ini adalah karya ke dua ku , aku harap akan ada pembaca yang menyukainya. aku bukan penulis hanya saja aku suka membaca.
jika ada kesalahan dalam cara menulis ku, dengan senang hati aku menerima kritikan dan saran dari para pembaca, dan aku ucapkan terima kasih buat uang berminta membaca karya ku ini,
kehidupan rumah tangga Naya dan Josep sangat lah harmonis, hingga suatu kejadian membuat mereka harus terpisah ,walau saat itu Naya tengah mengandung buah cinta mereka yang pertama .
Josep yang teramat mencintai Naya selaku berusaha untuk kembali rujuk dengan Naya , tapi Naya kokoh tak ingin kembali pada Josep
hingga suatu hari Josep mendengar Naya tengah dekat dengan mantan kekasihnya yang bernama Aldo , Josep tidak terima dan meminta bantuan orang tuanya untuk membujuk Naya
lalu apa kah Naya akan kembali pada Josep , atau melanjutkan kisahnya dengan Aldo, ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfirzik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
enam
"pa....?" Josep tertegun saat melihat pria tua itu terbaring lemah tak berdaya.
"Josep kau datang ?" pak Sanusi berusaha bangun dari pembaringan melihat putra ke tiganya itu datang
" pa, jangan bangun ." Josep segera berlari ke sisi ranjang dan memeluk pak Sanusi.
"apa kau masih marah pada papa hingga kau tak pernah kembali." pak Sanusi mengusap butiran bening di sudut matanya.
"pah, maaf kan aku. aku sedang banyak pekerjaan." Josep menyesal telah mengabaikan orang tuanya .
"bagaimana keadaan Melinda dan putramu Tama. kenapa kau tak mengajak mereka serta . papah ingin berjumpa dengan cucu papa di sisa umur papa." ucap pak Sanusi lemah
"pah, sudahlah kau tak perlu memikirkan mereka, telah ku katakan Tama bukanlah cucu kandung mu pa. aku tak pernah menyentuh Melinda. dan tak akan pernah. tolong mengerti aku pa." Josep menggenggam tangan renta itu. dan ia mencium telapak tangan sang ayah.
"tapi Josep, dia istrimu sekarang, " Sanusi berusaha menasehati putranya.
" pah..?" Josep tak ingin mengecewakan orang tua nya. tapi untuk memanggil Melinda dengan sebutan istri seperti tak mungkin baginya.
" Josep ... kau datang nak." buk Sanusi berlari menghampiri putranya. itu.
" mamah...?" buk Sanusi memeluk nya dengan penuh kerinduan setelah hampir 4 tahun ia tak bisa melihat wajah putranya dan kaki ini ia seperti bermimpi. buk Sanusi meluahkan segala kerinduannya air matanya membasahi kemeja yang di pakai Josep.
" mah, tenanglah aku telah berada di sini sekarang." Josep mengusap punggung ibunya.
" kau tunggu lah di sini. mamah akan memasak makanan kesukaan mu." buk Sanusi berlari kecil ke dapur seolah tak ingin putranya menunggu lama masakannya.
buk Sanusi membuat acar dan bebek panggang kesukaan sang putra .
selang 30 menit berlalu
" Josep.. ayo nak makan dl, mama tau kau pasti lapar" buk Sanusi menggandeng lengan Josep yang sedang mendorong kursi roda pak Sanusi.
" ini. kau makan yang banyak , kau terlihat kurus sekali. apa Melinda tak merawat mu dengan baik." Josep hanya tersenyum kecil melihat tingkah sang ibu.
" mah.., lihatlah papa cemburu melihat mu memanjakan ku." goda Josep yang melihat papanya hanya diam .
pak Sanusi tersenyum
"kenapa kau tidak mengajak Melinda pindah ke sini nak, papa tak ingin jauh dari mu." ucap pak Sanusi di sela sela makan siang mereka.
" pah, tidak... mamah tidak setuju. wanita itu hanya akan merepotkan ku." sahut wanita itu tak suka.
" mah.., kita harus terima kenyataan kalau Melinda sekarang adalah menantu kita. lagi pula dia kan keponakan mu." pak Sanusi berusaha membujuk istrinya itu.
"justru karena dia anak saudara ku. maka aku tau betul sikapnya. dan aku yakin dia sengaja menjebak Josep." wanita 65 tahun itu tak mau kalah.
" pah, mah, aku akan buktikan pada pada kalian dan juga om Joni. Tama bukanlah anak ku dan aku akan membawa kembali Naya ke rumah ini. menjadi menantu rumah ini." Josep meyakinkan orang tuanya.
"mamah setuju, dan mamah akan sangat senang jika Naya dan Fahri bisa berkumpul lagi bersama kitta".
