NovelToon NovelToon
QUEEN, The Single Parent?

QUEEN, The Single Parent?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Anak Yatim Piatu / Angst / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Agustine

Hidup sebagai single parent tidaklah mudah, banyak tantangan dan ujian di dalamnya. Namun, semua itu harus dilalui Riana Aisyah Humairah, yang membesarkan anak seorang anak diri, Kaila Humairah, sepenih jiwa raga untuk kebahagiaannya.

Riana adalah korban kekerasan rumah tangga dan keegoisan sang suami, Arsyid. Hingga ia tidak peduli lagi akan cinta seolah kata itu hilang dalam kamus hidupnya.

Riana pun memutuskan membawa sang buah hati ke Negara Ginseng, Korea Selatan. Di sana ia berhasil menjadi seorang arsitek dan bertemu CEO muda sekaligus pelukis ternama, Kim YeonJin.

Kim YeonJin hadir di antara banyak perbedaan, salah satunya kepercayaan. Ia yang juga menjadi korban broken home memahami kepelikkan dan kesusahan Riana, sampai rasa kagum itu hadir.

Mampukah kisah mereka berkembang ke hal lebih baik di balik perbedaan melingkupi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 6

...Kenyataan menampar kuat jika sejatinya harus membuka mata untuk menerima keadaan....

.......

YeonJin masih tidak percaya wanita yang sekarang duduk nyaman di jok belakang mobilnya sudah mempunyai putri sebesar itu. Sedari tadi mereka saling diam merasa canggung tidak bisa se-akrab beberapa jam lalu.

Riana terus mengusap kepala Kaila yang tertidur di pangkuan. Ia terkejut anak semata wayangnya menangis sesenggukan seperti tadi. Ia masih belum tahu penyebab semua itu.

Setelah lelah menangis Kaila pun jatuh tertidur sebelum ibunya bertanya ada apa. Sekilas ia menoleh ke arah YeonJin, ia merasa tidak enak rekan kerja sekaligus atasannya melihat kejadian tadi dan sudah menyusahkan nya hari ini.

“Em, Kim YeonJin-ssi terima kasih sudah mengantar saya. Maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menyembunyikan ini,” ungkap Riana takut-takut.

Lama YeonJin tidak menyahut membuat Riana cemas. Padahal mereka baru saja menjalin kerjasama beberapa bulan ini. Rasanya ia sudah mencoreng nama baiknya sendiri.

“Jadi, kamu sudah menikah? Kenapa kamu merahasiakan statusmu? Kasihan kan anakmu?" tutur YeonJin terdengar sedikit dingin.

“Sa-saya minta maaf. Saya tidak bermaksud menyembunyikannya hanya saja. Saya-"

“Lebih baik kamu di rumah urus anak dan suami daripada capek-capek kerja keras seperti ini," potong YeonJin cepat.

Riana terdiam beberapa saat. Ada rasa ngilu menyapa hati, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Benar apa yang dikatakan YeonJin jika ia seharusnya berada di rumah menjaga anak. Namun, itu tidak seindah yang diucapkan, kenyataannya bertolak belakang. Kehidupan Riana tidak seindah orang lain.

“Mungkin... itu bagi mereka yang menjalani rumah tangga dengan baik-baik saja. Saya seorang single parent dan... bekerja keras menjadi motto saya untuk membahagiakan Kaila. Kalau begitu saya permisi dulu. Mari YeonJin-ssi, terima kasih sudah mengantarkan saya lagi,” jelas Riana ketika mereka tiba di tempat tujuan.

Seraya keluar dari mobil dengan membopong Kaila ia pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban sang atasan. YeonJin yang mendengar pernyataan tadi tercengang tidak bisa berkata-kata.

Rasa bersalah menyeruak dalam dada. Tatapannya mengikuti ke mana wanita itu pergi. Bangunan berlantai tujuh ini menjadi tempat tinggal Riana. Sosoknya semakin menjauh dan YeonJin masih betah diam di sana.

“A-aku tidak percaya. Apa yang sudah aku katakan tadi?” cicitnya, merasa bersalah.

Tidak lama kemudian, YeonJin kembali menginjak gas menuju kediamannya berada.

Sebuah rumah mewah yang ia beli dua tahun lalu kembali terlihat. YeonJin tinggal sendirian di sana, tanpa orang tua ataupun asisten rumah tangga.

Ia sudah terbiasa di tinggal pergi sejak kecil. Keheningan selalu menjadi teman setia. Langkah gontai nya membawa ia ke ruang keluarga. Sorot matanya kosong seraya terus memikirkan perkataan Riana tadi. Ia masih terkejut mendengar kebenaran jika wanita itu sudah menjadi seorang single parent.

