tidak dapat menahan kantuknya.

"Kalo ngantuk, sandarin aja kepalanya neng ke belakang. Saya mau ngurus administrasi." ucap paman Nay yang juga meninggalkan Zella sendiri.

Zella pun mengambil bantal lehernya di tas dan memejamkan matanya. Dari kejauhan, tampak Leon berjalan ke arah ruang ICU bersama dengan Reza.

"Ngantuk banget kayaknya, sampe kita dateng aja gak bangun," ucap Reza melihat Zella tertidur.

"Ssssttttt, jangan berisik. Biar dia istirahat." ucap Leon sangat pelan.

"Yaudah, aku ke kantin dulu beli minum." Reza langsung pergi.

Kini tinggal Leon dan Zella menunggu di depan ruang ICU.

"Tidurnya aja cantik banget." gumam Leon terus memandangi wajah Zella. Ia pun duduk di samping Zella dan mengambil ponselnya untuk memotret Zella.

Sedangkan Levi yang sedang menemani Silla isi perut kembali gusar meninggalkan Zella di depan ruang ICU.

"Pak Levi disini juga?" tanya Reza yang baru sampai di kantin. Reza terlihat senang melihat Silla juga ada disini.

"Iya." jawab Levi singkat.

"Kak Reza kok bisa disini? Siapa yang sakit?" tanya Silla sambil mengunyah makanannya.

"Nemenin Leon, dia bilang orang tuanya Nay kecelakaan." jawab Reza.

Mendengar nama Leon disebut, Levi langsung bangkit dari tempat duduknya.

"Reza, kamu temani Silla yaaa. Saya mau ke toilet." ucap Levi yang langsung hengkang dari kantin.

Reza pun yang sudah menaruh hati dengan Silla sejak OSPEK hari kedua pun segera menarik kursi dan duduk di samping Silla.

Ia tidak mau menyia-nyiakan waktu berharga dapat duduk berdua dengan gadis yang diidam-idamkannya beberapa hari ini.

Levi berjalan terburu-buru melewati koridor rumah sakit, karena ia tidak mau kalah start dengan Leon.

Ketika hampir dekat di ruang ICU, ia melihat Leon yang mendekatkan wajahnya ke arah Zella dan nampak seperti hendak mencium Zella.

"Ehmmmm," Levi berdehem kencang hingga membuat Leon terkejut dan memundurkan kepalanya.

Zella pun terkejut dan langsung membuka matanya mendengar suara Pak Levi.

"Eh, Pak Levi. Darimana pak?" tanya Leon tanpa merasa bersalah.

"Kantin," jawab Levi singkat dan langsung duduk di samping Zella.

Zella yang rasa kantuknya sudah hilang pun menarik nafasnya. "Kak Leon kapan sampai?" tanyanya sambil melepas bantal lehernya dan memasukkan kembali ke dalam tas.

"Baru aja, Zell. Capek banget ya?" tanya Leon dan Zella hanya tersenyum.

"Gak kok. Sedikit ngantuk aja tadi." jawab Zella.

"Minum buat kamu, Zell." Leon menyodorkan minuman ke arah Zella.

"Dia udah bawa minum sendiri." Jawab Levi ketus.

"Eh iya kak Leon, makasih perhatiannya. Tapi aku udah bawa minum." Zella pun mengambil minum di dalam tasnya dan meneguknya.

Levi kembali tersenyum saat Zella yang sekarang gantian minum di bekas bibirnya.

Melihat senyuman Levi, membuat Zella teringat bahwa ia dan dosennya sudah minum dalam satu botol.

"Oh My God, kenapa bisa lupa sih kalo ini bekas Pak Levi." batin Zella yang langsung menutup botol minumannya.

"Aku ke toilet dulu." ucap Zella meninggalkan Leon dan Levi.

Sepeninggalan Zella, Leon pun memberanikan diri bertanya pada Levi, "Pak Levi suka ya sama Zella?"

"Pertanyaan yang tidak perlu dijawab." jawab Levi.

"Kalau begitu, kita akan bersaing secara sehat bukan?" ucap Leon.

Levi hanya menatap Leon sebentar tanpa menjawab perkataan Leon.

"Saya akui, Pak Levi adalah saingan terberat saya. Tapi saya tidak akan mundur untuk mendapatkan hati Zella." ucap Leon dengan mantap.

"Baiklah, kita lihat saja nanti." jawab Levi.

Mereka berdua kembali terdiam sampai terlihat beberapa petugas medis memasuki ruang ICU. Levi dan Leon pun berdiri karena ingin mengetahui apa yang terjadi.

Tak lama kemudian Zella datang dari toilet bertepatan dengan Nay yang berlari dari ruang ICU dan memeluk Zella sambil menangis.

"Papa dan Mama udah meninggal Zell," tangis Nay pecah.

Zella pun membalas pelukan Nay dan mencoba menenangkannya.

"Yang kuat, Nay. Kamu pasti bisa lalui semua ini." Zella terus mengelus punggung sahabatnya.

Silla pun sudah kembali dari kantin langsung memeluk sahabatnya.

"Sabar ya, Nay. Kamu gak akan sendiri. Kita akan selalu ada buat kamu." ucap Silla.

Karena sudah malam, pemakaman orang tua Nay pun dilaksanakan esok harinya. Kini jenazah kedua orang tua Nay sudah berada di rumah.

Nay masih diantara jenazah kedua orang tuanya. Sangat berat untuk Nay kehilangan kedua orang tuanya karena dia adalah anak tunggal.

Silla dan Zella bergantian mendampingi Nay yang masih terjaga disepanjang malam. Hingga subuh tiba, dan setelah subuh jenazah akan dimakamkan.

Kini Nay berdiri bersama sahabatnya di atas pusara kedua orang tuanya.

"Kalian kembalilah. Aku tahu kalian pasti lelah." ucap Nay.

"Jangan pernah merasa sendiri, Nay." ucap Silla.

"Benar kata Silla, kita sudah seperti saudara. Jangan pernah sungkan dengan kita." ucap Zella.

Nay pun memeluk kedua sahabatnya. "Terima kasih banyak. Terima kasih untuk kebaikan kalian. Sekarang aku hanya punya kalian." ucap Nay.

Sepulang dari pemakaman, Leon dan Reza berpamitan pada Nay.

"Kami pamit ya Nay. Turut berduka cita. Kamu yang kuat ya." ucap Leon dan Reza.

"Makasih banyak ya kak." balas Nay.

Levi, Silla dan Zella pun berpamitan pada Nay karena Levi ada acara yang lain siang ini.

Kini Nay ditemani oleh sepupu dan pamannya.

Pembaca tercinta, mohon dukungannya ya untuk novel ini.

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan Like, Coment (Kritik dan Saran yang membangun), Favorit, dan Vote ya.

Terima kasih.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!