NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Preman Kampus

Ranjang Panas Preman Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: El khiyori

Bara Adikara, tumbuh dengan kebencian setelah perselingkuhan ayahnya. Ibunya meninggal dan hidupnya hancur. Ia akan terus disiksa jika tak mau menurut pada peraturan sang ayah. Begitu dewasa, Bara pun menjelma menjadi sosok yang keras dan dingin. Ia berpura-pura menjadi pecundang bodoh yang tak peduli pada semuanya. Tanpa seorangpun tahu kalau sebenarnya Bara sedang merencanakan sebuah balas dendam. Ia akan merebut semua milik ibunya, rumah dan perusahaan. Selain itu, ia juga akan menghancurkan wanita yang sudah membuat keluarganya hancur, dengan memanfaatkan anaknya. Andrea Willona, gadis itu akan Bara hancurkan, tapi disaat hati mulai ikut campur, benarkah semua akan tetap pada alurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El khiyori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Aroma pekat alkohol yang menguar dari tubuh Bara tidak membuat Andrea mundur selangkah pun. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Andrea memapah tubuh tegap pria itu menaiki undakan tangga satu demi satu menuju lantai atas.

Langkah Bara begitu berat dan sempoyongan, beberapa kali tubuh kekarnya limbung dan bersandar penuh pada bahu Andrea, memaksa gadis itu mengerang pelan menahan bobot tubuhnya. Di tengah keheningan rumah Adikara yang mencekam, suara napas memburu dan gesekan langkah kaki mereka terdengar begitu kentara.

Begitu pintu kamar Bara terbuka, Andrea langsung membimbing pria itu menuju ke ranjang berukuran king-size di tengah ruangan yang remang. Bara ambruk ke atas kasur dengan posisi terlentang, napasnya berat, dan matanya terpejam menahan pening yang luar biasa.

Andrea tidak langsung pergi. Dengan tangan yang bergetar karena cemas, ia melangkah ke kamar mandi dalam untuk mengambil baskom berisi air hangat dan selembar handuk kecil. Ketika ia kembali dan duduk di tepi ranjang, air matanya menetes melihat kondisi Bara dari dekat. Sudut bibir pria itu terluka dan mengeluarkan darah yang mulai mengering, sementara rahang tegasnya dihiasi memar kebiruan yang kontras dengan kulitnya.

Dengan sangat hati-hati, Andrea memeras handuk hangat itu dan mulai mengusap sisa darah di sudut bibir Bara. Sentuhan lembut itu seketika membuat mata Bara terbuka. Sorot mata yang biasanya tajam dan sedingin es, kini tampak berkabut oleh pengaruh alkohol dan frustrasi yang mendalam. Kebencian, rasa hina akibat tamparan ayahnya di kampus, serta gairah yang terpendam mendadak melebur menjadi satu menjadi sesuatu yang berbahaya di dalam kepalanya.

Grep ....

Tanpa aba-aba, tangan kekar Bara tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan Andrea, menghentikan gerakannya. Sebelum Andrea sempat bersuara, Bara sudah menarik tubuh gadis itu dengan satu sentakan kuat hingga Andrea jatuh tepat di atas dadanya yang bidang. Baskom air di tepi ranjang tersenggol dan jatuh ke lantai, memecah kesunyian malam, namun keduanya tidak mempedulikan hal itu lagi.

Dalam sekejap mata, posisi mereka telah berbalik. Dengan sisa kekuatannya, Bara membalikkan tubuh Andrea dan menguncinya di bawah kungkungan tubuh besarnya. Napas Bara yang panas dan berbau alkohol menerpa permukaan kulit wajah Andrea, membuat jantung gadis itu bertalu-talu dengan sangat hebat.

"Kak Bara ... lepas ... Kakak sedang mabuk," rintih Andrea lirih, kedua tangannya bertumpu pada dada Bara yang bidang, mencoba mendorong namun tenaganya lumpuh seketika di bawah tatapan kelam pria itu.

"Aku tidak mabuk, Andrea," bisik Bara dengan suara parau yang amat rendah dan menuntut. "Kau yang selalu datang padaku kan? Kau yang selalu menatapku. Malam ini, kau sendiri yang masuk ke kamarku."

Tanpa memberikan kesempatan bagi Andrea untuk membantah, Bara menundukkan kepalanya dan langsung mengklaim bibir Andrea dengan ciuman yang teramat intens, kasar, dan penuh dengan emosi. Ini bukan lagi sekadar ciuman manipulatif, tapi ini adalah pelampiasan dari rasa frustrasinya yang terdalam.

Bara melu mat bibir Andrea dengan ego seorang predator yang terluka, menuntut kepasrahan total dari gadis di bawahnya. Andrea merintih di sela-sela ciuman itu, rasa perih menembus bibirnya yang tertekan kuat, namun kehangatan tubuh Bara dan rasa sayangnya yang terlanjur dalam membuat tangannya perlahan melingkari leher kokoh pria itu.

Sentuhan itu justru membakar gairah Bara ke tingkat yang paling berbahaya. Tangannya bergerak liar, merobek kemeja yang dikenakannya sendiri hingga kancingnya berhamburan di atas ranjang, lalu beralih menyingkap pakaian yang dikenakan Andrea. Di bawah temaram lampu tidur yang minim, keindahan tubuh polos Andrea kembali terekspose di depan matanya.

Sentuhan kulit-ke-kulit yang teramat intens itu memicu sengatan listrik yang memabukkan bagi keduanya. Bara meraba, meremas, dan menandai setiap senti kulit hangat Andrea dengan kecupan-kecupan panas yang menuntut, membuat Andrea menggeliat dengan napas yang terputus-putus.

Bara bergerak semakin liar, didorong oleh hasrat untuk menghancurkan dan memiliki seutuhnya. Ia menanggalkan rintangan terakhir di antara mereka, memposisikan tubuh kekarnya di antara kedua paha Andrea yang telah terbuka pasrah. Gairah di dalam kamar itu sudah berada di titik tertinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!