“Aku merasa bersalah. Pantas saja dia begitu gigih dalam bekerja. Ternyata-” gumamnya sendu.

...***...

Sedari tadi Riana terus memandangi Kaila yang tengah tertidur. Wajah polosnya membuat ia melengkungkan sudut bibir. Di balik senyum tersemat luka yang tidak bisa diceritakan pada siapa pun.

Belaian pelan di puncak kepalanya memperlihatkan betapa ia sangat menyayangi sang anak. Hanya Riana, orang tua tunggal bagi Kaila. Sang ayah tidak pernah hadir dalam hidup, bahkan ibunya tidak pernah menyentil akan keberadaannya.

“Maafkan Mamah, Sayang,” gumam Riana seraya mendaratkan kecupan singkat di dahi lebar Kaila.

“Ngeuhh, Mamah,” balas Kaila melenguh dan terbangun. “Mamah kenapa belum tidur?” tanyanya menyipitkan kedua mata.

“Mamah masih belum mengantuk Sayang. Oh yah, kenapa tadi Kaila menangis hm? Tante Sarah sampai khawatir?" tanyanya kemudian.

Kaila menatap ibunya lekat, ragu mengatakan hal sebenarnya.

“Kaila... ingin tahu tentang Ayah, Mah. Selama ini Kaila tidak pernah bertemu dengannya. Teman-teman di sekolah juga sering bertanya.”

Pertanyaan keingintahuan Kaila semakin membuat air mata merembes ingin keluar. Riana sudah tidak bisa menahan dan tumpah ruah memperlihatkan kegelisahan.

“Em, Sayang. Mamah dan Ayah sudah tidak bisa tinggal satu rumah lagi. Ayah sibuk bekerja dan lagi... kita kan sudah pindah dari Indonesia jadi susah untuk bertemu."

"Kaila yang sabar yah, nanti pasti ketemu dengan Ayah. Bilang saja Ayah Kaila ada di Indonesia. Anak Mamah tidak boleh menangis lagi."

"Mamah sayang~ sekali sama Kaila. Sekarang kamu tidur lagi sudah malam. ” Ia kembali menghujani kecupan di kepala anaknya pelan.

“Eung Kaila mengerti. Kalau begitu Kaila tidur lagi.”

Ia pun menutup kedua matanya rapat. Bersamaan dengan itu cairan bening tidak berhenti mengalir di pipi Riana. Ia menangis dalam diam menahan gejolak yang tak terbendung.

"Ya Allah berikanlah kesabaran pada anak hamba. Semoga Kaila mengerti permasalahan orang tuanya," benak Riana.

Pagi-pagi sekali YeonJin sudah datang ke kantor. Langkah lebarnya mencapai lantai sembilan untuk segera menemui seseorang. Selama itu kepalanya terus dipenuhi rasa bersalah. Mungkin bisa saja ucapannya sudah melukai perasaan seseorang.

“Tunggu! Ada apa denganku? Kenapa aku seperti ini?” Ia menghentikan langkah tepat di depan ruangan sang rekan kerja.

Pintu kayu jati bercat coklat itu ditatapnya lekat. Ia ragu untuk menemuinya dan masih belum tahu apa yang tengah dirasakannya, kini.

Di tengah kebimbangan, tiba-tiba saja pintu dibuka. YeonJin tersentak, tatapan mereka saling bertubrukan, Riana tidak mengerti melihatnya ada di sana. Dahi lebarnya pun mengerut dalam.

“YeonJin-ssi? Sedang apa Anda di sini?” tanya Riana langsung.

Melihat kilatan matanya YeonJin kembali terkejut dan rasa bersalah semakin menyeruak.

“Riana, aku minta maaf,” katanya.

“Untuk?” tanya balik Riana tidak mengerti.

“Semalam. Aku tidak tahu jika keadaannya seperti itu.”

Riana langsung melempar senyum dan melangkah keluar dari ruangan. YeonJin mengikutinya begitu saja.

“Iya, tidak apa-apa. Saya mengerti, jadi tidak usah dipermasalahkan lagi. Kalau begitu saya permisi dulu.”

Setelah mengatakan itu, Riana pergi meninggalkannya sendirian. Bola mata kecilnya masih memandangi sosok bergamis itu yang terus menjauh. YeonJin tahu di balik senyum tegar yang diberikan menyimpan jutaan kepedihan.

“Kenapa dia bisa berpisah? Ah, aku semakin penasaran.”

Tanpa sadar rasa penasaran itu menjerumuskannya pada hal yang tidak disangka-sangka. Banyak kejutan yang akan mendatangi mereka. Kedatangan Riana seperti angin sejuk menyapa di kala musim panas datang. Ia kagum pada sosoknya yang gigih dalam bekerja.