" andai malam itu Josep tak ikut pesta bujang itu. semua tak akan terjadi mah. Josep sangat menyesal dan sekarang Josep kehilangan Naya dan putra Josep. " gumam Josep sedih.
" sudah lah nak, semua sudah terjadi." pak Sanusi berusaha untuk membuat putranya itu tegar .
"om Jo....." suara teriakan itu mengagetkan ketiga orang yang sedang menikmati makan siang nya.
" Rose..... keponakan om." Josep menggendong bocah 6 tahun itu. dan mencium pipi gembulnya.
" ih... geli om." Rose menutup pipinya.
" hahahaa keponakan om sudah gadis, tak suka lagi di cium sama om." tawa Josep melihat tingkah lucu Rose.
" Jo, kapan kau datang " Johanes kk tertua Josep memeluk nya erat.
" baru bang, Abang sendiri ? mana kak Wanda ?" Josep seperti mencari kakak iparnya itu.
"Wanda sedang ada acara di kantornya." Johanes menarik kursi dan mengambil piring ikut makan bersama keluarganya.
" di hari Minggu....? " Josep menaikkan alisnya.
"hummm." Johanes mengangkat kedua bahunya.
"baiklah , sekarang katakan padaku. apa yang membuat mu tiba tiba pulang , apa kau di usir oleh wanita srigala itu." ledek Johanes
" ahh kau...," Josep melanjutkan kembali makannya yang tertunda.
"sebenarnya aku ingin bicara dengan kalian semua.tapi di mana kak Maria .?"
" Maria masih di gereja, ada apa Jo. kau terlihat sangat serius. " buk Sanusi terlihat sedikit khawatir
"Minggu depan ulang tahun Alfahri yang ke 3 , aku ingin mengajak mamah dan papah ke Jambi . aku ingin bertemu dengan putraku " Josep menyampaikan niatnya.
"Jo, apa kau sudah membicarakan ini dengan Naya." Johanes bertanya pada Josep.
"Naya tak pernah melarang ku untuk bertemu dengan Fahri bang, hanya saja selama ini aku terlalu takut untuk bertemu Naya . " jelas Josep.
" Jo, papa sangat ingin bertemu dengan Naya dan Fahri , tapi kau lihat sendiri nak kondisi papa tidak memungkinkan . "
"tapi.. bagaimana mungkin aku meninggalkan papa sendiri ." ucap Josep .
" kau tak usah khawatir Jo, aku dan Wanda akan menjaga papa. aku juga ingin kau bahagia , tapi menurutku akan lebih baik kau ajak Maria , kau tau sendiri Naya sangat dekat dengannya." usul Johanes
"bagiamana dengan mamah ,"Josep menatap ibunya sejenak
" mamah ingin ikut jika papamu mengizinkan , mamah juga sangat ingin bertemu dengan Naya, mamah sangat merindukan menantu mamah yang satu itu."
"baiklah kalau begitu kita tinggal menunggu persetujuan kak Maria dan kak Wanda, jika semua setuju aku akan urus keberangkatan kita."
"tapi Jo, apa Melinda tau semua ini." buk Sanusi terlihat khawatir
"aku tak perlu memberitahukannya mah, dia tak berhak ikut campur urusanku " tegas Josep
"baiklah kalau begitu, papa hanya ingin yang terbaik kalian , jangan sampai di sisa hidup papa , papa melihat kalian tak bahagia. Johanes selama mamah mu ikut Josep, kau dan Wanda di sini dl , papa tidak mau kesepian di rumah sebesar ini." keluh sang papa
" ia pah, lagian kan anak mang Ujang yang akan menemani papa. " goda Johanes
"papa tidak mau, Rose di sini bersama opa yah." bujuk pak Sanusi pada cucunya
"siap opa." Rose mengacungkan jempol nya tanda setuju.
selesai makan siang bersama semua kembali ke ruang keluarga, mereka bercerita banyak hal tentang jones yang tak pulang kurang lebih empat tahun. bukan tampak sebab jones kecewa pada sang papa yang tidak percaya padanya dan memaksanya menikahi Melinda pada malam naas itu. sejak saat itu Jones memilih tinggal di Lombok dan melampiaskan dendamnya pada Melinda. ya Jones memang menikahi Melinda atas desakan papa Sanusi dan om Joni. tapi jones tak pernah menyentuh Melinda sedikit pun bahkan dia tak peduli kenapa Melinda bisa hamil dan juga tak peduli saat Melinda melahirkan.
****
***terima kasih buat sahabat sahabat yang memberikan dukungan buat aku, jangan lupa like komen and vote nya yah, biar author lebih semangat lagi dalam belajar menulis nya.
Nex***..