NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Dante: Who Am I? - 2

Aku diam lama. Sama dia juga diam. Wanita yang mengaku istriku ini aneh sekali. Dia bilang dia istriku,  tapi bahasa tubuhnya menyiratkan sebuah ketakutan padaku.

Kenapa dia begitu?

Apa aku pernah berlaku jahat padanya?

Dia lebih banyak melihat kebawah, sesekali dia mencuri pandang kearahku.

Sedangkan aku terus menatapnya daei sudut mataku karena leherku yang sulit sekali digerakan.

"Sudah berapa lama kita menikah?" tanyaku setelah jeda diam yang cukup lama.

Dia terlonjak, sepertinya dia barusaja melamun, dan pertanyaanku membuatnya  terkejut.

Dia menutup dan membuka mulutnya yang mungil dan merah, seperti sedang mencari kata-kata. "Enam bulan," katanya.

"Enam bulan? Apa sekarang kamu sedang hamil?"

Kali ini ekspresi terlihat lebih terkejut daei sebelumnya. "Ha ... hamil?" tanyanya terbata-bata.

Aku menatapnya lekat dari sudut mataku, kali ini dia juga menatapku. Kami saing bertatapan. Bola mata kecoklatannya seperti menyiratkan banyak penderitaan.

"Be ... belum," jawabnya singkat, padat, pelan dan terbata-bata.

"Astaga aku payah sekali. Sudah enam bulan menikah, tapi belum bisa membuatmu hamil."

"Eng ... eng ... sebenarnya kita ...." Dia menelan ludah, "Kita ... eng ... belum pernah begituan."

Wajahnya merah padam. Seolah pembahasan ini sangat tabu. Padahalkan kami suami istri.

"Impoten?"

"Hah?" Dia terpekik kaget.

"Apa aku impoten?"

Dia menggeleng.

"Lalu?" tanyaku semakin penasaran.

"Eng ... kamu ... Eng ... maksudku kita eng ...."

Kata-katanya terpotong saat sesorang membuka pintu ruangan dengan keras dan berteriak histeris mengucapkan kata "Dante" lalu memelukku.

Aku bingung, kenapa wanita paruh baya ini memelukku erat sekali, rasanya sakit. Iya, pelukannya menyakitkan, tapi seperti membawa kedamaian.

"Anda siapa?" tanyaku bingung saat dia melepaskan pelukannya.

Wajah wanita paruh baya itu langsung terlihat kaget. Sama, lelaki paruh baya di sebelahnya juga tidak kalah kaget.

"Dia kenapa?" tanya lelaki paruh baya itu pada wanita yang mengaku sebagai istriku. Siapa tadi namanya? Lily?

Lily menarik napas sebelum berkata, "Sepertinya Mas Dante kehilangan ingatannya, dia sama sekali tidak mengingat apapun. Dokter bilang nanti akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada kepala Mas Dante untuk memastikan apa yang sebenarnya yang terjadi pada ingatan Mas Dante."

Lihat! Lily bisa berbicara panjang lebar dan lancar pada laki paruh baya ini. Kenapa tadi saat berbicara padaku dia terlihat sangat canggung.

Bukankah aku suaminya?

Wanita paruh baya bertanya pada Lily dengan suara yang sangat pelan, aku tidak bisa mendengar.

Lily lalu menggeleng dan berkata, "Kurasa dia tidak ingat, Ma. Dia bahkan tidak ingat kalau aku istrinya."

"Sekarang aku sudah ingat kalau kamu istriku, Kok," selaku di antra pembicaraan Lily dan wanita paruh baya.

Lily nampak terkejut, wajahnya lucu sekali saat terkejut begitu. "Tadi kan kamu sudah bilang kalau kita suami istri, sekarang aku sudah ingat kok kalau kmu istriku. Meakipun aku tidak ingat apa saja yang sudah kita lalui bersama sebelumnya."

Aku mencoba memberikan senyuman pada Lily, kuharap senyumanku cukup manis untuk bisa membuat Lily tidak canggung lagi padaku.

"Sini, duduk di sebelahku," pintaku pada Lily sambil merentangkan tangan padanya.

Dengan gerakan yang sngat lambat lily menyambut tanganku. Tangan kami bersentuhan, kulit Lily dingin dan lembut sekali, tangannya juga bergetar.

Aneh sekali, kenapa tangan Lily rasanya asing sekali. Seolah ini adalah kali pertama kami berpegangan tangan.

"Mereka siapa?" tanyaku pada Lily yang sudah duduk di kursi di samping tempat tidurku. Tanganku masih menggenggam tangannya

"Mereka orang tua Mas Dante?" jawab Lily. 

"Orang tuaku?" tanyaku heran. Ku pandangi wajah pasangan paruh baya itu bergantian. "Maaf, aku sama sekali tidak mengingat apapun. Maafkan aku," tambahku.

Wanita paruh baya itu, maksudku mamaku menggenggam tanganku yng satunya. "Tidak apa-apa, Nak. Kamu selamanya anak kami sekalipun kamu lupa pada kami. Kami akan membantumu dan menyemangatimu sampai kamu sembuh." Bulir bening tercipta di sudut matanya.

