NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Hati Nita begitu hancur, setelah mendengar pengakuan seorang wanita yang mengaku dirinya adalah pacar Aidan. Dia menangis sesegukan, sambil berjalan ke sebuah pondok di tepi sawah yang tak jauh dari kos nya.

Pondok itu memang tempat favorit bagi anak kos di sana, karena letaknya yang sejuk dan dikelilingi hamparan sawah yang hijau, sehingga nyaman untuk menyendiri atau untuk belajar bersama.

Tak seorang pun yang mengetahui kepergian Nita saat itu. Karena semuanya lagi sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang sibuk setrika baju, ada yang tidur dan banyak kegiatan lainnya. Termasuk Andin, dia juga sedang sibuk menyelesaikan tugas sekolahnya.

Tak lama kemudian, Andin keluar kamar dan mencari Nita. Niatnya ingin mengajak Nita dan beberapa orang teman yang satu kelas dengannya untuk belajar bareng di pondok. Tapi setelah mereka berkumpul, Andin tak melihat sosok sahabatnya itu. Lalu dia bertanya pada teman yang lainnya.

"Eehh ... kok kita kurang satu yaa?? Nita mana??" Tanya Andin.

Setelah beberapa saat mereka saling bertatap dan mengingat dimana keberadaan Nita.

Temannya menjawab,"Oiya ... Nita, mana nih dia?? dari tadi gak ada kelihatan."

"Emang gak ada gabung sama kalian dari tadi?" Tanya Andin lagi.

"Tadi sih terakhir aku liat dia lagi nelfon, dan berjalan ke arah dapur. Karena aku sibuk nyelesein setrikaan aku, jadi, aku gak liat lagi dia kemana." Sahut Anya, teman sekamar Nita.

Apa dia lagi ada masalah sama kak Aidan?? kok tiba-tiba menghilang? gak kayak biasanya deh. Gumam Andin dalam hati.

Kemudian mereka memutuskan untuk pergi saja ke pondok, siapa tau Nita sudah duluan ke sana.

***

Nita masih menangis sambil merenungi kejadian yang baru saja menimpanya. Baru tiga bulan dia jadi kekasih Aidan. Tapi kenapa sekarang malah Aidan mengkhianati cintanya. Pikiran negatif tentang Aidan semakin bergelayutan di dalam kepalanya.

Apa Aidan itu cuma pura-pura suka sama aku?? Yahh mungkin dia hanya pura-pura cinta aku hanya untuk menguji aku. Ahhhgghh bodohnya aku!!! kenapa aku mau menerimanya saat itu. Kan aku baru saja kenal dengan lelaki bre**** itu. Gerutu Nita kesal.

****

Selang beberapa waktu kemudian, Andin dan teman-temannya sampai di pondok tersebut. Mereka semua kaget, karena mereka merasa kenal dengan sosok wanita yang duduk di pondok tersebut. Yaah, benar itu adalah Nita. Teman yang sudah dicarinya sedari tadi.

Mereka menghampiri Nita, yang duduk dengan posisi membelakangi kosnya. Seketika Nita kaget dengan kehadiran teman-temannya itu. Dengan sesegera mungkin dia menyeka air matanya yang sudah membanjiri pipinya dari tadi. Matanya terlihat merah dan sembab.

Menimbulkan banyak pertanyaan di benak kepala teman-temannya termasuk Andin.

Andin mendekati Nita. Tiba-tiba saja Nita langsung meraih tubuh Andin dan memeluknya dan air mata tampak membasahi pipinya kembali.

Andin yang mengetahui hal itu, membiarkan sahabatnya meluapkan semua tangisnya dahulu. Teman-temannya lain, yang menyaksikan kejadian itu mulai merasa heran dan kebingungan.

Caca memberanikan diri untuk bertanya,

"Ternyata lho di sini Nit, apa yang terjadi sama lho? Kenapa lho menangis?"

Dengan cepat Andin menghentikan Caca yang menghujani Nita dengan banyak pertanyaan.

Andin, "Sssstt ... sabar Ca ... biarkan dia menangis dulu sepuasnya, nanti kalau sudah tenang baru kita tanyain."

Caca dengan seketika bisa memahami maksud baik temannya itu, dan menghentikan pergerakan mulutnya.

Aaaggghhh ... bodohnya aku, Andin benar. Seharusnya aku gak langsung melemparkan banyak pertanyaan kepada Nita. Gerutu Caca dalam hati memaki dirinya.