Di awal pertemuan beberapa bulan lalu, ia sudah mengaguminya. Ia seperti melihat dirinya di masa lalu. Kegilaannya pada lukisan membuat YeonJin menutup mata. Jika dunia luar tidak akan mendukungnya.

Namun, ternyata ia salah. Kini dunia mengakui kemampuannya. Ia terkesan saat Riana menjelaskan mengenai rancangan bangunan yang hendak digarap. Bak mimpi yang pernah ia harapkan dulu tercapai berkat bantuannya.

“Seperti ada seseorang yang benar-benar memahami hatiku," gumamnya dengan bayangan masa lalu menyapa.

Orang-orang terdekat sering melemparkan ejekan. Jika lukisannya tidak mungkin laku di pasaran. Hanya barang rongsokan yang tidak berguna. Bertahun-tahun ia merilis kerja keras dan akhirnya YeonJin mampu membangun perusahaan sendiri.

Sekarang gilirannya yang tertawa bahagia. Ia meninggalkan masa kelam bersama luka perih yang tidak akan dikenang lagi.

Tanpa disadari juga keduanya memiliki perjalanan hidup yang memilukan. Buku itu harus terus tertutup tidak usah dibuka lagi. Jika terpaksa terbuka itu artinya mereka harus siap menerima peristiwa-peristiwa baru.

1
Maryana Fiqa
aku sudah pernah baca tapi kembali rindu lg kembali ke sini 👍👍
Agustine: maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih banyak yahhh 🙏🏻😁🩷🩷🩷
total 1 replies
Wini Hilal
jelasin aja knp gk BS ketemu lg
Wini Hilal
anak bayinya siapa yg jaga
Hardinik Akbari
ceritanya sangat bagus, cm percakapan antar pemeran sangat sedikit, lebih banyak prolog author.....☺️
Agustine: ehehehe makasih banyak kak, iyaaa kak suka keasikan nulis narasi 😅😅
total 1 replies
Tuty Tuty
Luar biasa,,, alur cerita nya sangat manis aku suka thor 👍👍👍👍👍
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah, makasih banyak kak udah suka 🙏🏻😆🥰
total 1 replies
falea sezi
mending cari krja lain aja yeonjin g bakal bs lepas dr tunangan toxic nya karena uang perusahaan uang ortu wanita alias. laki. g tegas kayak gini malah bkin sakit hati aja
MakBarudakh
Novel yang narasinya selalu luar biasa
Keren kamu Thor...
Karyamu sungguh luar biasa...
Semoga sukses selalu untuk author...
Agustine: aamiin aamiin makasih banyak kak buat doanya, doa terbaik juga buat kkanya 🤲🏻😊🤗🤗
total 2 replies
MakBarudakh
Hheeehhh gak Ayah.. gak Paman..
Sama2 bandot tua bau tanah nan serakah menyebalkan..
MakBarudakh
Dari Bab awal sudah baper thooorr...
narasi2nya bener2 nyesek...
Agustine: ehehehehe makasih makasih banyak kak 🙏🏻😆
total 1 replies
MakBarudakh
Ooohh memang laknat kakek bau tanah satu ini
Rasa mau ngulek jntungnya
Bener2 ngehempas mental anak kecil, ga ad hati😡😡😡
Agustine: iyaaa tau tuh kak 🤭🤭😅
total 1 replies
MakBarudakh
Bapak Laknat😡
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Aamiin..
Walau fiksi...Mak merinding bacanya ..
Terharu..
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih makasih banyak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Kalimat demi kalimat mu selalu dalam dan keren Thor...
Agustine: maa syaa Allah, jazakallah khairan kak terharu sangat 🙏🏻😍😆
total 1 replies
MakBarudakh
Aq sampai bs merasakan sakit yg dirasakan YeonJun
Walau sekedar membaca narasi..

Luar biasa authornya
Pandai ngacak2 perasaan reader
Agustine: Alhamdulillah, maa syaa Allah, jazakallah khairan kak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Jujur sj SM YeonJin atuh Jimiiiiin
Ga usah ditutupi
Agar BS sama2 menghadapi si tua bangka itu
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyad memang psicho kutukupret
Agustine: emang kak 🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Ooaallaaah Syiiid... Syiiid..
Mbo ya eliiiing kamu tuuuh...

Hhhh tak sentil jantungmu Syiiiid
Agustine: sentill aja kak 😅😅🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyid psikopat kau..
Geram rasanya..
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Serius Thor
Dr bab awal sj, ni air mata rasanya ngalir tanpa diminta
Rasanya sakit banget Thor..
Agustine: Ehehehe sabar yah kak semoga gak keterusan nangis nya 🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
muncullah orang jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!