Seseorang masuk lagi ke dalam ruangan. Wanita dengan baju seragam berwarna hijau lembut.

"Maaf, cuma boleh satu orang yang menunggu dalam ruangan. Yang lainnya silakan menunggu di luar." kata wanita berseragam itu.

"Baik, Sus. Kami akan keluar," ucap laki-laki paruh baya.

"Aku juga akan keluar," ucap Lily.

Aku menangkap tangan Lily yang akan beranjak dari duduknya. "Jangan! Kamu di sini saja."

Wajah Lily nampak terkejut. Wajah orang tuaku juga tak kalah terkejut.

"Aku ingin bersamamu di sini," ucapku pada Lily.

Lily dan orang tuaku saling berpandangan beberapa saat. Mereka seperti sedang melakukan telepati. Entahlah.

"Baiklah, kami menunggu di luar," ucap ibuku sambil tersenyum.

"Sini," Aku mengulurkan tangan pada Lily, memintanya untuk mendekat padaku.

Dia kembali duduk kursi sebelah tempat tidurku. Dia diam saja, tangannya masih ku genggam. Dingin dan sedikit basah.

"Kamu merindukanku?" tanyaku.

Dia kaget dan menatap ke arahku, "Hah?" ucapnya pelan.

"Sepuluh hari 'kan aku tidak sadarkan diri? Apa kamu merindukanku?"

Lily menggangguku pelan.

"Kamu tidak ingin memelukku?"

"Hah?" Lagi-lagi Lily menunjukkan ekspresi terkejutnya.

"Kenapa terkejut begitu? Ada yang salah?"

"Hhmm, tidak ada. Aku hanya ...."

"Hanya apa?"

"Hanya ..."

"Sini peluk aku." Aku merangkan tanganku untuk mempersilahknnya memelukku.

Lily masuk ke pelukanku pelan sekali.

"Jangan terlalu kencang, badanku masih terasa sakit."

"Maaf," ucapnya pelan.

Rasanya seperti tersengat sengatan listrik saat melukku. Rasanya asing, seolah ini pelukan pertama kami.

Lily tersenyum saat kami melepaskan pelukan kami.

"Ceritakan padaku tentang pernikahan kita!" pintaku.

"Pernikahan kita?"

"Ya. Ceritakan padaku bagaimana cerita kita? bagaimana keseharian kita? Aku ingin mengingat kembali tentang kebahagiaan kita."

"Kebahagiaan?"

"Iya. Kita pasangan yang bahagia, 'kan? Lihat kamu sangat cantik, aku beruntung sekali mempunyai istri secantik kamu. Apakah aku cukup tampan untuk mendampingimu? Astaga, aku bahkan lupa bagaimana wajahku."

"Mas Dante tampan! Sangat tampan," ucapya.

Sesuatu dalam dadaku terasa hangat mendengar suaranya mengucpkan kalimat pujian untukku.

"Setampan apa?" tanyaku sambil tersenyum jahil untuk menggodanya.

"Sangat tampan, hidung yang mancung, mata hitam yang besar, alis yang tebal dan bibir merah yang indah." Dia tersenyum. Senyumnya manis sekali sekalipun wajahnya terlihat lelah.

"Benarkah?"

"Tentu! Mas ingin melihat wajah Mas?" tawarnya

"Boleh," kataku.

Lily lalu mengambil benda pipih dari dalam tasnya. Dia menyalakan benda itu, lalu mengarahkan kamera depan ke wajahku. Bisa kulihat wajah babak belur pada layar ponsel Lily, wajah itu memar di beberapa bagian, sebagian luka di tutup perban, sebagian lagi di biarkan terbuka, jug nampah hidung yang sedikit bengkok. Apa hidungku patah.

"My face like a disaster," ucapku.

"Nanti kalau lukanya sudah sembuh, Mas Dante akan tampan seperti semula."

"Boleh aku melihat fotoku sebelum kecelakaan ini?"

"Eemm ... Sebentar."

Lily memperlihatkan sebuah foto, sepertinya itu foto pernikahan kami. Lily cantik sekali dengan gaun putih yang mekar di bagian bawahnya, wajahnya terlihat segar dengan riasan make-up flawless. Dia tersenyum manis sekali.

"Kenapa wajahku cemberut begini?" tanyaku saat melihat ekspresiku yang agak tidak pas bersanding dengan wajah Lily yang tersenyum manis.

"Mas Dante memamg jarang tersenyum," jawabnya.

"Bahkan di hari pernikahan kita?" tanyaku

"Bahkan di hari pernikahan kita." jawabnya.

"Setelah ini aku berjanji akan lebih banyak tersenyum." ucapku.

"Semoga," ucap Lily dengan senyum manisnya.

"Ceritakan padaku tentang kehidupan pernikahan kita." pintaku. Aku ingin membuatnya banyak berbicara, aku suka mendengar suaranya, aku suka caranya bicara.

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!