***

Setelah lima belas menit berlalu. Nita mencoba menenangkan dirinya. Sekarang dia tak memikirkan siapa yang ada di dekatnya. Dengan sigap, dia langsung menceritakan apa yang terjadi pada dirinya, sehingga membuat dia menangis seperti itu.

"Kak Aidan ... Kak Aidan Ndin. Ternyata dia dua in aku" Ucap Nita.

Andin, (Memasang wajah pura-pura bingung) " Maksud lho gimana nih Nit?? gue masih gak ngerti."

"Iiyaa ... tadi gue kan iseng-iseng nelfon nomornya kak Aidan yang gak aktif beberapa hari ini karena rusak katanya. Terus tiba-tiba aja tadi masuk panggilan gue, tapi yang jawab suara cewek.

Gue sempat nanya siapa dia. Dan dia jawab, kalau dia pacar Aidan. Tapi gue gak sempat nanya namanya, dan gue langsung putus telfon dan pergi ke sini." Dengan mata yang berkaca-kaca.

Andin merasa tak tega melihat sahabatnya sedih seperti itu. Dia merasa dirinya sangat bersalah sebagai sahabat. Dia menyembunyikan kebusukan Aidan di belakang Nita.

Berarti kak Aidan gak bohong, kalau dia beneran ganti nomor sama kak Dina. Ucapnya dalam hati.

Memang, sebelumnya Aidan sudah memberitahukan Andin, kalau dia untuk beberapa hari ini akan ganti nomor dengan Dina.

Namun dia juga tidak berani bercerita terus terang ke Nita, karena yang memaksa Aidan untuk jadian sama Nita adalah dia.

Maafin gue Nit, ini semua salah gue. Gue yang udah maksa kak Aidan buat jadian sama lho. Gue terlalu egois Nit. Sekarang lho yang jadi korbannya. Gumam Andin dalam hati.

Caca yang merasa sedih dengan cerita temannya itu, mencoba untuk menenangkan Nita. Dia sudah tak lagi menghujani Nita dengan berbagai pertanyaan. Tapi dia memberikan semangat pada Nita agar tak berlarut-larut dalam kesedihan.

"Nit, lho yang sabar yaa ... itu tandanya Allah udah bukain mata lho, kalau kak Aidan itu bukan yang terbaik buat lho. Buktinya baru beberapa bulan lho pacaran sama dia, eeh sekarang udah ketahuan belangnya Nit" Ucap Caca.

"Iiya Nit, Lho harus kuat. Lho harus tunjukin ke laki-laki bre**** itu kalau lho kuat. Lho bisa tanpa dia Nit," Sahut Anya.

****

Anya tentu saja memahami perasaan Nita. Karena, di juga pernah merasakan di posisi itu. Dulu dia juga pacaran sama kakak kelas, tapi beberapa bulan kemudian, dia mengetahui kalau pacarnya juga menduakan nya.

Dan yang lebih mengecewakan lagi, ternyata yang jadi selingkuhan pacarnya adalah Caca, sahabatnya sendiri. Awalnya memang Anya sulit menerima, karena dia tau Caca sudah mengetahui hubungannya dengan pacarnya tersebut. Tapi kenapa Caca tega merebutnya dari tangannya.

Gue tau apa yang lho rasain saat ini Nit, karena jauh lebih sakit yang gue rasain dulu. Sahabat kita sendiri yang rebut kekasih kita. Lho masih mending, gak tau siapa itu cewek. Tapi gue, gue setiap hari harus ketemu sama orang yang udah ngerebut pacar gue, dan sampai sekarang mereka masih bersama. Gumam Anya dalam hati.

Nita yang masih berada dalam pelukan Andin, menyadari mata Anya yang berkaca-kaca.

"Lho kenapa Nya??" Tanya Nita yang memecah keheningan.

Anya yang kaget dapat pertanyaan itu, sesegera mungkin menghilangkan buliran kristal itu dari matanya, dan berusaha terlihat baik-baik saja. Dia hanya diam dan memilih tak menjawab pertanyaan itu.

Andin dan yang lain, memahami situasi itu, mereka teringat kejadian beberapa waktu lalu, ini seakan membuka luka lama untuk Anya.

****

Setelah Nita mulai merasa tenang, mereka kembali ke tujuan awalnya, bahwa mereka ke sana untuk belajar. Dengan semangat mereka membuka buku pelajaran dan mengerjakan tugas dari gurunya.

Bersambung....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!